Aku Pergi Karena Hasutan Ibumu

Aku Pergi Karena Hasutan Ibumu
KEKECEWAAN FIKRI


__ADS_3

Fikri yang terus melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, tanta arah dan tujuan. otak nya sudah tidak mampu lagi berpikir mengingat apa yang sudah dilakukan Mamanya.


Selama ini tidak pernah terbesit sedikitpun dibenak Fikri, Mama nya mampu melakukan itu semua.


"Aaaggggghhhhh..." Teriak Fikri yang terus melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi


"Rara, kamu dimana Ra, maafin aku. maafin aku Ra" gumam Fikri


Fikri yang terus menyusuri kota berharap ketemu Rara. tapi kali ini sepertinya Fikri sadar dirinya sudah benar - benar kehilangan Rara.


"Adi" gumam Fikri yang saat itu terpikir mungkin Adi tau dimana Rara, karena selama ini Adi yang tau keberadaan Rara.


Mobil melaju dengan kecepatn tinggi hingga sampe disebuah rumah mewah berlantai dua.


Ting, tong


Fikri menekan bel rumah Adi


Tidak butuh waktu lama datang seorang wanita paruh baya membukan pintu untuk Fikri.


"Cari siapa Tuan? tanya bik Ratih asisten rumah tangga di kediaman Adi


"Maaf saya mau ketemu Adi" jawab Fikri


"Oo, den Adi, ada di dalam mari silahkan masuk" ucap bik Ratih


Sesampainya didalam Fikri yang menunggu Adi duduk di ruang tamu, Adi datang tak begitu menybut kedatangan Fikri, Adi dari kejauhan sudah melihat rivalnya, berjalan mendekati Fikri tangannya dimasukan dalam saku celananya


"Mau apa?" tanya Adi


"Apa kamu tau dimana Rara?"


"Rara, untuk apa kamu mencari Rara? setelah apa yang sudah kamu lakukan." Adi merasa geram


"Adi, aku kesini tidak ingin ribut. aku hanya mau tau dimana Rara, aku harus minta maaf sama Rara" ucap Fikri


"Aku tidak tau dimana Rara, kalaupun aku tau, aku tidak mungkin memberitahu kamu dimana Rara" ucap Adi menatap sinis Fikri

__ADS_1


"Adi, aku tau aku salah. kali ini saja tolong bantu aku bertemu Rara," ucap Fikri


"Yang jelas aku rasa Rara tidak ada di Indonesia." ucap Adi


"Apa mungkin dia kembali ke London?" tanya Fikri


"Tidak, kali ini dia tidak disana. kalau dia disana aku pasti tau, karena disana dia tinggal dirumah kami." jawab Adi


Merasa kali ini Adi benar - benar tidak tau keberadaan Rara membuat Fikri semakin frustasi. kali ini sepertinya Fikri merasa benar - benar kehilangan Rara.


Dihotel tempat seharusnya acara pernikahan Fikri dan Dela dilangsungkan, Bu Lina yang sudah tampak pucat berusaha memberitahu Pak Edo kalau Fikri pergi dan kemungkinan acara pernikahan harus dibatalkan.


Pak Edo yang mendengar itu tentu saja Murka, seperti dipermaiankan oleh keluarga Bu Lina.


"Beraninya kalian mempermalukan aku seperti ini. lihat saja akan aku hancurkan keluarga kalian biar kembali jadi gembel di jalanan" geram Pak Edo


"Tolong maafkan Fikri Pak Edo, saya akan coba bicara lagi nanti setelah pikiran nya tenang" bujuk Bu Lina yang tau pasti seperti apa papanya Dela ini, seorang pengusha hotel yang hampir setiap hotelnya ada disetiap kota di Indonesia.


"Bicara lagi kamu bilang? apa kamu pikir menggantung anak saya selama sepuluh tahun masih kurang? meninggalkan putri saya di hari pernikahannya masih kurang? masih haruskah saya memaafkan orang tidak tau diri seperti putramu itu. Kalau bukan Dela terus - terusan membela Fikri sudah saya hancurkan bisnisnya dari dulu" ucap Pak Edo mengepalkan tangannya menahan emosi


"Pa...Dela harus menikah dengan Fikri, Dela mencintai Fikri" rengek Dela


"Pak Edo saya mohon, tolong maafkan Fikri. nanti setelah pikirannya tenang dia pasti akan meneyesalinya, saya mohon Pak maafkan Fikri" ucap Bu Lina menyatukan tangannya memohon maaf untuk putranya.


Tapi Pak Edo sepertinya sudah tidak bisa lagi memaafkan Fikri kali ini. dan merencanakan untul balas dendam dengan menghancurkan bisnis Fikri.


Dengan rasa malu Pak Edo mengatakan Batalnya pernikahan putrinya dengan Fikri pengusaha muda yang nama nya sudah terkenal di kalangan para pengusaha.


Bisnis Furniture yang digeluti Fikri memang sangat sukses hingga hampir semua pengusaha dikota ini kenal dengan dirinya.


Batal nya pernikahan ini tentu saja membuat para Relasi Pak Edo bertanya - tanaya karena hampir semua Relasi pak Edo tau kalau putrinya sudah bertunangan dengan pengusaha muda ini sejak sepuluh tahun yang lalu. Dan sekatang batal di hari pernikahannya.


*****


"Dari mana kamu, berani kamu bikin malu Mama dan kelurga Dela? Apa kamu tau bagaimana marahnya papanya Dela? ucap Bu Lina marah yang baru melihat putranya kembali setelah pergi meninggalkan acara pernikahannya.


Tanpa menjawab pertanyaan Mama nya, Fikri dengan wajah dingin dan datar melangkah masuk kedalam kamarnya, mengambil koper dan memasukan beberapa baju - bajunya bergegas meninggalkan rumah.

__ADS_1


"Fikri, mau kemana kamu? kenapa kamu bawa koper?" ucap Bu Lina


Namum Fikri yang sangat kecewa dengan Mamanya tidak menghiraukannya. Dan pergi meninggalkan rumah tanpa sepatah katapun.


"Fikri tunggu, jawab Mama! kamu mau kemana dengan koper ini?" ucap Bu Lina seraya mencegah Fikri untuk pergi dan berusaha mengambil koper Fikri.


Kali ini Fikri yang sudah sangat kecewa dengan Mamanya, orang yang selama ini selalu Fikri hormati. Memilih diam tanpa kata hanya kembali mengambil koper yang sempat diambil oleh mamanya kembali.


Fikri terus melangkah menuju mobilnya seakan tidak perduli dengan semua yang dikatakan Bu Lina.


Bu Lina yang sangat terkejut dengan sikap Fikri


pasalnya selama ini Bu Lina tidak pernah melihat putranya semarah ini.


Ya, Fikri adalah anak yang sangat penurut, tidak pernah membantah Mamanya sedikitpun.


***


"Hallo, Dika tolong carikan saya apartemen" perintah Fikri


"Baik, saya mengerti pak. segera saya carikan" jawab Dika


Tidak butuh waktu lama, Dika sudah mendapatkan Apartemen yang di pesan bosnya. dan sekarang Fikri menuju sebuah Apartemen yang cukup luas untuk ditempati seorang diri.


Fikri masuk ke kamarnya merebahkan tubuhnya yang sangat terasa capek, menatap langit - langit dan bayangan Rara kembali muncul diingatan nya.


Setelah sekian lama dirinya kehilangan Rara, dan saat Rara sudah kembali kini malah dirinya membuat Rara pergi lagi.


Menyesal, itu lah yang saat ini Fikri rasakan.


"Kenapa aku tidak mempercayaimu dari awal Ra, maafin aki Ra...maaifin aku" tangis Fikri menyesali kebodohannya.


Pagi harinya dikantor Fikri yang menjadi bahan buah bibir anak buahnya lantara batal menikah.


seolah tidak perduli dengan semua yang desas desus yang beredar. Fikri tetap bekerja seperti biasanya.


"Maaf Bu, anda tidak boleh masuk, pak Fikri sedang sibuk" ucap Dika

__ADS_1


"Apa maksud kamu? ini perusahaan anak saya, berani kamu melarang saya masuk" ucap Bu Lina yang tetap menerobos masuk kedalam ruangan Fikri."


"Ini perintah pak Fikri Bu, ibu tidak bisa masuk" Dika mencegah Bu Lina masuk


__ADS_2