Air Mata Terakhir

Air Mata Terakhir
AMT 4


__ADS_3

...MAKASIH UDAH MAU LANJUT PART😊...


...JANGAN LUPA VOTE, LIKE END KOMENNYA YA READERS😍...


.......


.......


.......


.......


.......


...HAPPY READING...


.......


Tepat jam 5 pagi Kiara terbangun karena mendengar adzan subuh. Kiara dengan segera langsung mengambil air wudhu.


"Sedang apa kamu" EL tiba-tiba mengagetkannya


"Ihhh.... EL, bikin orang kaget aja" Kesal Kiara


"Goreng tempe!!" Ngegas Kiara yang langsung mengambil air wudu


"Dia sangat beda dengan aletha. Jam segini mah aletha mana sudah bangun. Dia begitu cantik di saat air wudhu itu mengenai wajahnya" Batin EL dengan senyuman tipis


Hati EL tidak pernah bisa bohong, dia cukup mengagumi wanita yang berada didepannya itu


"Kamu mau ngapain" Ucap Kiara setelah berwudhu


"Mau wudhu lah ngapain lagi" Jawab EL yang langsung menggantikan posisi Kiara


Kiara pun keluar dan langsung melaksanakan sholatnya, sedangkan EL langsung mengambil peci dan memakai sarungnya dan langsung pergi ke masjid.


Setelah selesai sholat Kiara langsung mandi dan pergi ke dapur untuk memasak karena itu sudah kebiasaan Kiara sejak kecil yang ditanamkan orang tua Kiara


"Ya ampun rajin banget anak bunda" Puji FRISCHA


"Bunda berlebihan, ini kan udah termasuk menjadi kewajiban aku" Kiara tersenyum kepada gita


"Sayang kok muka kamu terlihat sangat pucat sekali, kamu sakit" FRISCHA mendekap pipi Kiara karena cemas


"Engga kok bunda, Kiara gak ngrasain apa-apa" Jawab Kiara keheranan


"Emm... Mungkin EL tadi malam terlalu strong yah" FRISCHA menggoda menantunya itu


"Ah... Bunda bisa aja" Kiara tersipu malu


EL dan ERLAN pun pulang dari masjid yang membuat FRISCHA langsung menghampiri mereka, Kiara yang ditarik FRISCHA pun hanya bisa ikut saja. FRISCHA menyalami irfan, Kiara dengan perasaan ragu meraih tangan EL dan langsung mengalaminya.


"Liat EL istrimu, udah cantik, rajin lagi. Memang ya bun kita gak salah pilih menantu" ERLAN mendongak kearah FRISCHA


"Iya Pah, apalagi pas dia pakek piyama yang bunda pilih waktu itu. EL Gak berhenti-henti liat istrinya" FRISCHA menggoda keduanya yang membuat EL gelagapan


"Uww... Kuat berapa ronde EL semalam" ERLAN bergantian menggoda EL


"Apa-apan sih yah, udah ah aku mau ganti baju dulu" EL langsung pergi ke kamar


"Emm... Masakan siapa ini, enak banget" Piji ERLAN


"Menantu kita lah yah, siapa lagi" Jawab FRISCHA


"Wah... Beruntung banget kamu EL punya istri seperti Kiara, udah cantik pinter segalanya lagi" ERLAN yang hanya dianggukin oleh EL


"Oh iya bun, yah..., kan aku sekarang udah menikah, boleh donk aku nempatin rumah yang aku beli itu" EL membuka suara

__ADS_1


"Bunda sama ayah kan udah janji" Lanjutnya


"Boleh asal.......,kamu jaga baik-baik istrimu dan jangan sampai kamu menyakitinya" Ucapan ERLAN membuat Kiara kesedak


"Sayang kamu kenapa... Ini minum dulu" FRISCHA menyodorkan segelas air


"Gak papa bun, tadi Kiara mau batuk tapi Kiara tahan jadi kesedek deh" Kiara bohong


"Rencana kita, kita mau Peking hari ini bun, yah" EL


"Iya nanti sopir akan menghantar kalian untuk bantu bantu perpindahan kalian" Ujar ERLAN


"Gak usah yah, aku udah ada orang disana" EL


"Ya gak papa..." Saut FRISCHA


EL pun sudah tidak bisa membantah lagi. Setelah makan Kiara dan EL pun pergi beberes barang.


.......


Mereka sekarang sudah berada di pekarangan rumah yang EL beli. Halamannya sangat luas dan pekarangan nya sangat cantik membuat mata yang memandang tidak bisa berpaling



"Den ini ditaroh dimana" Supir membawa beberapa koper


"Taroh saja didalam sana" EL


"Waw... Gak nyangka aku, ternyata kamu bisa beli rumah sebesar ini" Kagum Kiara


"Iya lah" EL menyombong dan langsung melenggang pergi


"Serasa nyesel aku tadi muji dia"Kiara menghentakkan bumi dan langsung menyusul Adit


"Den semua barang udah say taroh sesuai kemauan Aden, apakah masih ada lagi den" Tanya sopir


"Baik den"sopir pun pergi


" EL, kamarku dimana"Kiara


"Tu" Adit menunjukkan kamar yang ada di sebelah kamarnya


Kiara pun masuk kedalam kamar itu dan langsung merapikan tempatnya.


Tok


Tok


Tok


"Ngapain kamu kesini" Sentak Kiara saat EL masuk kedalam kamarnya


"Jangan GR, aku hanya mau ngasih ini" EL menyodorkan selembar kertas


"Perjanjian apa lagi ini"Kiara


"Itu perjanjian untuk di rumah ini"EL


Isi surat Perjanjian


1.tidak ada bantahan


2.kiara dilarang melarang siapapun masuk ke rumah ini kecuali atas perintah dari EL.


"Berarti maling masuk biarin aja gitu" Batin kiara


3.kiara dilarang mengusik semua kegiatan yang EL lakukan

__ADS_1


"Gak minat" kiara merotasi kan matanya


4.karena EL tidak menyewa ART, Kiara harus bersedia mengerjakan pekerjaan rumah ini sendirp


"Whattt" Mata Kiara membulat sempurna


"Lho gak waras ya, masak gua lho suruh ngerawat rumah segede ini. Oke lah.... Kalo aku cuma kamu suruh masak,bersih2 halaman, bersihin kamar tidur kamu aku setuju. Lah ini gua lho suruh bersihin stadion bunga karno" Crecet Kiara


"Jawaban ku ada di no 1" EL


"Bodok!! Gua gak peduli. Gua gak akan tandatangan" Kiara


"Set... " Ucapan EL diputus oleh Kiara


"Udah-udah sana-sana keluar.intinya gua gak mau" Kiara mendorong tubuh EL


Tetapi karena tubuh Kiara dan tubuh EL beda jauh membuat tubuh EL ke dorong enggak, Kiara jatoh dalam pelukan EL, iya.


EL langsung menangkap tubuh Kiara yang  hampir jatuh. Mereka bertatapan mata cukup lama, entah apa yang difikirkan mereka sekarang.


"Lho modus amat sih" Sentak Kiara sembari bangkit


"Ditolongin malah dibilang modus, heh" EL memincingkan sudut bibirnya


"Buat apa gua modus sama lho, lho tu gak ada apa-apanya ketimbang KESYA, Reti gak!! " Adit mendekatkan wajahnya ke Kiara


"Jelaslah gak ada apa-apanya, kan aku apa adanya" Kiara gantian mendekatkan wajahnya ke EL


"Gak jelas amat luh" EL meringai jijik


"Udah cepat tanda tangan ini" EL menyodorkan kembali kertas itu


"Gua gak mau" Bantah Kiara sekali lagi


"Ohh... Lho gak mau, berarti lho mau...." EL mengancam Kiara dengan cara mengsudutkan Kiara ditembok sambil mendekatkan wajahnya.


"Waduh ni orang mau ngapain lagi, mending gua tanda tangani aja kali ya, dari pada dia nglakuin kewajibannya kan berabe " Batin kiara


"Iya.. Iya.. Oke.. Gue tanda tangan" Ucap cepat Kiara


Adit langsung menjauhkan tubuhnya dari Kiara dan langsung menyodorkan pena dan kertas itu.


"Puas lho sekarang" Kiara


"Belum sih... Tapi cukup lah" EL langsung melenggang pergi


"Ekkhhh.... Dasar egois" Kiara menghentak-hentakkan kakinya


"Huh... Sekarang gue harus mikir gimana caranya agar gue bisa bersihin ini stadion Bung Karno" Kiara menghembuskan pelan nafasnya


......DUHH... LEWAT TERUS DARI ATAS🙃......


.......


.......


...YAH... KALO GAK VOTE YA SETIDAKNYA LIKE LAH!! HARGAI GITU LHO READERS!!...


.......


.......


.......


...VOTE, LIKE, END KOMEN...


...LANJUT PART...

__ADS_1


__ADS_2