Air Mata Terakhir

Air Mata Terakhir
Pasukan Khusus


__ADS_3

...****************...


Di sebuah gudang tua bekas pabrik, Alvin yang telah merekrut beberapa orang pembunuh bayaran pilihan, salah satunya pemimpin tentara bayaran itu mantan juara Karateka dia bergabung dengan Alvin karena tergiur uang yang di janjikan.


"Ucok aku akan mrembayar sisanya padamu untuk saat ini, kau aku tugas kan memantau situasi . laporkan kalau ada sesuatu yang penting"kata Alvin


"Siap Bos" jawab Ucok.Hari ini ucok menerima bayaran setengah dari yang di janjikan Alvin.


Pagi itu Gita memarkirkan mobil di sebuah apartemen baru. Dia naik ke atas untuk melihat kondisi dua sahabat kekasihnya itu.


"Yud ada yang ngetuk pintu coba kamu lihat" Pintah Burhan. Yudi membuka pintu...." Eh Kak Gita katanya jam 8.


"Aku ingin melihat situasi apartemen kalian, lumayan bagus apartemen ini" kata Gita. "Kalian sudah sarapan" tanya Gita. " Udah Kak tadi Burhan masak telor dadar sama nasi goreng" kata Yudi...." Kalau masak yang seperti itu bisa Kak, kalau yang lain belum tahu Kak" jawab Burhan sambil mengaruk rambutnya yang tidak gatal.


"Kamu mending bisa masak, aku mana bisa masak, tapi suatu saat aku akan belajar masak kok" jawab Gita.


"Kalau kalian sudah, kita kekantor sekarang" ucap Gita. " Baiklah sebaiknya kita berangkat secepatnya mumpung belum terlalu macet pagi ini"kata Yudi.


" Yud kamu aja yang bawah mobil, aku belum terlalu mahir dalam kota"ucap Burhan....."Ya sudah aku aja kalau begitu" kata Yudi.


Gita duduk di belakang, mengarahkan Yudi ke kantornya. " Kak bagaimana kondisi Eko, apa dia sudah baikkan" tanya Burhan. " Alhamdulillah dia udah agak baikan dari sebelumnya". "Nanti sore sepulang dari kantor kita ke rumah sakit yah" kata Gita..." Iya Kak aku juga ingin lihat Eko" ucap Yudi.

__ADS_1


Yudi mernarkirkan mobil di depan kantor Gita. Gita turun dari mobil Burhan segera membukakan pintu mobil dengan cekatan.


Security yang melihat dua orang pria berbadan besar mengawal Boss mereka, ia hanya berdiri.Dengan sigap Yudi berdiri di belakang Gita jalan sejajar Burhan. Semua staf yang baru melihat situasi seperti ini hanya bisa bertanya-tanya dalam hati. Karena mereka tidak melihat sosok Eko bersama Gita.


Burhan dan Yudi hanya memasang wajah datar sambil melihat situasi dari balik kacamata hitamnya.


Siska masuk ke ruangannya. "Kalian duduklah dulu aku akan menjelaskan tugas kalian nantinya, kaca matanya buka ajah, apa kalian ngak kegelapan" tanya Gita.


Burhan dan Yudi membuka kacamatanya."Aku akan meminta tugas kalian nanti memantau situasi dengan cermat. Karena aku tak ingin ada korban terjadi lagi, untuk itu kalian aku gaji masing-masing 10 juta perbulan" kata Gita. Burhan dan Yudi senang tapi mereka berdua tetap diam. "Apakah gaji segitu cukup untuk kalian" tanya Gita. " Sudah lebih cukup, bahkan berlebihan" jawab Burhan. "Taknada kata berlebihan untuk sebuah keselamatan dan keamanan" ucap Gita tegas." Baik kami mengerti" jawab Burhan.


"Kak kami sarankan sebaiknya pemasangan cctv di ruang terbuka tepatnya Pos Security dan titik-titik blind spot kantor ini" Pinta Burhan.


"Oh iya Kak aku memiliki seorang paman yang seorang pensiunan pasukan khusus negara ini, dia di kenal julukannya Black. Dia pernah ditugaskan ke luar negeri mengawal para pemimpin negara dan terakhir dia di tugaskan ke Dili Timor-timur" jelas Burhan.


"Apa dia masih ada kegiatan sekarang" tanya Gita. Gita tahu pasukan khusus bukanlah pasukan biasa. "Apa saja keahliannya" tanya Gita penasaran.


Paman Djoko alias Black adalah penembak jitu, senjata seperti pisau dan pistol adalah mainannya. Dia pernah terpilih mengikuti pendidikan pasukan elit US Army Rangers di Fort Benning Amerika Serikat.


"Wow keren juga yah" jawab Gita. "Coba kamu hubungi dia Burhan" kata Gita. "Baik Kak sekarang beliau menetap di Makassar kak." Coba tanya Ayahmu Burhan siapa tahu dia ada kontaknya". Kata Yudi. " Baik akan aku usahakan" jawab Burhan. Tunggu coba aku telphone adik paman Black Tedy. "Halo ini siapa yah" tanya Om Tedy


"Ini Burhan Om...." jawab Burhan. "Om kamu Burhan, apa kabarmu" tanya Om Tedy. "Baik Om, Om Tedy sehat" tanya Burhan. " Iyabsaya baik- sehat Om" jawab Burhan. "Tumben kamu ini telphone Om, ada apa gerangan" tanya Om Tedy.

__ADS_1


"Aku mau nanya nomer Hp Paman Black " ucap Burhan. Oh iya nanti Om sms kan nomernya" jawab Om Tedy. " Ngomong-ngomong kamu minta nomer Black pasti ada sesuatu" tanya Om Tedy."Aku kangen ajah sih Om, udah lama ngak ketemu kebetulan sekarang Burhan, sudah punya Hp jadi lebih mudah di hubungi Om" alasan Burhan.


" Ya sudah aku kirimkan sekarang yah"kata Om Tedy. "Terima kasih yah Om". "Iya Burhan" jawab Om Tedy singkat. Lalu ia menutup telphonenya. Ting....pesan sms masuk.


"Halo Assalamualaikum Paman Djoko " salam Burhan. "Walaikumsalam" jawab Paman Djoko alias Black. Paman Black terdiam sesaat, hanya keluarga terdekat dan orang di kesatuan pasukan khusus, mengetahui nama aslinya. " Ini Burhan Om anaknya Aco di Malino" kata Burhan.


"Oh kamu Burhan lagi dimana kamu sekarang" tanya Paman Black. "Saya sekarang di Jakarta Paman" jawab Burhan."Om posisi dimana" tanya Burhan. "Om lagi di Bandung Burhan,kamu ada perlu apa" tanya Paman Black. Paman Black yang tak ingin berbasa basi di telphone langsung menanyakan keperluan Burhan." Paman saya ingin ketemu langsung, tidak bisa bicara lama di telphone" jawab Burhan singkat. "Sms alamat mu sekarang" kata Paman Black. "Siap Om" jawab Burhan.Burhan segera mengirim alamat apartemennya.


Sekarang biar saya berbaur dulu dengan mereka diluar untuk memantau situasi, "Yudi kau antar aku ke ujung jalan...biar aku berjalan kaki dan mengganti pakaian biasa" kata Burhan. "Kak aku permisi dulu" kata Burhan. " Baiklah" kata Gita.


Yudi mengantar Burhan ke ujung jalan dekat pembelokkan. Burhan yang sudah berganti pakaian biasa dengan kaos oblong dan celana , dia hanya menghunakan sendal jepit biasa. Burhan memilih duduk samping warteg dan penjual kopi.


Situasi warung terlihat ramai, Burhan duduk di warkop sederhana. " Mbak kopinya 1 biasa ngak pake susu" kata Burhan.


Burhan berbaur dengan warga dekat kantor Gita. Sementara Yudi membantu Gita mengatur kesiapan acara pernikahan Desi. Yud kamu coba cek souvenir ke Elma, nanti hitung apakah sudah cukup 5000 pcs. " Kak spek souvenirnya seperti apa" tanya Yudi. "Eko mengusulkan tema Bingkai di dalamnya kipas uang 20 ribuan senilai 350 ribu dan Emas 1 senilai 420 ribu".kata Gita.


"Untuk makanan ngak usah karena Rina akan menyiapkan di gedung, kamu cukup cek kesiapan stock makanannya saja" Kata Gita.


#Bersambung#


Novel Air Mata Terakhir ini ada sebagaian kisah nyata dan sebagian lagi fiksi, mohon maaf apabila ada kesamaan nama.🙏

__ADS_1


__ADS_2