Air Mata Terakhir

Air Mata Terakhir
Pernyataan Cinta


__ADS_3

Riska menangis menutup muka dengan kedua tangannya, ia sangat malu sama Eko.Riska merasa di tolak Eko sedemikian rupa.


"Ko apa karena aku tidak cantik, Apakah aku seperti wanita murahan di matamu" ketus Riska, Dengan tatapan nanar Riska menangis terseduh. Riska membenamkan kepalanya diatas kedua lututnya yang terlipat Rasa malu dan benci terhadap dirinya sendiri menjadi satu.


Dengan ekspresi takut dan gugup, ia tak menyangka respon Riska berubah secepat ini gumam Eko dengan suara pelan.


"Riska bukan maksud aku memandang rendah dirimu" jawab Eko gugup. " Kamu adalah wanita tercantik yang pernah aku lihat dan aku ingin memilikimu seutuhnya....aku tidak ingin perasaan ini di landasi oleh nafsu, aku ingin memberikan cinta yang tulus untukmu"....ucap Eko tegas.


Riska mengangkat kepalanya ia menatap Eko dengan harapan dan cinta yang ia tunggu selama ini. Air matanya berlinang, akhirnya menemukan sosok pria sejati pada diri Eko, Riska sangat bahagia mendengar semua yang di katakan Eko.


Riska memeluk Eko dengan erat, seolah tak ingin berpisah selamanya.


air matanya tumpah di pundak Eko.


Setelah beberapa saat tangisan Riska berhenti. Riska melepas pelukkannya sesaat lalu memandang Eko lekat, "Apakah kamu mencintaiku Mas Eko" tanya Riska yang mengubah mode panggilannya.


"Iya aku mencintai mu Riska, hanya pria buta yang tak bisa melihat kenyataan bahwa kecantikkan mu tiada duanya" jawab Eko alah alah pujangga. "Kamu gombal Mas goda Riska".


"Apa kamu serius sama aku, apa kamu mau menerima segala kekurangan ku" tanya Riska. Riska menatap tajam Eko.


Eko yang merasa di selidiki sampe kedalam ucusnya....menarik nafas dalam-dalam lalu ia berkata " Riska siapapun kamu di masa lalu dan apapun yang akan terjadi di masa depan, ingatlah bahwa aku akan menerima kamu apa adanya" jawab Eko dengan ekspresi serius.


Hati Riska berbunga-bunga mendengar pernyataan Eko yang tegas.Ia memeluk Eko kembali...."Aku juga mencintaimu Mas Eko"...bisiknya lirih.


"Riska....Iya sayang" jawab Riska pelan. Mendengar panggilan sayang itu hidung Eko kembang kempis kayak pantat ayam. Ia merasa seperti Arjuno yang di cintai oleh Srikandi.

__ADS_1


"Bisakah engkau mengganti pakaian tidur mu itu, aku lelaki normal lama-lama bisa runtuh imanku melihat tubuhmu itu" ucap Eko sambil mengusap mukanya keras.


Riska tanpa menjawab langsung turun dari ranjang mengambil kaos dan celana jeans pendeknya. Eko sangat senang Riska sangat patuh.


Setelah berganti pakaian Riska langsung tidur kepalanya di sandarkan di dada Eko sambil memeluk bak bantal guling.


Eko hanya pasrah dengan kelakuan manja Riska, Eko mengusap rambut wangi Riska dengan lembut.Tak lama kemudian Riska tertidur terdengar hembusan nafas lembut Riska.


Akhir kata Eko pun tertidur posisi duduk sampai pagi. Pagi itu Eko bangun lebih awal hari-harinya penuh semangat pagi itu.


Eko membuka tirai kaca kamar, sinar matahari pagi menyentuh kelopak mata Riska yang terlelap....Riska bangun dari mimpi indahnya.


"Ini udah jam berapa Mas"....tanya Riska. "Udah jam 8.30 sayang jawab Eko" , mode panggilan sayang mulai berlaku sejak semalam.


Riska masuk ke kamar mandi lalu membersihkan diri. Riska keluar dengan handuk melilit kepalanya di atas.


Mereka turun makan di resto Hotel berbagai menu di hidangkan standar hotel berbintang 5. Eko yang kelaparan sejak semalam memang kurang cocok masakan Chinese Food. Riska menuntun Eko mengajak mencicipi aneka makanan tersaji.


"Mas kalau mau nyoba makanan yang ada disini semua bisa kok". "Ambil sedikit kalo ngak enak tinggalkan, terus coba menu yang lain lagi saran Riska".


Nanti bayarnya mahal lagi sayang bisik Eko pelan di telinga Riska. Riska tertawa pelan, sambil berbicara pelan " Mas disini gratis semua kan udah include dengan biaya kamar" terang Riska. "Ohh gitu yah, kalau begitu aku mau nyobain semua"ucap Eko bersemangat.


Tapi dia mengurungkan niatnya dia ingat bahwa dia harus komitmen mengontrol pola makannya lagi...."Ngak jadi deh sayang" kata Eko. "Lho emangnya kenapa Mas" tanya Riska. "Badan ku ini dulu 100 Kg sekarang 70 Kg bisa rusak kerja keras ku 5 bulan ini " jawab Eko.


Riska terkekeh mendengar Eko sedang diet sehingga membatasi makannya." Mas Eko mau gendut kek,mau kurus kek Riska tetap sayang kok".

__ADS_1


" Lagian gampang kalau udah makan banyak kita masih ada waktu 1 jam membakar kalori kan ada tempat Fitness di bawah Hotel ini terang Riska panjang lebar".


Eko yang mendapat angin segar akhirnya luluh juga....dia mulai mencicipi satu persatu hidangan resto Hotel. Riska melihat Eko seperti mendapatkan mainan baru hanya tersenyum bahagia melihat kelakuan Eko yang konyol.


Sayang aku kenyang sekali....sambil bersendawa, Riska langsung menutup mulut Eko, "Mas kalau habis makan dilarang bersendawa" ucap Riska. Eko bingung dengan aturan yang baru dia dengar itu. "Iya mas kalau kita hanya berdua ngak masalah, tapi pada umumnya kalau acara resmi dan seperti ini kita harus menjaga atittude" jelas Riska. Eko hanya menganggukan kepalanya, mencoba mencerna hal baru dari Riska.


Selesai breakfast, mereka menuju tempat fitness sesuai saran Riska tadi. Eko bersemangat menampilkan otot-ototnya di depan Riska.


Selesai itu mereka kembali ke kamar, bergantian membersihkan diri. Riska meminta Eko menggunakan kemeja panjang dan celana jeans yang baru ia belikan. "Mas kita ke Cibaduyut dulu yah sebentar" usul Riska. Itu tempat apaan sayang" tanya Eko. " Udah nanti disana Mas juga akan tahu kok" ucap Riska. Riska menyerahkan kunci mobil kepada Eko karena lukanya sudah baikan.


Eko menyetir pelan menelusuri jalan, Riska memberi petunjuk sambil mengarahkan mobil menuju jalan ke Cibaduyut. 10 menit mereka tiba....


"Mas aku carikan sepatu untuk kamunyah Mas, pake sementara aja kok" kata Riska. "Ukuran sepatu Mas Eko berapa" tanya Riska..."43 sayang" jawab Eko.


Riska memilih model yang sesuai pakaian Eko gunakan saat ini...."Coba dulu yang ini Mas" pinta Riska. " Hmmm ini pas banget sayang, aku suka modelnya kamu pinter banget yah" jawab Eko.


Riska senang Eko memujinya walau hal-hal sepele tapi itu bearti buat Riska. "Yah udah aku ke kasir dulu yah kata Riska. Sebelum ia melangkahkan kakinya ke kasir, Eko memegang lengannya. Riska berbalik dan heran, " Ada apa Mas" tanya Riska.


Eko yang melihat seseorang menggunakan baju batik ia baru ingat bahwa tujuannya ke Jakarta untuk menghadiri pernikahan anaknya Om Hendro.


" Sayang aku mau ke telpon koin dulu, aku mau menghubungi keluarga ku dulu' kata Eko dengan gugup." Ngak usah pake telepon koin, ini pake aja Handphone ku" ucap Riska. Riska mengeluarkan Hp Siemen S6 nya lalu menyerahkan ke Eko.


Lalu mereka berjalan ke kasir, setelah membayar kembali ke parkiran, Eko menyalahkan mesin BMW 318i Ac mobil di nyalakan. "Sayang aku nelepon dulu yah bemtar" pinta Eko." Iya telpon aja dulu di dalam mobil kan ngak berisik, jawab Riska.


Suara nada sambung terdengar....Haloo Assalamualaikum..... Walaikumsalam ....." jawab suara wanita. "Tante ini saya Eko" ucapnya.

__ADS_1


"Walaaah kamu ini dimana toh Eko", tanya Tantenya Eko."Aku lagi Bandung Tante" jawab Eko polos. Inikan acara pengantin Mbak mu lusa apa kamu ngak dateng" tanya Tantenya Eko. "Datang kok tante selesai ini aku ke Jakarta Kok" jawab Eko." Yo wes " jawab Tante Eko. Lalu suara telepon di tutup.


#Bersambung#


__ADS_2