
Uwak Turai membakar rokok kreteknya, Burhan mengeluarkan rokok filternya lalu menghisap,Yudi mengambil 1 batang untuk mengimbangi 2 orang perokok itu.
Burhan apabila ada penduduk asli memanggilmu singgahlah dirumahnya, walau hanya sebentar .....dan apabila engkau bertemu orang yang di panggil Uwak Misbah tunjukkan Kayu ini padanya....dia sudah mengerti apa yang dia harus lakukan.Ceritakan apa tujuan mu padanya, Uwak tahu Kabah (kamu) datang dari jauh untuk menolong temanmu....mudah-mudahan anak yang bernama Fariz itu dapat kau temukan....
"Iya Uwak.......Maaf Uwak kalau boleh tahu apa nama Kayu ini...tanya Burhan.....itu Kayu Api....jawab Uwak Turai ....
Nama Kakakku itu Uwak Misbah , dia suka menyendiri di selatan, kadang dia memasuki kawasan hutan lindung berhari-hari bahkan berbulan-bulan, jadi sangat sulit bertemu dengannya......
Apabila kamu bertemu dengkik (babi) jangan kau bunuh mereka, itu makanan Nenek Gunung (Harimau) ujar Uwak.... Iya ......Uwak jawab Burhan singkat.
Perhatikan langkahmu dan lihatlah apabila ada jejak Nenek Gunung yang baru naiklah di atas pohon yang tinggi atau mundurlah teratur seperti Pak Arlan sampaikan tadi.....
Burhan dan Yudi merasa bersyukur Uwak banyak memberi petuah kepadanya.......
Tanpa Burhan sadari sejak awal Uwak Turai memperhatikan Burhan dan Yudi, Uwak Turai tahu kalau pemuda ini memiliki jiwa petarung dan mempunyai bekal bela diri.....dari langkah dan gerak tubuh Uwak yang sudah mencapai tingkat yang tinggi dalam ilmu silatnya, Walau berbeda perguruan Uwak Turai menghormati orang-orang seperti Burhan dan Yudi .....pemuda di hadapannya ini tidak bersikap sombong terkesan sopan.....
Setelah menghabiskan kopi instan dan rokok mereka....setiap tim mulai berpisah jalan sesuai jalur mereka masing-masing......
__ADS_1
Tim Leader Bravo Pak Arlan memimpin jalan di depan Yudi mengikuti di belakangnya dan posisi Burhan di ketiga 1 orang anggota SAR di belakang Burhan, terakhir Sweeper dari SAR posisi 20 meter di belakang mereka.
Dalam perjalanan memasuki Hutan Lindung mereka melewati rumah penduduk asli yang jarak diantara rumah ke rumah yang lain cukup jaih sekitar 2 km, di ujung jalan setapak nampak rumah panggung yang sangat tua terlihat tak terurus....namun rumah tersebut tetap terlihat kokoh berdiri, karena melihat jenis kayu yang di gunakkan merupakan kayu ulin.
Mereka melewati rumah terakhir tersebut sebelum pembelokan masuk ke Hutan Lindung........
suasana Hutan yang padat .... aneka Vegetasi yang tumbuh di sekitar pohon besar tumbuh subur, jenis tumbuhan liana membelit seperti kawat naik ke atas pohon mencari matahari.
Semakin jauh mereka masuk kedalam kelembaban dan cahaya matahari mulai di tutupi oleh pohon-pohon yang sudah berusia ratusan tahun, cuaca di atas sana mulai gelap suara guntur mengelegar.
Kalian tenang saja suara siamang memang memiliki lengkingan yang cukup keras itu ditujukan siamang untuk menandai atau menunjukkan wilayah teritori mereka kepada kelompok siamang lain.
Yudi hanya menganggukan kepalanya ,sedangkan Burhan mencari penasaran asal suara siamang......mereka semakin jauh masuk ke Hutan Lindung....
Hujan mulai menguyur bumi siang itu, Pak Arlan dan lainnya segera mengeluar jas hujan /poncho lalu mengikat ke pohon secara vertikal, yang cukup untuk 2 orang berteduh.
Hujan deras terus menguyur di atas langit Gunung Dempo....Burhan yang duduk di samping Yudi bertanya...Yud suasana Gunung Dempo ini sedikit berbeda dengan Gunung Bawakareng jadi kita harus lebih hati-hati....Betul Burhan tadi aja aku sempat kaget suara monyet itu melengking keras.....bikin jantung ku deg deg....ujar Yudi.
__ADS_1
Kamu tenang aja monyet jarang menyerang manusia, yang aku kawatirkan cuma Harimau kata Burhan....Yudi tersenyum kecut apa yang Burhan kawatirkan benar adanya.....
Burhan menyalahkan rokok filternya mengusir hawa dingin.... Yudi yang sedang memasak air panas untuk meminum kopi mengambil 1 batang rokok.
" Emang paling enak ngopi sambil merokok kata Burhan, Yud aku berharap Fariz dapat kita temukan semoga dia dapat melakukan Survival di tengah cuaca seperti ini.....harap Burhan.
Tepat pukul 19.30 hujan mulai berhenti, Burhan ayo segera kita lanjutkan perjalanan, ingat jarak kita jamgan terpaut jauh satu sama lain penggunaan senter cukup 1saja untuk membuka jalan dan 1 oleh Sweeper.....Baik Pak, jawab mereka.
Untuk jalur selatan ini memang jarang di tempuh oleh para pendaki, sehingga jalan setapak yang mereka lalui di tumbuhi tanaman liar....tampak Pak Arlan membabat tumbuhan rambat tersebut dengan pisau sangkurnya....kemringan mulai terasa tapi mereka yang terbiasa mendaki ini tidak menjadi beban buat mereka.
2 jam kemudian, terdengar suara auman harimau.....dari arah samping mereka.....Pak Arlan dan Yudi 8 meter didepan Burhan memberi kode kepada Burhan untuk menghentikan langkahnya.....Sweeper yg terpaut 10 meter di belakang Burhan juga terrhenti seketika....Burhan dan Yudi memegang belati yang ada pinggagnya.......
Suara Auman terdengar dari arah barat terdengar semakin dekat.....Pak Arlan sedikit panik memberi kode agar cepat naik....memyusulnya....
Dia mulai berjalan cepat ke atas....Burhan memanjat cepat menyusul Pak Arlan dan Yudi....2 orang di belakang tampak panik karena suara Harimau itu mereka dapat perkirakan sekitar belasan meter saja.....Entah siapa yang memulai 2 orang sweeper di belakang mulai berlari panik....
#Bersambung#
__ADS_1