
Fikri hanya mampu meneteskan air mata penyesalan, mulut nya tak mampu berkata-kata. karena apa yang keluar dari mulut Bu Mira semuanya benar. Fikri laki-laki yang lemah dan yang tak mampu melindungi wanita yang dicintainya.
"Kenapa hanya diam?" tanya Bu Mira
"Apa yang tante katakan sepenuhnya benar, Fikri salah. Fikri tidak pantas mengharapkan cinta Rara." ucap Firki yang tak mampu membendung air matanya.
"Apa hanya kata penyesalan yang ingin kamu katakan pada tante? apa kali ini kamu akan kembali menyerah dan tidak memperjuangkan Rara kembali?" tanya Bu Mira dengan senyum sinisnya
"Jika kali ini Fikri dikasih kesempatan untuk menebus semua kesalahan Fikri, Fikri pasti akan melindungi Rara dan tidak akan pernah menyakitinya lagi. Fikri akan memperjuangkan Rara dan anak-anaknya" ucap Fikri
"Apa kamu yakin kali ini bisa memperjuangkan Rara?" tanya Bu Mira
"Iya tante, Fikri akan melakukan apa saja untuk bisa menebus semua kesalahan Fikri" jawab Fikri
"Fikri kamu tau kan sekarang anak Rara bukan hanya El. Rara juga memiliki Raya anak buah cinta nya dengan Adi. kamu tau itu kan? apa kamu yakin bisa menerima Raya seperti Adi menerima El? dan apa kamu yakin bisa menyayangi Raya seperti Adi menyangi El? menganggapnya seperti anak sendiri?" ucap Bu Mira
"Pasti tante, jujur saya secara pribadi sangat-sangat berterima kasih pada Adi. entah apa jadinya El tanpa Adi. saya menyadari didunia ini mungkin tidak akan ada orang setulus Adi. tapi sebisa mungkin jika saya dikasih kesempatan saya akan dengan tulus menyangi Raya sama seperti halnya Adi menyayangi El. jawab Fikri menyakinkan
"Fikri bukan maksud tante mempersulit kamu, tapi kamu tau kan, bagi tante Rara bukan hanya menantu, tapi bagi Tante Rara itu putri tante." ucap Bu Rara memberi penekanan
"Iya tante, saya faham." ucap Fikri
"Baik lah Fikri, sekarang tante faham alasan kamu. dan tante bisa memahami sekarang" ucap Bu Mira
"Maaf tante, tapi apa maksud tante Fikri boleh kembali mendekati Rara?" tanya Fikri ragu
"Fikri, tante hanya mau yang terbaik buat Rara dan cucu-cucu tante. tante tau sepertinya kalian masih saling menyayangi. tante juga yakin putra tante Adi menginginkan yang terbaik untuk kebahagian Rara dan anak-anak nya." ucap Bu Mira
"Terimakasih tante, Fikri janji kalau Fikri akan menyayangi Raya sepenuh hati Fikri tante. Adi selama ini sudah sangat menyayangi El. Fikri pun akan berusaha menjadi ayah yang baik untuk El dan Rayam Fikri janji tidak akan membedakan keduanya tante" ucao Fikri
"Tante sekarang bisa tenang Fikri. tante sekarang sudah mulai sering sakit. tante tidak tau sampai kapan umur tante. karena itu, tante sangat berharap ada yang bisa merawat Rara dan cucu-cucuku. jadi tante minta sama Fikri, berjanjilah jangan pernah mencoba menyakiti Rara dan anak-anaknya" ucap Bu Mira
__ADS_1
"Saya janji tante, saya berjanji akan berusaha semaksimal mungkin untuk membahagiakan Rara dan anak-anak. saya tidak tau harus dengan apa saya berterimakasih, tapi saya berjanji tidak akan mengecewakan tante." ucap Fikri bahagaia
****
selesai berbincang dengan Bu Mira, Fikri pamit untuk pulang hatinya bahagia mendapat restu dari mertua Rara. sungguh tidak pernah terbayangkan jika Bu Mira mengundang nya malam ini untuk memberikan restu.
Sementara dikamar Rara bingung, mengingat Fikri langsung pamit pulang setelah cukup lama berada diruang kerja Bu Mira tanpa memberitahu yang mereka bicarakan. melihat Fikri yang langsung pulang bagitu saja, Rara menyimpulkan mungkin Bu Mira melarangnya menemui dirinya dan anak-anak.
Membayangkan itu semua, entah kenapa ada perasaan sedikit tidak rela, dan perasaan takut tidak bisa lagi bertemu dengan Fikri.
Malam ini sepertinya cukup sulit bagi Rara untuk memejamkan matanya. otaknya berkelana berusaha memikirkan pembicaan apa yang dibahas antara mertua dan mantan kekasihnya itu.
Rara memiliki kekawatiran mama mertuanya tidak akan menyukai dirinya dekat dengan Fikri.
Dan wajarkan kalau mertuanya tidak menyukai kedekatannya dengan Fikri. mertua mana yang akan rela melihat anak menantunya dekatbdengan laki-laki lain, walaupun anak nya sudah tidak ada lagi. meski berpikir demikian. Rara berusaha memahami apa yang menjadi pemikiran mertuanya jika memang itu benar adanya.
***
Rara yang sebenarnya sangat ngantuk lantara semalam dirinya tidak bisa tidur nyenyak berusaha untuk mengkesampingkan rasa kantuknya.
Sementa ditempat lain Fikri yang masih masih tidur dengan pulasnya mengabaikan beberapa panggilan yang tak terjawab dari Rara
Matahari yang mulai masuk melalui celah-celah korden yang tersibak mulai mengusik tidur nyenyak Fikri, menandakan dirinya harus segera bangun untuk memulai aktifitasnya.
Dengan berat Fikri membuka matanya, dan meraih hape dimeja samping ranjangnya.
Melihat banyaknya panggilan tidak terjawab dari Rara membuat matanya terbelalak dan segera memanggil ulang kembali.
"Hallo" jawab Rara dari sebrang telphon
"Hallo Ra, maaf ya tadi aku masih tidur. ada apa Ra kok sepertinya ada yang penting" tanya Fikri
__ADS_1
"Iya, aku mau ngomong sama kamu nanti ya. ini aku mau persiapan meeting dulu." ucap Rara
"Ini kamu dimana Ra? kok seperti sedang berjalaan?" tanya Fikri
"Aku ini baru saja sampai kantor" jawab Rara singkat
"What? sepagi ini sudah sampai dikantor?" Fikri terkejut
"Iya, hari ini ada meeting penting dengan klien jadi aku harus menyiapkan berkas-berkas nya."
"Apa iya semua harus kamu? lalu untuk apa guna nya punya sekertaris kalau semua harus kamu sendiri yang kerjakan?" ucap Fikri
"Ini klien cukup penting untuk perusahaan jadi harus aku sendiri yang menyiapkan. ya sudah nanti aku hubungi lagi" ucap Rara menutup telphon
"Ra, Ra" ucap Fikri namun sambungan telphon sudah diputus.
"Kasian kamu Ra, harus bekerja sekeras ini" gumam Fikri yang merasa tidak tega membiarkan Rara bekerja sekeras ini.
Pikirannya ingin meringankan benan Rara, setelah berpikir sejenak Fikri berencana pagi ini akan menjemput El dan mengantarkannya ke sekolah.
Mengingat itu, Fikri senyum dan segera bangun dari ranjang empuknya. segera mandi dan dengan perasan bahagia memilih pakaian yang akan dikenakan untuk mengantar putra nya ke sekolah
Sampai di kediaman Bu Mira, Fikri meninta ijin untuk mengantar El ke sekolah. dengan mengantongi ijin dari mertua Rara, Fikri mengantarkan El kesekolah
"Jagoan uncle sudah sarapan?" tanya Fikri
"Sudah, tapi El sebenarnya masih ingin minum coklat hangat" ucap El
"Okay, kita cari dulu ya" jawab Fikri senyum
Haiiii....sayanx, maaf ya kemarin tidak updaten terimaksih yang sudah setia menungggu Author up. sayang kalian muaaacchh......
__ADS_1
jangan lupa tinggaljan jejak ya, Like, coment dan Sukur2 mau Vote hehehe...