
...****************...
Eko dan Riska Gita Olivia yang sedang bersiap siap ke Pesta Pernikahan Kakak sepupuhnya.Eko mengenakan pakaian yang senada dengan pasangannya.
Tanpa tamu undangan sudah datang satu persatu. Eko dan Gita kali ini ikut menyambut tamu yang datang, justru membikin kehebohan di antara para modeling dan beberapa selebriti yang turut hadir dalam acara pernikahan Vianka.
Ketika para modeling yang melihat pasangan Gita seorang pemuda yang mendominasi para pria disana....dengan body berotot dan tinggi membuat Eko jadi sorotan para wanita cantik disana.
Tapi Eko yang sering dapat peringatan dari Gita hanya memasang wajah dingin, para modeling dan selebriti justru melihat sosok cool Eko membuat mereka tambah penasaran.
Mereka ingin maju berkenalan dengan Eko, tapi siapa yang berani melihat Riska Gita Olivia ada di sampingnya.....mereka mungkin orang ternama dan kaya.
Tapi mereka tak memiliki apa yang Riska Gita Olivia miliki. Eko selama ini hanya tahu Gita yang tinggal di Apartemen. Rumah Gita di Pondok Indah dan Menteng yang Eko belum ketahui, belum lagi usaha Batubara di Kalimantan dan Nickel di Sulawesi milik almarhum suaminya. Gita menerima deviden setiap bulannya. Juga Butik cabang Gita yang ada di Paris dan German.
Mereka segan berhadapan Gita. Gita yang sederhana tidak berpakaian mencolok seperti para selebriti ,justru membuat mereka menghormati Riska Gita Olivia.
Keluarga besar istri Om Hendro, melihat Gita di kerumuni selebriti dan model tidak bisa berkata apa apa, Eko yang telah berbaur dengan para modeling hanya berbicara seperlunya saja.
Gita tahu Eko yang belum memahami gaya hidup para modeling ini dan lainnya lebih memilih berdiri di dekat Gita, karena Eko pun cemburu melihat para pria banyak menyalami Gita.
Seandainya Eko tahu beberapa model pria itu tidak lah menyukai lawan jenisnya, mungkin Eko kabur. Justru dirinyalah menjadi daya tarik magnet buat mereka. Tapi Gita tak mempersoalkan, selagi mereka tidak menyentuh Eko maupun mengincarnya, Gita tidak bertindak.
Gita menarik Eko ke sudut Gedung, "Mas aku cuma memberimu kalau ada seorang gay yang akan mendekatimu....sebaiknya kamu menghindar" kata Gita... Eko yang belum mudeng bertanya.
"Maksudmu apa sayang" tanya Eko... Gita memegang kedua pipi Eko di sudut gedung itu, berbagai sorot mata melihat keduanya....diantara pria melihat Gita seperti itu merasakan sakit di dada mereka.
Gita membisikan ke telinga Eko. "Mas ada beberapa pria menyukaimu, kamu harus hati-hati Mas" kata Gita. Mata Eko melotot tengkuk merinding lalu Gita menyuruh Eko mengecup dahinya. Beberapa wanita melihat Eko yang cool itu merasa cemburu melihat Gita mendapat ciuman itu.
Aku harus bisa merebut pria itu dari tangannya ujar salah wanita yang duduk di meja para tamu, matanya seperti memancarkan sorot dendam.
" Awas saja banci itu menggangu ku, aku patahkan tangannya" ucap Eko Gita tersenyum geli..." Sayang aku kok merinding yah" tanya Eko. " Mas pokoknya kamu jangan jauh-jauh dari aku aja" pintah Gita. " Iya sayang"..jawab Eko.
Dua orang wanita menghampiri Gita, mereka berbasa basi bersalaman, Gita yang melihat mata mereka yang tak lepas ke Eko sedari tadi.Gita tersenyum hanya mengangkat sedikit sudut bibirnya.
"Gita kenalin dong teman kamu" ucap kedua wanita itu dengan santai."Ini calon tunangan ku" kata Gita...." Baru calon kan" kata wanita di sebelahnya....tatapannya sinis ke Gita.Wanita kedua menimpali " Gita kan suami mu baru meninggal beberapa bulan lalu, kok sudah mau bertunangan lagi" ejek wanita lain.
"Kamu...." Gita hendak maju....tapi lengannya ditahan oleh Eko. " Tidak usah dilayani" bisik Eko.Lalu Eko mengecup tangan Gita lembut. Kedua wanita itu jengkel meninggalkan Gita dan Eko.
"Mas ini baru permulaan" ucap Gita. Om Hendro yang mencari Eko dan Gita.....dari tadi.
Kalian dari mana saja, ini sebentar lagi kita foto sekeluarga" kata Om Hendro." " Baik Om" jawab Eko.
Gita dan Eko naik ke pelaminan berfoto bersama keluarga besar Om Hendro.Vianka sangat senang, Gita berdiri di sebelahnya.Eko berdiri di samping Jimmy suaminya Vianka.
Selesai Acara mereka kembali ke rumah Vianka.Vianka yang berencana menghabiskan malam pertamanya di sebuah Hotel.Vianka yang telah mengganti pakaian pengantinnya duduk di samping Gita dan Eko, Jimmy juga berkumpul disana.
__ADS_1
"Vanka ini tiket dan voucher menginap di JA Manafaru Maldives untuk kamu" kata Gita.Om Hendro dan Istri kaget bukan main Gita yang baru di kenal memberikan hadiah pernikahan seperti itu.
" Kak Gita ini voucher menginap 8 hari 6 malam di Manafaru" ucap Vianka gembira lalu memelul Gita, Jimmy tersenyum ternyata calon iparnya ini memiliki perhatian kepada mereka berdua. Eko yang tak tahu Gita menyiapkan hadiah Gita honeymoon di Maldives pun penasaran.Tapi dia menunda pertanyaannya agar tidak merusak suasana.
"Om Gita pamit dulu, karena besok ada kegiatan di kantor sama Mas Eko". kata Gita, Tante Lasmi dan Om Hendro masih enggan mereka pergi pun hanya bisa pasrah, karena mereka tak mau memaksa, apalagi Vianka sudah di beri kado spesial itu.
Gita dan Eko keluar dari rumah Om Hendro. "Papa mama tahu ngak voucher menginap dan tiket ini nilainya ratusan juta lho" Om Hendro tersenyum, kamu harusnya berterima kasih ke Eko juga Vianka....tanpa Eko tidak mungkin Riska Gita Olivia memberikan tiket dan voucher itu cuma-cuma. Vianka termenung selama ini dia selalu bersikap cuek dan memandang Eko yang udik itu tidak ada apa-apanya di mata Vianka.
Vianka berlari keluar mengejar Gita dan Eko di halaman parkir rumahnya. "Kak Gita....Eko tunggu" teriak Vianka... Eko yang sedang membelokkan mobilnya keluar dari pagar terhenti oleh teriakan Vianka. " Ko terima kasih yah, Vianka mengecup pipi Eko". Eko yang bingung Kakak sepupuhnya mencium pipinya.lalu Vianka pindah ke sebelah dan mengecup pipi Gita" Sekali lagi terima kasih Kak" ucap Vianka. Gita hanya tersenyum.
"Bye... Selamat berhoney moon" kata Gita sambil melambaikan tangannya....
Gita melakukan semua itu demi Eko, Ia ingin Vianka menerima Gita di keluarganya. Gita ingin keluarga Om Hendro tidak memandang sebelah mata Eko. Malam itu mereka menuju Apartemen, Gita menyalahkan Tape mobil memutar sebuah lagu favoritenya Andi Merriem Matalatta.
RELA
Oh, izinkanlah aku menyayang dirimu
Walaupun tak pantas 'ku mencintaimu
Izinkanlah agar aku tetap bersamamu
Mendampingimu
Oh, biarkanlah aku selalu di sisimu
Menggayutkan tanganku di lenganmu
Biarkanlah, biar aku lelap di pundakmu
Daku rela menyerahkan seluruh hidupku
Walaupun berjuta rintangan
Menghalangi tulus cintaku
Daku rela mengorbankan jiwa dan raga
Membagi duka dan derita
Mengisakkan tangis bahagia
Dalam pelukan
Dalam belaian
__ADS_1
(O-ho, takkan kubiarkan)
(Cinta kita terpisahkan)
(O-oh, sambutlah tanganku)
Oh, biarkanlah aku selalu di sisimu
Menggayutkan tanganku di lenganmu
Biarkanlah, biar aku lelap di pundakmu
Daku rela menyerahkan seluruh hidupku
Walaupun berjuta rintangan
Menghalangi tulus cintaku
Daku rela mengorbankan jiwa dan raga
Membagi duka dan derita
Mengisakkan tangis bahagia
Dalam pelukan
Dalam belaian
Daku rela menyerahkan seluruh hidupku
Walaupun berjuta rintangan
Menghalangi tulus cintaku
Daku rela mengorbankan jiwa dan raga
Membagi duka dan derita
Mengisakkan tangis bahagia
Gita menyandarkan kepalanya sepanjang jalan di pundak Eko.
...****************...
#Bersambung#
__ADS_1