Air Mata Terakhir

Air Mata Terakhir
Kematian Ella


__ADS_3

...****************...


Ella menghubungi Alvin sejak jam 9 pagi tapi tidak aktif. Ella akhirnya menuju rumah Danau tempat Alvin bersembunyi dia mengendarai sendiri mobil yang biasa dia pakai.


Rumah di tepi danau sangat sepi tak terlihat aktifitas Alvin dan pengawalnya. Ella membuka pintu.


Ella memuntahkan isi perutnya melihat kondisi Alvin dan Tony bersama anggotanya. Lututnya goyah tak mampu menopang tubuhnya.


Ella melihat pembantaian yang baru ia lihat seumur hidupnya. Ella berfikir siapa yang melakukan kekejian ini.


Alvin terlihat terbujur kaku lehernya hampir terlepas dan keadaan Tony lebih mengenaskan.Ella menyandarkan tubuhnya di dinding kayu rumah itu. Kematian orang-orang suruhannya ini dapat ia simpulkan bahwa Gita telah mengetahui bahwa dia yang memiliki rencana. Saat ini dia merasa Ella menjadi target selanjutnya.


"Aku harus pergi dari sini secepatnya" gumam Ella. Dia meninggalkan rumah itu setelah menguatkan diri.


Ella yang langsung menuju Bandara untuk meninggalkan Indonesia. Tapi dia tak tahu mobilnya di buntuti oleh Bravo B.


Mobil yang di tumpangi Ella oleng hingga terbalik beberapa kali, hingga masuk kedalam air empang, dengan posisi terbalik. Tak ada gerakkan dalam mobil Ella terhimpit oleh setir mobil dan kakinya terjepit. Hingga ia kekurangan oksigen....Ella menyusul Alvin dan lainnya.


Bravo B melapor, target utama selesai. "Komandan target di selesaikan dengan aman" ucap Nyoman. "Baik, kembali ke markas" jawab Komandan Black.

__ADS_1


Gita yang sedang berada di kantor bersama Burhan dan Yudi. Dian datang bersama Komandan Black.


"Nona Gita kami telah menyelesaikan misi kami dengan sukses" jawab Komandan Black.


"Ini video Alvin dan Tony yang menjadi kaki tangan Ella" ucap Dian. Gita melihat penyiksaan Tony dan Alvin.Gita mual lalu lari ke toilet ruangan kantornya.


Burhan dan Yudi merinding, mereka bergidik ngeri melihat penyiksaan Tim Paman Black. "Paman apakah ini tidak akan berdampak pada Kak Gita" tanya Burhan. "Kami menyelesaikan dengan rapi" jawab Paman Black."Tak ada jejak,saksi yang ada hanya 3 orang saksi itupun mereka adalah korban keberutalan Tony.Mereka akan menutup mulut dan tidak akan membocorkan kejadian karena kami memantau mereka".Terang Paman Black


Gita datang dengan muka pucat dari toilet. Lalu ia duduk di kursinya kembali. Kak Gita ngak apa-apa" tanya Burhan."Iya ngak aku baik-baik saja hanya sedikit pusing" jawab Gita."Paman ini sisa uang yang aku janjikan. "Gita menuliskan cek tunai senilai 5 milyar kepada Paman Black.


"Paman Black ini Bonus yang aku janjikan kepada Paman" ucap Gita. "Ini banyak sekali Nona Gita" jawab Paman Black. "Ajaklah tim Paman ke Bali untuk liburan" jawab Gita sambil tersenyum." Baiklah Nona Gita, terima kasih atas kerjasamanya".


Eko yang yang beberapa hari ini telah pulih dari sakitnya menelpon Gita. "Sayang besok aku sudah boleh pulang, tetapi hanya di suruh kontrol saja" ucap Eko di telepon.Gita sangat senang menendengar kabar dari Eko hingga sore itu ia memutuskan untuk menjemput Eko pupang bersama kedua orang tuanya.


Burhan yang mengendarai mobil yang beli oleh Gita dari Paman Black menuju Rumah Sakit Medika. "Assalamualaikum" salam Gita...."Walaaikumsalam" jawab Ayahnya Eko. "Syukurlah Mas Eko sudah sehat Ma" kata Gita.


Setelah menyelesaikan administrasi mereka menuju rumah Gita yang terletak di Pondok Indah. "Waahh besar sekali rumahnya Pak" ucap Rumah yang jarang Gita tempati swlama ini hanya di jaga oleh beberapa pembantu dan penjaga kebun.Burhan memarkirkan dihalaman luas rumah tersebut. Yudi menurunkan barang-barang dari bekasi di bantu oleh Burhan."Letakan saja di situ biar Mang Ujang yang membawanya ke dalam" kata Gita."Ngak berat kok" jawab Yudi.


"Bi Narsi tolong bawah Bapak dan ibu ke kamarnya"kata Gita "Baik Non" jawab Bibi pembantu rumah tangga Gita."Mari Nyonya" ucap Bibi Narsi.Ayah dan Mamanya Eko mengikuti dari belakang."Bi Narsi membuka pintu kamar, terlihat ruang yang luas dan bersih. Gita mengajak Eko menuju kamar tamunya. "Mas sementara kamu menginap di kamar ini dulu yah"ucap Gita tersenyum sambil mengandeng tangan Eko.

__ADS_1


"Saya kira kita sama-sama" cemberut Eko." "Mau di omelin sama Mamanya" jawab Gita. Eko terdiam "Iya yah kok aku lupa Bapak juga ada disini" jawab Eko sambil menggaruk kepalanya."Makanya kita harus segera menikah Mas" jawab Gita.


Eko duduk di tepi ranjang yang besar itu.Lalu dia menarik Gita ke pangkuannya."Sayang aku maunya sih cepet-cepet tapi menikah itu butuh biaya untuk melamar kamu" jawab Eko.Tangan Eko menoel hidung Gita yang bangir itu lalu mencium pipi Gita. "Sayang aku kangen banget sama kamu" jawab Gita.Mereka berpelukan beberapa saat melepas rindu selama ini. Gita bahagia mereka dapat berkumpul bersama lagi."Sayang soal lamaran kamu ngak usah mikir yang aneh-aneh aku udah menyiapkan semuanya.Kita akan menikah sederhana saja, minggu depan kita urus sama-sama.ke KUA yah" kata Gita.


"Mas aku akan meyuruh Bibi menyiapkan makan malam, kamu sama Burhan dan Yudi dulu yah, Ngak enak kalau lama-lama ninggalin mereka Mas" kata Gita. "Iya sayang" jawab Eko.


Burhan dan Yudi lagi duduk di tepi kolam renang sambil merokok dan minum kopi yang di sediakan Bi Narsi. "Burhan tidak di sangka Eko akan menjadi orang kaya"ucap Yudi.


"Ya itu sudah takdirnya Eko Yud" jawab Burhan bijak." Kalian lagi ngomongin aku yah" ucap Eko dari belakang. " Geer banget kamu Ko " jawab Yudi. "Ko sekarang kamu bisa tenang bersama Gita" jawab Burhan."Iya Ko kamu ngak ada yang gangguin kamu lagi nantinya"jawab Yudi.Eko yang tak mengetahui kejadian selama di Rumah Sakit.


Burhan dan Yudi menceritakan semua yang Paman Black dan Timnya kerjakan.Eko sedikit shock melihat video dari Burhan. "Kawan kalian adalah sahabatku sejak kecil,aku berhutang budi pada kalian semua" kata Eko."Kita ini bukan hanya sahabat Ko, tapi udah kayak saudara"jawab Burhan."Iya Ko kamu ngak usah ngomong kayak gitu lah" ucap Yudi menimpali. "Kami juga sekarang bekerja untuk Gita, jadi kita kumpul begini aja aku udah senang"jawab Burhan. "Bener Ko kemarin aku membantu Gita menyelesaikan Wedding Client Gita"jawab Yudi."Wah baguslah kalau begitu" jawab Eko senang.


"Ko aku harus pulang dulu ke Makassar, nanti aku kembali lagi ke Jakarta secepatnya"jawab Burhan."Emang kamu mau ngapain pulang Bro" tanya Eko. "Aku sudah janji sama Laela"jawab Burhan singkat."Aku juga mau pulang Ko aku juga kangen Siska" jawab Yudi.


"Kalian boleh pulang setelah pernikahanku sama Gita"ucap Eko. "Menikah" jawab Burhan dan Yudi bersamaan.


...****************...


#Bersambung#

__ADS_1


__ADS_2