
"Maaf aku tidak bisa menghianati kekasih ku".kata Yudi pada Wenda....
Wenda nampak kecewa....mukanya terlihat sedih...." Aku masuk dulu ketemu Burhan" ucap Yudi. Wenda akhirnya memilih menyerah, pergi meninggalkan Yudi yang sedang merokok di teras Hotel.Ia melihat punggung Yudi masuk ke dalam Hotel.
Kenapa hasrat Yudi terhenti, dia mengingat Siska yang tengah menunggunya nun jauh di seberang sana, di tanah kelahirannya.
Siska yang gelisah belum mendapat kabar dari Yudi segera menelpon ke Hp Burhan.Laela pun merasakan hal yang sama.
"Halo Kak Burhan Yudinya ada Kak" tanya Siska. " Oh saya baru tiba di Hotel menunggu Yudi di lobby, dia keluar beli rokok" kata Burhan.
Siska yang mendengar bahwa mereka baru tiba pun tak bertanya lagi pada Burhan." Oh iya Kak kalau Kak Yudi sudah kembali, minta dia telp balik" kata Siska. "Oke Siska...ku sampaikan" jawab Burhan...."Kak Burhan ini Laela juga mau bicara" kata Siska.
"Kak syukurlah Kakak sudah tiba dengan selamat, yah sudah Kak Burhan beristrahat lah perjalanan Kakak pasti melelahkan" kata Laela...." Terima kasih sayang, kamu pengertian sekali" jawab Burhan senang.lalu Laela menutup telephonenya .
Yudi menghampiri Burhan. "Sorry bro kamu nunggu lama yah...." kata Yudi. "Kamu pake nanya" ucap Burhan...
Ini sekalian tadi aku beli cemilan dan minuman segar buat di kamar. Mereka melangkah masuk ke lift. "Yud tadi ada telp Siska" kata Burhan... " Besok pagi aja aku telepon sebelum breakfast" jawab Yudi. "Terserah kamu sajalah" jawab Burhan datar.
Didalam kamar Burhan dan Yudi melemparkan tubuhnya di ranjang....mereka tertidur hingga pagi, saat suara telephone berdering panggilan untuk breakfast. Yudi ingat dia belum mengabari Siska tadi malam . " Assalamualikum" salam Yudi..." Walaikumsalam..." ini dengan siapa yah" tanya Papa Siska. " Saya Yudi Om temannya di Jakarta" jawab Yudi...." Siska ini ada telephone temanmu dari Jakarta" kata Papanya Siska...."Halo....ini siapa" tanya Siska...." Ooh Kak Yudi udah tiba yah" basa basi Siska. "Iya sorry sayang semalam ngak ngabarin kamu, aku capek banget langsung tidur" kata Yudi..." Tidak apa-apa Kak" jawab Siska. Yudi tahu saat suara Siska menelpon dengan jawaban yang agak kaku itu ia segera mengakhiri telponnya.
Jam 11 siang Wenda baru menjemput mereka di Hotel."Sorry yah aku agak telat jemputnya, maklum hari minggu kata Wenda.
__ADS_1
"Ngak masalah Mbak Wenda" kata Burhan.Wenda menyetir dengan kecepatan sedang.Kali ini Yudi duduk di kursi belakang, menghindari pembicaraan kepada Wenda.
"Mas Yudi kok diam aja sih...apalagi kurang sehat" tanya Wenda memecah kesunyian di dalam mobil. " Iya aku lagi sariawan". jawab Yudi asal. "Wenda kita mencari apartemennya di daerah mana yah" tanya Burhan."Kita yang deket kantor aja yah" jawab Wenda.
Setelah memilih apartemen yang direkomendasikan Wenda. akhirnya mereka di antar marketing untuk survey apartemen.
Setelah melihat dan terasa cocok, Wenda segera menyelesaikan administrasi ke pihak marketing. "Mas kalian tunggu disini, aku menyelesaikan administrasi pembayaran dulu" ucap Wenda.
"Ayo kita dulu....untuk belanja kelengkapan kamar kalian" kata Wenda....mereka menuju ke pusat perbelanjaan.
Akhirnya selesai juga...." Mas kita minum dulu yah aku haus banget" ucap Wenda. Mereka mencari minuman Es Teller 78...dan memesan makanan. "Untuk Spring Bed TV dan barang lainnya akan di antar sore nanti" kata Wenda." Iya Mbak dari pada repot-repot kita angkat, sekalian suruh merek saja antar" jawab Burhan.
Burhan membeli beberapa perabotan masak. Karena ia kadang merasa bosan makan diluar, Burhan merasa dia lebih enak masak masakan rumahan sekali-kali.
Sementara itu di ruang rawat inap. Keluarga Eko telah datang sejak pagi. " Nak Gita sebaiknya kamu pulang dulu biarlah kami bergantian menjaga Eko" kata Ayahnya Eko. " Iya nak Gita, besokkan hari senin, pastinya nak Gita memiliki tugas yang harua di selesaikan" Ucap Om Hendro.
Gita yang semalaman menjaga Eko terlihat lelah, kurang tidur. Biar Om sama Tante yang antar nak Gita.
"Baiklah Om kalau begitu aaya pulang dulu untuk istirahat, besok pulang kantor biar kita bergantian" kata Gita. "Nak Gita tidak usah repot-repot lagi, biar kami menjaga Eko lagian kami juga tidak betahbdi Hotel sementara Eko ada disini" kata Mamanya Eko.
"Kami udah check out kok"kata Tante Lasmi. "Kok check out Tante, aku kan udah pesan untuk 1 bulan penuh disana" jawab Gita tidak enak hati.
__ADS_1
"Gini nak Gita, tadi Om Hendro sama Ayah Eko nanya ke resepsionis, ternyata biaya sewa Hotel itu permalam mahal banget, kalau di hitung perkamar dalam 1 bulan saja 90 juta lebih baik, kamu berhemat nak, kami ngak mau kamu membuang uang percuma, lagian di ruang rawat ini bagus kok" jawab Tante Lasmi.
"Tapi itu jadi tanggung jawab aku terhadap Eko" ucap Gita. "Justru itu kami sudah menganggap nak Gita keluarga tidak enak kalau nak Gita seperti itu, kami semua menyayangi nak Gita.
Gita terdiam, Ia merasa bersyukur keluarga Eko peduli dan sayang padanya. " Baiklah Om dan Tante, Gita hargai niat baik kalian, Gita tahu kalian sayang Gita....tapi izikan Gita tetap merawat dan menjenguk Eko" ucap Gita dengan mata berkaca-kaca.
Mamanya Eko memeluk Gita, sebagai seorang wanita ia bisa merasakan perasaan Gita saat ini." Kamu tetap kok bisa datang kesini tiap hari" kata Mamanya Eko. Gita tersenyum senang menit8kan air mata. "Kamu jangan nangis sayang" ucap Tante Lasmi....sambil mengusap air mata Gita. Ketiga wanita itu berpelukkan.
Om Hendro dan Ayahnya Eko memilih keluar dari ruangan , duduk di teras kamar. "Mas Pras, .....Eko beruntung sekali mendapatkan Gita, jangan sampai Eko menyianyiakan Gita. "Sampean belum tahu kan Gita itu siapa Mas". "Lah aku kan baru ketemu disini" kata Ayahnya Eko.
"Gita adalah desainer ternama" ucap Om Praetyo. "Berarti dia kenal Vianka" tanya Ayahnya Eko. "Bukan hanya kenal Mas, tapi Vianka beberapa kali mengunakan pakaian hasil desain Gita". " Gita tidak hanya di kenal dikalangan model-model cantik, tapi pengusaha dan artis-artis ternama, bahkan di Dunia" kata Om Prasetyo. "Ayahnya Burhan terdiam, apakah anaknya bisa mengimbangi gaya hidup orang kota" gumam Ayahnya Eko.
Bahkan aku mendengar dari Eko memiliki beberapa usaha lain, hanya saja Eko belum tahu usaha apa saja. Ayahnya Eko menarik nafas berat....merenungi status keluarga mereka yang sangat berbeda jauh."Ndro mudah-mudahan mereka berjodoh" ucap Ayahnya Eko.
"Om Gita duluan yah, mau ke rumah dulu" kata Gita. " Oh iya nak Gita, terima kasih atas bantuan dan perhatian nak Gita selama ini" Ayahnya Eko.Gita tersenyum..." Om itu sudah tanggung jawab saya, tanpa Eko entah apa yang terjadi pada saya, lagian Eko itu calon suamiku, wajar dong kalau care sama dia" jawab Gita dengan senyum tulus....Gita mencium punggung tangan kedua calon Ayah dan Omnya itu.
Didalam mobil Gita menelpon Burhan dan Yudi."Halo Kak" jawab Burhan...."Burhan kalian dimana" tanya Gita. "Kami sudah di apartemen Kak" jawab Burhan...." Besok aku jemput kalian yah jam 8 pagi". " Baik Kak" jawab Burhan. "Eeh satu lagi, apa kalian sudah mengisi barang kebutuhan kalian semua" tanya Gita "Udah Kak tadi Wenda mengantar kami belanja untuk semua kebutuhan di apartemen" jelas Burhan. " Baguslah kalau begitu" ucap Gita.
...****************...
MOHON MAAF BARU UPDATE
__ADS_1
Cuaca Kota Makassar yang kurang bersahabat....saat ini.
Semoga di tahun depan Author lebih semangat, author akan segera mengakhiri Novel ini mengingat kurangnya minat pembaca.....Sisa beberapa chapter lagi.🙏