
Burhan yang berlari cukup jauh berada di simpang jalan setapak yang di rimbuni ia tidak menemukan jejak Pak Arlan dan Yudi karena pengelihatan yang terbatas....... sementara Sweeper tak ada di belakangnya sejak tadi....
Hampir 3 jam ia berjalan mengandalkan cahaya dari senter di kepalanya......ia menandai setiap jalan yang ia lalui dengan meyilangkan tanda x di setiap pohon memakai pisau lipat.
Di tempat lainnya Pak Arlan dan Yudi yang terus mendaki hingga melihat tanda Pos 8 menghentikan langkahnya, Yudi kita beristirahat disini sebentar.....dengan nafas memburu terlihat kelelahan yang sangat, Pak Arlan sambil mencoba mengontak anggota yang menjadi Sweeper dibelakang....ia berharap Burhan menyusul mereka bersama Sweeper.
"Pak Arlan coba lagi hubungi Sweeper, aku kawatir kita terpisah jauh, nampak kecemasan Yudi sambil menatap Pak Arlan serius.........
Burhan yang terus mendaki dengan cepat di persimpangan jalan ia mengambil jalan ke kanan ia terus berjalan tanpa menoleh ke belakang tiba-tiba Burhan melihat seseorang duduk di bawah berusia pohon ratusan tahun orang itu membuka matanya merasakan langkah seseorang mendakitnya.....
Rambut panjang yang hampir putih semua itu menambah wibawa dan mukanya yang menyeramkan...membuat bulu kuduk Burhan berdiri.....apakah dia hantu atau manusia di hadapannya ini... Tapi Burhan tetap membungkukkan tubuhnya di hadapan orang itu.....
Hahahaha.....aku manusia anak muda .....dan bukan Hantu aku senang kau masih punya sopan santun anak muda......tapi apa yang membuat berlari kesini tanya orang tua itu dengan tatapan dingin..
"Maaf Uwak saya tadi bersama rombongan mendengar suara Harimau mengaum jawab Burhan dengan nafas memburu...."
"Hahahaha....orang itu tertawa keras, aku mencium bau mu kau bukan berasal dari sini anak muda..." Mengenai Nenek Gunung kau tak usah kawatir....Ia tidak akan melewati jalan ini.....ujar Orang tua itu.
"Iya Uwak saya memang bukan berasal dari sini, saya berasal dari tanah seberang jawab Burhan.
Dan apa yang membuatmu jauh-jauh datang ke Gunung ini anak muda.....Perkenalkan Uwak nama saya Burhan, kami sedang mencari teman kami yang tersesat di Gunung ini sejak 4 hari lalu Uwak....Maaf Uwak apa Uwak yang bernama Uwak Misbah........tebak Burhan.....
Hahaha......dunia ini memang luar biasa anak muda, Yang Kuasa sudah mengatur pertemuan ini.....Lalu Burhan mengeluarkan Kayu Api yang ia selipkan di dalam di carriernya....
Uwak Misbah mengambil Kayu Api itu dan melihat Burhan dengan tatapan curiga....Bagaimana bisa kau mempunyai Kayu Api ini....tanya Uwak Turai.
"Uwak Turai yang menitipkan kepadaku, katanya kalau bertemu dengan seseorang bernama Uwak Misbah serahkan Kayu itu, tutur Burhan...."
__ADS_1
Uwak Misbah menganggukan kepalanya.....tanda mengerti.Duduk lah anak muda....tenangkan dirimu dulu, Burhan duduk di tanah diatas batu besar di samping kanan Uwak Misbah.....
Uwak Misbah memejamkan matanya sesaat dan Burhan hanya memandanginya tanpa bertanya apa yang sedang Uwak Misbah lakukan....
Beberapa saat kemudian ia membuka matanya....3 orang temanmu itu telah tersesat dalam di alam lain , sedang yang 2 orang lagi telah tewas......
1 orang yang tewas berada di terjatuh di jurang dan 1 lagi berada di atas dekat pohon yang jatuh 3 lalu.
Sedangkan 3 orang yang tersesat di alam lain...masih hidup namun kau harus menunggu disini, aku akan membantu mu anak muda, terang Uwak Misbah ......
Selama kau menungguku baiknya engkau naiklah ke atas cari lah anak itu di bawah pohon yang tumbang itu. Kembalilah ke jalan persimpangan yang engkau lalui tadi.ambil jalan ke arah atas apabila engkau menemui batu berbeloklah ke kanan...sedangkan yang satu lagi tak jauh dari temannya jelas Uwak Turai.
Baik Uwak....lalu Burhan pamit dan kembali berjalan ke persimpangan dengam bermodal senter di atas kepalanya...akhirnya ia melihat pohon yang telah tumbang.....terlihat seseorang yang kakinya terhimpit kayu.
Tubuh yang telah kaku itu terbaring disisi kayu tua. Burhan tampak kaget karena ia melihat wajah tak asing itu....Fariz...nampak bekas benruran di kepala serta darah yang membeku.......Innalilahi Wainna Ilahi Rojiun...ucap .Burhan sambil menutup mata Fariz yang masih terbuka itu.
Akhirnya Burhan kembali ke persimpangan......terdengar suara HT kejauhaan....Burhan berteriak...kencang Toloong ....tolong....".Kau Burhan suara Yudi terdengar dari atas....Iya ini aku teriak Burhan sekali lagi....
Lekas kau turun kesini Yuddd..
teriak Burhan...!!!
Pak Arlan dan Yudi yang mendengar suara teriakkan Burhan berlari turun ke bawah....Yudi yang telah turun melihat Burhan yang di sampingnya ada seseorang yang terbujur kaku, kepala orang itu tertutup topi jaketnya....tampak darah yang telah membeku dari kepala dan kakinya.
Fariz.......ucapnya dengan nafas terhengah hengah Yudi mengenal sosok yang telah terbujur kaku itu....
Yudi termenung sesaat....tampak air mata terjatuh dari pipinya.....Pak Arlan terdiam kaku berdiri di depan Burhan, " Pak Arlan segera hubungi Sweeper untuk menanduh Fariz ujar Burhan yang kelelahan sambil menyandarkan tubuhnya.
__ADS_1
Pak Arlan langsung mengubungi tim Sweeper yang terpencar lewat HT Bravo monitor.....1-1-2 .bravo 1-1-2monitor....di monitor Bravo....jawab Tim SAR , Barvo monitor 3.3K kami telah menemukan 1 orang telah di identifikasi...harap segera... posisi di monitor.....kami berada posisi di bawah pos 7 roger.
Di monitor jawab Sweeper. Beberapa menit kemudian Sweeper dari Tim SAR terlihat di bawah....datang.
" Yudi kau turunlah bersama Tim Sweeper bawah mayat Fariz ke bawah aku akan segera menyusul bersama Pak Arlan.
Pak Arlan yang bingung mendengar permintaan Burhan, bertanya Kenapa kamu tidak ikut turun Burhan...." Nanti saja aku ceritakan sekarang kita harus menyemput 3 orang lagi dan 1 korban berada jurang dekatb aku menemukan tubuh Fariz......tolong Pak Arlan hubungi Tim Uwak Turai...dan lainnya.
"Monitor Alpa.....tak lama kemudian terdengar suara.....di monitor Bravo"...Alpa monitor 3.3 kami telah mengindentifikasi korban 1 orang, roger.....di monitor Bravo jawab salah satu tim SAR yang di pimpin Uwak Turai....
Alpa monitor....5-5 (penerimaan baik) roger....
Terdengar lagi suara Pak Arlan, Alpa monitor segera kemari bagian selatan.... info dari Burhan masih ada 1 korban lagi....10-2 (posisi) Alpa di monitor....kami di posisi pos 8 roger....di monitor Alpa.
Uwak Turai memerintahkan tim ke arah selatan......
Di tempat lain Yudi dan Tim Sweeper menanduh tubuh Fariz ke bawah....sedangkan Burhan dan Pak Arlan....berjalan di sisi lereng ke tempat Uwak Misbah menunggu.
Uwak Misbah yang duduk tidak bergerak sama sekali....Burhan dan Pak Arlan menunggu di depan Uwak Misbah.
Waktu hampir menunjukkan jam 4 subuh..suara langkah kaki pelan terdengar .....3 orang berjalan dari tengah pohon jati tampak wajah lusuh mereka dan terliha masih bingung....Uwak Misbah membuka matanya.....anak muda mereka sudah aku jemput....mereka telah tersesat di alam ghaib syukur mereka masih bisa aku selamatkan.....Burhan yang melihat Uwak Misbah berbicara dan menengok Uwak Misbah matanya menatap sosok 3 orang yang telah datang....Lihat itu orang yang kita temui tadi tunjuk salah satu mereka....nampak sosok 2 laki-laki dan 1 orang gadis yang masih lengkap dengan bawaannya ke arah Burhan dan Uwak Turai....Pak Arlan yang mengetahui seluk beluk Gunung Dempo ini, memahami....hal-hal yang di luar nalar manusia kadang terjadi ia tidak banyak berbicara.
Burhan berdiri mengidentifikasi mereka satu persatu, mereka masih terlihat bingung tiba-tiba mereka muncul di dari balik pohon Jati tadi.
Syukurlah kalian masih selamat, kata Burhan, ....Kalian semua kemarilah kata Uwak Misbah, Iya Uwak jawab Burhan lalu mengajak mereka bertiga medekati Uwak.
Kalian bertiga hanya berputar-putar di Hutan ini....sejak 4 hari lalu.Kalian telah memasuki alam ghaib, betul Uwak kami pada saat turun dari puncak kemarin terpisah-pisah karena kabut dan Sweeper kami Fariz dan Norma ada di belakang kami....entah dimana mereka sekarang jawab salah seorang mereka....
__ADS_1
#Bersambung#