Air Mata Terakhir

Air Mata Terakhir
Ruang Operasi


__ADS_3

...****************...


Suara mobil ambulance meraung-meraung memasuki rumah medika sunter....Gita menangis sepanjang jalan dia membawah mobilnya di belakang ambulance dia berusaha kuat menghadapi cobaan kali ini.


Mobil berhenti di UGD tubuh Eko langsung di masukkan di ruang operasi. Gita berlari ke UGD setelah memarkirkan mobilnya.


Gita duduk di samping pintu operasi , dia merasa bersalah seandainya dia tidak mengajak Eko keluar dari Hotel, Eko akan baik-baik saja. Tapi ini sudah terjadi......


Hanya penyesalan, Gita rapuh di saat ini.Dia mengeluarkan Hp dari dalam tasnya." Ma....." suara tangis Gita membuncah..." Gita kenapa kamu nak"tanya suara Mamanya panik....." Gita ada di RS Medika Sunter"jawab Gita terisak." Tunggu Mama nak disana" jawab Mamanya Gita.


"Pa cepat kita kerumah sakit sunter sekarang" teriak panik Helen. " Ada apa Ma kamu kok teriak begitu" jawab Ahmad. "Gita ada di rumah sakit" ucap Helen. Giliran Papanya yang panik....dia memanggil sopirnya, Agus cepat kita harus kerumah sakit sekarang.


Di dalam mobil wajah Helen Mamanya Gita begitu resah, " Gus cepatan naik tol saja" perintah Ahmad, "Iya Tuan" jawab Sopir.


Helen menelpon Gita," Sayang kamu dimana nak" tanya Mama Helen. "Aku di UGD ruang operasi" jawab Gita


"Ayoo Pa, Gita ada di ruang UGD bagian operasi" kata Mama Helen. Mereka melihat Gita yang terduduk lemas wajahnya lesuh, merasakan sesak di dada mereka. "Maaaa...." suara Gita saat Mama Helen memeluknya. Mama Helen bersyukur Gita baik-baik saja.


" Kamu minum dulu nak" ucap Papanya Gita. Gita meminum air mineral itu, dia sedikit lebih tenang." Coba kamu ceritakan apa yang terjadi" tanya Papanya Gita dengan tenang.


Gita mulai bercerita kejadian yang menimpahnya,kepada kedua orang tuanya...." Ini yang ketiga kalinya Eko menyelamatkan ku Pa" ucap Gita lirih. " Mama Gita ngak mau kehilangan Eko Ma" ucap Gita.... "Iya sayang, kita doakan saja semoga operasi Eko berjalan lancar. Salah satu Dokter keluar dari ruang Operasi.


"Keluarga pasien Eko" suara dokter memanggil ...."Saya Dok" jawab Gita.


Dokter melihat Gita menangis, Bu kami sudah melakukan operasi tahap 1 untuk peluru yang bersarang di paha kanan Suami anda. Dan untuk Operasi kedua tepat di dada. "Mohon Ibu bertanda tangan disini" kata Dokter itu. " Dok tolong lakukan yang terbaik, berapa pun biayanya saya akan bayar" pintah Gita....


"Kami akan melakukan terbaik pada suami anda, mohon doanya" kata Dokter. Kedua orang tua Gita tampak melirik satu sama lain waktu dokter menyebut pasien Eko suami Gita.....


Gita teringat telepon Eko yang ada di mobil, Mang Agus tolong ambil kan dompet dan hp yang ada di mobil ku" tanya Gita...." Iya Non..." jawab Agus.


"Ini Non dompet dan Hpnya". kata Agus sopir papanya. "terima kasih Mang" ucap Gita. Gita mencari nomer keluarga Eko, Om Hendro....Gita menekan nomer Om Hendro." Assalamualaikum Om" .....

__ADS_1


"Waalaikumsalam" jawab Om Hendro...."Ini siapa yah" tanya Om Hendro...." Saya Gita Om, Eko ada di ruang operasi Rumah Sakit Medika Sunter Om" jawab Gita terisak...." Kamu tenang Gita" ucap Om Hendro..." Sekarang Om kesana yah sama Tante" kata Om Hendro.


60 menit kemudian Om Hendro dan Lasmi istrinya datang. Lasmi tampak kaget melihat Helen...." Helen ngapain kamu disini, kamu dimana aja selama ini" tanya Lasmi.


Helen langsung memeluk Lasmi." Adduh Lasmi maafkan aku jarang menemui mu" ucap Helen.


"Mama kenal istrinya Om Hendro" tanya Gita...."Lasmi teman Mama SMA nak" jawab Mama Helen. " Lasmi Eko ini anakmu" tanya Mama Helen...." Bukan sayang, Eko ponakanku, dia anak Kakaknya Mas Hendro suamiku" jawab Lasmi.


Helen mengangguk lalu duduk bersama.....berbincang tentang kejadian Eko


Melihat Om Hendro terabaikan, Papanya Gita menyalami Om Hendro. " Perkenalkan saya Ahmad papanya Gita" ucap Papanya Gita....."Hendro" jawab singkat Om Hendro.


Gita menceritakan kejadian yang di alami Eko, dimana Eko di keroyok tiga preman yang membawa senjata samurai dan golok menghadang jalan mereka.


"Jadi waktu kejadian kamu dimana nak. "tanya Lasmi, saya di dalam mobil Tante, Mas Eko menyuruhku menelpon polisi dan mengunci pintu mobil dari dalam. "Tindakkan Eko sudah tepat menyuruhmu menelpon polisi" kata Om Hendro


"Eko sangat berani, ia mau melindungimu mu nak" jawab Mama Helen sambil memeluk Gita anaknya itu...


Om Hendro menarik nafas panjang, dia mulai cemas...dia harus memberi tahu Kakaknya atas kejadian ini. Gita yang memahami kerisauan Om Hendro." Om ini Hp Mas Eko, coba Om telepon Papa dan Mama Eko, kabari mereka, aku akan menyiapkan tiketnya" terang Gita.


Om Hendro menekan nomer Kakaknya." Assalamualaikum Mas Prasetyo" salam Om Hendro..." Ini siapa" tanya Prasetyo papa Eko...."Ini aku adikmu" jawab Om Hendro...."Tumben kamu telepon aku Ndro" jawab Prasetyo.


"Mas Eko kena musibah, sebaiknya Mas segera berangkat sama Mbak Mila, nanti ku sms kode bookingnya" tiketnya" kata Om Hendro....


" Musibah apa Ndro"tanya Prasetyo penasaran...."Eko tertembak Mas" jawab Om Hendro pelan...." Yo wes aku segera berangkat ke Makassar aku tunggu sms mu segera" jawab Prasetyo.


Prasetyo segera mengambil tas kopernya, "Bu kamu dimana" teriak Prasetyo....Aku baru selesai mandi Mas" jawab Mila.


"Segera kemasi pakaianmu, gabungkan saja dengan pakaian ku di koper itu" kata Prasetyo.


"Ada apa Mas, kok buru-buru" tanya Mila...." Eko masuk rumah sakit. " Sakit apa anakku Mas" jawab Mila sambil menangis. " Kemasi saja pakaian mu, soal sakitnya nanti disana saja kita lihat" jawab Prasetyo yang tidak mau istrinya cemas.

__ADS_1


"Om Hendro tolong nama lengkap dan orang tua Mas Eko sesuai KTP" kata Gita. " Wenda tolong pesankan tiket pesawat yang langsung dari Makassar ke Jakarta atas nama Prasetyo usia 55 tahun dan Ludmila 50 tahun, masukan ke tagihanku" kata Gita. " Baik Bu" jawab Wenda.


Istrinya menurut saja, Mila. Selesai berkemas mereka mencari kendaraan umum. Burhan dan Yudi sedang berboncengan melihat Ayah dan Ibunya Eko membawa koper...."


"Om tante mau kemana" tanya Burhan." Mau ke Jakarta jenguk Eko Burhan jawab Om Prasetyo." Eko sakit apa Om" tanya Burhan dan Yudi bersamaan.


Om Prasetyo setengah berbisik ke Burhan Eko tertembak Burhan, jangan sampai Tante mu dengar" bisik Om Prasetyo.


"Yudi pinjem mobil mu sekarang," kata Burhan." "Om tunggu disini biar kami antar ke Bandara" kata Burhan.


1Yudi melaju ke arah rumahnya...."Assalamualaikum Pa" salam Yudi, " Pa aku pakai mobil ke Bandara" tanya Yudi."Untuk apa ke Bandara Yud" jawab papanya Yudi. "Om Prasetyo mau ke Jakarta Pa, Eko masuk rumah sakit, dia di tembak orang" terang Yudi. "Apa tertembak" kaget papanya Yudi...." Iya Pa" jawab Yudi sedih..." Iya Om kami harus segera je Bandara" ucap Burhan. " Itu kunci mobil di atas lemari" kata Papanya Yudi.


" Yud ini uang bensin kamu isi nanti pulang" kata Papanya Yudi. " Iya Pa" jawab Yudi...


Yudi dan Burhan menjemput Om Prasetyo di simpang jalan tadi. Burhan turun menaikkan barang bawaan Om Prasetyo. Didalam mobil tak ada obrolan....hingga terdengar suara telepon berdering memecah kesunyian. " Assalamualaikum....Om Prasetyo" suara perempuan terdengar di telepon. " "Waalaikumsalam.....maaf dengan siapa yah". Jawan Om Prasetyo.... "Saya Gita Om pacar Eko" jawab Gita.


Om Prasetyo ingat Eko pernah mengirim paket isinya Hp yang dia pakai sekarang, dalam surat Eko mengatakan Hp ini pemberian Gita.


" Ooh Nak Gita" jawab Om Prasetyo...Burhan dan Yudi saling pandang, Gita...." Apa Gita yang kita kenal dipesawat yah" tanya Yudi pada Burhan.....


"Om sudah dimana sekarang" tanya Gita... " Om sama Tante lagi di mobil menuju ke Bandara, ini kebetulan temen-temennya Eko yang antar" jawab Om Prasetyo....


"Burhan dan Yudi yah Om" tebak Gita....."Lho kamu kok tahu, kamu kenal mereka juga" tanya Om Prasetyo.... Gita belum menjawab


" Om tiket Om Garuda jam 12.45 kode bookingnya saya sms Om, nanti kalau sudah tiba di Jakarta tidak usah naik taxi Mang Agus sopir Papa yang jemput Om di Bandara" terang Gita.


"Om bisa saya bicara dengan Yudi atau Burhan salah satunya" tanya Gita. "Burhan kamu saja bicara, Yudi lagi bawah mobil" kata Om Prasetyo. "Haloo yah Mbak Gita" ..." Haloo Burhan terima kasih udah anter Mama dan Papanya Eko yah" ucap Gita...."Iya Mbak, hanya ini yang kami bisa lakukan saat ini" jawab Burhan." Nanti kalau Eko sudah selesai operasi, aku telepon kamu yah, ada hal yang ingin ku sampaikan ke kalian berdua" kata Gita." Tapi aku ngak punya Hp , telepon ke rumah Yudi aja Mbak" jawab Burhan. " Baiklah kamu beri nomer Yudi ke Papa Eko yah" pintah Gita. " Baik Mbak" jawab Burhan....


" Tolong berikan teleponnya ke Mama Eko" pintah Gita .... "Assamualaikum" Tante.... "Waalaikumsalam Nak Gita" jawab Mamanya Eko, Maaf tante tolong kirimkan nomer rekening Tante" tanya Gita." " Maaf Nak Gita saya ngak punya rekening" jawab Mama Eko malu...., "Om punya rekening Tante" tanya Gita lagi. "Apalagi Om mu ngak ada, lha uang setoran saya pake uang tunai kalau Ayahnya Eko gajian" jawab Mamanya Eko polos...Gita tersenyum mendengar kepolosan Mamanya Eko. "Coba tanyakan ke Burhan atau Yudi tante" tanya Gita......


...****************...

__ADS_1


Bersambung#


__ADS_2