Aku Pergi Karena Hasutan Ibumu

Aku Pergi Karena Hasutan Ibumu
MENGAGUMI KECANTIKAN RARA


__ADS_3

"Fikri"


Belum sempat El menjawab terdengar suara Rara yang memanggilnya.


Mendengar suara ibu nya datang sontak El berlari menghampiri ibu nya.


"Momy" ucap El lari memeluk Rara


"Sayang, lagi main apa? tanya Rara pada El


El memperlihatkan mainan - mainan yang dibawakan Fikri


"Mainan baru dari siapa sayang" tanya Rara dan El menunjuk Fikri


"Oow dr uncle ya? ya sudah El main di dalam ya Sama mb Issabela" ucap Rara menyuruh El masuk dengan pengasuhnya


El mengangguk dan masuk kedalam rumah.


"Fik, terimakasih tapi tolong lain kali jangan memberikan apa - apa pada El ya. dan bukankah aku juga sudah bilang jangan kesini lagi" ucap Rara


"Tapi kenapa Ra, aku lihat El suka bermain denganku, aku hanya ingin ketemu dan bermain dengan El. aku tidak mengganggumu kok Ra" ucap Fikri


"Iya aku tau Fik, tapi tetap lebih baik kamu jangan kemari lagi" tegas Rara


"Apa kamu takut suami kamu marah kalau alu kesini ya? aku akan jelaskan kalau kita hanya berteman" ucap Fikri


"Sudah lah Fik, tidak semua kamu harus tau. sebaiknya kamu segera pulang" ucap Rara


"Ra, tidak bisakah kamu memaafkan aku? aku tau kamu sudah memiliki keluarga yang bahagia. aku tidak akan mengganggu kehidupan keluargamu Ra, aku hanya berharap kamu mau memaafkan aku." ucap Fikri


"Baiklah, aku sudah memaafkan kamu.sekarang pulang lah"ucap Rara


Mendengar Rara sudah memafakannya hatinya terasa sedikit lega, meskipun ada sedikit penyesalan tidak bisa memiliki Rara kembali. tetapi setidaknya melihat Rara hidup dengan baik dan bahagia membuatnya tenang. walaupun bukan dengan dia Rara bahagia. karena dengannya mungkin hidup Rara tidak akan lebih baik dari sekarang.


****


Hari ini Fikri yang sudah di jadwalkan bertemu dengan Mr. Alan berhasil menyakinkan Mr. Alan untuk kembali bekerjasama dengan perusahaannya dan akan mendatangani kontrak kerjasama dengan Mr. Alan minggu depan.


Fikri yang mengetauhi semua ini karena Rara yang menyakinkan Mr.Alan untuk kembali bekerjasama dengan perusahaan Fikri dan menjamanka dirinya kalau tidak akan menyesal kembali bekerja sama dengan dengan perusahaan Fikri.


Tok...tok...


"Masuk"


"Maaf mengganggu jam kerja kamu" ucap Fikri yang menemui Rara dikantor setelah bertemu dengan Mr. Alan


"Silahkan duduk" ucap Rara

__ADS_1


Fikri duduk melihat sekeliling ruangan Rara yang cukup besar dan sepertinya memang Rara cukup sukses untuk karirnya.


"Wanita yang cantik, sukses dalam karir, mandiri dan seorang ibu yang baik" batin Fikri menatap Rara


Sadar dirinya sedang ditatap Fikri, Rara mengalihkan pandangannya.


"Ada perlu apa?" tanya Rara mengalihkan lamunan Fikri


"Aku tau, kamu yang menyakinkan Mr. Alan agar mau bekerja sama dengan perusahaanku lagi, Mr. Alan sudah menceritakan semua nya. dan aku kesini mau mengucapkan terimaksih sama kamu Ra" ucap Fikri


"Aku melakukannya, karena aku tau perusahaan kamu memang mampu. aku pernah bekerja disana aku tau bagaimana perusahaan kamu bekerja, cuma itu" ucap Rara senyum mengangkat kedua bahu nya


"Apapun alasan kamu ijinkan aku berterimaksih dan kalau kamu tidak keberatan, ijinakan aku traktir kamu makan malam sebelum aku kembali ke Indonesia." Fikri memohon


"Okay nanti malam jam tujuh aku tunggu dirumah" jawab Rara santai


"Terimakasih ya Ra, terimakasih" ucap Fikri sangat senang Rara mau menerima undangan makan malam dengan dirinya.


****


Tepat jam tujuh malam terdengar suara bel pintu rumah Rara, Rara yang sudah dandan dengan cantik mengenakan dres berwarna hitam, rambut tergerai sepundak dibuat bergelombang membuatnya terlihat semakin cantik.


"Kenapa bengong" ucap Rara saat membuka pintu, melihat Fikri yang tercengang diam menatap kecantikan Rara


"Kamu cantik" ucap Fikri


"Boleh aku pamit sama El dulu" ucap Fikri


"Dia sedang bermain dengan sama pengasuhnya" ucap Rara mengijinkan


Fikri langsung masuk kedalam rumah dan menyapa El


"Hai...boy" ucap Fikri senyum


"Uncle..." ucap El dengan nada lucunya Baby


"Unlce mau pergi sama Momy sebentar ya" pamit Fikri mengusap rambut El lembut


"Emm..." El mengangguk mengiyakan


"Anak pinter" ucap Fikri


Rara yang melihat pemandangan ini sebenarnya hatinya merasa berkecamuk antara senang, sedih dan kasian melihat mereka berdua. walaupun tidak saling mengetahui identitas masing - masing namun ikatan batin diantara keduanya seakan tidak bisa dipisahkan.


Mungkin inilah yang dinamakan ikatan batin seorang anak dan ayah.


"Ra" panggilan Fikri membuyarkan lamuanan Rara

__ADS_1


"Eh..iya...ayo" ucap Rara terbata - bata dan segera berpamitan dengan putranya.


Sesampainya direstauran Rara yang sibuk memilih - milih menu makanan dan Fikri yang sibuk memandangi wajah cantik Rara, walaupun sudah memiliki seorang anak, akan tetapi kecantikannya tidak pernah berkurang sedikit pun, justru semakin terlihat cantik, tubuhnya tampak semakin berisi dan terlihat lebih segar.


"Kamu mau pesan apa?" ucap Rara menyodorkan daftar menu makanannya.


"Kamu saja yang pilih" jawab Fikri senyum dan matanya seakan enggan berpaling dari wajah cantik yang ada didepannya ini.


"Apa aja ini?" tanya Rara mengerutkan dahijya


"Apa aja yang kamu pilih, aku pasti suka." jawab Fikri senyum tak mau sedetikpun mengalihkan pandangannya


"Okay" ucap Rara mengangguk - angguk senyum


Pelayan sudah pergi dan menyiapkan pesananan mereka


"Kamu kenapa dari tadi menatapku Fik?" ucap Rara


"Ra, kamu sudah memiliki anak tapi masih saja terlihat sangat cantik. suami kamu pasti sangat beruntung memiliki kamu sebagai istrinya" ucap Fikri menyesal sudah mengecewakan gadis secantik Rara


"Seandainya dulu aku lebih percaya kamu dan tidak percaya dengan apa yang diucapkan mama, pasti sekarang aku lah laki - laki yang beruntung itu Ra" Batin Fikri


Mendengar kata - kata Fikri, Rara tidak menanggapi dan hanya tersenyum manis menatap Fikri penuh arti.


"Tapi Ra, setiap aku kerumah kamu, kenapa aku tidak pernah melihat suamimu. Apa suamimu sedang ada kerjaan luar kota?" tanya Fikri


Pertanyaan belum dijawab Rara tapi Fikri sudah memberi pertanyaan lagi


"Apa suami kamu orang indonesia juga ya?? kalau aku perhatikan El sepertinya ayahnya bukan bule? tanya Fikri kembali


"Banyak banget yang ingin kamu ketahui tentang aku" jawab Rara santai


"Iya Ra, aku hanya ingin mastikan kamu baik - baik saja Ra" ucap Fikri


"Seperti yang kamu lihat, aku baik - baik saja, sangat baik malah" ucap Rara


"Kalau soal yang aku tanyakan tadi??" Fikri menatap Rara


"Em, soal apa? Ayah nya El? Iya dia orang indonesia" jawab Rara senyum


"Jadi ayahnya El orang Indonesia yang kerja disini juga seprti kamu ya Ra" tanya Fikri yang masih penasaran


"Tidak, Ayah nya El kerja di Indoneaia" jawab Rara singkat


"Lalu membiarkan kalian berdua disini sendiri?" tanya Fikri tidak mengerti bagaimana bisa ada suami yang membiarkan istri dan anaknya berada dinegara lain.


"Iya, karena dia kan harus mengurus perusahaannya"jawab Rara masih santai

__ADS_1


__ADS_2