
Om Eko bernama Hendro menunggu Eko sedari sore di depan teras wajahnya terlihat gelisah.
"Kemana sih bocah itu, udah jam segini belum nyampe-nyampe". gumam Om Hendro.
"Mungkin dia lupa alamatnya Pa" kata Bu Hendro. "Mana mungkin Eko lupa Ma" Ucap Om Hendro , "dia kan udah dua kali kesini" jelas Om Hendro
"Coba telepon Ayahnya Eko apa sudah berangkat apa belum...."aku sudah belikan tiket Garuda ma kan tinggal dia ambil di loket Bandara" kata Om Hendro.
Sementara Eko dengan tangan gemetar ia memasang kalung di leher Riska, tangannya berkeringat dingin.....
"Ko lama banget masangnya" ....tanya Riska...."Ini lagi aku pasangin" kata Eko gugup.
Riska mendengar suara Eko gugup senyumnya dikulum.
Setelah memasang kalung itu Eko mundur ke dekat jendela...."Ngapain kamu di situ"tanya Riska sambil tersenyum.
"Ini aku lagi cari angin" jawab Eko gugup. Riska tahu Eko masih lugu tangannya gemetar memegang rokok.
Riska mengenakan pakaian dengan T-Shirt dan celana Jeans pendek.... memakai sepatu cats..
" Riska boleh aku aja yang bawah mobil"kata Eko. "jahitan tangan mu belum kering Ko" kata Riska.
Akhirnya Riska yang membawa mobil dia ngak tega kalau jahitan luka Eko terbuka lagi.
Mereka keluar menuju jalan Hasanuddin No.12 Bandung " Ko kita makan di Toko You aja yah" usul Riska. "aku lagi pengen makan Chinese Food" pinta Riska.
Toko You adalah tempat wisata kuliner legendaris di Bandung dengan nuansa klasik....terkenal sejak 1947.
"Aku ngikut aja" jawab Eko, dia juga belum pernah makan Chinese Food.
Mereka berdua mencari tempat duduk di pojok. Pelayan membawakan menu, " Aku pesen Kwetiauw Goreng 1 + Batagor Kingsley yah Mbak....Minuman Jeruk Hangat aja "ucap Riska. "kamu pesan apa Eko" tanya Riska....
Eko melihat menu lalu membolak balik, "Aku pesen Rawon Pamggang aja, minumannya Jus Jeruk"....kata Eko.
__ADS_1
"Ko besok siang kamu temeni aku ketemu client yah" mohon Riska. "tapi besok kita singgah ke Cibaduyut dulu" ucap Riska...."kalau kamu ngak bisa juga ngak apa-apa kok, kamu bisa menunggu di Hotel" ucap Riska datar.
"Aku ikut aja Riska....bete kalau sendirian di kamar"jawab Eko......Riska tersenyum puas mendengar jawaban Eko.
Jam 11 malam mereka kembali ke Hotel....Riska mengganti pakaiannya dengan baju tidur Lingerie transparan berwarna pink, Eko meneguk air ludahnya....."Ya Tuhan cobaan apalagi ini". gumam Eko.
Eko yang gugup segera ke kamar mandi membasuh mengosok gigi, lalu membasuh mukanya. Riska di atas ranjang tertawa geli melihat Eko yang gugup....dia hanya mengoda apa Eko lulus ujiannya....Ia mendambakan seorang pria yang teguh imannya.
Eko keluar dari kamar mandi ia langsung duduk di Sofa menyalahkan TV. Jantungnya berdebar kencang.
Riska yang melihat ini hanya tertawa dalam hati, ini noment yang dia suka menguji sampai batas keteguhan hati Eko.
" Ko bisa minta tolong" tanya Riska. "Apaan" jawab Eko. " Badanku pegel nih"...pinta Riska.
Degh....jantung Eko seperti mau copot rasanya, bagaimana mungkin pikirnya, menyentuh wanita saja belum pernah, apalagi dengan kondisi pakaian seperti itu.
Ingin rasanya dia pergi dari kamar ini, tapi kadung terjadi Eko juga merasa tidak enak hati, apabila ia meninggalkan Riska di dalam kamar sendiri. Batin Eko berperang saat ini.
Eko mengumpulkan keberanian, "Riska aku ngak bisa pijat kamu dengan kedua tanganku" jawab Eko polos.hanya tangan kananku yang bisa" ucap Eko pelan.
"Ngak apa-apa Ko, yang penting pegelnya hilang" jawab Riska.
"Baiklah" jawab Eko. keringat dingin Eko rasakan saat ini. Eko memulai memijat betis Riska yang mulus itu matanya tak berani menatap ke bawah, "Tangan kamu dingin banget yah Ko"tanya Riska,...."Ooh mungkin karena ACnya terlalu dingin" jawab Eko beralasan.
"Ko yang betis kiri lagi" pinta Riska. Eko melanjutkan pijatannya yang asal itu, "Jangan terlalu kenceng yah Ko" pinta Riska. ....."Iya" jawab Eko singkat".
Setelah di rasa enakkan, Riska meminta Eko memijat bagian paha belakangnya, "Ko naik ke paha pijatnya" pinta Riska sekali lagi.
Eko menaikkan tangannya ke paha belakang Riska, "Seumur-umur baru kali ini aku memijat perempuan" batin Eko. Merasa pijatan paha kanan sudah cukup Eko pindah ke paha kiri, dengan pelan Eko meneruskan pijatannya.
"Ko tolong pijat bagian punggung ku"pintah Riska. Eko merasa waktu
terasa lambat berputar....jantungnya berdetak kencang ketika tangannya menyentuh punggung lembut Riska.
__ADS_1
"Ya Tuhan lindungi hamba mu ini" doa Eko dalam hati. Hampir 20 menit Eko memijat punggung Riska. "Riska boleh aku minum sebentar", usul Eko. Ia meminum air mineral sekedar menenangkan jantungnya yang berdebar-debar.
"Iya minum aja Ko, tolong ambikan aku juga yah" pintah Riska dengan manja.
Eko mengambil air mineral menuangkannya ke dalam gelas bening, lalu menyodorkan ke Riska tampak wajah Riska yang kelihatan lelah seharian ini, bawah mobil.
Setelah meneguk habis air di gelasnya Riska bersandar di dinding ranjang. " Eko kemari temani aku di sini" panggil Riska. sambil menepuk bantal di sampingnya.
Eko manut naik ke atas ranjang lalu duduk seperti Riska, ia menutup bagian bawah perut dengan bantal, Riska yang memperhatikan kelakuan Eko hanya terkekeh dalam hati.
" Ko boleh nanya ngak" tanya Riska. "Boleh emang mau nanya apa" jawab Eko. "Kalau aku bisa jawab, aku jawab, kalau ngak bisa yah di pending dulu" jawab Eko.
"Kamu ngak punya pacar atau temen deket wanita apa" tanya Riska. Riska mencoba mengenal sosok Eko ini lebih jauh.
"Untuk saat ini aku belum pernah pacaran atau mempunyai teman wanita yang dekat dengan ku".jawab Eko jujur ."Terus terang ini kali pertama aku memegang wanita, dan itu kamu" jawab Eko lugas.
Hati Riska berbunga, ia sangat senang bahwa Eko masih perjaka tinting.Tapi Riska tidak menunjukkan kegembiraannya kepada Eko, ia masih menutup rapat.
Lalu Riska menekan tombol power TV mematikan sebagian lampu, hanya lampu kuning di belakang ranjang yang masih menyalah.
Riska membaringkan tubuhnya....lalu menarik selimut menutup tubuhnya.
Eko bernafas lega, ia melihat Riska memejamkan matanya. Namun Riska berpura-pura seolah dia sudah tertidur....Eko merebahkan tubuhnya di samping Riska.
Eko mencoba memejamkan matanya namun aroma parfum Riska kian menyiksa dirinya.....Eko hanya berharap dia dapat tidur secepatnya kalau ia memejamkan mata pasti dia akan tertidur, itu pikiran Eko.
Tapi tidak dengan Riska, Riska yang melihat Eko memejamkan mata mengoda Eko lagi, Riska mulai mencium bibir Eko. Eko terkejut bukan main....dia membuka matanya....tapi tangan Riska menutup matanya. Eko yang tak pernah merasa sensasi seperti ini sedikit terbuai, lidah Riska sudah menyapu mulut Eko. Nafasnya Riska mulai memburu.
Eko membuka matanya pelan, tiba-tiba ia tak ingin meneruskan kegiatan itu bersama Riska, ia ingin memiliki Riska seutuhnya....ia ingin hubungan berlandaskan kasih sayang, bukan nafsu birahi. Ia tahu wanita yang di ciptakan dari tulang rusuk kiri pria, Eko ngak mau memanfaatkan kelemahan Riska.
Eko mendorong lembut pundak Riska lalu telunjuknya menahan laju bibir Riska yang merah muda itu. "Riska maaf aku tidak bisa melakukannya.....lebih dari ini" ucap Eko.
#Bersambung#
__ADS_1