
Rara yang sebenrnya sudah berada diluar cafe, namun masih enggan untuk masuk. dirinya teringat dengan apa yang baru saja dikatakan Jack, sebenarnya apa yang dikatakan Jack memang tidak salah.
Rara sebenrnya sudah bisa menebak kenapa tiba - tiba Firki ingin bertemu dengan dirinya malam ini.
Dan ini lah yang membuat Rara mengurungkan niatnya bertemu dengan Fikri.
Rara menatap Fikri dari luar, terlihat Fikri yang sedang duduk sendiri dengan wajah lelahnya.
cafe juga sudah mulai sepi, nampak pengunjung cafe sudah mulai keluar satu demi satu dan terlihat pelayan cafe sedang menuju ketempat dimana Fikri duduk. sepertinya pelayan cafe meminta Fikri untuk segera meninggalkan cafe karena cafe sudah mau tutup.
Rara yang melihat Fikri keluar dengan wajah lesu nya. segera bergegas menyalakan mesin mobilnya dan melajukan mobilnya dengan kecepatan stabil.
Pikiranya mulai mencerna kata - kata yang diucapkan Jack.
Rara mengakui akhir - akhir ini sepertinya dirinya kembali goyah dengan sikap lembut Fikri dan melihat anak - anak yang terlihat bahagia setiap bersama dengan Fikri, seperti melihat secercah harapan untuk hubungan mereka yang pernah kandas.
Rasa itu masih ada, iya. rasa yang selama ini disimpan seakan kembali muncul dan tidak mampu untuk ditutupi. ada perasaan nyaman dan tenang setiap melihat Fikri.
"Tidak Rara, kamu tidak boleh seperti ini. fokus pada pekerjaan dan anak - anak. apa yang ada dalam pikiran kamu Ra, jangan biarkan rasa cinta itu datang lagi" gumam Rara menasehati dirinya sendiri.
***
Diluar cafe Fikri masih menunggu Rara dan berusaha menghubunginya namun nomer yang dihubungi tidak aktif. setelah menunggu cukup lama, Fikri memutuskan untuk pulang. menjatuhkan dirinya dikasur. menatap langit - langit kamarnya. matanya menerawang membayangkan apa yang akan terjadi pada dirinya jika sampai Rara jatuh kepelukan laki - laki lain lagi.
"Tidak, tidak Ra, itu tidak akan pernah terjadi. aku tidak akan sanggup melihat mu dengan laki - laki lain lagi. cukup sekali aku melihatmu dengan yang lain. kali ini aku akan berjuang agar kita bisa kembali bersama dan memiliki kelurga yang utuh.
Fikri sudah membulatkan tekadnya untuk kembali mengejar cinta Rara, walaupun dirinya tau tidak akan mudah. tapi Fikri tidak akan menyerah. kali ini Fikri akan berusaha menyakinkan Rara kalau dirinya tidak akan pernah menyakitinya lagi.
***
Keesokan harinya Fikri memutuskan untuk mengunjungi Rara ke kantornya
Dret...dret...
Panggilan masuk dari Dika sekertarisnya.
"Hallo Dik"
"Bos dimana? setengah jam lagi meeting harus dimulai" ucap Dika
"Batalkan semua, ada hal yang lebih penting yang harus aku urus"
"Tapi Bos, meeting ini sangat penting"
"Sampaikan permohonan maafku dan tolong gantikan aku memimpin meeting"
__ADS_1
"Baik Bos, saya mengerti"
Dika segera ketuang meeting dan menyampaikan kalau dirinya lah yang hari ini akan membuka meeting menggantikan Bosnya.
***
Tok..tok..
"Masuk"
"Bu, maaf ada tamu atas nama bapak Fikri menunggu ibu di lobby"
"Suruh masuk keruangan saya saja ya" Rara yang masih sibuk menandatangani berkas - berkasnya
"Baik Bu"
Tak lama setelahnya Fikri masuk keruangan kantor Rara.
"Ada apa Fik?"
"Kenapa semalam tidak datang?"
"Maaf Fik, semalam aku lupa ngabari kamu kalau anak - anak minta aku segera pulang" Rara mencoba bohong
"Kamu pagi - pagi kemari untuk menanyakan hal itu?"
"Tidak, aku kemari untuk mengatakan kalau aku mau mencoba kembali bersama mu Ra, kalau kamu mengijinkan aku ingin memberi keluarga yang lengkap untuk El dan Raya"
"Uhuk..uhuk.." perkataaan Fikri membuat Rara tersedak
"Kamu gila ya, pagi - pagi bahas kayak gitu?"
"Iya aku sudah gila Ra, aku gila membayangkan kamu dengan laki - laki lain lagi. please Ra, kasih aku kesempatan untuk menebus semua kesalahanku."
"Maaf aku tiba, aku tidak ada rencana untuk kembali menikah. kamu tau kan, hidupku hanya untuk anak - anak dan mengurus perusahaan ini."
"Ra, kamu masih mencintaiku kan?"
Pertanyaan yang terlontar dari mulut Fikri membuat Rara tercengang dan tidak tau harus menjawab apa. hati kecilnya masih menginginkan Fikri tapi keadaan membuatnya takut untuk menerima kembali Fikri dalam hidupnya.
"Ra, kenapa tidak menjawab, aku tau Ra, kamu masih mencintaiku. sudah terlalu banyak hal yang selama ini kita lalui. aku tidak ingin mengulangi kesalahanku Ra" Fikri berjalan mendekati Rara yang masih terduduk di kursi kerjanya.
Fikri memutar kursi itu mendekatkan wajahnya pada Rara, semakin dekat dan dekat hingga Rara bisa merasakan hembusan nafas Fikri.
Tanpa disadari Rara yang sudah lama memendam rasa itu untuk Fikri memejamkan matanya.
__ADS_1
Fikri yang melihat Rara memejamkan matanya tersenyum kecil dan..
Cup..
Sebuah kecupan dibibir Rara. untuk sesaat Rara seperti terhipnotis, menikmati kecupan dan bahkan membalas kecupan dari Fikri
Hingga Rara tersadar dan mendorong tubuh Fikri ke belakang.
"Sebaiknha kamu pergi Fik" ucap Rara tampak gugup
"Kamu mencintai ku Ra, aku yakin kamu mencintaiku" Fikri tampak percaya diri
"Tidak Fik, aku tidak mencintaimu"
"Mau sampai kapan kamu membohongi dirimu sendiri? aku tau kita saling mencintai." Fikri kembali mengdekatkan dirinya
"Berhenti disitu, jangan mendekat. sebaiknya sekarang kamu pergi" ucap Rara
"Baik aku sekarang akan pergi, tapi aku mohon demi El pikirkan baik - baik Ra. iya aku akui aku salah. aku tidak berhak atas El. tapi aku ingin bisa menebus semua itu. aku ingin memeri keluarga yang utuh untuk El" Fikri berusaha menyakinkan Rara.
**
Tanpa disadari Rara memegang bibirnya. bayangan itu muncul kembali diotaknya
"Arrgggg..kenapa aku bisa sebodoh itu. Rara kenapa bisa kamu melakukan dengan Fikri" gumam Rara mengusap - usap wajahnya dengan kedua tangannya merasa bodoh
Dimobil Fikri senyum penuh kemenangan, dirinya semakin yakin Rara masih mencintainya.
"Aku tau Ra, kamu masih mencintaiku" gumam Rara tersenyum
Fikri langsung menuju sekolah El, melihat dari luar pager sekolah tampak El sedang bermain bola basket bersama teman - temannya.
"Tunggu ya El sayang, kita pasti bisa setiap hari bersama. kita tunggu Mommy mu memaafkan Daddy ya" gumam Fikri senyum
"Deddy? akh rasanya ingin sekali mendengar El memanggilku Daddy." gumam nya lagi.
"Uncle.." teriak El yang ternyata menyadari keberadaan Fikri dan Fikri melambaikan tangannya.
"Semakin besar kamu semakin mirip denganku El, ternyata kamu mewarisi kegantenganku. Mommy mu mengurusmu dengan baik.iya Rara memang wanita yang luar biasa. batin Fikri tanpa disadari bibirnya tersenyum
Hati Fikri bahagia, merasa ada secercah harapan untuk dirinya kembali bersama Rara.
Hal yang selama ini sudah tidak pernah lagi ada dibenaknya. tapi ternyata Tuhan kembali memberinya kesempatan untuk kembali memikirkan Rara dan memberi peluang untuk dirinya menebus kesalahannya dimasa lalu.
^Happy reading^
__ADS_1