
Akhirnya Burhan dan Tim SAR turun menandu bergantian dengan Tim SAR.....Ketiga teman Fariz terlihat shock dengan kondisi Norma mereka tak kuasa membendung tangis namun mereka juga merasa bersyukur masih bisa selamat atas kejadian yang mereka alami......
Sore itu mereka lebih cepat tiba di kaki Gunung Dempo dimana Tim Evakuasi telah menunggu mereka....
Tim SAR memyiapkan Helikopter untuk membawa 2 korban nampak pihak kepolisian juga ada disana....setelah memdapat penjelasan dari Tim SAR dan Yudi yang telah lebih dulu melaporkan kejadian pihak keluarga, Yudi juga sudah melaporkan ke Pak Andi Azis selaku orang tua bahwa Burhan yang menemukan mayat Fariz dan melanjutkan mencari korban lain....
Andi Azis yang memimpin MAPALA IKIP dan UNHAS pun telah menunggu bersama Yudi dan lainnya.
Mayat Fariz telah dimasukan ke peti dan menyusul mayat Norma setelah di mandikan oleh pengurus Masjid...dimasukan ke peti kedua.
Para penduduk dan pendaki dari semua MAPALA yang turun ikut menshalatkan Fariz dan Norma sebagai penghormatan terakhir mereka sesama Pendaki.....bahkan mereka berniat membuatkan tanda di Pos 8 mengenang korban di Gunung Dempo ini agar para pendaki lebih berhati-hati ke depannya..
Kak Burhan kami akan menyusul Kak Burhan ke Malino, kami menyediakan Helikopter 1 untuk membawa 2 korban dan 1 lagi untuk tiga orang lainnya bersama Kak Burhan dan Kak Yudi ke Makassar....ucap Andi Azis....terima kasi Dinda supportnya.
Lalu Burhan menghampiri Uwak Turai ,.......Uwak terima kasih telah banyak.membantu kami beserta Tim SAR Palembang dan juga teman-teman pendaki ...Iya nak Burhan, Oh iya Uwak ada pesan Uwak Misbah sebelum saya berangkat, Katakan apa pesannya Burhan,tanya Uwak Turai.....Tolong beritahukan penduduk untuk tidak menebang pohon secara serampangan, Harimau tidak akan menganggu apabila penduduk menjaga keseimbangan alam, terang Burhan.....baiklah pesan mu ini akan kusampaikan ke para penduduk.Terima kasih nak Burhan.....lalu mereka berpamitan.
Burhan menyusul dengan Helikopter kedua yang menjemput mereka, 3 orang yang bersama Fariz dan Norma ikut dalam perjalanan itu.
Para pendaki dari MAPALA dari daerah maupun pendaki independen semua ikut menshalatkan Fariz dan Norma.
__ADS_1
Burham dan Yudi terharu..melihat ratusan MAPALA ini terlihat wajah sedih mereka kehilangan sosok saudara-saudarinya, itulah kepedulian dan kelebihan sesama para pendaki walaupun mereka tidak mengenal satu sama lain, tapi mereka menggangap bersaudara.
Sementara di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II , Pak Yose Rizal menunggu kedatangan Heli pertama, beliau telah berkordinasi dengan Burhan juga pihak otoritas Bamdara akan menerbangkan 2 korban dengan pesawat terakhir....
Burhan,Yudi dan Pak Arlan di sambut Pak Yose Rizal Kepala SAR Palembang.....Selamat datang dik Burhan kalian misi evakuasi kali terbilang berhasil menyelamatkan 3 orang dan saya turut berbela sungkawa atas 2 korban lainnya lugas Pak Yose..
Terima Kasih Pak kami sangat beruntung banyak di bantu oleh Tim SAR Palembang dan Tim SAR Makassar sambil menoleh ke arah dua orang Tim SAR yang mendampinginya sejak awal.
Baiklah Dik Burhan, mari ikut saya ...Pak Yose Rizal menyampaikan ke Burhan menyelesaikan administrasi ke otoritas Bandara dan membeli tiket pesawat yang akan mengangkut mereka ke Makassar malam ini juga......Burhan membayar tiket 7 orang termasuk 2 korban...dirasa selesai Burhan dan Pak Yose Rizal menghampiri yang lainnya di ruang tunggu Bandara.
Pak Arlan belum melepas mereka nampak Pak Arlan berbincang dengan Yudi dan lainnya....Pak Yose datang membeli kan mereka makanan siap saji dan minuman hangat, karena waktu keberangktan jam 1 malam....mereka yang kelaparan sejak tadi segera menghabiskan ayam goreng dan nasi yang ada.
Akhirnya jam menunjjukan waktu pukul 01.00 WIB Burhan memeluk Pak Yose dan Pak Arlan untuk berpamitan.....di ikuti lainnya.
Burhan kata Pak Arlan.....sampai jumpa lagi.....sambil bersalaman Komando, Burhan , Yudi dan 5 orang lainnya masuk ke pesawat...
2 jam kemudian pesawat mereka mendarat di Bandara....nampak Pak Andi Azis dan Istri menunggu, kedua orang tua Norma dan para pendaki yang selamat juga datang....mereka menunggu dengan gelisah....air mata mengalir dari keluarga korban.
Mereka saling mengkuatkan.....2 mobil ambulance di siapkan......Tim SAR yang di pimpin oleh Pak Budi juga turut hadir......
__ADS_1
Eko yang mengemudikan mobil Pak Andi Azis orang tua Fariz ....pun hadir. Burhan, Yudi dan lainnya keluar satu persatu....Istri Pak Andi menghambur memeluk Burhan iya menangis histeris.....dimana Fariz Burhan......dimana anakku teriaknya.....nampak Pak Andi Azis mencoba menenangkan istrinya.....
Maarkan saya Bu, yang terlambat menyelamatkan Fariz kami sudah berusaha tapi Tuhan punya rencana lain....sambil menunddukan kepalanya....tamgis Bu Andi Azis makin histeris....tak lama petugas Bandara di bantu Tim SAR membawa 2 peti....Orang tua Norma juga histeris tidak menyangka anaknya menjadi korban pendakian......orang tua yang anak-anaknya selamat memeluk anak mereka dalam tangis haru....pun penuh rasa syukur masih terselamatkan....
Ayo nak kita pulang kata ketiga orang tua itu, tapi mereka tidak mau, Irfan, Maryam dan Arifin bersamaan....Kami mau ikut mengantar Fariz dan Norma untuk terakhir kalinya....jawab mereka sekali lagi....orang tua mereka tidak dapat berkata apa-apa......
Norma yang kampungnya terletak tak jauh dari Fariz sehingga 2 mobil Jenazah akan mengangkut mereka beriringan....Pak Andi Azis dan Istri langsung naik ke mobil Ambulance di ikuti keluarga mereka.
Eko yang melihat kebingungan Burhan dan Yudi segera menghampiri keduanya....Ko kamu ada disini ....Ayo kita ke mobil menyusul ambulance itu..........Burhan dan Yudi langsung naik ke mobil yang telah terparkir di belakang kedua mobil ambulance......
Keluarga Norma juga telah menaiki mobil ambulance....suara sirine kedua ambulance meraung-raung.....Keluarga Andre, Hilda dan Arifin menyusul dengan mobil mereka masing-masing......perjalanan hampir 2 jam tiba di rumah duka....
Rumah Kepala Desa telah ramai, nampak Pak Santoso, Daeng Hasan, Masitoh, Siska bersama teman-teman dari Mapala Unhas dan IKIP Makassar ada disana....sebagaian anak Mapala juga ada di rumah Norma...
Maryam dan keluarganya langsung ke rumah (alm) Norma sementara Irfan dan Arifin ke rumah (alm Fariz)
Siska yang melihat Yudi turun bersama Burhan hendak menghambur memeluknya....terhenti ketika ia melihat seorang wanita paruh baya memeluk Yudi lebih duluan....Yudi memeluk Mamanya haru....sedang Burhan menghampiri kedua orang tuanya.....lalu mereka meluapkan rindu dengan memeluk Burhan....
Yudi yang melihat Siska ada disana terkejut....Yudi segera bersalaman sama Siska mereka duduk di kursi bawah tenda bersama orang tuanya.....Yudi menceritakan singkat perjalanannya....lalu pamit untuk pulang karena besok akan kemari lagi, Siska kamu menginap dimana.tanya Yudi....
__ADS_1
#Bersambung#