Aku Pergi Karena Hasutan Ibumu

Aku Pergi Karena Hasutan Ibumu
MELAMAR


__ADS_3

Disebuah restoran yang sudah disulap dengan nuansa romantis penuh dengan bunga dan lilin dimana-mana, restoran yang tampak sepi tanpa pengunjung. bahkan tak satu pelayan pun yang terlihat. Fikri mengajak Rara masuk dengan ragu Rara mengekori Fikri dibelakanganya.


Dan Rara tidak menyangka Fikri akan melakuakan semua ini, matanya takjub oleh keindahan lampu-lampu dan bunga yang sudah tertata dengan rapi dan disebuah layar yang cukup besar tampak foto-foto mereka saat mereka masih menjalin kasih sewaktu SMA. Rara tidak menyaka Fikri masih menyimpan semua kenangan mereka saat bersama diwaktu mereka muda.


"Fik..ini apa? apa maksud semua ini?" tanya Rara melihat hal yang seprtinya tidak wajar


"Fikri mengeluarkan kotak merah dengan kain bludru dan membuka nya. tampak sebuah cincin berlian yang sangat indah


Fikri berlutut didepan Rara dan mengatakan"Ijinkan aku menjadi bagian dari hidupmu dan anak-anak kita. Rara aku tidak ingin lagi menyesal untuk yang kesekian kali nya. tolong, aku mohon terimalah cintaku. hiduplah bersamaku Rara" pinta Fikri penuh harap


Rara yang merasa semua terlalu mendadak kebingungan harus menjawab apa. disisi lain dirinya memang selalu mencintai Fikri tapi disisi lain dirinya merasa ini bukan waktu yang tepat untuk nya menerima lamaran dari Fikri


"Fikri, apa ini sebuah lamaran?" tanya Rara


"Bukan kah semua sudah jelas Ra? aku ingin menikah denganmu" jawab Firki


"Fik, bangun dulu kita bicara" Ajak Rara membantu Fikri berdiri


"Kenapa Ra, apa kamu ingin menolakku?" ucap Fikri sedih


"Kita duduk dan bicara pelan-pelan okay!" Rara mengakak Fikri duduk


Untuk sesat terasa hening, Rara hanya mentap Fikri yang terlihat sedih merasa lamaran nya ditolak


"Firki, sebelum nya aku mau minta maaf" ucapan Rara terputus oleh Fikri

__ADS_1


"Ra, tolong kasih aku satu kali kesempatan untuk menebus semua nya Ra"


"Dengarkan aku dulu Fikri, aku merasakan hal yang sama dengan kamu. iya aku masih mencintai kamu dan cinta itu tidak pernah berubah. aku mencintai kamu." ucap Rara


"Tapi, untuk saat ini sepertinya terlalu tiba-tiba dan terlalu terburu-buru untuk aku menerima lamaran kamu" ucap Rara lagi


"Tidak Ra, kita sudah terlalu lama menahan perasaan ini. aku merasa sudah saat nya kita bersama Ra, bahkan aku merasa Tuhan pun memberi kita kesempatan untuk kembali bersama." ucap Firki


"Fikri, ada mama Mira yang harus aku jaga hatinya. aku menyayangi mama mira seperti aku menyayangi mamaku sendiri. mama sangat baik padaku. aku tidak akan menyakiti hatinya" ucap Rara


"Bodoh kamu" Firki tersenyum


"Apa maksud kamu? mengatakan aku bodoh?" tanya Rara


"Jadi maksud kamu? mama merestui kita?" tanya Rara tidak percaya


"Iya, tante Mira merestui kita. dan malah menyuruh kita segera menikah. tante bilang tidak ingin melihat kamu menderita karena harus mengurus anak dan perusahaan" ucap Fikri


"Apa benar mama mengatakan semua itu?" kembali Rara bertanya


"Kamu pikir aku bohong?" tanya Firki


Rara hanya diam memandang Fikri yang sepertinya serius dengan ucapannya.


"Bukan hanya masalah mama Mira Fik, tapi papa aku juga tidak merestui hubungan kita berdua. karena itu aku butuh waktu untuk bisa menyakinkan papa"ucap Rara

__ADS_1


"Tidak ada yang perlu kamu kawatirkan lagi. papa dan mama kamu juga sudah merestui hubungan kita. dan mengijinkan kita untuk bersama." ucap Fikri senyum


"Kamu serius? kapan papa memberi kita restu?" Rara tercengang mendengar perkataan Fikri.


"Apa aku pernah berbohong sama kamu? apa lagi masalah seperti ini. kamh telphon papa kamu saja kalau tidak percaya sama aku" ucap Fikri


"Tunggu-tunggu, jadi sebelum kamu menemui aku. itu artinya kamu sudah terlebih dulu menemui papa dan mama aku?" Rara senyum dan menggeleng- gelenglan kepala merasa tidak percaya


"Tentu saja, kali ini aku tidak mau menyesal lagi. dan aku ingin memastikan semua nya tidak ada lagi hambatan untuk cinta kita. pengalaman dimasa lalu mengajari aku semua ini. aku sungguh-sungguh ingin bersama kamu Ra. aku mengira setelah mendengar kabar kamu menikah dengan Adi, mungkin seumur hidup aku tidak akan pernah menikah. tapi siapa yang bisa tau rencana Tuhan. karena nya aku tidak ingin lagi menunda semua ini" ucap Fikri


"Ra, kamu mau kan memaafkan aku dan memberi aku satu kali lagi kesempatan. aku janji Ra, aku janji kali ini aku tidak akan membuat kamu menangis karena sedih lagi. aku janji akan membahagian kamu dan anak-anak. tolong beri aku satu kesempatan untuk bisa membahagiakan kamu" ucap Fikri lagi namun Rara nampak masih bingung dan masih terdiam


"Ra, kamu tau kan. sejak mama pergi, aku hidup sebatang kara. aku tidak punya siapa-siapa lagi dalam hidupku. aku ingin memiliki sebuah keluarga. keluarga yang bisa selalu bersama berbagi suka dan duka. dan sebuah keluarga dimana aku bisa merasakan hangatnya kasih sayang. aku ingin setiap capek dikantor ada orang dirumah yang menungguku pulang. membuatku tidak sabar untuk bisa segera sampai rumah. dan orang itu adalah kamu. aku ingin menjalani rumah tangga bersama kamu. membesarkan anak-anak bersama kamu"


"Apa kamu yakin bisa menyayangi Raya seperti kamu menyayangi El? apa kamu yakin tidak akan membedakan kasih sayang diantara keduanya? kamu tau kan, bukan hanya El. Tapi Raya juga sangat berarti buat ku. El dan Raya adalah hidupku. keduanya memiliki arti besar dalam hidupku" jelas Rara


"Rara, aku menyayangi Raya sama seperti aku menyayangi El. aku janji tidak akan pernah membedakan keduanya. baik El atau pun Raya semua anakku. tidak akan pernah aku beda-bedakan." ucap Fikri


"Rara, kamu tau kan? aku sudah berhutang banyak pada Adi. Adi sudah memberi kasih sayang yang tulus untuk El sehingga El bisa tumbuh normal tanpa kekurangan kasih sayang seorang ayah sepertiku. mana mingkin aku akan membedakan El dan Raya. kalau Adi saja bisa apa aku tidak bisa?" tanya Fikri


"Tapi aku ada satu lagi syarat Fik" ucap Rara


"Katakanlah apapun akan aku lakukan" ucap Fikri


"Semisal kita ditakdirkan untuk menikah, aku mau kita tinggal dirumah Mama Mira. aku tidak ingin meninggalkan Mama Mira sendiri. yang dimiliki mama cuma Adi dan sekarang Adi sudah tidak ada. aku ingin selama nya merawat Mama" ucap Rara

__ADS_1


__ADS_2