Aku Pergi Karena Hasutan Ibumu

Aku Pergi Karena Hasutan Ibumu
BANGGA DENGAN EL


__ADS_3

Fikri yang sedang berdiri bersandar pada mobil nya dengan setelan jas dan kacamata hitamnya dan rambut yang selalu tertata rapi dan terlihat sangat maskulin. menunggu El keluar dari sekolah


"Hai Jagoan" Fikri melambai ke arah El yang baru saja keluar gerbang sekolah


"Uncle" ucap El menghampiri Firki


"Masuk jagoan" ucap Fikri membukakan pintu mobilnya


"Kenapa uncle yang jemput? Mommy dimana?" El bertanya


"Mommy sedang banyak kerjaan. jadi minta tolong uncle buat jemput kamu handsome" ucap Fikri mengacak - acrak rambut El lembut


Tanpa banyak bertanya lagi, El masuk kedalam mobil Fikri


"El mau ikut kekantor uncle?" tanya Fikri


"Kalau mommy ngijinin, El mau" ucap El yang selalu patuh


"Tentu saja, Mommy ngijini kan uncle udah ijin Mommy El tadi" ucap Fikri


Sesampai di kantor Fikri membukakan pintu mobil untuk El


"Ayo jagoan turun" ucap Fikri


El segera turun dari mobil, keduanya berjalan layaknya ayah dan anak memasuki kantor Fikri yang begitu tinggi dan megah.


Semua mata kaeyawan memandang ke arah El dan Bosnya


"Ternyata benar, Bos kita sudah memiliki seorang anak" ucap Karyawan dan berita pun segera menyebar keseluruh karyawan kantor.


Diruangan Fikri El duduk di sofa


"Ini kantor uncle?" tanya El


"Iya ini kantor Uncle? bagus tidak?" tanya Fikri


"Bagus" jawab El singkat


"El suka?" tanya Fikri


"Em..suka" jawab El lagi


"Kalau gitu, El harus rajin belajar nanti biar bisa menggantikan uncle jadi presdir di sini. El mau gak?" tanya Fikri


"Kenapa harus El?" El bingung

__ADS_1


"Karena El tidak punya siapa - siapa lagi" jawab Fikri


"Uncle sendiri?" tanya El


"Iya Uncle sendiri" jawab Fikri


"Mulai sekarang uncle tidak sendiri. ada El, mommy dan Raya akan jadi teman uncle" ucap El


"Begitukah? senang sekali uncle mendengarnya. oya El mau makan siang? gimana kalau kita makan siang disini? El mau makan apa" ucap Fikri


"El mau pizza sama milk shake coklat" jawab El


"Okay jagoan" ucap Fikri segera menghubungi Dika untuk membawakan pesanan El


Tak butuh waktu lama pesanan Bosnya datang. El sangat senang menyantap pizza pesanannya


"Bos ternyata El ganteng ya" bisik Dika


"Iya dong, anak siapa dulu" bisik Fikri pada El


Fikri sangat bangga pada putranya yang terlihat ganteng dan begitu pintar sepertinya El memang menuruni kecerdasan kedua orang tuanya. karena Rara dan Fikri memang orang yang sangat pandai tak heran kepandainya menurun pada putra mereka.


Dret...dret...


Panggilan masuk dari Rara


"Hallo Fik, gimana El merepotkan tidak? aku masih ada sedikit pekerjaan jadi belum bisa menjemput El" ucap Rara


"Tidak kok, tenang saja. El anak yang pinter. ini lagi makan dikantorku" jawab Fikri


"Kamu ajak El ke kantor?" tanya Rara


"Iya, kenapa? tidak apa - apa kan?" tanya Fikri balik


"O..iya tidak apa - apa, takut mengganggu pekerjaan kamu saja" ucap Rara


"Tidak. aku justru senang ada El disini." jawab Fikri


"Ya, sudah aku selesaikan pekerjaanku dulu ya, nanti setelah selesai aku jemput El" ucap Rara


***


Hari ini Pak Dody menjenguk pak Edo adiknya yang sedang mendapat perawatan dr sebuah rumah sakit


"Edo, jujur mendengar apa yang kamu dan putri kamu lakukan pada Rara membuat aku kecewa. dari kamu kecil sampai kamu dewasa aku memperlakukan kamu penuh kasih sayang. sebagai kakak aku selalu mengalah demi kebahagian kamu. aku selalu menganggap kamu adik kecilku yang selalu minta perlindungan dariku. sampai aku tidak menyadari istri dan putriku selama ini aku kesampingkan. semua yang kamu minta aku berikan tanpa melihat istri dan anakku juga membutuhkan.

__ADS_1


Mendengar perlakuanmu dan Dela putrimu. sebagai seorang ayah hatiku sakit. putriku harus menderita karena kalian.orang yang selama ini aku utamakan melebihi siapa pun" ucap Pak Dody meneteskan air mata penyesalan


"Tidak pernah terbanyangkan sedikitpun adik yang selama ini aku besarkan dengan kasih sayang tega menyakiti keponakan sendiri." ucapnya lagi


Pak Edo yang saat ini tidak bisa berbicara karena struk hanya mampu neneteskan air mata mendengar perkataan Pak Dody. kakak yang selama ini selalu merawatnya sejak kedua orang tua mereka meninggal. namun ketamakan dan rasa sayangnya pada Dela membutakan matanya. hanya karena Dela menginginkan Fikri, pak Edo menghalakan semua cara untuk menyatukab Dela dan Fikri termasuk menyakiti keponakannya sendiri Rara.


"Apa yang kamu alami saat ini mungkin adalah hukuman Tuhan atas perbuatan jahatmu Do. orang akan menuai apa yang ditanam. sejak kecil orang tua kita selalu mengajari kita untuk berbuat baik. kalau tidak ingat pesan almarhum ibu kita untuk selalu menjaga persaudaraan kita mungkin saat ini aku tidak akan mau melihat kamu lagi" ucap Pak Sandi segera berdiri dan meninggalkan Pak Edo sendiri.


Hatinya merasa teriris dengan kondisi adiknya tapi tidak bisa dipungkiri perasaan marah dengan apa yang harus dialami Rara juga masih terngiang jelas dibenaknya.


****


Rara yang sudah selesai bekerja segera menjemput El ke kantor Fikri


Sesampainya Rara didepan kantor Fikri Rara teringat kejadian masa lalunya saat dirinya bekerja dikantor ini. hari pertamanya bekerja harus bertemu kembali dengan laki - laki yang dicintainya setelah sepuluh tahun berpisah.


"Huh..." Rara menghembuskan nafasnya dan segera mengambil hape menghubungi Fikri


"Hollo Fik, aku sudah diluar kantormu, bisa tolong ajak El turun" ucap Rara


"Tapi El sedang tidur, rasanya tidak tega mau membangunkan" jawab Fikri


"Em..gimana ya" ucap Rara ragu


"Kamu naik saja keruanganku Ra, masih ingat kan?" ucap Fikri


"Aku kesana? em..gimana ya? tidak enak sama karyawan disana" ucap Rara


"Kenapa harus tidak enak? ayo lah kesini saja. apa kamu mau menunggu El sampai bangun dimobil?" ucap Fikri


"Okay, baik lah. aku akan kesana" ucap Rara mematikan ponselnya dan segera keluar mobil.


Dengan ragu - ragu Rara melangkah masuk kantor Fikri.


"Bu Nara, apa kabar?" ucap Karyawan yang ternyta masih mengingatnya kareana dulunya Rara pernah menjadi kepala Devisi dikantor ini.


"Saya baik" jawab Rara senyum


"Apa Bu Nara akan kembali bekerja disini?" tanya nya lagi


"Oh..tidak, tidak. saya tidak bekerja disini lagi. saya permisi dulu ya. ada sedikit perlu sama pal Fikri" ucap Rara


Gosib Rara mantan kekasih Bosnya dan dulu sempat bekerja sebagai kepala Devisi datang mengunjungi Bos pun segera menyebar keseluruh karyawan kantor dan sampai ketelinga Dela.


"Apa yang mereka maksud Rara? apa Rara datang ke kantor menemui Fikri? batin Dela

__ADS_1


Dela yang merasa punya hutang maaf dari Rara, ingin menemuinya dan meminta maaf atas kesalahannya dimasa lalu.


^Happy reading^


__ADS_2