Air Mata Terakhir

Air Mata Terakhir
Ke kantor SAR Palembang


__ADS_3

Gita meninggalkan Burhan dan lainnya setelah membayar makanan yang mereka pesan ......Ronald nama suami Gita, Gita memperkenalkan teman-teman baru Gita di Resto tidak banyak berkomentar......


Tapi sebagai seorang istri menjelaskan bahwa Burhan bersama rombongannya akan melakukan misi penyelamatan bersama Tim SAR, Ronald yang asli Perancis itu berpegang pada konsep liberal, ia tidak mempersalahkan Gita yang memiliki banyak teman pria maupun wanita dari berbagai kalangan itu, karena konsep liberal mendukung beragam pandangan prinsip-prinsip liberal yang di anutnya ini berdasarkan kebebasan hak-hak individu hak-hak sipil, hak asasi manusia .......... awalnya pandangan liberal ini dapat Gita terima namun lama kelamaan ada hal prinsip orang ketimuran yang masih Gita pegang terutama pada norma norma budaya dan agama yang berlaku di Indonesia......terkadang sesekali mereka bersilang pendapat.....namun Gita masih mempertahankan rumah tangga mereka........ Gita yang sudah 5 tahun tidak memiliki anak lebih menyibukkan dirinya sebagai Desainer, usia Gita dan Ronald terpaut usia 25 tahun.


Kita kembali ke rombongan Burhan, setelah menghabiskan kopi mereka dan beberapa batang rokok, waktu tersisa 30 menit lagi untuk melanjutkan penerbangan selanjutnya................


Mereka sudah di belakang counter check In, untuk melakukan pemeriksaan barang bawaan penumpang oleh unit Pengelola Bandara mengawasi alat Handling Baggage System, kalau istilah orang pada umumnya scaning.....hehehe


Pak Budi yang berada di belakang mereka memantau dari belakang Burhan dan Yudi yang melewati alat HBS itu tanpa kendala berarti......


Mereka berjalan menaiki anak tangga ke arah Gate sesuai tiket Pesawat mereka..............


10 menit kemudian panggilan dari Petugas Operator Bandara mengumunkan para penumpang tujuan Palembang untuk segera masuk, karena pesawat tujuan Palembang akan segera berangkat....


Burhan dan rombongan memasuki kabin pesawat satu persatu Burhan melihat Nomer tempat duduknya seat A 20- A21 Yudi, Tim SAR yang di pimpin Pak Budi di arahkan oleh Pramugari untuk duduk di Emergency Exit, Pramugari yang melihat seragam Tim SAR ini sengaja melakukan tindakan menukar posisi duduk mereka semula dari seat B 24,25,26 ke emergency exit adalah hal tepat dikarenakan berdasarkan pelatihan Tim SAR yang telah melewati berbagai pelatihan penyelamatan di berbagai bidang seperti Laut, Darat dan Udara bukanlah hal baru untuk melakukan tindakan pada saat darurat.


Terdengar tiga orang penumpang komplain nomer seat mereka tidak sesuai, pramugari yang berpengalaman dengan tenang menjelaskan dan menunjuk Tim Pak Budi yang mengenakan seragam SAR search and rescue tersebut akhirnya dapat menerima alasan pramugari melakukan rindakan menukar seat mereka.


Burhan dan Yudi yang memperhatikan kejadian singkat tersebut mendapat informasi baru buat wawasan mereka dalam penerbangan....Burhan dan Yudi juga membaca Brosur yang selalu di letakan belakang seat penumpang, membaca aturan keselamatan penumpang........saat ini mereka menaiki pesawat Garuda Boeing 737 ruang kabin pesawat ini terlihat lebih besar di bandingakan pesawat sebelumnya........pesawat mulai melakukan standar prosedur seperti yang sudah Burhan dan Yudi rasakan dari Makassar tidak terlihat kecanggungan dan gugup lagi.


Mereka lebih tenang, dengan khusyuk Burhan dan Yudi membaca doa sebelum pesawat take off........

__ADS_1


Setelah tanda lampu menyalah dan penumpang diperbolehkan melepas sabuk pengaman Burhan membaca majalah garuda yang banyak informasi tempat wisata di beberapa tanah air.....20 menit kemudian tampak pramugari mendorong alat angkut untuk makanan beku yang sudah di hangatkan, di ruang dapur kecil dengan oven oleh awak kabim senior.


Ada Jus Jeruk dan Fresh Milk kotak, Nasi Goreng dan Mie para penumpang di persilahkan memilih sesuai selera dan stock makanan yang masih tersedia.


Pada saat pramugari tersebut mendatangi seat Burhan dan Yudi mereka saling memandang....dan belum ada kejadian ini di pesawat sebelumnya.


Mbak Pramugari cantik,...... menawarkan kepada Burhan sebelum sempat ia bertanya, Mau Jus Jeruk atau Susu Mas, tanya Pramugari A Susu jawab Burhan...Nasi Goreng atau Mie tanya Mbaknya....Pramugarinya lagi...Mie aja Mbak.....lalu Burhan mengeluarkan lima lembar uang 50 ribu gambar Soeharto dan menyerahkan kepada Pramugari karena pikirnya dia akan membayar sekalian untuk Pak Budi".


Pramugari yang melihat Burhan memberi uang ke tangannya, tersenyum dan Pramugari B menutup mulut menahan tawa, mereka mengerti maksud Burhan itu seketika mengembalikan uang lagi,Burhan dan Yudi saling memandang bingung, " Ini gratis kok Mas untuk penumpang kata Pramugari A sedangkan Pramugari B melihat keduanya yang ganteng itu tidak menyangka jika penampilan Burhan dan Yudi yang ngak kampungan itu, baru pertama.melakukan Flight mereka....Pramugari B menyimpulkan.


Wajah Burhan dan Yudi merah merona, karena ketahuan lagi...........Hehehe. Burhan hanya kata terima kasih yang terucap di bibirnya.


Lalu Pramugari A dan B itu melanjutkan tugasnya ke seat di sebelah.Setelah itu Burhan meletakkan makanan di meja lipat untuk makanan yang telah di buka oleh pramugari tadi.


Kelelahan dirasakan mereka selama penerabangan sebelumnya tanpa tidur, 48 menit kemudian pramugari A yang akan meminta penumpang menegakkan sandaran kursi Burhan, menepuk pelan lengannya...sekita Burhan terbangun, silahkan sandarannya didirikan mas....kata Pramugari cantik itu sopan.


Yudi yang duduk di sebelah Burhan.melakukan hal yamg sama setelah pramugari meminta kepadanya. Silahkan sabuk pengaman di pasang kembali pinta Pramugari itu sekali lagi.


Terdengar suara musik dan suara


Co -Pilot pemantau Navigasi terdengar bahwa pesawat akan mendarat 20 menit lagi.......

__ADS_1


Rombongan mereka memasuki Bandara, Pak Budi memimpin si depan mengarahkan mereka ke bagasi untuk mengambil tas ransel mereka yang beberapa menit mereka tunggu akhirnya terlihat satu persatu........


Mereka berjalan keluar, dan disana terlihat Tim SAR berwarna orange berdiri menyambut Pak Budi." Lho kok kamu sendiri yang jemput aku Yos , tanya Pak Budi....aku lagi ngak sibuk Bud jawab Pak Yos rekan sejawatnya.....lagian kita sudah lama ngak bertemu sejak Diklat Yos jelas Yos kembali....Betul juga yang kamu bilang........


Pak Budi menyalami Rim SAR Palembang itu, di ikuti dua anggota Pak Budi...."Perkenalkan ini adik-adik yamg akan ikut serta dalam misi kali ini kata Pak Budi....ini Burhan dan itu Yudi......"Perkenalkan Yose Rizal yang seangkatan dengan Pak Budi ini, lalu menyalami mereka semua".


Ayo kita ke Kantor dulu ujar Pak Yose Rizal sambil menaiki mobil double cabinnya.....Burhan dan lainnya meletakan barang mereka di belakang.


Kantor SAR Palembang ini tidak jauh kok dari Bandara Sultan Badaruddin II , Yos membuka pembicaraannya di dalam mobil, untuk ke Kota kita hanya menempuh 12 Km , "Yos aku ngak bisa lama di kota ini karena lusa akan kembali ke Makassar" Karena Pak Dr. Haryanto Dhanutirto akan ke Makassar ujarnya, Burhan yang hapal nama-nama kementerian Kabinet Pembangunan VI tersebut, pun ikut bertanya dalam rangka apa Pak Budi Menteri Perhubungan ke.Makassar tanya Burhan,...Ooh itu sudah ada telegram masuk 2 hari lalu, ada acara peresmian Kantor Dinas Perhubungan di Kabupaten Bone 4 hari kedepan......jelas Pak Budi".


Pak Yose hanya mengangguk mengerti, ia tahu Budi akan bersiap menyambut Pak Menteri dan rombongan.


Bud kamu serahkan saja padaku,aku akan.memantau mereka dari sini dan Tim SAR Palembang akan aku tugaskan 3 orang bersama Tim Makassar ke Pagar Alam.


Letak Gunung Dempo di dataran pesemah Kota Pagar Alam berbatasan juga dengan Lahat jarak tempuh ke Kota Pagar Alam kurang lebih 7 jam dari Kota Palembang.


2 staf wanita dikantor yang masuk tampak membawa minuman dan Pempek Palembang khas makanan disana, " Silahkan.....dicicipi Pempeknya....kata Pak Yose Rizal ramah.....Vina tolong kamu panggilkan Arlan kesini. Dan kamu Yen tolong hubungi Posko SAR Gunung Dempo untuk memberitahu Wak Turai yang akan ikut serta membantu dalam misi ke Gunung Dempo....Baik Pak jawab mereka serentak.


Melihat Budi dan yang lain mencicipi makanan khas Kota Palembang, Pak Yos menyalahkan HT nya memutar tombol frekuensinya, Bravo 811 suara Pak Yose terdengar....bunyi trrrrtttt....Di monitor Delta 5-5 (penerimaan baik) Roger jawab suara terdengar dari HT Pak Yose......di Monitor, 10-2 (Posisi) Delta Roger ...tanya Pak Yose ...Standby di Monitor 8-1-10 (Komandan)


Delta Tim evakuasi Makassar 10-8 (menuju)....ucap Pak Yose... 8-6 (dimengerti) ......Bravo....

__ADS_1


Delta 8-1-5 (kondisi cuaca).....tanya Pak Yose....Monitor......" Raining Cats & Dogs (Hujan di sertai Badai)" jawab Delta .......di Roger...."Bravo Break ucap Pak Yose" mengosongkan frenkuensinya lalu mematikan HTnya.


__ADS_2