
Uwak Misbah memegang jenggotnya yang panjang itu sambil berkata apa kalian sudah menghubungin Adikku Turai..... Burhan memandang Pak Arlan...
"Iya Uwak....saya telah mengabarinya dan telah memberi tahu posisi kami jawab Pak Arlan.
Baiklah kalian tunggulah Turai baru ke bawah jurang ini saat terang nanti ucap Uwak Misbah......
Burhan membuka ranselnya....dan memasak air dengan parapin untuk membuat kopi, Pak Arlan juga membuka ranselnya mengeluarkan nasting serta gelas tambahan.....untuk mereka berlima Pak Arlan mengeluarkan nasi goreng yang terbungkus aluminium foil lalu menghangatkan dengan hotpack, 15 menit nasi itu sudah hangat.Lalu ia mengambil Mie Instan yang di keluarkan Burhan memasaknya sekaligus di panci nesting.
Burhan menyuruh mereka meminum kopi itu untuk menambah tenaga mereka...."Kalian minumlah kopi ini dulu....lalu ia memberi Uwak Misbah Kopi dan Sebungkus rokok Filternya......Hahaha tawa Uwak Misbah.....anak muda sudah lama aku tak menghisap rokok seenak ini ucap Uwak Misbah.....senang.
Burhan tersenyum Uwak Misbah menyukai rokok yang di berikannya.
Pak Arlan memberi mereka nasi goreng itu ketiganya, mereka makan dengan lahap tanpa berbicara, Pak Arlan menyerahkan Mie instan kepada Burhanbdan Uwak Turai....tapi Uwakn Misbah menolaknya...." Kau bagilah ke mereka saja bertiga kekeh Uwak Misbah mereka lebih membutuhkannya .....
Mereka bertiga memang sudah 4 hari tidak makan hanya air yang masih tersisa di botol minuman mereka selama 4 hari tersesat di Hutan.
Sementara Uwak Turai meminta kepada Tim Delta dan Charlie untuk turun segera, posisi mereka yang sudah dekat puncak Gunung Dempo turun dengan segera mendengar dari HT Tim SAR.
__ADS_1
Uwak Turai yang hapal jalur memotong jalan melalui sisi lereng Gunung Dempo.....hampir 4 jam mereka mengitari sisi lereng itu menjelang subuh mereka sudah mencapai pos 7 lalu turun ke bawah terlihat jejal kaki Harimau....Uwak Turai melihat sisa pakaian Tim SAR yang nampak ada bekas robekkan, rupanya mereka menjumpai Nenek Gunung tapi Uwak Turai tidak menemukan korban, Mereka cukup cerdik mengalihkan perhatian Nenek Gunung gumam Uwak Turai.
Nampak bekas Mie Instan yang terbuka juga telah sobek....Uwak melakukan memenjamkan matanya nampak mulutnya komat kamit membaca, entahlah apa yang ia baca.....dan melemparkan sesuatu dari tangannya ke semua arah, sedangkan tim yang mengikutinya hanya melihat saja dan diam.
Ayo kita naik ke sisi atas menuju Pos 8 pinta Uwak Turai....mereka mengikuti Uwak Turai dari belakang.......
1 jam kemudian mereka berhenti di persimpangan ia melirik kekiri dan kanan, tiba-tiba salah satu Tim SAR menunjuk SANDI yang Burhan gores di sisi pohon sebelah kiri san kanan....."Lihat itu ada yang menandai di pohon tanda X dan tanda Panah sebelah kanan......
Mereka sudah faham dengan sandi itu langsung mengambil jalan sebelah kanan, 1 jam mereka menyusuri sisi tebing dengan petunjuk sandi, mereka lalui sisi tebing dengan susah payah.....2 jam kemudian mereka melihat tenda yang didirikan Burhan.
Mereka yang di dekat Pohon besar itu mendengar suara jejak langkah melihat 5 orang datang......Kanda Misbah....Uwak Turai melihat Kakak seperguruannya itu duduk di depan Burhan, sambil memegang gelas stainless itu....."Kanda Misbah.....lama kita tak jumpa Kanda ucapnya haru"....Turai kemarilah kau cicipi rokok pemberian Burhan ini, sambil berbincang.....ujar Uwak Misbah.
Uwak Turai menoleh ke arah Burhan, begini Uwak masih ada 1 korban lagi di bawah jurang dekat pohon yang tumbang tempat aku menemukan alm Fariz , 3 orang yang tersesat tadi mendengar kata Almarhum langsung menghampiri Burhan....mereka histeris dan meraung sambil menangis...."Kak ceritakan, dimana Fariz dan Norma....dia belum mati kan Kak ....Kakak pasti berbohong...ucapnya sambil tersedu-sedu......sedang 2 pemuda tampak lesu dan menangis,..
Pak Arlan dan Tim SAR yang melihat situasi seperti ini mencoba menenangkan mereka...."Kalian tenanglah dulu, ucap Pak Arlan...."
"Bagaimana kami bisa tenang Pak, bagaimana kami menjelaskan kepada keluarganya kalau kami pulang nanti tangis gadis itu"
__ADS_1
Pak Arlan terdiam....Burhan berdiri lalu berjongkok di depan mereka bertiga...."Kalian istirahatlah di dalam tenda, aku di utus Ayahnya Fariz kalian tidak usah menangis lagi...aku yang akan menjelaskan situasi kalian disini....ini bisa terjadi pada siapapun di alam seperti ini..." Burhan yang tenang berbicara dan bijak dalam berfikir membuat ketiganya mengangguk...."Istirahat maki dulu di dalam tenda kata Burhan dengan logat bahasa makassar...."
Pada akhirnya mereka masuk juga kedalam tenda....Uwak Turai dan menarik nafas dalam mengerti situasi ketiganya yang masih syok.
Turai kau perintahkan cari korban yang jatuh itu ke jurang sana....kau jagalah mereka, aku tahu Nenek Gunung (Harimau) pagi ini telah mencium bau kalian....untung kau sudah memagari jalan mu tadi...tapi Nenek Gunung sangat pintar dia berjalan memutari pagar mu dari luar....biar aku berbicara dulu ke Nenek Gunung untuk menjauh dari sini barulah kalian turun ..." pinta Uwak Misbah".
Pak Arlan dan lainnya termasuk Burhan saling memandang satu sama lain, bagaimana cara Uwak Misbah bisa berbicara dengan seekor Harimau....tanya mereka dalam hati.
Uwak Misbah sudah berdiri lalu ia berbalik seperti membuat garis di tanah lalu melangkah ke arah kiri jalan setapak yang telah di lewati Uwak Turai tadi.....ia telah mencium bau Harimau cukup dekat.....
Di bawah pohon Uwak Turai yang memahami kebingungan mereka semua, meminum kopi lalu menghisap rokoknya...."Kalian pasti bingung kan kekeh Uwak Turai......kalian tunggulah, sebentar lagi ada pertunjukkan hebat kata Uwak Turai....."
Tiba-tiba suara Auman terdengar sangat keras di depan jalan setapak tepat tempat berdiri Uwak Misbah....Tubuh Uwak Misbah berjongkok lalu tangan dan kakinya berubah.....tumbuh bulu-bulu kasar bercorak kuning dan belang hitam, tubuhnya membesar berbulu kuning bajunya mulai robek satu persatu....ekornya keluar memanjang.....dan tepat di depan Uwak Turai nampak seekor Harimau ........saling berhadapan dengannya.....mereka sama-sama mengaum keras....hingga tanah bergetar dan burung-burung berlarian......suara Siamang bersahutan takut memberi sinyal bersahut sahutan.....ke temannya
Pak Arlan dan Tim SAR lainnya nampak pucat ketakutan....seumur hidupnya baru kali ini mereka melihat manusia bisa menjadi Harimau, begitu juga Burhan nyawanya seperti melayang....Ia dan lainnya bersurut mundur ke belakang Uwak Turai.
Hanya Uwak Turai yang masih tenang duduk menatap ke depan, sedangkan Mahasiswa di dalam tenda tidak mendengar auman ini mereka tertidur pulas sekali akibat 4 hari tidak tidur di alam ghaib.
__ADS_1
#Bersambung#