
...****************...
Pagi itu Yudi mendatangi Burhan ia naik motor vespanya sendiri.
Burhan yang baru saja habis pulang dari pabrik mengantar teh milik Karaeng Matolla duduk -duduk di teras rumahnya. Kopi hangat dan rokok yang tak pernah pisah.....
"Woooiiiii Bro mampir" teriak Burhan. Yudi memang yang niat dari rumah untuk kerumah Burhan memarkirkan motor Vespa mininya.
"Tumben elo pake Vespa ini tanya Burhan". "lagi pengen aja" jawab Yudi. "Tuan rumah...ada tamu kok ngak di buatkan Kopi" tanya Daeng Hasan ayahhnya Burhan. " Iya nih Om, Burhan ngak buatkam saya Kopi, katanya gula habis" kata Yudi asal...."Kampr*t lho Yud sejak kapan gue bilang ngak ada gula" jawab Burhan kesal.....
Daeng Hasan yang mengenal kedua bersahabat sejak kecil tak mempermasalahkan obrolan keduanya...." Sana cepetan buatkan gue Kopi" kata Yudi....sambil senyum senyum.
"Iya tunggu sebentar" kata Burhan..Hehehe Yudi terkekeh. Burhan keluar membawah kopi dan gorengan di atas nampan .
"Nih tuan raja Kopi dan gorengan" ledek Burhan." Aahh gitu aja ngambek" goda Yudi...." Makasih yah sayang" ucap Yudi...."iiih elo kok lama-lama mirip Eko', asal ngomong aja" kata Burhan.
Yudi menyeruput kopi pelan yang masih panas, menyalahkan rokoknya sendiri yang dia bawah. " Burhan, ngomong-ngomong Eko mana sih, kok ngak kelihatan batang hidungnya 1 minggu ini" tanya Yudi.
" Ooh dia ke Jakarta, katanya Kakak sepupuhnya pengantin" jawab Burhan.
"Burhan kamu temani aku ke Makassar nanti habis Isya kita pulang" tanya Yudi. " Kapan..."tanya Burhan...."Tahun depan, yah sekarang lah" jawab Yudi kesal.
Hehehe Burhan ketawa melihat Yudi kesal." Yah mandi dulu sana, gue tungguin" ucap Yudi....
Burhan masuk kerumah lalu mandi , 10 menit kemudian dia mengenakan kemeja lengan pendek dan celana cokelat muda, tak.lupa memakai.jaket .
__ADS_1
Burhan duduk di dwpan Yudi sambil memakai sepatunya. "Wangi banget kamu Burhan" tanya Yudi...." Udah cepetan habiskan Kopi mu" jawab Burhan.
Burhan kali semangat ke Makassar karena dia masih pegang delapan ratus ribu, uang pemberian Kepala Desa.
Burhan mengeluarkan dompet memberi mengeluarkan lembaran lima puluh ribu delapan lembar.
Yudi bengong Burhan memberinya empat ratus ribu," Sorry Bro baru ku kasih uang mu" kata Burhan." Ini uang apa" tanya Yudi.... " Itu dari Kepala Desa kan dia kasih uang 20 juta waktu kita ke palembang, di pakai bayar tiket pergi- pulang, dan biaya angkut dua korban dan lain-lain, sisa 3 juta,lalu uang itu ku kembalikan tapi Kepala Desa tak mau terima semuanya, Kepala Desa hanya mengambil dua juta, sisa satu juta. Kita berdua empat ratus ribu, Eko saya kasih dua ratus ribu karena bantu antar jemput Hafsah ke sekolah jawab Burhan jelas Burhan panjang lebar.
Yudi tersenyum senang , mantap nih Burhan, pokoknya kamu ngak usah isikan bensin motor, pake uang ini aja, aku yang traktir makan" semangat Yudi.
"Ayoo kita berangkat mumpung masih pagi, sekalian kita nonton film di Bioskop" Kata Yudi. Burhan yang tak tahu modus Yudi mengajaknya nonton bakal kejadian seperti Eko nasibnya.....
Vespa mini menuruni puncak Malino dengan santai....mereka menyusuri jalan....panas terik mulai berasa ketika sudah memasuki Kota Makassar Yudi singgah ke kios di Pantai Losari.
Mereka memesan minuman segar sekadar mengurangi rasa haus...." Baru jam segini sudah panas" ucap Yudi...
Yudi segera memasukan uang koin seratus rupiah. 'Assalamualikum....salam Yudi setelah mendengar suara Siska" "Walakumsalam...Kak Yudi " Tanya Siska". "Iya Siska ini aku, ..."jawab Yudi." Siska nanti siang kamu ada waktu ngak" tanya Yudi. " Aku pagi ini mau masukin lamaran dulu" kata Yudi." Syukurlah kalau Kak Yudi sudah mau cari pekerjaan" jawab Siska.
"Doain yah...semoga aku di terima" kata Yudi. " " Amiiin kak,Oh iya kak aku mau ke kampus sebentar paling jam 1 siang udah selesai" kata Siska." Ya udah nanti jam 1 aku telepon lagi" kata Yudi dengan semangat. " Iya Kak, sukses yah Kak" Yudi mengakhiri teleponnya dan kembali ke tempat Burhan menunggu." Telepon siapa Yud" tanya Burhan." Siska aku memberitahunya bahwa aku mau ngelamar kerja". Kata Yudi....Burhan hanya diam.
"Burhan temani aku dulu ke PT. Sampurna, kebetulan aku di reperensikan oleh supervisornya" kata Yudi." Ayo jam berapa kita kesana" tanya Burhan...." Sekarang saja mumpung masih jam 09 30" jawab Yudi.
Vespa melaju ke kantor pt. sampurna yang terletak di tengah Kota Makassar. Yudi memarkirkan motornya."Burhan kamu tunggu sebentar yah, itu di sana ada tempat ngopi" kata Yudi. " Baiklah, semoga kamu di terima Bro" ucap Burhan." Amin, thanks yah Bro".jawab Eko senang.
Yudi masuk ke dalam kantor dan bertanya pada resepaionis." Maaf Mbak saya mau melamar kerja"..."Ohh reperensi Pak Amran yah" kata resepsionis." Iya Mbak " jawab Yudi sambil tersenyum.
__ADS_1
Resepsionis yang masih jomblo itu ,bersemangat melihat Yudi yang tampan dengan postur tubuh yang tinggi."ganteng banget yah, mudah-mudahan dia jodohku" kata resepsionis itu berangan-angan.
"Tunggu sebentar yah Kak, saya masukan ke bagian Personalia dulu" ucap resepaionis itu. " Baik Mbak, terima kasih" jawab Yudi.
Yudi duduk di ruang tunggu, resepsionis itu kembali ke tempatnya, 20 menit kemudian dia mengangkat telepon.
Resepsionis memanggil Yudi." Kak tolong isi formulir ini dulu" pinta resepsionis. " Baik" jawab Yudi....
Yudi mengisi formulir dengan cepat, lalu ia menyerahkan ke resepsionis itu." Kak nanti tunggu telepon dari kami, untuk melakukan jadwal interview" kata resepsionis itu." Baik Mbak, terima kasih informasinya.
Yudi keluar menghampiri Burhan yang sedang minum Kopi. " Burhan kamu ngak pesan roti bakar atau makanan apa kek" tanya Yudi."Sekalian tunggu kamu saja Yud" jawab Burhan.
" Mbak saya pesan Kopi Susu, Roti bakar 2 dan Bubur Ayam pake telor setengah mateng 2" Kata Yudi." Ditunggu sebentar yah Kak kata pelayan. Yudi membuka air mineral yang ada dimeja lalu meneguknya." Burhan doain yah, minggu depan jadwal interview ku" kata Yudi. "Iya dong saya doakan, kamu juga shalat minta petunjuk Yud" " Bener Burhan" kata Yudi....
Mereka menghabiskan waktu hanya duduk di waekop.Tepat jam 1 siang Yudi menelpon Siska."Halo sayang...."kata Yudi...." Siapa ini suara berat laki-laki terdengar di dalam telepon" . Waduuh kayaknya bukan Siska yang angkat, Bapaknya ....semprul kenapa aku langsung pake sayang sayang Yudi terdiam lalu menutup telepon. Tut....tut....tut.... Bapaknya Siska yang mengangkat telepon marah marah, Sontoloyo "siapa sih tadi telepon pake sayang sayang "kata Bapaknya Siska". Siska yang lagi kedatangan tamu di teras pura pura tidak mendengar. "Kak tadi kayaknya Yudi nelpon deh" kata Siska. "Kok kamu tahu" tanyanya...." Ia kan Kak Yudi suka ceroboh kalau di telepon, panggil sayang sayang, Eh pas tadi Bapakku yang angkat, Yudi malah pake sayang sayang" kekeh Siska.
Laela yang sedang bertamu itu memang sudah janjian sama Siska. Sejak ketemu di duka rumah Kepala Desa, Siska bertukar nomer telepon rumah.Siska tahu kalau Yudi ke Makassar pasti bawah temen.Karena dia tahu dari Laela bahwa Eko lagi ke Jakarta. Siska menyuruh Laela ke Makassar dengan alasan mencari tempat kursus profesional menjahit.
Laela yang memang berencana menginap di rumah Siska pun, bwrsusah payah mendapatkan izin.
Suara telepon berbunyi lagi, kali Siska cepat mengangkatnya mendahului Bapaknya yang sedang membaca koran.
Assalamualaikum....salam suara di telepon.....
...****************...
__ADS_1
#Bersambung#