Aku Pergi Karena Hasutan Ibumu

Aku Pergi Karena Hasutan Ibumu
KENYATAAN


__ADS_3

Sepulang kerja Bu Mira mengajak Rara untuk berbicara empat mata kekamarnya


"Ada apa Ma, kenapa serius sekali?" tanya Rara


"Sini sayang, Mama mau bicara" Bu Mira mengisyaratkan agar Rara duduk disampingnya


Rara duduk disamping Bu Mira dan menunggu Bu Mira membuka suara


"Ra, apa benar minggu kemarin saat kamu bilang akan ke taman hiburan sama anak - anak. kalian bersama Fikri juga?" tanya Bu Mira menatap mata Rara


Deg...


Rara tidak menyangka mertuanya akan mengetahui hal itu.


"Ma-Mama tau dari siapa?" ucap Rara gugup


"Ra, kenapa kamu harus sembunyikan dari Mama? bukan kah Mama sudah pernah bilang kalau Mama menganggap kamu anak mama. Rara bisa cerita apa saja sama Mama" bu Mira memegang tangan Rara


"Ma- Maaf ma, bukan maksud Rara seperti itu. Rara tidak ada maksud untuk bohong. hanya saja Rara dan Fikri hanya berteman. Rara takut Mama salah faham" ucap Rara


"Anakku Rara, mama tidak akan menghalangi semisal Rara ingin kembali membuka hati Rara dan berumah tangga kembali. justru Mama akan mendukung. karena mama tau anak - anak masih membutuhkan figur seorang ayah. tapi kalau boleh mama jujur kalau laki - laki itu Fikri mama agak berat." ucap Bu Mira


"Ma"


"Ra, Mama hanya takut kalau Rara akan disakiti lagi. apa Rara tidak ingat bertahun - tahun Rara harus meninggalkan Indonesia karena Fikri. Ra kalau bisa tolong jangan dekat - dekat lagi dengan Fikri. Rara boleh dekat dengan siapa pun tapi jangan Fikri." ucap Bu Mira


"Ma, Rara tidak ada apa - apa sama Fikri. dan Fikri menemui Rara hanya karena ingin bertemu dengan El. karena biar bagaimana El itu kan anak Fikri ma, Rara tidak bisa melarang Fikri menemui El" ucap Rara


Pyar....


suara gelas pecah


Bu Mira dan Rara melihat ke arah pintu


"El" ucap Rara dan Bu mira terkejut tidak menyaka El harus mendengar pembicaraan ini


"Rara kejar El dulu ya Ma" ucap Rara berlari meninggalkan Bu Mira


Rara mengeja tapi El yang masih tidak percaya berlari keluar rumah


"El, tunggu Mommy sayang, tunggu Mommy sayang" teriak Rara

__ADS_1


El yang sudah lebih dahulu berlari menghentikan taxi dan segera naik taxi


"El tunggu Mommy nak" teriak Rara melihat El naik taxi


Rara segera mengambil hape dan menghubungi Fikri


"Fik, El kabur, El kabur Fik" tangis Rara


"Apa maksud kamu, kamu tenang dulu. coba kamu ceritakan apa yang terjadi?"


"Tadi El tidak sengaja mendengar pembicaraanku dan mama, El mendengar kalau El anak kamu" ucap Rara terisak tangis


"Okay, kamu tenang. aku segera kesana kita cari El sama - sama" ucap Fikri panik segera menyambar kunci mobil


***


"Bos, bos mau kemana" ucap Dika bingung berusaha mengejar Fikri yang berlari - lari


"Aku ada urusan penting. tolong handle semua pekerjaan" ucap Fikri


"Tapi bos, sebentar lagi ada perjamuan penting yang harus bos hadiri. para investor sudah datang" ucap Dika yang saat ini sudah dihalaman kantor


"Bos, Tapi Bos" teriak Dika yang sudah tidak terdengar oleh Fikri


Fikri mengemudi dengan kecepatan tinggi, pikirannya kalut takut terjadi apa - apa pada putra satu - satu nya.


Fikri segera menepikan mobilnya begitu melihat Rara berjalan ditepi jalan dengan keadaan kacau


"Ra, gimana?" tanya Fikri


"Rara menggeleng - gelengkan kepalanya"


"Ayo masuk mobil dulu, kita cari sama - sama" ucap Fikri membukakan pintu mobil untuk Rara


Didalam mobil, Rara terus menangis. hampir sepanjang jalan telah disusuri namun El tak juga ditemukan.


"Apa kamu tau biasanya El pergi kemana?" tanya Fikri


"El tidak pernah seperti ini sebelumnya, jadi aku tidak tau El kemana" tangis Rara pecah membayangkan sebentar lagi akan gelap namun sampai saat ini dirinya tidak tau lagi harus mencari El kemana.


Sejenak Rara tetdiam dan berpikir.

__ADS_1


"Apa mungkin" Rara berpikir


"Mungkin apa Ra?" Fikri menatap Rara


"Kita kemakam Adi" ucap Rara dan Fikri segera mengenudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi


Tanpa di duga ternyata benar, El berada dimakam Adi. selama ini memang Adi yang selalu ada menemani El tumbuh. setiap hari Adi memperlakukan El dengan Baik hingga El tidak pernah kekurangan kasih sayang seorang Ayah.


"El, maafin Mommy sayang, maafin mommy. mommy salah, maafin momny" tangis Rara memeluk El


"Kenapa Daddy bukan ayah kandung El, Daddy menyangi El" tangis El pecah sejadi-jadinya


"Maafin Mommy sayang, maafin Mommy!" Dada Rara terasa sesak


"El, maafin uncle. ini semua salah uncle. uncle janji akan menceritakan semua kebenarannya pada El, tapi sekarang kita pulang dulu ya. hari sudah mulai gelap sebaiknya kita pulang!" ucap Fikri


El hanya diam dan menurut. saat ini Fikri membawa El kerumah Fikri yang sejak awal dibangun rumah ini memang tujukan untuk Rara.


Memasuki rumah tersebut bayangan masa lalu Rara muncul kembali.


Bayangan dimana Rara harus kehilangan kesuciannya hanya karena pikiran konyol Fikri yang menganggapnya sudah memberikan kehormatannya pada Adi.


Sejak rumah ini dibangun hanya sesekali saja Fikri mengunjungi rumah ini.


"El duduk, El mau dibuatin minum?" tanya Fikri


"Tidak uncle, El hanya mau uncle menceitakan yang sejujurnya. kalau memang uncle adalah Daddy El, kenapa dari El kecil yang El ingat hanya ada Daddy Adi, satu-satu nya Daddy yang selalu ada untuk El." ucap El


"Baik, uncle akan menceritakan semua padamu El, sudah waktunya kamu tau yang sebenarnya. semua ini kesalahan uncle, hanya uncle yang salah dalam hal ini, Mommy mu tidak bersalah. Mommy adalah waita terhebat yang selalu menyangi kamu. sedagkan Daddy hanya laki-laki yang tidak bisa melindungimu dan Mommy mu.


El yang sepertinya belum mengerti arah pembicaraan Fikri, melihat Rara dan Fikri secara bergantian.


"El, bukan salah Uncle Fikri sepenuhnya. Mommy pun ikut andil salah El. saat itu Mommy tidak memberitahu uncle Fikri kalau Mommy hamil kamu. nanti saat kamu dewasa Momny akan menceritakan semuanya disaat El sudah memahami." ucap Rara mencoba membuat El mengerti


"Jadi benar, El anak Uncle Fikri bukan anak Daddy Adi?" tanya El


Rara mengangguk mengiyakan dan tangannya mengusap air mata yang membasahi pipinya. tidak pernah terlintas sedikitpun El harus mengetahui semuanya.


"Maafin uncle El, tidak dari awal bisa memberitahu kamu kalau uncle adalah Daddy mu. uncle merasa malu dan bersalah pada mu. tapi percaya lah El, uncle sayang sama kamu" ucap Fikri yang juga tak bisa membendung air matanya. kesedihan, penyesalan atas semua tindakan yang tidak tegas dimasa lalu.


Haiii readers, maaf ya kemarin Author tidak up. terimaksih yang sudah setia menunggu Author up.terimakasih dukunganny

__ADS_1


__ADS_2