
...****************...
"Suster ruang Super VIPnya ada" tanya Gita...."Sebentar saya check dulu Bu" kata Suster " Untuk ruang Super VIP masih kosong Bu" kata Suster. " Itu aja Mbak. " Bisa minta identitas KTP penjamin" kata Suster jaga. " Ini KTP saya, berapa biaya harus saya bayar untuk perawatan sampai tuntas" kata Gita sebentar setelah menghitung untuk Biaya ini total selama 1 minggu
Biaya Administrasi 25.000
Konsul dr.Spesialis
250.000 x 7
Total 1.750.000
Biaya Tindakan Besar :
350.000 x 2
Total 700.000
Angkat Peluru 300.000/gram
Berat Bullet. 7.45 gram x 2
Total 4.470.000
Angkat Jahitan 150.000
Bebat tekan luka 75.000
Biaya Infus 100.000
Monitor Vital Sign 110.000
Ganti Perban 50.000
Biaya Kamar VVIP 1.800.000 x 7
Total 12.600.000
Grand Total. Rp.20.030.000
"Ini biaya sementara yang terhitung, apabila ada penambahan biaya lain bisa di lunasi sebelum pasien keluar" terang Suster dengan rinci. Sampe tangan author keriting ngitung berat bulletnya.
"Ini Mbak saya bayar yang terhitung sementara semua, sisanya saya lunasi setelah di nyatakan bisa pulang" kata Gita. Gita menyerahkan Black Cardnya...."Ini Bu bukti pembayarannya, terima kasih" kata Suster dengan sopan."Sama-sama Sus" jawab Gita
Eko akan segera di pindahkan ke ruang rawat VVIP.
__ADS_1
Mereka mengikuti Suster yang membawa brankar dorong memasuki kamar inap.
Gita melihat kondisi Eko yang sadar pasca operasi matanya nyalang tapi terlihat linglung dan lalu matanya tertutup kembali.
Suster memindahkan Eko ke Bed Pasien. Gita duduk di samping Eko yang belum bangun efek obat kadang membuat pasien demam tinggi, mual dan pusing.
" Gita biarkan Eko beristirahat dulu, kamu sebaiknya istirahat juga, agar kamu tidak kelelahan" kata Mama Helen. " Aku ngak ngak apa apa Ma" jawab Gita." Mas Hendro ayo kita keluar dulu sekalian beli sesuatu di luar" kata Papanya Gita. " Baik Mas" jawab Om Hendro. " Mama disini dulu aku keluar beli air mineral dan makan" kata Om Hendro. " Iya Pa.."jawab Lasmi
Gita menyandarkan kepalanya di pinggir kasur Eko...tak lama kemudian dia tertidur.
"Aduuuh kok Gita tidur disitu sih" kata Mama Helen..."Udah biarin aja Len, dia kecapean itu, kasihan kalau di ganggu istirahatnya" kata Tante Lasmi. Mereka keluar dari kamar duduk di teras ruang VVP itu.
Om Prasetyo dan Ludmila tiba di Bandara Soekarno-Hatta 3.15 mereka keluar di ruang kedatangan setelah mwngambil bagasi.
Dia melihat seorang pria paruh baya membawah kertas tulisan namanya dan nama suaminya tertulis. " Pak.... kok ada yang tahu nama kita disini yah.... padahal aku ngak kenal orang itu tanya Mamanya Eko. Sementara Mang Agus hanya senyum senyum terus lupa menyapa..... Prasetyo yang telah melihat namanya tertulis lengkap "Maaf Mas apa sampean disuruh Non Gita menjemput kami" tanya Prasetyo...." Bener Tuan" jawab Mang Agus sambil tersenyum ramah....."Tuan" gumam Prasetyo....mumet aku....
Mang Agus segera mengambil koper yang di bawah Prasetyo, "Mari Tuan biar saya yang bawah kopernya" kata Mang Agus. " Apa Tuan ....apa kamu ngak salah panggil, kayak zaman Londoh" kata Mila....Mang Agus hanya bisa garuk kepala...."Ngak usah Mas biar saya bawah sendiri , ini ringan kok"kata Prasetyo.
"Tuan tunggu di sebentar saya ambil mobil dulu".kata Mang Agus. Mobil yang di bawah Mang Agus menuju RS.Medika Sunter dengan kecepatan stabil.
Waktu di butuhkan kurang lebih 1 jam 10 menit untuk riba di RS. "Tuan kopernya biar saya pindahkan ke mobil Non Gita" kata Mang Agus.
"Iyah Mang saya percayakan sama Mang Agus dan Non Gita yang atur" kata Mamanya Eko.
Mereka tiba di dekat ruang tapi tdk menemukan Gita lainnya. Mang Agus bingung, "Pergi kemana mereka semua "gumam Mang Agus
" Mang dimana anak saya dan Non Gita" tanya Mamanya Eko. " Saya juga ngak tahu Nyonya" jawab Mang Agus bingung....sambil garuk kepala.
" Coba Mang Agus tanyakan kepada petugas" kata Prasetyo .
" Maaf Bu Suster kalau pasien atas nama Eko yang masuk ruang operasi tadi dimana yah" tanya Mang Agus.
" Sebentar saya cekkan" kata petugas jaga. Setelah mengecek bukunya." Pasien atas nama Tuan Eko sudah di pindahkan ke ruang rawat inap VVIP lantai 3 No.1, silahkan lewat lift di sebelah kanan dekat tangga Pak" jawab suster jaga." terima kasih Bu suster" jawab Mang Agus....
Mang Agus menekan angka 3 di dalam lift.
" Lasmi yang melihat Kakak iparnya Prasetyo dan Ludmila datang dari arah lift langsung berdiri " Mas Prasetyo, Mbak Mila" ucap Lasmi.
Lasmi langsung memeluk Lasmi dengan mata berkaca-kaca , sesaat kemudian, menyalami Prasetyo.
"Mas kenalkan ini Mamanya Gita" kata Lasmi, mereka berjabat tangan satu sama lain dan saling memperkenalkan diri. " Mas Pras dan Mbak Mila silahkan masuk kedalam, lihat keadaan Eko" kata Lasmi.
Ayah dan Mamanya Eko masuk ke ruang dalam ruang perawatan, Mas yang tidur di samping Eko itu pasti Non Gita kan" tanya Mamanya Eko.
" Mungkin, nanti kita tanya saja langsung" jawab Ayahnya Eko.
__ADS_1
Bagaimanapun kuatnya seorang Ibu, melihat anaknya terbaring lemahdengan perban di dada dan di pahanya , menitihkan air mata. " Eko kamu kenapa bisa begini nak" lirih suara Mamanya Eko, menangis tersedu-sedu.
Ayahnya Eko mekihat keadaan Eko hanya memegang kedua bahu istrinya, "Bu biarkan saja Eko istirahat jangan bangunkan dia dulu" kata Ayahnya Eko. Gita yang tertidur terbangun mendengar suara tangis." Gita mengosok mata dengan tangannya, Gita melihat wanita paruh baya dan seorang pria mirip Om Hendro.
" Om ,Tante maaf Gita ketiduran" kata Gita. Seketika Mamanya Eko dan Ayanya Eko memandang Gita dengan tatapan mata kagum.
" Ayu tenan, Mas" ucap Mamanya Eko. " Gita mencium punggung tangan kedua orang tua Eko.
Gita lalu memeluk Mamanya Eko....lalu menangis maafkan saya Tante, Eko mendapatkan musibah seperti ini. ucap Gita sedih.
Mamanya Eko yang mengerti perasaan wanita mengajak Gita duduk di Sofa agar tenang " Kita duduk disini aja Non Gita, cobs Non Gita ceritakan dari awal kejadiannya" ucap Mamanya Eko.
Gita menceritakan kejadian dari awall yang berencana mencari makan diluar, sampai di hadang oleh beberapa orang dengan senjata parang dan golok.
Kedua orang tua Eko mendengar keterangan Gita memaklumi dan bisa menerima kejadian ini ,bukan dengan menyalahkan Gita.
"Ini semua bukan kemaun kalian berdua, tapi ini adalah musibah, tidak semua orang menginginkan terjadi pada dirinya, non Gita jangan menyalahkan diri sendiri" kata Ayahnya Eko. " Iya non ini kehendak yang Kuasa, yang penting kalian selamat, "Wajar kalau Eko melindungmu dari penjahat-penjahat seperti mereka".kata Mamanya Eko.
Dan lagi Eko tidak mungkin membiarkan non Gita yang Ayu tenan di ganggu" senyum Mamanya Eko tulus, sambil membelai Gita.
" Tante ngak usah pake non Gita menyebut nama saya" pintah Gita dengan senyumannya, gigi putih Gita yang terlihat menambah pesona senyuman Gita.
" Beruntung banget Eko kalau bisa berjodoh dengannya" gumam Ayahnya Eko.
Om Hendro dan Papanya Gita yang habis membeli makanan dan minuman serta buah-buahan datang membawa 2 kantong plastik besar masing-masing di tangannya.
Tante Lasmi dan Mamanya Gita melihat suami mereka membawah kantongan itu seketika berdiri membantu suami mereka. " Pa, Mas Prasetyo dan Mbak Mila sudah ada di dalam" kata Lasmi.
Mereka semua masuk kedalam....Om Hendro mencium tangan Kakak dan Iparnya. " Kang Mas gimana kabarnya" "Alhamdulilah baik Ndro" jawab Ayahnya Eko. "Kang kenalkan ini Papanya Gita" kata Om Hendro mereka saling berkenalan.
"Sekarang kita makan aja dulu, Mas Pras dan Mbak Mila pasti laper perjalanan dari Sulawesi kan jauh" kata Papanya Gita.
" Maaf kita makan ala kadarnya dulu, ini saya sudah belikan Eko makan dan Susu Segar, ini juga ada Buah-buahan" kata Ayah Gita.
"Gita kamu juga harus makan nak, dari tadi kamu belum makan lho" kata Tante Lasmi.
Mereka makan melantai bersama di atas karpet tebal rumah sakit.Ruang VVIP yang luas dan mewah tidak menjadi kendala pertemuan dua keluarga itu. Selesai makan mereka duduk mengobrol dan berbincang.
Gita.....gita....suara Eko terdengar pelan. Gita berdiri di ikuti Mamanya Eko dan Ayahmya. " Mas syukurlah kamu sudah sadar" ucap Gita.
Eko heran Ayahnya dan Mamanya ada disini.Mamanya Eko mencium kening Eko menangis haru, melihat Eko yang sudah sadar...." Ayahmu dapet kabar dari Om Hendro, kami datang menjengukmu nak" ucap Mamanya Eko.
...****************...
#Bersambung#
__ADS_1