
Eko yang baru pertama kali datang ke kantor Riska begitu kagum dengan desain kantor dan interiornya beserta ornamen-ornamen ala eropa, arsitek ini sangat detail menempatkan segala sesuatunya berestetika tinggi.
Kantor Butik yang terletak di Jakarta Selatan itu tertata rapi dan mewah
ruang tunggu tamu yang luas dan nyaman. Di sudut ada ruang konsultasi yang terlihat ada beberapa pasangan muda yang di diterima oleh staf kantor Riska.
Bagian resepsionis terlihat nama nama Butik tersebut tertulis menggunakan cuting laser bercahaya lampu
"De la Rista Gita Olivia"
Riska yang menoleh ke belakang melihat Eko berdiri melihat foto hasil Karyanya dimana Para Selebriti Dalam dan Luar Negeri memakai Pakaian pengantin berbagai model.
'Mas ayo kita ke ruangan ku dulu" kata Riska. " Baiklah...jawab Eko.
Riska naik ke lift di lantai 5 di atas sana ada Wenda sekretarisnya...memakai Konsep ruang managemen terbuka tanpa skat membuat ruang itu lebih legah.
Kantor dan Butik tertata mulai lantai dasar resepsionis, lantai dua ruang gambar, staf konsultasi desain, lantai tiga ruang pakaian butik, lantai empat ruang fitting, lantai lima ruang managemen keuangan dan direktur.
"Pagi Bu..... salam Wenda" 'Iya pagi"...jawab Riska datar. Wenda yang melihat sosok Eko mengikuti Riska di belakang "Pagi Pak..." salam Wenda lagi...." Pagi juga Mbak....jawab Eko sambil tersenyum ramah.
Riska menutup pintu ruangannya lalu mencubit perut Eko, "Ngak boleh genit yah " ancam Riska. "Iya iya sayang, aku cuma senyum menyapa saja"....jawab Eko.
__ADS_1
"Sayang itu di belakang meja itu bahasa apa dan apa artinya" tanya Eko
Le travail est de l'art de votre point de vue. "Ooh itu bahasa perancis artinya, karya adalah seni dalam sudut pandang anda" jawab Riska.
"Oh yah Mas Eko tunggu disini aja aku mau rapat dulu bersama staf" kata Riska.
"Iya Bu... Riska Gita Olivia" jawab Eko dengan panjang....Riska makin gemes sama sih Eko, "awas kamu ya Mas selesai rapat nanti" ucap Riska sambil mengedipkan matanya. Riska keluar lalu menghampiri "Wenda tolong kasih tahu ob bawahkan minuman untuk tamu di ruangan saya" pintah Riska. "Baik Bu...." jawab Wenda
Oh iya Bu proposal kerjasama yang di ajukan Wedding Organizer sudah di antar langsung oleh Mbak Rina Gunawan dan Elma Theana
"Wenda kamu kasih sama Pak Eko di dalam ruangan ku, biar dia pelajari dulu" kata Riska. " Baik Bu.." jawab Wenda. Riska melangkah ke ruang meeting yang sudah duduk para stafnya dari beberapa divisi.
Wenda mengetuk pintu ruang Riska, Eko menengok Wenda yang masuk membawa dua proposal." Pak Eko ini ada dua proposal dari dua Wedding Organizer, silahkan Bapak pelajari dulu" kata Wenda. Eko sedikit bingung tapi dia tidak bertanya pada Wenda, dia tahu pasti Riska yang menyuruh Wenda memberinya.
Eko membuka proposal membaca lembaran proposal itu satu persatu, membaca dan membandingkan proposal di sebelahnya.Dua-duanya bagus untuk konsep dekorasi pernikahan dan souvenir proposal Elma Theana ini bagus. Sedangkan untuk Make up dan Catering Rina Gunawan lebih cocok dengan harga kompetitip sesuai pengalaman jam terbangnya gumam Eko.
Meeting yang di lakukan Riska selesai tepat jam 12.20 siang, Eko hampir dua jam lebih mempelajari dua proposal itu, dia menyandarkan kepalanya di sofa sambil menunggu Riska datang. Dia mulai memahami konsep WO ini.
"Halo sayang, lama yah nunggunya" kata Riaka. " Ngak juga ini sekalian tadi aku pelajari dua proposal ini sayang, jadi ngak bete kok" jawab Eko. Riska tersenyum Eko tidak membuang waktu percuma.
"Menurut kamu gimana Mas" tanya Riska. " Kita pake keduanya aja sayang, untuk konsep desain dekorasi dan souvenir kita percayakan sama Elma Theana, untuk make up dan catering kita pake Rina Gunawan aja" Saran Eko.
__ADS_1
"Apa ngak ribet mas kalau pake 2 WO nya" tanya Riska." Nah itu tugas ku mengawasi dan mengatur mereka nanti" jawab Eko. "Begini sayang, harga yang dikeluarkan oleh calon pengantin harus sesuai dengan ekspektasi mereka dengan 3 orang yang memiliki nama besar di belakang dalam konsep pesta itu, akan memberi kejutan berbeda dari konsep biasanya" jelas Eko semangat. "Wah pandangan Mas Eko detail dan cerdas banget....sini aku cium dulu, gemes banget sama kamu" ucap Riska. Eko bangga dapat pujian dari Riska....dia dapat ciuman dan cubitan sekaligus.
"Lho kok pake di cubit juga" heran Eko." Ini hukuman kalau senyum senyum lihat perempuan lain" tatapan dingin Riska. Eko cuma senyum sambil meringis...."Iya...iya ngak lagi, janji" kata Eko sambil mengangkat kedua jarinya.
Riska hanya mengoda Eko, tersenyum senang. " Mas kita makan siang dulu yah, kamu ngak laper apa" tanya Riska. " Iya sayang aku juga mulai laper, yuukkk" jawab Eko.
Eko menyalahkan mesin mobil lalu keluar "Kita kemana nih" tanya Eko, " Terus aja sayang menuju ke Jl.Lapangan Ros Tebet" kata Riska. Riska mengarahkan mobil ke Ayam Bakar Wong Solo.
Pelayan segera menghampiri keduanya, silahkan ini menunya kata pelayan itu." Saya pesen 2 Ayam bakar, Minumanya Jus Alpukat 1 dan kamu Mas minumannya apa" tanya Riska. "Aku Jus Sirsak aja " jawab Eko.Pelayan itu mencatat pesanan lalu berlalu ke bagian kasir.
Eko melihat foto pemilik Ayam Bakar Wong Solo berfoto dengan ketiga istrinya." Bahagianya Pria itu" kata Eko....tanpa sadar. " Kamu mau kayak begitu, mau aku potong sambil memegang sendok di dorong ke atas dan bawah" ucap Riska sambil menatap Eko dingin...." Aku ngak ada niat kok seperti dia" jawab Eko ketakutan. Eko membayangkan anunya di potong, bisa jadi Kasim gua gumam Eko ngeri." Tapi kenapa Mas bilang bahagia" tanya Riska mengoda Eko." Riska seperti yang pernah aku katakan bahwa Apapun masa lalu mu aku tak peduli,aku hanya akan memberi cinta yang tulus dan kesetiaan untukmu" ucap Eko...sambil menatap Riska serius. Riska bahagia ia senang Eko menyatakan sikap seperti itu.
Dia memeluk Eko, kebetulan di meja depan, Nadya sahabat Vianka sepupuhnya Eko berada di sana bersama keluarganya makan siang. Nadya yang berpakaian santai, mengenakan topi , memperhatikan Riska dan Eko di depannya. Tatapan matanya menyelidiki.
Itukan Mbak Riska Gita Olivia, tumben bisa ketemu makan disini, ucap Nadya dalam hati. Lalu ia mengambil handphone di dalam tasnya.Ia meninggalkan meja makan menjauh dari keluarganya.
Dia menekan nama yang ada di handphonenya...nada sambung terdengar, Halo Vianka disini...jawab Vianka di telepon. "Vanka aku melihat Mbak Riska lagi makan sama cowok, gila ganteng banget cowoknya" kata Nadya semangat. Vianka memutar bola matanya, dia fikir info penting apa Nadya sampaikan, kalau Riska makan sama sepupunya yang konyol ngapain Nadya repot repot melapor.
'Cowoknya tinggi, putih yah" ucap Vianka datar." Lho kok elo tahu sih" tanya Nadya... Bola mata Vianka berputar lagi dengan malas dia mendengar suara kaget Nadya. Itu saudara gue" jawab Vianka malas... "Apa saudara elo, kenapa ngak ngomong sih punya saudara kayak dia, kan gua bisa jadi ipar elo" seruh Nadya." Males punya ipar kayak elo suka ngeretin cowok "ledek Vianka.
" Ngak bakalan gue eretin deh saudara elo Vanka" jawab Nadya sambil terkekeh. Terdengar suara telepon di tutup. Aaiiissah Vanka ini kejem banget sih sama aku.jengkel Nadya sambil menghentakan kakinya.
__ADS_1
#Bersambung#