
Burhan yang nampak lelah segera berpamitan ke Pak Andi Rasyid besok juga ia akan datang untuk ikut mengantar untuk terakhir kalinya..
Rumah Kepala Desa dan (alm) Norma masih ramai karena para penduduk desa yang kaget akan berita Andi Fariz dan Norma yang menjadi korban dalam pendakian di Gunung Dempo.
Pak Budi juga Tim SAR Makassar nampak masih hadir kecuali dua anggota yang ikut bersama Burhan sudah berpisah sejak dari Bandara.
Irfan dan Arifin menceritakan bagaimana mereka bisa di selamatkan Burhan dari alam ghoib. setelah Burhan mengangkat mayat Andi Fariz sendirian....
Daeng Hasan yang masih tinggal bersama Santoso , serta Joko Bapaknya Eko menyimak cerita korban yang selamat itu.....Pak Andi Rasyid yang sudah merasa lebih tenang membaca ayat ayat suci bersama para penduduk.
Sementara percakapan Yudi dan Siska di dengar Mamanya di samping Yudi....Ma kenalkan ini Siska dia yang telah memberi informasi ke teman Fariz di IKIP dan Unhas jelas Yudi....Saya Siska Tante....Saya Mamanya Yudi, kamu istrihatlah di rumah saja nak, ..
Siska sebenarnya mau tapi tidak enak sama teman-temannya, lagi pula dia pasti akan merepotkan nantinya....."terima kasih tante tapi Siska sama teman sudah di sediakan tempat sama warga, lagian Kak Yudi baru tiba perlu istirahat......Baiklah kalau begitu Tante sama Yudi pulang duluan yah....sudah jam 5 subuh.Yudi akhirnya pulang bersama mamanya, papanya masih disana bersama ayahnya Burhan dan lainnya.
Burhan lebih dulu pergi di antar Eko....Bu nanti bangunkan aku jam 10 sebelum penguburan....Burhan besok aku jemput kamu, tenang aja motor mu aku simpan di rumah kepala desa mobil ini aku bawah pulang lagi.....Atur aja Ko jawab Burhan lelah....
Sementara itu di rumah (alm) Norma Maryam yang di tanya-tanya pihak keluarga Norma dan Orang tuanya ikut menceritakan singkat keadaannya sewaktu di Gunung Dempo....keluarga Maryam bersyukur bahwa Burhan menyelamatkan anaknya....Keluarga Norma juga berterima kepada Burhan yang ikut menemukan anaknya walau sudah tak bernyawa, paling tidak tubuhnya masih bisa ditemukan. Untunglah cuaca di Gunung Dempo sangat dingin sehingga mayat korban tidak cepat membusuk....dan segera di suntikkan formalin oleh seorang dokter dari Rumah Sakit di Pagar Alam.
Pagi itu Laela mendengar kabar bahwa Fariz akan di kebumikan lepas shalat Zuhur, segera memberi tahu kedua orang tuanya.
Karaeng Matolla dan Istri yang mendengar anak Kepala Desa Andi Rasyid meninggal dunia mereka bertiga bergegas ke rumah duka.
Laela belilah beras 100 Kg ini uangnya, mobil Hard Top tua itu singgah di Toko pinggir jalan...."Pak tolong naikkan berasnya di mobil" pinta Laela kepada pemilik toko.
__ADS_1
Setelah dua karung beras 50 Kg itu di naikkan mobil melaju ke rumah duka.Tampak Burhan dan lainnya sudah berada disana.
Laela yang melirik hanya bisa tersenyum kecil di sudut bibirnya....rasa rindu terbayar sudah.
Walau tak bisa bertegur sapa, ia merasa lebih dari cukup.Masitoh datang menghampiri Laela dan keluarganya...."Kak tolong minta siapa yang bisa kasih turun beras di mobil tanya Laela.
Masitoh melirik ke Eko dan Burhan yang ada disitu, Eko tolong bantu turunkan beras di mobil Karaeng pinta Masitoh, Eko yang di minta pun berdiri lalu menarik tangan Burhan, lalu berbisik Burhan saatnya mencari muka sama calon mertua mu ledek Eko, Laela yang melihat Eko menarik Burhan tersenyum mengembang.
Baiklah jawab Burhan, mereka memasukan beras itu, nampak Karaeng Matolla dan istri melihat Eko dan Burhan yang mengangkat beras yang telah ia beli tadi.
Pak Andi Rasyid berbincang dengan Karaeng Matolla yang telah selesai melihat wajah Fariz untuk terakhir kalinya.....Kepala Desa bagaimana ceritanya anakmu bisa seperti ini kejadiannya, Pak Andi Rasyid menceritakan pendakian anaknya bersama teman-teman kampus IKIP dan seorang lagi korban yang bernama Norma di kampung Bontoala Desa sebelah Malino ini.
Tiga orang yang tersesat masih sempat di selamatkan Burhan.Karaeng Matolla yang masih penasaran menunda bertanya pada Burhan yang melintas di depannya....
Sepulang dari pemakaman semua orang masih berkumpul di bawah tenda rumah Kepala Desa.....
Burhan yang belum beranjak menjadi tatapan semua orang yang ada di sana, Kepala Desa akhirnya meminta Burhan menceritakan kepada mereka.....
Siska sudah kayak prangko nempel terus dimana Yudi di situ ada Siska, Siska yang cantik dan terlihat modis membuat beberapa pemuda Desa meliriknya namun tidak berani lama-lama karena Yudi selalu memasang wajah angkernya.....Eko yang juga penasaran dengan cerita Burhan pun penasaran langsung duduk di samping Burhan yang ada beberapa makanan tradisional di depan meja, Iya memang para warga masih bergotong royong apabila ada hajatan maupun kematian warga pasti saling membantu.
Burhan coba kau ceritakan bagaimana waktu kau mendapatkan Fariz dan Norma sewaktu disana tanya Pak Andi Rasyid, Karaeng Matolla pun menyimak, orang tua mereka juga ada disana......semua penasaran.
Laela dan Masitoh membawahkan Kopi dan Teh untuk mereka, Burhan yang menjadi Leader Tim Evakuasi dari Makassar melirik Yudi dan memanggil duduk di samping Eko, Siska yang tinggal sendirian duduk di pojok, di hampiri Laela mereka saling mengenalkan diri....
__ADS_1
Begini awalnya kami tiba di sana waktu sudah tengah malam, dikarenakan curah hujan tinggi kami berangkat jam 4 subuh medan disana cukup sulit, tubuh Fariz aku temukan setelah di kejar Harimau......semua orang nampak tegang....Kepala Desa bertanya, Apa masih ada Harimau disana....Iya Pak kami sempat berpencar dan Harimau itu di alihkan oleh Tim SAR sebagai Sweeper kami.....
Lalu Burhan menceritakan pertemuannya dengan Uwak Misbah....yang memberi petunjuk kepada Burhan untuk mendapatkan mayat Fariz, Lalu bagaimana selanjutnya tanya Karaeng Matolla yang lebih penasaran dari pada Ayahnya Burhan sendiri.
Hampir saja anakku jadi korban Harimau gumam Daeng Hasan Ayahnya Burhan....kesal.
Sebenarnya aku di larang menceritakan ini kepada penduduk di Gunung Dempo tapi mungkin kalian tidak akan percaya.....Kami percaya padamu Burhan kata Pak Andi Rasyid mewakili orang orang disitu ....
Sewaktu kami mau mengambil mayat Norma kami dihentikan suara auuuman harimau jantan, seumur hidup saya baru pertama kali melihat Harimau secara langsung kami dan lainnya bersembunyi di belakang Uwak Turai.....Uwak Misbah adalah Kakak kandung Uwak Turai.....
Kenapa kalian bersembunyi pertanyaan Eko yang konyol, muka jelek mereka tertujuh pada Eko yang mengajukan pertanyaan bodoh itu. Eko tertunduk malu....ia menyadari pertanyaan bodohnya itu......
Harimau itu yang mengejar kami Ko dari Pos 7, Uwak Misbah berjongkok lalu tiba-tiba badanya berubah menjadi Harimau berlahan-lahan.....bahkan lebih besar dari Harimau yang ada di depannya tinggi 1 meter dan panjang 3 meter ......para pendengar Burhan makin tegang, Kepala Desa pun tegang, apa masih ada Manusia Harimau tanya Pak Andi Rasyid....sambil bergumam seperti cerita orang tua dahulu...
Itulah kenyataan yang aku lihat, aku berani sumpah bahwa Manusia Harimau masih ada saat ini, walau di zaman modern ini eksistensi mereka tidak bisa di abaikan, mereka tetap menjaga keseimbangan alam dan hutan di Gunung Dempo tegas Burhan.....Laela juga mendengar cerita itu hampir kehilangan sosok Burhan yang di cintainya itu..
Lalu Burhan melanjutkan ceritanya,
Uwak Misbah menghampiri Harimau itu untuk di ajak bicara....
Bicara !!! ....Serentak semua orang bingung dengan ceritanya Burhan....Yudi pun penasaran ada kejadian yang Burhan alami , yang belum dia dengar langsung selama perjalanan pulang.
#Bersambung#
__ADS_1
Mohon dukungan dengan tanda Like , Author dan terima kasih kepada pembaca setia.....