
Sore itu Burhan duduk di balai belakang rumahnya sambil menghisap sebatang rokok kretek dan kopi, dia membayangkan Laela di kala bersama......hatinya merindu tapi apa daya mereka masih terpisah oleh norma-norma yang berlaku di dalam kehidupan manusia pada umumnya.....
Burhan........... !! "apa yang kamu lamunkan tanya Ibunya.Burhan yang kaget karena, gimana ngak kaget Karena Ibunya menepuk pundak Burhan cukup keras....'
Tidak ada yang saya lamunkan Bu, kamu tidak usah berdalih aku ini Ibumu yang melahirkan mu ketus Bu Ratna. "Apa kamu memikiran seorang wanita, kenalkan pada Ibumu ini Burhan".
Belum saatnya Bu, aku masih pendekatan. "Kamu ini pake rahasia-rahasian sama Ibu, apa kamu ngak takut kualat" senjata ampuh Bu Ratna akhirnya di keluarkan".
Burhan yang mendengar ucapan Ibunya itu tak berani lagi menyembunyikan apa yang dia pikirkan tadi.
Bu, Burhan menyukai anaknya Karaeng Matolla....giliran Ibunya yang kaget , Apa .............!!! seru Bu Ratna.....kamu tidak salah nak, kamu sehat Burhan". Apa kepala mu hanis terbentur seloroh Bu Ratna panik'.
Tidak Bu, kami sudah menyatakan perasaan kami berdua, ternyata Laela pun sama Bu, Burhan mencoba menenangkan Bu Ratna".
Apa kamu tidak memikirkan nasib Ayahmu jikalau Karaeng Matolla tahu bahwa kamu anak seorang anak pemetik teh menyukai anaknya".Burhan kamu harus ingat bahwa sejak dahulu Kakek mu bekerja pada Ayahnya Karaeng Matolla dan Karaeng Sijaya pernah memecat seaeorang anak dari pemetik teh yang menyukai adiknya Karaeng Matolla Andi Tenri Bunga".
Burhan termenung mendengar cerita dari Ibunya itu, karena dia tidak pernah mendengar cerita itu sebelumnya.
Kamu harus menjahui Laela nak, Ibu tidak mau kejadian iru terulang lagi pada mu nak, Bu Ratna merasa cemas apabila Burhan sampai nekat". Harapan seorang Ibu sebenarnya hanya kebahagian untuk anaknya tapi persoalan ini menyangkut hubungan yang telah lama di bina oleh mereka sejak Kakek Burhan bekerja pada Karaeng Sijaya.
__ADS_1
Kembali ke Eko yang panik di atas mobil, orang- orang yang melihat tingkah lucu Eko di atas bak mobil pixk up itu tertawa karena kekonyolan Yudi membuat perut Eko yang buncit itu berguncang guncang, Siska menyapa Eko...Kak Eko kita audah sampai ayo turun kita makan dulu".
Aku kira ada kebakaran beneran berengsek kamu Yud ngagetin aku aja,Eko memasang muka jeleknya.
Yudi tertawa terpingkal pingkal melihat mimik muka Eko itu.
Mau ikut makan ngak, kalau ngak aku tinggal nih tanya Yudi, tega kamu Yud kalau ngak ngajak aku makan ini kan sesuai perjanjian kita di Malino ketus Eko tak mau kalah.
Iya....iya aku masih inget kok...udah cepetan turun Ko teriak Yudi...."kamu gendong aku dong kata Eko, wahhh mana bisa aku gendong anak gajah seperti kamu Ko, bisa- bisa aku pingsan ledek Yudi.
Yudi berlalu dari mobilnya,....
menghampiri Siska yang berdiri di depan warung menunggu mereka berdua. Eko segera turun dari mobil.
Reseh kamu Ko udah ikut aja ngak cerewet kayak emak-emak sergah Yud. Pelayan mengantar menu pesanan mereka, silahkan pak kata pelayan tersebut menyodorkan menunya.
Siska kamu pesan lah duluan, Siska yang melihat menu berfikir sejenak...hmmm aku pesan Konro 1 dan Es Jeruk yah pelayan mencatat pesanan Siska....lalu menyerahkan menu kepada Yudi, aku sama kan saja Kak kata Yudi...lalu yudi menyerahkan menu pada Eko, Saya pesan Konro 1 dan Sop Kepala Ikan 1 Jus Alpukat 1 dan Es teh manis 1 Nasinya 1 bakul aja Kak jawab Eko lancar dan lugas Yudi terbengong menatap Eko yang mesan 2 macam makanan khas Makassar tersebut......Siska bertanya pada Eko, Mas Eko bisa ngabisin semuanya, kamu tenangnya aja Siska tak ada yang akan tersisa kalau ada aku,.......sombong Eko, sambil menepuk dadanya yang penuh lemak itu, sambil menatap pelayan. Pelayan membacakan pesanan mereka semua.
Siska hanya tertawa sambil menutup mulutnya mendengar jawaban Eko yang konyol itu. Yudi yang mendengar jawab Eko itu pun langsung menjelaskan ke Siska, Siska Eko itu makannya ngak sendirian ada temennya yang di belakang, Siska yang kurang faham pun bertanya ke Yudi maksudnya Kak temennya yang mana polos Siska. Susah menjelaskannya....temennya ngak kelihatan ledek Yudi,...K*mp*ret elo Yud emangnya gua anak Jin apa jawab Eko....Siska pun tertawa mendengar dialog mereka.
__ADS_1
Udah ayo kita makan entar ke buru dingin nafsu makanku hilang kilah Eko. setelah beberapa menir mereka menyelesaikan makan.Yudi ke kasir untuk membayar makanan mereka, Siska juga menghampiri uang Kak Yudi cukup ngak, Ada kok Sis....Siska berbalik ke Eko...Mas Eko nanti Kak Yudi antar aku pulang dulu yah Mas Eko ngak masalah kan tanya Siska.
Ngak apa-apa Siska, aman kok lagian cacing di perut ku sudah kenyang semua, sambil mengosok perut buncitnya itu........
Suara ketukkan pintu dari luar rumah Burhan terdengar ke belakang l.
Assalamualikum.....Walaikumsalam..jawab Bu Ratna dari dalam ......kreeekkk suara pintu di buka....tumben Bapak pulangnya cepat kata Bu Ratna.
Mana Burhan tanya suaminya Daeng Hasan, ada di belakang Pak Ada apa Bapak menanyakan Burhan tanya Bu Ratna.
Daeng Hasan bergegas ke belakang belum menjawab pertanyaan istrinya, Burhan yang masih duduk sambil meminum kopinya pun mendengar lamgkah kaki menoleh ternyata Ayahnya pulang.
Burhan apa kamu bisa ke rumah Pak Andi Rasyid, emangnya ada apa pak dengan Kepala Desa tanya Burhan heran , kamu kesana sekarang, karena sudah banyak orang di rumahnya, disana kamu baeu tahu apa yang harus kamu kerjakan.
Burhan tampak bingung dengan permintaan Ayahnya tapi sebagai seorang anak yang patuh Burhan berdiri dari kursinya....Bu..Ayah aku pergi dulu....pamit Burhan.
Burhan menyalahkan motornya dan melaju ke rumah Andi Rasyid Kepala Desanya.....terlihat mobil dari Polsek dan SAR memenuhi halaman rumah Kepala Desa sore itu.
Assalamualikum salam Burhan.....Walaikumsalam jawab Kepala Desa , mari duduk disini nak Burhan. Bu tolong buatkan Kopi untuk nak Burhan pinta Pak Andi Rasyid.
__ADS_1
Begini nak Burhan kebetulan kami memerlukan bantuan mu dan bekerjasama dengan tim SAR Palembang untuk mencari pendaki yang hilang di Gunung Dempo di Palembang.
Burhan mengerenyitkan keningnya, pendaki ini berasal dari mana Pak tanya Burhan....begini nak Burhan karena kamu berpengalaman dan pernah beberapa kali ikut menyelamatkan pendaki di Gunung Bawakaraeng disini , kebetulan salah satu pendaki yang hilang anakku Fariz yang kuliah di IKIP Makassar jawab Pak Andi Rasyid.