
Malam itu Eko berpamitan, padahal Om Hendro pengennya Eko menginap dirumahnya. Om Hendro tahu Eko selalu di bully keluarga Istrinya Lasmi bahkan anak-anaknya terkesan cuek sama sepupunya itu.
Eko yang anak tunggal Kakaknya Prasetyo, paling deket sama Om Hendro maklum, Om Hendro hanya memiliki 3 orang anak perempuan, dia ingin sekali anak laki-laki. Jadi Om Hendro menyayangi Eko seperti anaknya sendiri.
Dikamar Ivanka menelpon sahabat sekaligus seniornya sesama model di bawah naungan managemen yang sama. "Hallo Nadya bicara, ini siapa"....tanya Nadya , "Ini aku Vanka" jawab Ivanka. Elo kan lagi di pingit masih sempet nelpon, hahaha" tawa Nadya. "Kalo cuma nelpon masak ngak bisa, gila aja kamu" jawab Ivanka.
"Iya ....iya ada opose say" tanya Nadya. " Kamu bakal ngak percaya tadi Mbak Riska kerumah gue" kata Ivanka. " Apa !!! Mbak Riska Gita Olivia maksudmu, ngapain dia nyasar kerumah mu, Vanka" tanya Nadya. Ivanka yang ingin menyelidiki seputar pribadi Riska tidak memberi tahu bahwa sepupunya yang konyol itu yang membawa Riska ke rumahnya.
" Kamu akrab ngak sama Mbak Riska" tanya Vianka." Ngak aku ngak tahu seputar pribadinya, jawab Nadya, "Ada apa sih say nanya-nanya Mbak Riska " tanya Nadya penasaran."Ngak pengen kenal lebih akrab, siapa tahu kale adikku kalau pengantin Mbak Riska desainernya" jawab Ivanka." Wanni pi ro" ledek Nadya...."Hahahaha".....Ivanka menertawakan dirinya sendiri.
"Tapi kalau tidak salah yang akrab sama Mbak Riska cuma 1 orang" ucap Nadya. " Siapa Nadya kamu kenal" tanya Ivanka penasaran.
"Seluruh Indonesia juga tahu kok siapa dia" jawab Nadya enteng.
" Iya siapa....kamu bikin penasaran aku aja" kata Ivanka
"Guruh Soekarno Putera jawab Nadya. "Kamu berani telpon dia" tanya Nadya balik." Ngak berani deh" jawab Vianka lemes." Nadya udah dulu yah...aku di panggil Mama, Bye" kata Ivanka langsung menutup telponnya.
Eko dan Riska setelah singgah makan di Nasi Padang Pagi Sore, mereka menuju Apartemennya Taman Rasuna Jl.HR Rasuna Sahid Jakarta Selatan
Mermarkirkan kendaraannya lalu mereka naik kekamarnya.Mereka membersihkan diri bergantian.
Riska yang mulai berfikir bahwa sepupunya Eko, Ivanka seorang model di managemen yang ia kenal. Lambat lahun keluarga Eko akan mengetahui seputar pribadinya....
" Baiknya aku berterus terang kepada Eko sebelum dia tahu dari orang lain" dialog Riska dalam hati.
__ADS_1
"Mas Eko sini dong, jauh melulu" manja Riska. Eko duduk di Sofa samping Riska, "Ada apa sayang" tanya Eko. "Mas aku ingin berterus terang kepadamu "ucap Riska.
"Tentang apa sayang" tanya Eko santai.
"Aku pernah menikah Mas tapi aku tak bahagia secara batin" ucap Riska sedih...Eko kaget bukan main, dia memperbaiki posisi duduknya yang santai." Maksudmu kalian belum bercerai" tanya Eko merinding bulu kuduknya. Karena Eko tidak mau menggangu rumah tangga orang lain.
"4 bulan lalu dia meninggal di Paris" ucap Riska lirih. " Namanya Ronald Mas, tapi dia tak pernah menyentuh ku, dia dingin Mas" jelas Riska kepada Eko." Aku ini seorang Janda, Mas Eko tapi Perawan" ucap Riska.
Eko agak bingung Janda tapi perawan, dasar Eko memang culun dengan polosnya dia berkata..."Maksudmu Ronald belum belah duren kamu" tanya Eko sambil senyum menaikkan alisnya beberapa kali.
Riska yang tadi terbawa suasana melow, tertawa kencang melihat mimik Eko yang lucu, ia mencubit paha dan pipi Eko.
Riska merasa hari-hari bersama Eko bahagia, selama ini dia terlihat kuat di luar tapi sebenarnya dia juga wanita lemah dan membutuhkan sosok yang dapat menghiburnya.
"Aku curiga ponakan suami mu itu menguna-gunainya" kata Kakaknya Lasmi. " Mungkin juga dia hanya pemuda yang di pakai untuk memuaskan nafsunya" satu lagi orang yang suka gibah.
Om Hendro dan Vianka yang duduk sofa lagi mengatur sisa undangan. mendengar mereka gosip murahan itu.Terlihat emosi di wajahnya...Vianka walau sedikit cuek sama Eko, tapi ia merasa tidak enak sama Papanya, dia tahu Papanya sayang sama Eko.
"Mama sama tante-tante jangan gosip melulu dosa tahu, yang tante omongin itu belum tentu bener semua" kata Ivanka.
Vianka masih ingat sewaktu Eko bertanya padanya di depan Riska, Riska menutupi kekurangan Vianka dan membelanya, jadi tidak salah kalau dia membela Riska.
Om Hendro tersenyum mendengar perkataan Ivanka.Lalu papanya berbicara pelan seolah berbisik " "Vanka, kamu jangan ketularan sama mereka, berfikir negatif itu tidak baik, apalagi firnah, itu lebih kejam dari pembunuhan" kata Papanya.
Vianka yang membenarkan kata Papanya pun menganggukan kepalanya tanda setuju. Papanya mengucel rambut Ivanka.
__ADS_1
Ivanka yang merasa berpisah apabila menikah nanti langsung menidurkan kepala di pangkuan papanya manja.
Mama nya melihat Ivanka bermanja sama Papanya, "Anak mama udah gede, dah mau nikah masih aja manja sama.papanya. Ucap Mama Ivanka." Biarin Ma kan nanti kalau aku ikut suami, udah ngak bisa lagi kayak gini" jawab Vianka.
Mamanya seketika terdiam dan menangis, apa yang dikatakan anak sulungnya itu benar adanya.
Di apartemen Eko dan Riska tidur di ranjang yang sama tapi mereka tetap menjaga hasrat mereka, Mereka ingin malam pertama menjadi momen terpenting pernikahannya kelak.
"Mas....besok kita ke glodok yuuk kita cari laptop, dari glodok kita ke Mall Atrium" Ucap Riska sambil tangan kirinya memegang dada Eko.
" Iya sayang, jam berapa" tanya Eko. "Habis jam makan siang aja Mas...Kamu temenin aku dulu ke Butik, jam 9 kita udah ada disana" kata Riska." Baiklah, kalau begitu kita istirahat yuuk" kata Eko.
"Cium dulu..." pinta Riska.Eko mengecup kening Riska lembut lalu meredupkan cahaya kamar.
Selesai Shalat Subuh, Eko mencuci piring dan membersihkan ruang apartemen, dia juga memasak Omlet 1/2 matang untuk sarapan mereka, Kopi dan segelas Susu hangat untuk Riska telah di taruh si atas meja.
Jam 7 Eko membangun kan Riska, dengan mencium pipi kiri dan kanan Riska....Riska terbangun."Sayang buruan bangun entar kena macet lho" kata Eko." Iya sayang, Riska mengosok kedua matanya.
Ia masuk kekamar mandi 15 menit kemudian Riska keluar mengenakan pakaian kerja yang telah di pakainya di dalam kamar mandi.
Riska melihat berbagai makanan di hidangkan Eko. "Kamu yang masak semua Mas" tanya Riska. "Iya ini aku lihat di kulkas masih ada stock bahan makanan sayang daripada nanti expired" kata Eko.
Nasi Goreng Beef panggang + Omlet 1/2 matang + Susu Hangat. "Maaf Mas harusnya aku yang menyiapkan ini bukan kamu" Ujar Riska.
#Bersambung#
__ADS_1