Aku Pergi Karena Hasutan Ibumu

Aku Pergi Karena Hasutan Ibumu
MENYADARI KESALAHAN


__ADS_3

Dengan mengantongi ijin dari suami dan mertua, Rara dan El ikut serta Fikri untuk bertemu dengan Bu Lina.


"Ra, terimaksih ya kamu bersedia menemui Mamaku" ucap Fikri yang mencoba memecah keheningan didalam mobil.


"Tidak perlu berterimaksih padaku, jika kamu ingin berterimakasih, berterimakasih lah pada Adi yang telah memberiku ijin, karena aku tidak akan pergi tanpa ijin dari suamiku." ucap Rara


"Adi beruntung ya Ra bisa menikah dengan wanita seperti kamu, andai Mama ku tidak seperti itu dan andai aku bukan pengecut pasti aku akan jadi laki - laki yang beruntung itu" ucap Firki matanya berkaca - kaca


"Tolong hentikan semua ucapan kamu, aku tidak ingin El mendengar apa yang kamu ucapakan" Rara melihat Fikri dan El yang nampak asyik dan sibuk dengan mainannya.


"Ada apa ma?" tanya El yang merasa namanya disebut - sebut


"Tidak ada apa - apa sayang. bagus sekali mainan El" Rara mencoba mengalihkan perhatian El pada mainanya.


"Maafin aku" ucap Fikri yang hatinya bahagia bisa melihat Rara dan El dari dekat


"El kangen Uncle tidak?" tanya Fikri senyum


"Em..kangen, tapi uncle tidak pernah main" ucap El dengan suara lucunya


"Maafin Uncle ya El" Fikri mengusap rambut El lembut


Tidak bisa dipungkiri hati Rara masih saja bergetar setiap kali di dekat Fikri. meskipun kini Rara sudah bisa menerima Adi sepenuhnya tapi bohong kalau Rara mencintai Adi. sampai saat ini hatinya masih terpaut pada Fikri.


Klek...


Fikri membukakan pintu ruangan tempat Bu Lina dirawat mempersilahkan Rara yang sedang menggendong El masuk


Mendengar ada yang masuk rungan, Bu Lina melihat kearah pintu. terlihat Rara yang sedang menggendong anak laki - laki yang terlihat sangat tampan dan mirip Fikri waktu kecil.


"Cucuku" ucap Bu Lina lirih air matanya berliang


El yang tidak faham melihat ke arah Bu Lina bingung


"Ra, tante mau bicara" ucap Bu Lina lirih memberi isyarat agar Rara mendekat.


Rara yang masih menggendong El mendekat dan duduk di kursi samping ranjang Bu Lina.


Bu Lina meraih tangan El memegang tangan kecil El. air matanya tidak berhenti mengalir menyesali perbuatannya. karena perbuatannya kini Fikri tidak bisa selalu bersama dengan anaknya.


"Maafkan Tante Rara" ucap Bu Lina lirih menangis dan menggenggam tangan Rara

__ADS_1


"Tante sudah berdosa dengan kalian, mungkin Tuhan akan menghukum Tante karena dosa - dosa Tante selama ini terhadap kalian" Bu Lina tak kuasa menahan air mata begitu pun Rara, hatinya terasa perih. kenapa harus sekarang? disaat diriya sudah bisa berdamai dengan keadaan.


Rara yang hanya menangis tanpa menjawab apa yang disampaikan Bu Lina


"Ra, tidak bisa kah kamu memafkan Fikri? sungguh Fikri tidak bersalah dengan semua yang terjadi, Fikri juga tersiksa karena Tante. semua yang terjadi dengan pada kalian karena kesalahan Tante. maafkan lah Fikri Ra. Mama merestui kalian. ucap Bu Lina setelah terdiam beberapa saat Bu Lina kembali mengatakan


"Mungkin umur tante tidak akan lama lagi, tabte ingin melihat kalian bahagia"


"Maaf tante, itu tidak mungkin. untuk semua yang tante lakukan Rara bisa memaafkan tapi untuk kembali dengan Fikri Rara tidak bisa" ucap Rara air matanya pecah


Mendengar itu, pandang Fikri mengarah ke Rara dan Mamanya. tidak menyangka Mama nya akan mengatakan hal itu dan tidak menyangka Rara akan dengan penuh keyakinan mengatakan tidak.


"Rara sudah memiliki suami, Rara sudah menikah dengan Adi. apa yang tante inginkan jelas tidak mungkin bisa Rara kabulkan." ucap Rara


El yang dari tadi hanya terdiam tidak mengerti dengan percakapan orang - orang dewasa ini.


"Mommy kenapa menangis?" ucap El mengusap air mata Rara


"Mommy tidak apa - apa sayang, mata mommy kemasukan debu" ucap Rara mencoba mengalihkan perhatian El


"Nenek ini kenapa menangis juga? kenapa semua menangis?" El melihat ke arah Bu Lina dan Fikri juga


"Nenek tidak apa - apa sayang, mata nenek kemasukan debu juga" ucap Bu Lina


"Tante, maaf Rara dan El harus segera pulang" ucap Rara berdiri dan keluar menggendong El


"Biar saya antar Ra" ucap Fikri menawarkan


"Tidak usah, kamu jaga Mama kamu saja. Adi akan menjemput kami" ucap Rara berlalu dan Fikri mengekorinya sampai lobby


Terlihat Adi yang sudah menunggu dibawah


"Daddy" ucap El beralaih ke gendongan Adi


Jleb..


Hati Fikri sekan tertusuk benda tajam yang sangat runcing mendengar El memnggil Daddy dan bermanja dengan Adi.


"Hai.. jagoan Daddy" ucap Adi mengusap punggung El yang ada di gendongannya


"Hai Di" ucap Fikri menyalami Adi

__ADS_1


"Terimaksih ya, sudah mengijinkan Rara dan El ketemu mamaku" ucapnya lagi


"It's okay" jawab Adi senyum


"Ya sudah kita pulang dulu ya" pamit Adi seraya menggandeng Rara dan menggendong El


Terlihat seperti keluarga yang sempurana dan bahagia. Fikri yang melihat punggung mereka berlalu hingga tidak terlihat lagi


Sesampai dikamar Bu Lina menyampaikan permintaan maafnya kembali terhadap putranya.


Tok..tok...


Klek


Sura pintu dibuka


"Tante" ucap Dela mendekti Bu Lina


"Maafkan Dela ya tante, Dela baru tau kalau tante sakit" ucapnya lagi


"Iya tidak apa - apa" jawab Bu Lina lirih dan melihat ke arah Fikri.


"Ma, Fikri mau keluar sebentar" ucap Fikri


"Iya sayang" jawab Bu Lina


Setelah Fikri keluar Bu Lina menjelaskan ke Dela dan meminta maaf tidak bisa lagi memaksa Fikri untuk menikahnya.


"Tante, kenapa jadi seperti ini? kemarin saat Dela sudah mau menyerah tante yang menyuruh Dela untuk bertahan dan terus mengejar Fikri. sekarang saat Dela menuruti apa yang jadi keinginan tante. tiba - tiba sekarang tante bilang seperti ini?? kira - kira apa semua ini masuk akal menurur tante? ucap Dela sinis


"Maafin tante Dela. tante benar - benar minta maaf. tante yang salah. semua kekacauan yang terjadi, semua karena tante, semua salah tante" ucap Bu Lina terisak tangis


"Dela boleh membenci tante, tapi tante mohon biarkan Fikri melanjutkan hidup sesuai keinginannya. jangan paksa Fikri untuk menikah kalau memang Fikri tidak mau" ucap Bu Lina seraya memohon


"Tidak akan tante, Dela harus menikah dengan Fikri. ingat Papa bisa melakukan apa saja jika tante tidak menepati janji tante" ucap Dela mengancam dan menghentakan satu kakinya melangkah keluar karena marah


Bu Lina menangis, hatinya sedih mengingat apa yang sudah dilakukannya selama ini.


Sebagai seorang ibu hatinya hancur melihat putra yang selalu terpuruk


"Aagghh.." Bu Lina kesakitan memegangi dadanya, nafasnya mulai berat, pandangannya mulai menghitam dan..

__ADS_1


Terimakasih sudah membaca karya Author, mohon dukungan dengan cara like, coment dan vote ya


__ADS_2