Air Mata Terakhir

Air Mata Terakhir
Heboh


__ADS_3

Om Hendro yang mendapat kabar bahwa beberapa jam lalu Eko menelpon dirumahnya , "Sontoloyo kirain anak gemblung itu ngak datang , bikin kawatir saja". gumam Om Hendro.


Mobil Riska memasuki halaman rumah Om Hendro, keluarga besar Istrinya Lasmi mereka berasal dari kalangan Ningrat kadang tak memandang Eko dan keluarganya selama ini.


Eko yang tak menyadari bahwa saat ini akan mengangkat derajatnya di kalangan orang-orang yang selalu memandang keluarganya rendah.


Eko keluar mengenakan baju batik yang baru di belinya...corak batik berkelas nampak serasi dengan pakaian yang Riska kenakan.


"Assalamualaikum".....salam Eko.


"Walaikumsalam'....jawab Om Hendro yang melihat tampilan Eko yang sedikit mewah, berbeda dari biasanya.


"Ini siapa Ko" tanya Om Hendro heran melihat Riska . "Ini calon Ibu dari anak-anakku Om" jawab Eko mengoda Om Hendro.


"Bocah semprul di tanya malah jawab sekarep mu " kata Om Hendro. Riska yang mendengar obrolan antara ponakan dan Om ini bercanda tersenyum....Riska juga senang cara Eko yang mengatakan Riska sebagai calon Ibu dari anak-anaknya.


Semua mata mengarah ke Riska yang saat itu membuat Vianka sepupunya Eko seorang model kaget bukan main, orang di samping Eko merupakan Desainer ternama, siapa ngak kenal Riska di kalangan Desainer Luar Negeri maupun dalam negeri, para selebriti dan pengusaha papan atas banyak menggunakan jasanya.


"Mbak Riska apa kabar" tanya Vianka "Baik" jawab Riska . " Vianka yah tanya Riska agak ragu "Iya Mbak" jawab Vianka Vianka tak heran bila Riska lupa dengannya. Eko bingung sepupunya mengenal Riska.


"Vianka kamu kenal Riska" tanya Eko bingung sama sepupunya. " Siapa yang ngak kenal Mbak Riska Ko, kamu tuh jarang nonton TV yah di kampung" Sarkas Vianka. " Mbak Riska itu sejajar dengan para selebriti papan atas bahkan dunia seperti Sarah Burton, Oscar de La Renta , aku aja kalau modeling pernah pake baju Mbak Riska" ucap Vianka dengan bangga. Eko yang memang tidak mengenal Riska sebenarnya dan sebagai Desainer ternama hanya diam, Eko lebih banyak diam daripada banyak bertanya malah di anggap bodoh oleh mereka nanti.


Riska yang mendengar Vianka memandang mencemooh Eko, Riska nampak kurang nyaman. " Ngak juga kok Vianka, aku sama aja dengan yang lain kok" jawab Riska merendah. Vianka mendengar Riska yang merendah jadi malu sendiri.

__ADS_1


Eko di tarik Vianka ke samping,


"Ko kenal dimana kamu kenal sama Mbak Riska penasaran" tanya Vianka. " Sabar aku kenalin dulu sama Om dan Tante" jawab Eko menghindar pertanyaan sepupunya itu.


Riska di perkenalkan satu persatu kekeluarga Eko. Tantenya Lasmi melihat Riska yang tidak memakai perhiasan berlebihan seperti di kalangan keluarganya semakin kagum.


Ia heran Eko bocah pengangguran bisa-bisanya mengenal Riska. Riska menjadi trending topik di dalam keluarga Eko. Ada yang minta foto bersama, ada yang minta nomer telepon, Tapi Riska cenderung memberi nomer Kantor daripada nomer pribadinya.


Om Hendro kesal sama keluarga iparnya ini, " Ma tamunya ngak di suruh duduk dulu apa" tanya Om Hendro. Ia kasihan melihat Riska melayani pertanyaan bodoh mereka. Sementara Eko terabaikan.


"Ko kamu duduk sini sama Om, barang-barang mu mana" tanya Om Hendro. "Oh itu Om saya simpan di Hotel kebetulan lagi ada kerjaan, kalau disni malah merepotkan jawab Eko beralasan.


Riska pamit di dalam kerumunan keluarga Eko. " Mau kemana Mbak" tanya keluarga tante Eko yang ada disana. Riska merasa cukup menemani mereka, dia ngak mau menjawab pertanyaan privasi Riska dan Eko lebih jauh." Saya mau nemenin Eko dulu Tante" jawab Riska.


Eko yang menghabiskan satu batang rokoknya , melihat Riska menghampiri Eko, Riska langsung dan duduk disampingnya. Riska mencoba akrab dengan Om Hendro. " Om rencana resepsinya tanggal berapa dan dimana yah" tanya Riska. Om Hendro tersenyum senang melihat Riska yang bertanya kepadanya.


"Malam minggu tepat Tanggal 21 Juli 1997, di Hotel Borobudur nanti Riska datang yah, ngak usah pake-pake undangan yah, kan ada Eko". " Iya Om" jawab Riska dengan senyum mengembang.


Vianka yang mulai sok akrab sama Riska juga datang menghampiri. "Mbak Riska bisa kan datang di acara resepsi ku" tanya Ivanka....." Datang dong " jawab Riska sambil mengenggam tangan Eko."Oh iya siapa desainer pakaian pengantin kamu" tanya Riska. Ivanka agak kaget Riska menanyakan desainer pakaian pengantinnya. " Kak Nadine, Mbak" jawab Ivanka, Oh Nadine yang pernah ikut sama Mas Adjie Notonegoro" jawab Riska. " Lumayan kok, dia juga mulai berkarya sendiri". Ucap Riska datar.


Jawaban telak Riska kepada Ivanka menjelaskan serangan balik Riska yang Sarkas pada Eko tadi, saat Ivanka mengenalkan dirinya pada Eko. Ivanka tak berani menyombongkan diri di depan Riska Gita Olivia, Ivanka hanya diam.


"Kenapa ngak pake Anne Avantie atau Mas Adjie Notonegoro aja Ivanka" tanyaRiska. Ivanka tahu kelas Anne Avantie dan Adjie Notonegoro bukan kelas dirinya....

__ADS_1


I can't imagine how much i have pay for it gumam Ivanka.


"Eko yang asal ngomong harusnya kamu pake Desain Riska aja Ivanka" Usul Eko polos dan asal. "Sontoloyo nih Eko asal ngejeplak aja mulutnya" kesal Ivanka. Dasar peak gumam Ivanka nyaris tak terdengar.


Riska yang mendengar usul lucu , Eko yang asal bicara itu tersenyum mengangkat sudut bibirnya pelan.


Riska yang ngak mau mempermalukan Ivanka di depannya dan keluarga yang mencuri dengar. Riska menjawab pertanyaan Eko itu. " Mas Eko mendesain baju pengantin ngak semudah apa yang orang pikirkan, menyatuhkan keinginan client dan hasil karya sesuai ekspektasi mereka tidaklah mudah, membutuhkan proses waktu jawab Riska. Ivanka merasa legah mendengar jawaban Riska.


" Iya sayang" jawab Eko dengan senyum sambil merangkul Riska.


Sementara Eko yang ngak mengerti obrolan Riska dan Ivanka hanya santai-santai saja seperti biasa saja Padahal barusan di depan Eko tengah terjadi perang dingin.


Ivanka yang melihat Eko memperlakukan Riska seperti orang biasa nampak sedikit kesal. "Apa adik sepupuku ini otaknya lagi koslet, seandainya dia tahu kekayaan Riska dan siapa Riska sebenarnya". batin Ivanka.


Ivanka yang ingin suasana cair dan mulai berlaku baik pada Eko di depan Riska. Biasanya kalau Eko datang, Ivanka biasa cuek cuek aja.


"Eko kamu nginep disini kan" tanya Ivanka. "Anu.... Itu ehh...Eko tampak terbata-bata. "menjawab pertanyaan Ivanka.


Riska langsung mode safe, "Eko nginep di Hotel , kebetulan aku lagi ada project bersama Mas Eko 2 bulan ke depan." jawab Riska tegas.


Ivanka terdiam tak bertanya lagi kepada Eko, dia mati kutu di depan Riska. Disisi lain Ivanka penasaran project yang di katakan Riska.


#Bersambung#

__ADS_1


__ADS_2