Aku Pergi Karena Hasutan Ibumu

Aku Pergi Karena Hasutan Ibumu
DEKAT DENGAN EL


__ADS_3

"El, kenapa sudah bangun sayang? ayo Momy antar kamar lagi ya" Rara yang segera mengantar El ke kamar karena takut melihat ada Fikri disitu


Dan El yang masih mengantuk hanya mengangguk belum menyadari ada Fikri disitu


Rara mengantar El kemar nya, dan Fikri tanpa disuruh masuk mengikuti Rara dan El masuk kedalam rumah, melihat sekeliling rumah.


Fikri merasa ada yang aneh, ada begitu banyak Foto Rara dan El d sana tapi kenapa tidak ada Foto laki - laki yang harusnya ayahnya El.


Kini pikiran Fikri masih dipenuhi pertanyaan dan kaki nya membawa diri kedepan pintu kamar El, dimana El yang sedang berusaha ditidurkan Rara namum belum juga mau tidur.


"Kalau belum mau tidur, biar bermain saja Ra" ucap Fikri mengagetkan Rara dan El


"Fikri, kenapa kamu masuk" Rara yang kaget karena tadi lupa menutup pintunya sebelum masuk.


"Uncle.." ucap Fikri senyum


Ya, El sangat senang jika ada laki - laki main kerumahnya, mungkin karena dirinya merindukukan sosok seorang ayah hingga setiap bertemu dengan laki - laki dewasa dirinya sangat senang mengira ayahnya.


"Hai, Kenapa belum mau tidur? belum ngantuk ya? mau main sama Uncle?" ucap Fikri mendekati El


"Emm" El mengangguk tersenyum, dan Rara pun tidak mampu mengusir Fikri karena melihat seny bahagia diwajah putranya.


Rara pun meninggalkan El yang sedang bermain dengan Fikri kembali menuju meja kerjanya untuk menyelesaikan pekerjaannya.


"Ra" Panggil Fikri dan Rara pun menoleh


"El mana?" Rara melihat sekeliling


"El sudah kembali tidur" jawab Fikri


"Anak kamu pintar banget ya Ra?" ucap Fikri senyum


"Emm" Rara mengangguk senyum


Melihat senyum Rara, sungguh membuat hati Fikri tak karuan.


"Seandainya aku lah yang bisa membuatmu tersenyum Ra, seandainya aku lah sumber kebahagianmu Ra" Batin Fikri tanpa disadari bibirnya pun ikut tersenyum.


"Ra...dimana suami kamu?" tanya Fikri


Mendengar Fikri bertanya soal suami, membuat Rara kaget dan sejenak menghentikan pekerjaannya.


"Sebaiknya kamu segera pulang Fik, dan tolong jangan kembali lagi kesini" ucap Rara kali ini memarik tangan Fikri keluar.

__ADS_1


Setelaf Fikri keluar segera ditutupnya pintu dan Rara bersandar dipintu menangis. kali ini hatinya terasa perih.


"Andai kamu tau yang sebenarnya Fik" gumam Rara


"Tidak, kamu tidak boleh tau Fik, Mama mu akan sangat murka dan bisa menyakiti El" gumam Rara lagi


Fikri yang kali ini juga tidak bisa berbuat apa - apa dia melangkahan kaki nya pulang kembali kehotel namun hati dan pikirannya terbanyang wajah polos El yang sekilas mirip dirinya waktu kecil.


Tanpa disadari bibirnya kembali tersenyum dan kerinduan akan bocah kecil itu kembali hadir, teringat bagaimana senangnya saat bermain bersama El, tapi hatinya juga merasa ada yang aneh.


"Kenapa sama sekali tidak menukan adanya tanda - tanda laki - laki yang hidup disana selain bocah kecil El itu" gumam Fikri


"Apa mungkin suami Rara sedang diluar kota?" gumam Fikri dengan pertanyaan - pertanyaan yang belum mampu dijawabnya.


Hingga terdengar panggilan telphone masuk dari Dika


"Bos, perkembangan dengan Mr.Alan bagaimana?" tanya Dika


"Hari ini rencananya aku mau menemuinya lagi" ucap Fikri


"Rencana Bos pulang kapan?" pemegang saham sepertinya sudah berencana akan mengadakan pertemuan pemegang saham minggu depan" ucap Dika yang sedikit kawatir posisi bos nya akan terancam.


"Sebelum hari itu tiba, saya akan berusaha membujuk Mr. Alan agar mau berkerjasama kembali dengan perusahaan kita" jawab Fikri


"Rara, Bu Nara maksud bos?" Dika kaget


"Iya, kamu tau kan bagaimana aku menyakiti dia bertahun - tahun, tidak mungkin bagiku untuk meminta pertolongan Rara untuk mau membujuk Mr. Alan agar menanda tangani kontrak kerja dengan perusaan kita lagi" ucap Fikri


"Tapi bos harus tetap mencoba, karena hanya dengan Mr. Alan bekerja sama lagi dengan perusahaan kita, posisi bos sebagai presdir Aman. mengingat banyaknya pemegang saham yang berusaha menjatuhkan bos dan ingin mengganti dengan presdir yang baru.


Ya, semenjak pernikahan nya dengan Dela gagal. Pak Edo sekuat tenaga berusaha menggulingkan posisi Fikri dan ingin menghancurkan perusahaan yang selama ini telah dibangunnya. hal itu pun sebenarnya sudah disadari oleh Fikri.


Keesokan harinya Fikri ke kantor Mr. Alan namun yang dicari sedang tidak ada ditempat, Fikri yang menunggu di lobby kantor Mr. Alan melihat Rara dan segera memanggilnya.


menanyakan keberadaan Mr. Alan.


"Ra, kalau boleh aku mau tau jadwal Mr. Alan, aku harus segera bertemu Mr. Alan sebelum kembali ke Indonesia" ucap Fikri


Mendengar Fikri mengatakan akan kembali ke Indonesia ada perasaan sedikit kecewa atau mungkin perasaan tidak rela entahlah nyatanya Rara memang belum bisa menghapus Fikri dari hatinya.


"Kapan kembali" tanya Rara berusaha menutupi perasaannya


"Minggu ini" jawab Fikri singkat

__ADS_1


"Apa kerja sama dengan Mr. Alan sangat penting buat kamu?" tanya Rara


"Bisa dibilang begitu, karena jika kerja sama ini gagal. usaha yang selama aku bangun sia - sia. saat ini para pemegang saham sedang berusaha menjatuhkanku." jawab Fikri


"Kenapa seperti itu?" Rara menatap Fikri heran


"Papanya Dela yang ada dibelakangnya, dengan kekuatannya tidak heran para pemegang saham goyah." ucap Fikri


"Om Edo?" Rara mengerutkan dahinya


Rara yang merasa aneh, karena setau Rara Edo adalah mertua Fikri orang tua Dela, sepupu Rara yang dinikahi Fikri tiga tahun yang lalu.


Rara yang sebenarnya penasaran memilih untuk diam dan tidak mau bertanya lebih jauh.


"Ya sudah, dua hari lagi kembali kesini, aku akan atur schedule buat bertemu Mr. Alan." ucap Rara


"Terimakasih ya Ra, aku tidak tau harus bilang apa lagi selain terimakasih" ucap Fikri yang sangat bahagia karena Rara masih mau membantunya.


"Ok" Rara berlalu meninggalkan Fikri


Fikri yang terus memandangi punggung Rara yang sudah berlalu jauh meninggalkan dirinya.


"Kamu memang tidak pernah berubah Ra, selalu baik dan perhatian, beruntung sekali laki - laki yang kini sudah mendapatkanmu" gumam Fikri senyum


***


Sore hari Fikri yang bosen berada dikamar hotel memutuskan untuk berkunjung menemui baby El, bocah kecil yang mampu memcuri hatinya. sebelum mengunjungi El, Fikri menyempatkan membeli beberapa mainan untuk El terlebih dahulu.


"El.." panggil Fikri yang melihat El bermain dihalaman rumah bersama pengasuhnya.


"Uncle" jawab El berlari memeluk Fikri


Fikri yang merasakan perasaan hangat saat dipeluk Baby El


"Kenapa aku merasa begitu dekat dengan anak ini" batin Fikri


El pun sepertinya merasaakn hal yang sama. padahal mereka bertemu baru beberapa kali tapi entah kenapa El seperti sudah mengenal lama.


El yang saat ini sedang asik bermain dengan mainan yang dibawakan Fikri barusan membuat Fikri semakin gemas dengan bocah ini.


"El, Mama dimana?" tanya Fikri


"Kerja" jawab El lucu suaranya yang masih khas baby

__ADS_1


" Daddy El kemana?" tanya Fikri penasaran


__ADS_2