Air Mata Terakhir

Air Mata Terakhir
AMT 7


__ADS_3

...MAKASIH UDAH MAU LANJUT PART😊...


...JANGAN LUPA VOTE, LIKE END KOMENNYA YA READERS😍...


.......


.......


.......


.......


.......


...HAPPY READING...


Pagi ini tepat pukul 3:45 Kiara bangun. Badan serta kepalanya sangat terasa sakit, tetapi ia sekuat tenaga memaksa badannya untuk bangkit. Dengan badannya ia membersihkan rumah itu. Tepat pukul 5 Kiara sudah selesai beberes-beres, memang sedikit lambat dari biasanya.


Kepala Kiara sudah sangat pusing dan berniat untuk menelpon zey untuk meminta izin untuk tidak masuk kerja hari ini.


Tetapi baru aja Kiara menaiki satu anak tangga ia sudah merasakan pusing yang teramat di kepalanya. Badan Kiara semakin lama tidak bisa nahan bobot tubuh itu dan langsung terjengkang ke belakang, tetapi untung ada EL yang dengan sigap menangkap tubuh itu. EL yang hendak pergi ke masjid tidak sengaja melihat Kiara yang hendak jatuh.


"Ra lho kenapa? " EL menangkap Kiara yang sudah tidak sadarkan diri


EL membopong tubuh kiara menuju ke kamar Kiara.


"Wajahnya pucet banget!!"EL menatap khawatir wajah manis itu.


Hari ini EL tidak sholat subuh di masjid melainkan di kamar Kiara.


"Akkhh... " Tak lama setelah EL menaruh Kiara pun tersadar


"EL?" Lirih Kiara saat mendapati EL tengah sholat di kamarnya


Kalau boleh jujur sebenarnya Kiara sangat kagum melihat ketampanan EL berbalut peci dan sarung seperti itu.


Kiara yang melihat jam subuh hampir habis langsung beranjak dari kamarnya.


'Assalamu'alaikum wa rohmatuloh, Assalamu'alaikum WA rohmatuloh'


"Ra lho mau kemana? " EL langsung beranjak dan memegang pundak Kiara


"Aku mau ambil air wudhu" Kiara sambil memegang kepalanya


"Lho mending tayamum aja, badanmu masih cukup lemas" Tutur lembut EL


"Hehhh... Lho gak usah sok peduli sama gue!!gue lebih tau tentang diri gue ketimbang lho!!" Sinis Kiara


EL yang mendengar jawaban Kiara matanya seakan memanas, rahangnya juga ikut mengeras


"DASAR TIDAK TAU BERTERIMA KASIH!! Tau gitu gua mending biarin lho jatoh dari tangga tadi!!" Bentak Kesal EL yang langsung melangkah keluar.


"Bodok amat !!" Kiara langsung melenggang ke kamar mandi


Tepat pukul 6 EL sudah turun untuk sarapan, tetapi saat EL membuka tudung saji tidak ada semangkok sayur ataupun lauk disitu.


"KIARA!!" Panggil teriak EL


"Ada apa sih teriak teriak!!" Kesal Kiara


"LHO GAK MASAK!!!" EL dengan nada yang masih keras


"Enggak" Jawab singkat Kiara


"Lho ya..... " Ucap EL langsung diputus Kiara


"APA?? Lho mau marah? marah aja, gua gak peduli!!" Ngegas Kiara


"Lho udah brani ya sama gue?" EL mendekat kearah Kiara


Kiara menelan susah salivanya melihat tampang EL yang cukup murka itu.


PLAKKKK


Tamparan keras itu mendarat mulus di pipi Kiara, hingga ia tersungkur ke lantai. Pipinya seakan akan mati rasa.


"Itu hukuman buat lho yang udah brani bantah gue" EL tersenyum miring


PLAKKKK


tamparan yang tidak kalah kuat pun mendapat mulus di pipi EL.


"SELAMA INI GUE KURANG SABAR APA HA!!" Kiara menatap tajam EL dengan air membasahi pipinya

__ADS_1


"LHO UDAH PERMAINKAN PERNIKAHAN KITA, LHO UDAH BUAT GUE JADI ISTRI KONTRAK LHO, LHO UDAH BUAT GUE SEPERTI WANITA MURAHAN YANG SEENAK JIDAT LHO TAWARIN KE TEMEN-TEMEN LHO , LHO UDAH BUAT GUE SEPERTI PEMBANTU!!" Sentak keras Kiara beruntun.


"LHO SADAR GAK SIHH!! DENGAN CARA LHOO SEPERTI ITU, SAMA SAJA DENGAN LHO JATUHIN HARGA DIRI, HARKAT DAN MARTABAT LHO SEBAGAI LAKI-LAKI!!" Lanjutnya dengan nada yang masih sama


"DAN JANGAN LHO KIRA YANG TERSAKITI DISINI CUMA LHO DOANG!! GUE JUGA, EL !!Gua juga! Disini kita diposisi yang sama, sama-sama terjebak dalam ikatan tanpa cinta" Kiara melenggang pergi


Ia langsung menaiki taksi online yang telah ia pesan tadi, sedangkan EL ia masih terpaku di posisinya


"Apa gue pulang ke rumah mama papa aja ya.. " Niat Kiara


"Gak... Gak... Gak, kalau gue pulang ke rumah merekapun akan sama saja,mungkin lebih parah" Kiara


"Apa aku menyewa hotel saja ya.., ah iya aku akan menyewa hotel saja sampai hubungan kontrak ku selesai" Kiara


Sesampainya dikantor Kiara langsung membereskan make up nya yang berantakan tadi.


"Selamat pagi tuan, maaf saya telat" Kiara


"Kamu kenapa ra?? Muka kamu semakin hari semakin pucat saja, kamu sakit?? "Zey penuh perhatian


" Saya tidak papa tuan, hanya sedikit kurang enak badan saja. Tenang! ini masih bisa saya kendalikan."Kiara


"Udah priksa ke dokter? " Kiara menggeleng


"Tapi saya untuk minum obat kok tuan, mungkin sebentar lagi mungkin akan sembuh" Kiara


"Ya udah kalau gitu, tapi kalau kamu gak kuat jangan dipaksain ya.. "Kiara mengangguk


" Oh iya tuan, ini ada berkas yang harus tuan tanda tangani"zey langsung menandatangani nya


"Kalau gitu saya permisi tuan" Kiara melenggang pergi


Waktu jam makan siang pun tiba, Kiara yang sudah selesai dengan tugasnya seperti biasanya ia pergi ke kantin kantor.


"Ra, yok makan bareng sama aku" Ajak zey yang di anggukin kiara.


Kiara dan zey makan dengan diselingi cerita lucu di masa lalu.


"Lho masih inget aja zey, padahal gua udah hampir lupa"kiara dengan tawa recehnya


" Masih lah, kamu kan sahabat aku satu satunya."zey tawa recehnya


"Eh ra, ini pipi kamu kenapa?" Zey memegang pipi lebam itu


"Oh em.. Ini... Ini... Ini tadi kepentok" Bohong kiara


"Bener-bener tu orang minta dikasih pelajan" Zey menggerakkan tangannya


"Gak papa kok, tadi juga aku udah tampar dia balik." Kiara tersenyum kecut


"Emm... Ya udah gak usah dibahas lagi, ayo lanjutin makannya" Kiara


Saat mereka sedang asik berbincang tiba-tiba ada seseorang yang menarik tangan Kiara cukup kencang, hingga membuat Kiara spontan memeluk lelaki itu. Yah... Tidak lain laki-laki itu adalah EL


Brukk


Pelukan Kiara cukup hangat membuat EL ingin sekali menghentikan waktu yang terus berjalan, sedangkan Kiara ia merasa tidak asing dengan parfum yang dipakai lelaki itu.


"EL?" Kiara mendongak keatas dan lalu mendorongnya


"LHO BISA GAK, GAK USAH KASAR SAMA KIARA!!" Bentak zey


"GUE SUAMINYA, LHO SIAPA Ha? " Jawab dingin EL


"Gue? " Zey menggantungkan ucapannya dengan senyuman sinis nya


"Gue calon suami penggantinya kiara" Lanjut tajam zey


Mata EL seakan-akan memanas, murka? Yah itu yang EL rasanya sekarang, sedangkan Kiara sangat kaget dengan ucapan zey barusan tetapi dia berusaha menetralkan ekspresinya untuk meyakinkan EL


"Ikut gue sekarang!!" Tegas EL sambil menarik kasar tangan Kiara.


"EL lepasin, EL!!" pintar kiara tanpa diperdulikan EL


"DASAR BRENGSEK!!" Zey langsung memukul rahang EL hingga tersungkur


EL yang tersungkur langsung bangkit dan membalas pukulan itu


"LHO GAK USAH IKUT CAMPUR!! INI MASALAH RUMAH TANGGA GUE SAMA KIARA!! LHO HANYA ORANG ASING!! RETI!!" EL memegang kerah zey dan langsung mendorongnya


"Ayo ikut gue!!atau gue akan beri tahu ke orang tua kita tentang hubungan kita yang sebenarnya! " Mata Kiara membulat sempurna


Tanpa menunggu jawaban Kiara , EL langsung menarik Kiara kedalam mobil

__ADS_1


"Arggghhh!!" Teriak zey saat mobil itu berlalu dihadapannya


"Kita mau kemana? " Kiara dengan tatapan kedepan


"Ke Rumah"EL


.....


Sesampainya dirumah EL menarik kembali kiara.


" Mereka siapa" Orang-orang yang tengah bekerja


"ART"jawab singkat EL


" ART?"tanya bingung Kiara


"Bunda mau nginep kesini selama 2 bulan, karena ayah ada pekerjaan bisnis keluar JEPANG. Lho harus beres-beresin barang lho ke kamar gue, dan bersikap lah lho sebagaimana seorang istri, reti!!" Jelas EL panjang lebar.


"Ke kamar lho? Kenapa gak lho aja yang ke kamar gue?!" Kiara


"Kenapa?? Lho takut gue suruh tidur dibawah lagi" Kiara mengangguk


"Di kamar gue ada sofa kasur, lho bisa pakai tu sofa." Kiara pun mengangguk


"Ets.. Dan lho gak perlu lagi beres-beres rumah, gue udah nyewa 30 ART untuk itu" Kiara hanya mengangguk.


Whatt 30?? Banyak amat tong. Itu hal yang wajar, karena rumah Adit besarnya udah gak lapangan bung Karno


.....


Malam hari tepat pukul 8, frischa udah sampai ke mansion EL dan disambut ramah para EL kiara dan juga para pelayanan-pelayan.


"bunda" Panggil Kiara yang langsung menyalimi sang bunda yang disusul EL


"Ya ampun, mantu bunda makin cantik aja" Puji Gita sambil mendekap pipi kiara


"Bunda bisa aja" Kuara


"Ayo bunda aku anter ke kamar bunda" Adit menuntun frischa


"Eh tunggu? Kalian udah sholat belum" Tanya frischa yang dijawab EL bergeleng


"Ayo sholat jama'ah sama bunda" Ajak  frischa yang dianggukin keduanya


Mereka pun sholat berjamaah di kamar sholat yang telah EL siapkan dulu yang rencananya ia akan pakai bersama kesya.


"Assalamu'alaikum wr, assalamu'alaikum wr"


EL mencium tangan sang bunda dan disusul Kiara. Ini lah kali ke-2 Kiara mencium tangan EL.


"EL yang romantis donk, katanya dulu waktu sebelum kamu nikah kamu pengen kayak bunda sama ayah" frischa


"Iya bunda" EL langsung menarik kepala Kiara dan mencium kening, pipi Kiara yang membuat Kiara memelototkan matanya


"Itu doang, yang lain enggak"? frischa


"Maksudnya bunda" Tanya bingung EL


"Ini" frischa menunjuk bisa bibirnya


Mata Kiara dan EL membulat sempurna


"Whatt!! Bunda apa-apa sih, gak mungkin lah aku ngakuin itu ke dia" Batin EL


"Gak sudi gue ciuman sama ini orang, jijik bnget!! " Batin Kiara meringain jijik


"O... Oh.. Itu.., kami sering kok ngelakuinnya, tapi.... Berhubung ada bunda, jadi aku sengaja gak nglakuin itu. Karena Kiara orang nya tu pemalu bunda" bohong nya


"I.. Iya bunda, kami gak biasa mengumbar kemesraan dimuka umum, jadi Kiara malu kalau nglakuin itu didepan bunda" Saut Kiara


"Oh.. Ya udah kalau kalian malu gak papa, bunda reti" frischa


.......


Di kamar tidur mereka membuang nafas lega.


"Untung bunda percaya" EL memegang dadanya


"Untung kamu pinter ngarang" Saut Kiara yang diakhiri hembusan nafas kasar


"JAGA YA UCAPAN LHO!!" BENTAK EL


"Udah ah, aku mau tidur" Kiara langsung melenggang menuju sofa

__ADS_1


...VOTE, LIKE, AND KOMEN READERS 🥰...


...LANJUT PART...


__ADS_2