Air Mata Terakhir

Air Mata Terakhir
Di restui


__ADS_3

...****************...


Kita kembali ke Burhan dan Yudi


Setelah mengantar kedua orang tua Eko di Bandara Sultan Hasanuddin .


"Yud kamu tahu Eko sakit apa" tanya Burhan. " Ngak tahu, kata Om Prasetyo cuma ingin menjenguk Eko" jawab Yudi. " Eko di tembak orang Yud" ucap Burhan sambil mengepalkan tangannya dengan keras, Burhan yang jarang emosi, kali tatapan mata Burhan menyiratkan hasrat membunuh." Apa di tembak !!!" jawab Yudi.


Yudi pun terlihat tidak senang mendengar berita ini, ia memukul setir mobilnya dengan keras."Bangs***t, siapa mereka yang mengincar Eko" marah Yudi.


" Kita harus tetap tenang saat ini, hanya Gita yang tahu permasalahan ini kenapa bisa terjadi"ucap Burhan.


" Burhan, kamu bilang Gita ada kirim uang 5 juta ke rekeningku" tanya Yudi. " Iya benar"jawab Burhan. "Itu uang beli kan saja Hp buat komunikasi kita sama Gita" kata Yudi. " Iya kita belikan saja Hp, kalau Gita telepon dirumah, kita tidak leluasa berbicara" kata Yudi.


Mereka singgah ke ATM menarik uang yang ada disana. " Yudi aku tarik 3 juta, sisa di rekening simpan saja buat keperluan lain" kata Burhan. ' Okey Bro" jawab Yudi.


Setelah membeli dan kartu, Burhan sms ke Gita.Tapi belum di jawab. " "Burhan kenapa kamu tidak telepon langsung" tanya Yudi. "Aku cuma sms memberi tahu nomer telepon ini , kalau Gita ada waktu luang dia pasti akan menelepon kita" jawab Burhan.


Yudi mengerti tidak mungkin menelpon dengan keadaan sekarang karena situasi Eko yang tertembak, pasti mereka sibuk mengurus Eko disana.


Kita kembali ke ruang rawat pasien


"Ma, panggil Eko lirih, Aku haus" ucap Eko. Gita melihat Mamanya mengeluarkan air mineral dan sedotan dari kantong plastik. " Gita mengambil air itu, menyerahkan ke Mamanya Eko." Ini Tante airnya" ucap Gita. " Terima kasih nak Gita" jawab Mamanya Eko....


Rasa dahaga pasca operasi membuat Eko menghabiskan 1 botol sedang air mineral itu. Helen mamanya Gita mengeluarkan makanan, Gita ini ada Bubur Ayam coba kasih makan Eko dia juga pasti sudah lapar.

__ADS_1


Om Hendro dan Papanya Gita orang berpengalaman, mereka tahu pasien belum bisa mengkonsumsi makan seperti nasi pasca operasi. Mereka membeli Eko Bubur Ayam di jalan dekat Rumah Sakit.


Gita membuka bungkusan bubur ayam itu, menyuapkan ke mulut Eko. " Ayo Mas makan dulu biar bertenaga" kata Gita. Mamanya Eko yang meihat Gita telaten mengurus Eko sangat bahagia, sosok Gita yang mirip artis di TV membuat pandangan berbeda dari kedua orang tua Eko. "Ada artia nyuapin anak saya" gumam Mamanya Eko sambil tersenyum simpul. Eko menghabis bubur itu dengan lahap di suapin Gita.


Om Hendro yang melihat Gita menyuapi Eko itu menyenggol perut Lasmi istrinya. Ma . "Kapan-kapan aku di suapin kayak Eko yah...." gumam Om Hendro tapi terdengar semua yang ada disana mereka langsung melihat Om Hendra.


"Memangnya kamu sakit" ucap Tante Lasmi. " Pengen kayak waktu kita penganten baru, suap-suapan" kata Om Hendro santai...." Sontak membuat Mama Helen dan Papanya Gita, dan semuanya tertawa. Gita dan Eko hanya tersenyum mendengar dialog Om dan Tante. Suasana tegang dalam ruangan itu seketika lebih rileks.


Gita yang memang ingin ketemu orang tua Eko tidak mau menyia- nyiakan kesempatan. " Papa , Mama Om dan Tante mumpung kalian ada disini. " Gita dan Eko ingin memohon doa restu kalian semua yang ada sini' " kata Gita. "Kami akan menikah, masalah waktu aku minta pendapat kalian semua yang mengatur setelah bulan depan". Eko terbatuk kaget Gita mengatakan di depan mereka semua dengan santainya.


Semuanya juga kaget apa yang mereka dengar. "Apa kamu sudah memikirkan baik-baik keputusan mu nak" tanya Helen mamanya Gita.


" Iya Ma, kalau tidak ada Mas Eko siapa yang melindungi Gita saat itu, sudah 3 kali Eko menyelamatkan Gita" ucap Gita. " Gita butuh seorang suami yang bertanggung jawab, Mas Eko mau bertaruh nyawa demi Gita, bahkan mereka hendak menculikku, seandainya itu terjadi, Gita tidak tahu apa yang akan terjadi" terang Gita. Mata Gita berkaca-kaca menahan air mata namun dia tak mampu membendungnya....." Papa senang kamu mengambil keputusan terbaik untukmu nak" ucap Papanya Gita. "Baiknya Gita fokus pada kesehatan Eko dulu, setelah itu kami sebagai orang tua perlu berdiskusi dulu" kata Ayahnya Eko.


"Pak Londoh itu jauh yah...." tanya Mamanya Eko polos...." Bukan Londoh Bu, London" kata Ayahnya Eko.


Sontak mereka tertawa semua....Suster yang mendengar suara ribut dikamar VVIP datang. "Maaf Bapak dan Ibu sekalian mohon ketenangannya untuk pasien, terima kasih". Mereka terdiam kikuk di tegur pasien.


Kalau begitu saya permisi dulu Mas Prasetyo dan Bu Mila" ucap Papanya Gita mereka berpamitan.


"Gita kamu pulang dulu beristirahat nak, biar kami menjaga Eko disini" kata Mama ya Eko. " Saya ngak apa-apa kok tante" jawab Gita "Lagian disini yang menjaga pasien tidak boleh lebih dari 1 orang" Tante jawab Gita.


" Aku akan menelpon pasien membawahkan pakaian dan kebutuhanku, jadi Tante ngak usah kawatir" jawab Gita.


"Tante sama Om ke Hotel Mulia aja menginap, nanti aku buka kan 2 kamar, Untuk Om Hendro dan Tante Lasmi sekalian. Kata Gita. Mamanya Eko juga berharap tidak menginap di rumahnya Hendro, karena tidak mau merepotkan Iparnya itu.

__ADS_1


"Kok di Hotel di rumahnya aja" basa-basi Lasmi. padahal dia senang mendengar Gita menawarinya menginap di Hotel Mulia yang baru itu.


"Ngak apa-apa kita di Hotel aja Pak, nanti nak Gita kecewa" ucap Mamanya Eko. Gita tersenyum senang calon mertuanya ini menghargai tawaran Gita. " Baiklah kita beristirahat dulu, kepala ku juga sedikit pusing habis naik pesawat tadi" jawab Ayahnya Eko.


Om Hendro sejak awal berencana mengajak Kakak dan Iparnya menginap di rumah pupus sudah. " Yah sudah kalau begitu, kita ke Hotel sekarang". Kata Om Hendro....


"Sebentar Om ini pake mobil Gita aja dulu, Tas koper Om dan Tante sudah ada di mobil"ucap Gita. " Oh Iya Om Hendro langsung aja ke Resepsionis ambil Room Cardnya" kata Gita.


Gita menelpon Wenda Sekretarisnya." Wenda tolong buka kan kamar di Hotel Mulia untuk 2 kamar atas nama cooperate" kata Gita. " Baik Bu" jawab Wenda....


Sebelum keluar Mamanya Eko melihat keadaan Eko sebentar. Eko tertidur pulas, di rumah sakit ini dia merasa tenang fasilitas mewah dan penanganan petugas sangat baik.


Terdengar suara telepon Gita berdering." Ya Wenda ada apa"tanya Gita. " Bu untuk kamar Deluxe Splendor room sudah penuh tersisa Excecutuive room" kata Wenda. "Itu aja yang Excecutive room dan minta mereka menyiapkan pelayanan makan siang dan malam sekalian" jawab Gita datar."Siap Bu Boss" jawab Wenda.


"Gita Om dan Tante anter Kang Mas Prasetyo dulu yah ke Hotel" kata Om Hendro." Iya Om...Om Hendro sama Tante udah Gita bukakan kamar juga buat menemani Om Prasetyo sama Tante" jawab Gita.


Baiklah kalau kami permisi dulu, Gita kalau ada perlu, tinggal kabarin Om saja" Ucap Om Hendro." Baik Om" jawab Gita.


Gita mengantar sampai pintu depan kamar. Wenda selesai pulang Kantor tolong kamu ke singgah ke Mall belikan saya beberapa pakaian ganti luar dan dalam, 5 pasang bawah ke rumah sakit medika sunter. Nanti aku transfer ke rekening mu. Ucap Gita...." Baik Bu..." jawab Wenda


Gita membaca sms Burhan.....


...****************...


#Bersambung#

__ADS_1


__ADS_2