
Burhan dan Yudi yang telah kembali ke Malino berdiskusi dengan kedua orang tuanya. Mereka berterus terang bahwa mereka akan bekerja sebagai pengawal pribadi.
Mereka juga menceritakan fasilitas pekerjaan mereka, gaji, bonus dan tempat tinggal.di sediakan oleh calon Bos mereka.
Orang tua mereka senang mendengar keduanya akan bekerja di tempat yang sama. Mereka senang mendengarnya.
"Bu ini uang untuk Ibu pegang, Burhan mengeluarkan uang 2,5 juta, Ibunya Burhan gemetar memegang uang sebanyak itu, ini uang dari mana kamu dapatkan nak, kamu tidak mencurinya kan" tanya Ibunya Burhan. " Tidak Bu, uang itu pemberian Bosku" kata Burhan "Belum kerja kok sudah dikasih uang" tanya Daeng Hasan Ayahnya Burhan. "Sebenarnya Bos itu teman kami Pak, kami mengenalnya waktu mau ke palembang, kami berkenalan di pesawat, dia yang mengirim uang itu, berikan uang itu untuk orang tua kalian, katanya" terang Burhan panjang lebar.
" Baiklah nak, Ibu akan menyimpannya, kalau Ibu ada perlu Ibu gunakan sesuai kebutuhan saja" kata Ibunya Burhan.
"Kamu kalau disana jangan boros nak, menabunglah buat masa depanmu" kata Ibunya Burhan." Iya Bu" akhirnya Burhan berpamitan
Akhirnya mereka berangkat selasa siang,dengan kendaraan umum alias pete-pete sejenis angkot
Sesampainya di Makassar Yudi menelpon Siska. " Siska saya dan Burhan udah di Makassar" kata Yudi.
"Kalian dimana" tanya Siska. " Kami di pantai lagi minum Kopi tempat biasa, rencana menginap di Hotel Sedona" kata Yudi. "Iya sudah tunggu kami disana" kata Siska. "
Pa, aku mau nginep dirumah temen ada kerja Skripsi, ada yang banyak di revisi oleh Dosen, aku ajak Laela temani aku yah Pa" kata Siska berbohong. "Ya sudah kalian besok pulangkan" tanya Ayahnya Siska." Iya Pa, kalau udah selesai kami langsung pulang kok" jawab Siska.
Siska mengajak Laela yang masih membaca buku kursus menjahitnya. " Kak Laela ayo ikut" tanya Siska."Kemana Sis" tanya Laela.
"Kita makan di luar Kak" jawab Siska. " Siska mengambil beberapa kebutuhan wanita seperti deodoran,parfum, bedak dan lainnya.
__ADS_1
"Lho kok bawah barang-barang segala, Sssssuuuutttt kakak jangan berisik" kata Siska. Laela akhirnya diam, dia hanya mengikuti permainan Siska.
Siska membawah motornya menuju Pantai Losari...." Kita kemana sih Sis" tanya Laela. " Kita ketemu Yudi dan Burhan" kata Siska.
"Haloo Kak, udah lama yah nunggunya" tanya Siska."Udah ini sampe lumutan nungguin kamu" jawab Yudi sambil senyum. "Siska membisikan sesuatu kepada Yudi" " Burhan bisa minta tolong belikan Martabak Holland 2 yah, 1 Coklat dan 1 Full Keju" kata Yudi.
"Ini kunci motor, dan uang 100 ribu" kata Yudi" "Kami tunggu disini" kata Yudi." Kak Laela temani Kak Burhan aja"kata Siska. Burhan dan Laela berboncengan. " Kak dimana penjual Martabaknya yah" tanya Laela." Sudah kita cari saja sampai dapat" kata Burhan.
"Kak Yudi kalian jadi berangkatnya" tanya Siska. " Ini udah bawah tas" jawab Yudi. "Kalian boleh berangkat tapi ada syaratnya" ucap Siska. "Syaratnya ngak berat kok" jawab Siska. "Apa syaratnya, kalau mampu aku pasti laksanakan" jawab Yudi.
"Bukakan kamar 1, Untuk Burhan dan Laela, lalu untuk kamu dan aku juga" kata Siska. Yudi kaget setengah mati." Apa kamu ngak sakit atau kesenggol arwah penunggu pohon toge" tanya Yudi. "Tidak aku serius, kalau kamu ngak setuju, lebih baik kita putus" ancam Siska.Yudi garuk-garuk kepala antara mau dan tidak mau. "Kamu ngak takut kalau terjadi sesuatu" bisik Yudi. " Kalau terjadi sesuatu yah kamu tinggal nikahin aku" jawab Siska ABG labil ini. "Lagian kita cuma tidur bareng kok ngak ngapa-ngapain weeehhh" ejek Siska.
Tidak sesederhana itu pikir Yudi, Dia berfikir bagaimana cara agar Siska tidak jadi. Siska kalaupun aku setuju apakah Burhan dan Laela juga setuju" tanya Yudi. " Kamu tunggu disini sebentar" kata Yudi. "Mau kemana sih" tanya Siska.
Mereka masuk ke bilik ATM, Siska yang melihat Saldo Yudi yang masih bernilai 3,5 juta kaget, kamu banyak banget uangnya sih.Orang tua Yudi tak mau menerima uangnya Yudi, karena di kota pasti biaya hidup tinggi, jadi uang itu diberikan kembaki ke Yudi lalu dia maaukan lagi kerekening dan aman dalam ATMnya.
" Aku tarik 1 juta aja, jaga-jaga siapa tahu Burhan mau beneran" gumam Eko." Kak mana Yudi dan Siska" tanya Laela. "Itu mereka datang...lagi beli sesuatu kali" kata Burhan menebak. "Kak Burhan mana Martabak rasa Coklatnya tanya Siska. "Ini kata Burhan" jawab Burhan." Yang Keju buat Kakak sama Laela saja" kata Siska. Siska menenteng Martabak favoritenya.
"Burhan sebaiknya kita buka kamar dulu, nanti keburu penuh mumpung lagi ada Diskon" kata Yudi. Siska kamu naik motor saja sama Laela. Aku sama Burhan biar jalan kaki, itu Hotelnya di belakang kita persis.
"Siska kamu sama Laela tunggulah di lobby, aku sama Burhan mau pesan kamar dulu" kata Yudi.
Siska dan Laela duduk di lobby." Siska kita ngapain kesini" tanya Laela. " Aku minta bukakan kamar buat kita" jawab Siska datar sambil membaca majalah di lobby. "Apalagi rencana Siska kali ini" batin Laela.
__ADS_1
" Malam Mbak, mau tanya ada.kamar kosong yang promo" tanya Yudi. " Baik saya cekkan dulu yah Pak untuk kamar promonya" jawab recepsionis.
"Untuk kamar promo tersisa 2 kamar Pak" kata resepsionis. "Ya udah Mbak saya pesan 2, ini KTP saya" kata Yudi. Burhan yang datang dari kamar toilet kamu udah pesen Yud" tanya Burhan. "Ini room card kamar kita" jawab Yudi santai.
"Bro kamu duluan sama Laela ini kunci kamarnya , saya selesaikan dulu administrasinya, sekalian mau beli minuman dingin" alasan Yudi.
Selesai Yudi menyelesaikan administrasi. " Siska kamu kesini dulu" panggil Yudi.
Siska kamu antar Laela dan Burhan ke kamar 515, kamu temani mereka 5 menit lalu kamu aku tunggu di kamar 502" kata Yudi " Okey..." jawab Siska.
"Ayo Kak Laela kita antar Kak Burhan dulu" kata Siska. Mereka naik ke lift lantai 5. "Wah bagus banget kamarnya" kata Siska. "Kasurnya juga empuk banget" kata Siska. lalu ia membuka kamar mandinya, "Ini kamar mandinya juga luas" ucap Siska.
"Kak Laela aku ambil Martabak dulu tadi ketinggalan di meja lobby" alasan Siska. " Iya jangan lama yah Sis" ucap Laela.
Siska keluar dari kamar lalu menutup rapat pintu otomatis itu.Burhan dan Laela nampak canggung berdua di kamar. " Ngapain Yudi beli minuman di kamar ini ternyata sudah di sediakan air mineral 2 botol.kok" gumam Burhan.Laela menyalahkan TV yang banyak siaran luar negerinya. " Laela ayo kita makan Martabak ini, aku agak laper ....wah rasanya enak banget, sesuai hargalah" kata Burhan. Laela pun makan untuk mengusir rasa canggungnya. 1 ....2 .....jam Yudi dan Siska ngak datang Laela mulai gelisah...."Kak Burhan Siska mana yah.....kok ngak muncul muncul katanya mau ambil Martabak. "tanya Laela. " Iya tadi Yudi bilang mau beli air tapi kok ngak pulang-pulang". Ucap Burhan kesal.
"Jangan....jangan..."ucap keduanya " Kak tadi Siska bilang minta di buka kan kamar sama Yudi untuk kami berdua" ucap Siska. " Ini pasti akal-akalan mereka berdua" kata Burhan.
Suara telepon kamar berdering, "Halo ini siapa..." tanya Burhan. Terdengar suara cekikikan di telepon. " Burhan ini aku Yudi, kamu tidurlah dikamar itu sama Laela, Aku disini sama Siska" kata Yudi.lalu Yudi mematikan telephonenya, "Kampret lho Yud, ngejebak gue kayak gini" maki Burhan dalam hati.
" Siapa yang menelphone Kak" tanya Laela. " Kita di jebak Laela" kata Burhan pelan.
...****************...
__ADS_1
#Bersambung#