
Uwak Misbah yang telah berubah menjadi Harimau Kuning belang hitam dengan panjangnya diatas normalnya Harimau biasa, Panjangnya hampir 300 cm dan tinggi 100 cm terlihat lebih besar dari Harimau Kuning di depannya ini......yang nampak waspada.
Suara balasan ......Auuummmmmm Uwak Misbah mengetarkan tanah... terdengar lebih keras mengemah di seantero Hutan Lindung Gunung Dempo......suara Siamang seketika berhenti dan segera menjauh.....bahkan suara burung hening.....tak terdengar.
Terjadi dialog Uwak Misbah dengan Harimau di depannya.....Yada kenapa kamu mengikuti anak manusia, bahkan kau melewati daerah kekuasaan ku, tanya Uwak Misbah....
"Aku mencium bau mereka di wilayahku kekuasaanku, dan mereka menipuku melempar kain dan makanan agar aku tidak mengejarnya...bahkan mereka membentengi jalannya....jawab Yada".
"Yang membentengi jalanmu itu adikku, Turai yang melakukannya", beratus tahun lalu kiamisudah ada kesepakatan dan dilarang menganggu manusia apalagi kau berniat memakannya....kau bisa menjadi buruan manusia kelak tegas Uwak Misbah....
Tapi mereka juga merusak wilayahku dan menebang Pohon merusak tatanan alam , hingga aku harus bersembunyi jauh dekat ke perbatasanmu ini jawab Yada.....
Hmmmm....Aku mengerti, "Baiklah aku akan memperingatkan mereka untuk tidak merusak alam ini....apabila mereka melanggar adat, akulah yang akan turun bertindak, jawab Uwak Misbah...."
"Apa engkau mempercayai tipu daya manusia itu, ...Berapa banyak mereka memburu saudara-saudaraku....ketus Yada".
Apa kau tidak mempercayai aku Yada, Aku akan turun bersama 7 Harimau lain, apa perlu aku memanggil Panglima Kumbang, Yada tegas Uwak Misbah......
Kau hanya pendatang disini Yada dibawah oleh manusia untuk beberap tahun lalu , aku tahu kau adalah keturunan Prabu Siliwangi, aku pernah bertemu Raja mu itu bersama 7 Harimau yang menjaga seluruh Hutan dan Gunung yang ada di Pulau Sumatera ini apa kau masih menyangsihkan aku Yada.....
Yada terdiam Sangaji aku percaya padamu....jawab Yada, mendengar nama Panglima Kumbang dan nama Prabu Siliwangi Yada tidak bisa membantah lagi....
__ADS_1
"Pergilah...... dan jangan mengikuti manusia lagi atau niat memangsanya, aku akan bertindak dan menjatuhi hukuman apabila kau melanggarnya....kata Uwak Misbah tegas lalu ia mengauuum lebih keras .....Yada menundukkan kepalanya lalu bersurut mundur kebelakang.......lalu menghilang di balik pepohonan.....
Uwak Turai bertanya kepada Burhan, beri aku pakaian dan celana mu....Burhan tanpa bertanya mengeluarkan baju kaos dan celana gunung cadangannya.....Uwak Turai menghampiri Uwak Misbah lalu berbicara pelan.....Ini pakainmu Kanda.....aku akan meletakkan di balik batu itu....kata Uwak Turai....
Harimau yang tak lain adalah Uwak Misbah mengikuti Uwak Turai lalu berjalan ke samping batu....Uwak Turai berjalan tenang kembali ke arah tenda dekat pohon besar itu....
"Kalian tenanglah dan aku harap kalian tidak menceritakan kejadian tadi kepada penduduk"....... "Kecuali pesan ku nanti, Apalagi ketiga anak di dalam tenda itu kekeh....... Uwak Misbah ..........kita tunggu sebentar Uwak Misbah............Iya Uwak kata mereka kompak terlihat masih ada kecemasan di wajah mereka......
Terdengar suara mengaum dari balik batu, sesaat kemudian sosok Uwak Misbah keluar mengenahkan kaos serta celana Burhan....terlihat pas di tubuhnya, ia tersenyum berjalan ke arah tenda...
Terima kasih Burhan baju mu pas sekali, syukurlah Uwak kalau cocok jawab Burhan tulus.....Uwak Misbah menepuk-nepuk pundak Burhan lalu ia duduk di sebelahnya...
Legenda manusia Harimau saat ini hanya mitos bagi peradaban modern sekarang, tapi siapa menyangka Burhan dan lainnya menyaksikan sendiri apa mereka lihat tadi nyata adanya........
Pak Arlan segera meminta Tim SAR dan lainnya bersiap-siap....Burhan kau di sini saja pinta Uwak Misbah....Uwak Turai menganguk mengerti begitu juga Pak Arlan menganguk memberi persetujuan.....yang lain sibuk membawa peralatan.
Mereka berjalan sesuai pertunjuk Uwak Misbah dan tanda yang telah di lalui Burhan.....menurunkan tali karmantel, menghubungkan Carabiner memasang Harness ke badan salah satu Tim SAR yang turun tak lupa juga memasang rem/Descender 2 orang mulai turun satu per satu.
Di bawah pohon Uwak Misbah bercerita kepada Burhan apa yang telah di bicarakannya dengan Yada...."Jadi ada 7 Harimau seperti Uwak Misbah tanya Burhan".....Uwak terkekeh....sebenarnya jumlah kami lebih dari itu sebagian sudah moksa.
Ada Datuak Panglima Kumbang dari Gunung Talang Andalas, Datuk Tebo dari Bukit Sarang Macan Aceh, Datuk Cinda di Kerinci, Ompung dari tanah Batak, Raja Penabokh Tapak Siring Lampung, Hum Belang Bukit Kabah, Datuk/Nenek Gunung Dempo akulah sebagai pewaris yang menjaga Gunung Dempo.
__ADS_1
Kami di pimpin oleh Panglima Kumbang yang adil dan bijaksana.Ia adalah seorang pengembara hingga ke tanah jawa.
Di Pulau Jawa juga banyak Harimau yang menjaga Gunung disana....Prabu Siliwangi adalah Raja Para Harimau Lodaya di Negeri Pasundan bahkan di tanah tempat mu tinggal celebes ada Datuk disana cerita Uwak Misbah....
"Burhan beritahu lah Uwak Turai pesan ku ini bahwa manusia dilarang merusak hutan ini dengan menebang hutan lindung ini keseimbangan alam terganggu...Kami tidak akan mengusik penduduk apabila mereka masih menjaga kesepakatan adat leluhur mereka sejak ratusan tahun lalu, jangan salahkan kami apabila penduduk melanggar perjanjian itu tegas Uwak Misbah.
Jadikanlah pengalaman mu ini untuk kau jaga apabila engkau kembali ke tempatmu, terima kasih Uwak sudah mengingatkan saya ucap Burhan tulus.
Uwak Misbah tersenyum mendengar jawaban Burhan.
Pak Arlan memantau anggotanya yang turun lewat HT....mereka sudah menemukan sosok wanita di atas batu kepala dan tubuhnya penuh luka goresan sewaktu jatuh dari atas.
Cerita sebelum kejadian, sosok Fariz dan Norma, ia bertugas sebagai Sweeper pada saat melihat Norma terjatuh terpeleset di sisi lereng Norma mencoba memgapai pohon di sekitarnya tapi sudut kemiringan tebing jurang memberikan daya dorong gravitasi yang besar.....Fariz mencoba menyelamatkan Norma dengan berlari di sisi lereng dan melompat ke arah sisi jurang tiba-tiba ia di kejutkan pohon yang tumbang.....
Fariz melompat ke samping akan tetapi lompatannya terhenti ketika kaki kanannya tersangkut kepala membentur batu gunung seketika tubuhnya diam tak bergerak sebuah cabang pohon menghantam kepalanya dengan keras.....Norma terus meluncur ke bawah jurang tanpa bisa berbuat apa-apa....ajalnya direnggut di atas.
Pak Arlan di bantu anggota SAR lain membuat tandu darurat....tubuh Norma di angkat naik menggunakan tali berlahan lahan tubuh itu naik....Innalillahi Wainna ilahi rojiun
ucap Pak Arlan dan Uwak Turai.....ia segera membuka tali pengikat ditubuh Norma....dan mengangkatnya ke tandu. Burhan yang selesai berbicara dengan Uwak Misbah dan tubuhnya yang lelah sudah terasa agak baikkan pun berdiri membantu Pak Arlan mengikat tubuh kaku itu ke tandu.
Karena pada saat turun nanti sudut kemiringan lumayan sulit....untuk membawa barang dan tandu sekaligus. Akhirnya mereka telah selesai...Burhan dengan cepat melipat tenda dan membereskan barang-barangnya.....berpamitan ke Uwak Misbah........
__ADS_1
#Bersambung#