
...****************...
"Kak Yudi aku ngabayangin bagaimana Burhan kesal sama kamu" Siska terkekeh. " Ini semua ide kamu Siska" kata Burhan.
Burhan yang tampak kesal ulah Yudi, " Laela kamu ngak apa-apa kita tidur disini, " Mau di apa Kak, sudah begini kejadiannya" kata Laela
"Laela apakah kamu serius dengan hubungan kita ini" tanya Burhan." Kenapa Kak Burhan menanyakan hal yang tak perlu dipertanyakan lagi" ucap Laela dengan tatapan serius.
"Bukan begitu maksudku, apakah kamu tidak masalah hubungan kita tanpa diketahui kedua orang tuamu" tanya Burhan." Untuk sementara biarlah begini Kak, semoga kedepannya ada restu, walaupun saya sadar tidak semudah apa yang kita pikirkan" kata Laela.
Burhan mengengam tangan Laela, Laela aku mencintaimu, "Aku ingin mengarungi hidup ini bersama mu apapun yang terjadi aku tak peduli" kata Burhan. " Kak akupun memiliki perasaan yang sama seperti mu" jawab Laela. Burhan memegang dagu Laela, tangan kirinya membelai rambut Laela yang panjang dan lurus itu dengan lembut.
Burhan mendekatkan wajahnya ke muka. Laela memejamkan matanya, tubuh mereka berpagut dalam suasana di mabuk cinta.
"Kak hentikan, aku takut kita kebablasan" ucap Laela. "Burhan menghentikan aktifitasnya" maafkan aku Laela. " Cukup hanya sebatas ini Kak" kata Laela. "Aku tak meminta lebih Laela" ucap Burhan. Laela hanya diam. "Kak kabari kalau Kak Burhan sudah tiba di Jakarta, jagalah hati Kakak hanya untukku" kata Laela.
Sementara Yudi dan Siska di dalam kamar keduanya masih malu-malu, tapi Yudi seagresip Siska yang berani menyatakan hasratnya....
Siska mandi air hangat malam itu, dengan handuk melilit tubuhnya yang putih membuat Yudi menelan ludah. Jantung Yudi berdegub kencang....rambut basah Siska menambah keseksian gerak tubuhnya saat dia mengibaskan rambut itu kesamping....
"Kak Yudi ngak mandi dulu...." kata Siska. " Iya..." ucap Yudi bagaikan sapi di tarik hidungnya Yudi hanya menurut permintaan Siska itu.
__ADS_1
Yudi membasuh tubuhnya dengan air....dia membayangkan Siska di luar.....dengan cepat dia menyelesaikan bersih-bersih badan.
Tubuh Yudi yang berotot dan six pack , membuat Siska melongoh....tangannya menyentuh perut itu, membuat Yudi panas dingin badannya....Siska menarik Yudi di ranjang.
Mereka yang tak dapat menahan gejolak, masuk ke lubang jurang yang paling dalam. Keringat peluh di seluruh tubuh. Larut dalam kenikmatan sesaat yang akan berujung pada penyesalan.
Yudi merenggut kesucian Siska malam itu, hingga subuh mereka mengulangi sampai 5 kali. Ternodanya cinta mereka oleh hawa nafsu oleh dua insan yang di mabuk cinta.
"Kak Yudi telah mengambil kesucian yang aku jaga selama ini, aku melakukan ini karena aku sangat mencintaimu dan aku ngak mau kehilangan mu" kata Siska sambil menitikan air mata. "Yudi memeluk Siska erat." Siska aku akan bertanggung jawab apabila engkau mengandung anakku" ucap Yudi dengan lugas. Ada rasa penyesalan walau mereka tak mengakuinya.....
Namun rasa itu tak terungkap, hanya deruan nafas mereka yang sesak. Selepas melakukan cinta yang panas.
Yudi mengusap mukanya pelan, dia bergumam kenapa aku sampai melakukan ini, seharusnya aku bisa menjaga Siska sampai kami menikah kelak. "gumam Yudi.Rasa penyesalan yang di rasakan oleh Yudi terlambat dan sudah terjadi. Nasi sudah menjadi bubur.
Kita kembali ke ruang rawat.
Gita yang melihat Eko bangun dari tidurnya, "Kamu sudah bangun sayang" ucap Gita.
"Iya sayang, aku haus.." kata Eko.Gita mengambilkan air minum. Terdengar suara ketukan pintu dari luar. " Wenda, masuklah" ucap Gita. " Maaf Bu saya agak terlambat saya kena macet perjalanan dari kantor kesini.
Wenda yang di minta Gita membawakan pakaian ganti Gita kaget pada saat ia bertanya kepada suster pasien yang bernama Eko.
__ADS_1
" Malam Sus, pasien atas Tuan Eko diruang apa yah" tanya Wenda. " Pasien atas nama Eko operasi pengangkatan dua peluru, berada dinruang VVIP Lt.III No.1"jawab Suster jaga. Wenda terkejut ternyata Eko mengalami luka tembak. Dia bertanya dalam hati saya kira sakit biasa ternyata ada Pak Eko menimpa Bu Bos dan pasangannya. Kalau hanya sekedar konsultan atau teman tidak mungkin Bu Bos sampai menginap di RS ini. Kesimpulan Wenda sebagai Sekretaris Wenda tidaklah salah.
" Bu ini pakaian ganti, dan pakaian dalam" kata Wenda. " Ini isinya apaan Wenda.tanya Siska. " Ooh itu aku belikan Hoka-hoka Bento siapa tahu, Bu Boss lapar, itu saya belikan 2 saja" jawab Wenda. " Thank's yah Wenda, maaf aku selalu merepotkan mu beberapa hari ini" kata Gita. " Ngak apa kok Bu Boss, itu sudah tugas saya membantu Bu Boss"jawab Wenda tulus. " Maaf Bu Boss apa saya boleh bertanya dan Bu Boss tidak keberatan" kata Wenda. " Kamu mau bertanya apa, tanyakan saja" jawab Gita.
"Gini Bu Boss, apa yang terjadi sampai Pak Eko bisa mengalami luka tembak" tanya Wenda. Gita menceritakan Wenda kejadian yang mereka alami tadi sore.Wenda merasa kejadian ini tidaklah sederhana.
"Semoga Pak Eko lekas sembuh dan bisa bsraktifitas kembali" ucap Gita yang turut bersimpati atas kejadian yang menimpa Eko. " Sekali lagi terima kasih yah Wenda" kata Gita
" Oh yah Wenda untuk jadwal meeting kita undur sampai aku mengabarimu."Untuk pertemuan dengan beberapa client, tolong kamu handel dulu, kalau ada yang mendesak kamu hubungi Nurlaela untuk menangani client yang sudah terjadwal.kata Gita. "Baik Bu Boss" jawab Wenda.
Burhan dan Yudi tengah bersiap untuk ke Bandara Sultan Hasanuddin. Yudi yang sedang mengurus check out ke Resepsionis "Yud apa mereka juga mau ikut mengantar ke Bandara" tanya Burhan. "Iya kayaknya Siska mau nganter Bro" jawab Yudi. Burhan yang melihat tanda merah di leher Yudi tidak menanyakan ke sahabat kecilnya ini. " Itu leher kamu kenapa banyak merah-merah begitu" tanya Burhan menyelidiki. "Aku kena alergi, mungkin ngak cocok makanan semalam" jawab Yudi." "Perasaan semalam yang kita bawah kekamar cuma martabak manis" kata Burhan. "Mungkin aku alergi cokelat" jawab Yudi asal. " Aku baru tahu kamu alergi cokelat Bro" jawab Burhan....
"Burhan kamu pesan Taxi kalau mereka jadi ikut ke Bandara" kata Eko." Iya aku kesana dulu yah, mau tanya Laela sama Siska" kata Burhan.
Pada akhirnya mereka ke Bandara berempat naik Taxi. Sesampainya di Bandara mereka hendak masuk antrian ke ruang pemeriksaan. Tapi mereka berpamitan. Sisla memeluk Yudi sambil menangis." Kak jangan lama yah disana, aku....." Siska tak dapat berkata-kata.....Semalam dia telah melakukan layaknya suami istri, perasaan takut menyelimuti hati Siska. Perasaannya bercampur aduk.....akhirnya Burhan dan Yudi memasuki ruang pemeriksaan untuk segera check.in.
Laela yang sempat melihat banyak tanda merah di leher Yudi waktu di Bandara tadi. Lalu Laela melihat di leher Siska juga tak ada tanda apapun jadi dia penasaran bertanya pada Siska.
"Siska kenapa leher Yudi merah-merah begitu..." tanya Laela "Katanya gatel-gatel Kak semalam" jawab Siska sekedarnya. Dalam hati Siska berkata seandainya Laela tahu, tanda merah itu lebih banyak di area dadanya, Laela bakal shock.Batin Siaka berkata.
...****************...
__ADS_1
# Bersambung#