Air Mata Terakhir

Air Mata Terakhir
Kerinduan


__ADS_3

Laela masuk ke kamar, memandang langit langit kamarnya......ia tidak menyamgka akan berpisah dengan Burhan, ia berharap Burhan cepat kembali.......Besok sore aku akan kerumah Kak Masitoh siapa tahu ada kabar dari Kak Burhan kata Laela dalam hati.......


Suara dering telpon terdengar si rumahnya Yudi......Assalamualaikum....suara wanita terdengar .....Wlaikumsalam jawab Pak Santoso, ini siapa yah.....tanya Pak Santoso Papanya Yudi.....Siska di seberang telepon mengenalkan namanya sedikit gugup karena bukan Yudi yang mengangkat teleponya.....Maaf Om saya Siska temannya Yudi....jawab Siska....Papanya Yudi bertanya dalam hati Siska, mencoba mengingat teman-teman Yudi tidak ada yang bernama Siska, bahkan Yudi tidak pernah menyebut nama Siska dalam obrolan mereka......


Nak Siska ada keperluan apa yah sama Yudi, dan nak Siska tinggal dimana.....Oih Anu Om....gugup Siska...saya temannya Kak Yudi.Dulu aku pernah mendaki ke Gunung Bawakaraeng bersama teman-teman Kuliah Om terang Siska....Yudinya lagi ngak dirumah.........Dia ke Palembang barusan semalam berpamitan,....ke Palembang gumam Siska....Kak Yudi bekerja yah Om....Siska asal menebak....Ngak dia berangkat aemalam bersama Burhan di dampingi Tim SAR .....Tim SAR .....??? Siska terdiam sesaat...lalu Papa Yudi melanjutkan lagi pembicaraannya, dia tahu Siska yang bertanya ini pasti seorang teman speaial Yudi, karena jarang jarang Yudi ngasih telepon pribadi kalau bukan Keluarga.


Begini Siska Yudi dan Burhan akan melakukan misi pencarian Pendaki asal kampung ini yang hilang, kebetulan anak Kepala Desa Malino kami yang Kuliag di IKIP Makassar.

__ADS_1


Terang Pak Santoso, Iya Om Jawab Siska singkat, nanti kalau Yudi menelpon kesini Om akan sampaikan bahwa kamu mencarinya.....Iya Om terima atas informasinya.... Udah dulu yah Om ....Siska mau ke Kampus......Assalamualaikum Wr,Wb, .......Waalaikumsalam Wr,Wb lalu Siska menutup teleponnya......


Hatinya Gundah, Siska berdoa berharap Yudi selamat sampai tujuan, dan segera menemukan Mahasiswa yang hilang tersebut.


Pagi itu Siaka yang tak menyangka akan di tinggalkan Yudi dalam misi itu, segera menelpon teman Kampusnya pengurus MAPALA di UNHAS......


Bisa-bisanya mereka ketinggalan berita penting ini, mereka segeramengatur pertemuan dengan MAPALA UNHAS , pagi itu Ketua MAPALA IKIP dan UNHAS duduk di ruang yang sama dan di hadiri beberapa pengurus lainnya......rapat bersama itu akhirnya menyepakati untuk membantu Burhan dan Yudi

__ADS_1


mencari keberadaan Fariz dan teman-temannya, mereka mengutus Tim Penyisir ke Gunung Dempo dalam hal ini Tim Senior kedua Kampus masing-masing mewakili mereka, alasan Tim Senior yang di daulat karena mempunyai pengalaman Pendakian ke Gunung Dempo maupun ke Gunung-gunung lain yang ada di seluruh Kepulauan Indoenesia....Mereka di jadwalkan berangkat sore ini juga.


Habis selesai makan siang dengan keluarganya Laela yang banyak diam itu....tidak bercerita apapun ke kedua orang tuanya, la langsung masuk ke kamar.....ia duduk dekat jendela tatapan matanya ke arah Kebun Teh seluas mata memandang itu,, sambil membayangkan wajah Biurhan....ada kerinduan yang dalam dari sorot matanya......


Siska yang agak terlambat datang dalam rapat itu hanya mendapatkan info hasil rapat kedua MAPALA sedikit legah, karena teman-teman di MAPALA kampusnya cepat mengambil tindakkan....hal seperti ini menjadi kebiasaan bagi para pendaki mereka sudah tahu apa yang harus mereka lakukan, apalagi Faris merupakan salah satu teman di MAPALA mereka.


Lalu Siska duduk di teman dekat danau buatan Kampus UNHAS....matanya tampak berkaca-kaca ada rasa kekawatiran pada Yudi disana......Hendra menghampiri Siska yang murung itu....Siska kamu jangan sedih begitu ,doakan saja semoga Kak Yudi menemukan mereka segera....Hendra mencoba menenangkan Siska. Dalam rapat tadi aku sudah menyampaikan kepada Senior-senior yang berangkat untuk melapor apabila mereka sudah tiba disana. Nama Yudi dan Burhan sudah ku beritahu kepada mereka agar mereka bekerja sama.

__ADS_1


__ADS_2