Aku Pergi Karena Hasutan Ibumu

Aku Pergi Karena Hasutan Ibumu
RARA KEMBALI


__ADS_3

Ditempat lain Rara mendapat telphon dari Bu Indah Mamanya mengabarkan Papa nya sakit dan meminta Rara untuk pulang ke Indonesia.


Disinilah masalah kembali muncul lantara Rara belum memberitahu keberadaan El dalam hidupnya. Rara yang bingung harus seperti apa disisi lain hati yang sudah mulai percaya dengan janji Fikri tapi nyatanya Fikri juga tak kunjung menjemputnya.


Tapi Rara sebenarnya tidak hera, dirinya tau Fikri tidak akan mungkin dapat ijin dari Mamanya. Rara tau seperti apa Bu Rara tidak akan mudah untuk Fikri memperjuangannya.


Pupus sudah harapannya dengan Fikri, Air mata yang selama ini dibendung tak ingin ditumpahkan lagi akhirnya kembali harus terkuras karena tak tahan menahan rasa sakit dihatinya.


Mungkin pulang keIndonesia membawa El bukan jalan yang yang terbaik tapi pura - pura tidak terjadadi apa - apa dengan Papanya juga tidak mungkin.


Rara yang kalut mengambil hape dari tasnya menghubungu Adi sahabatnya yang sudah lama tidak pernah dihubungi sejak kepeutusannya kembali meninggalkan Indoneaia.


"Hallo" jawab Adi


"Hallo Adi, ini aku Rara" ucap Rara ragu


"Rara, ini benar kamu? Ra, kamu dimana Ra? kenapa butuh waktu begitu lama untukmu menghubungi aku??" Adi terus membanjiri Rara dengan pertanyaan


"Adi, maafin aku ya. aku memutuskan pergi lantara aku tidak mungkin lagi kembali ke Indonesia tapi belakangan ini Mama menghubungiku Papaku sakit. dan aku diminta pulang" ucap Rara


"Lalu apa yang kamu tunggu, kenapa kamu tidak segera pulang? apa yang ada dalam Fikiran kamu? Adi tidak mengerti dengan jalan pikiran Rara


"Waktu telah merubah segalanya Di, begitu juga dengan diriku" Rara menangis


"Apa nya yang berubah Ra? tidak ada yang berubah Ra. hanya kamu yang memetuskan untuk meninggalkan kami disini" ucap Adi


"Adi sebenarnya aku sudah mempunya seorang Anak" ucap Rara


"Anak? apa maksud kamu?" Adi bingung


"Iya Adi, aku sudah memiliki Anak berusia dua tahun" ucap Rara


"Kamu bercanda kan Ra? apa kamu sudah menikah disana?" ucap hati menahan air matanya, hatinya terasa seperti ada pisau yang menusuk, sakit itu lah yang Adi rasakan saat ini


"Tidak Adi, aku tidak menikah?" Rara kembali menangis


"Lalu apa maksud kamu punya anak? aku tau Ra, kamu bukan wanita seperti itu. katakan anak siapa Ra?" Adi terus menghujani Rara dengan pertanyaan


"Fikri" ucap Rara


"Fikri maksud kamu? bicara yang jelas Ra!" Adi tampak emosi


"Sebelum aku pergi ternyata aku mengandung anak Fikri" ucap Rara sedih mengingat masa lalunya

__ADS_1


"Rara, kenapa seperti ini?Apa Papa dan Mama kamu tau saol anak kamu?" tanya Adi


"Tidak tau Di, itu lah yang membuat aku bingung, aku harus bagaimana?? kalau aku pulang anakku bagaimana tidak mungkin aku tinggal El disini sendiri" Ucap Rara bingung


"Kamu pulang saja Ra, biar aku yang menjaga anakmu" ucap Adi


"Tapi Di? apa kamu yakin? ucap Rara


"Aku akan atur semua, aku akan carikan Apartemen untul anak kamu biar nanti aku yang jaga selama kamu dirumah" ucap Adi


Rara akhirnya menyetujui ide dari Adi dan segera bersiap kembali ke Indonesia.


****


Sesampainya di Bandara Indonesia, Adi sudah disana menunggu kedatangan Rara dan El.


"Ra" Adi memanggil Rara dan melambaikan tangannya


"Adi" ucap Rara menghampir


Adi melihat anak laki - lagi yang sedang tertidur digendong Rara dan segera mengambil alih menggendong El


"Biar Aku saja Ra" ucap Adi


Klik


Suara Adi membuka pintu


"Giman Ra? kamu suka?" Adi menunjukan Aparteman yang sengaja disiapkan untuk Rara dan El.


"Suka, suka banget Di, terimakasih ya Di." ucap Rara senyum merasa bersyukur punya sahabat seperti Adi.


Setelah menidurkan El dikamarnya, Adi mengajak Rara berbicara diluar


"Sepertinya El kecapekan" ucap Adi


"Iya Di, dipesawat dia terus bertanya apa dia akan bertemau dengan nenek dan kakaknya. aku sampai bingung harus bilang apa


" Ucap Rara dengan mata berkaca - kaca


"Kenapa bisa sampai seperti ini Ra" tanya Adi yang belum mengerti dengan kehidupan yang dijalani Rara


"Entah lah tapi ini lah hidupku sekarang Di" ucap Rara menaikan kedua bahunya

__ADS_1


"Apa kamu bahagia?" tanya Adi


"Setidaknya kehadiran El membuat aku bahagia dan kuat menjalani hidup ini Di." ucap Rara


"Fikri tau soal El?" Adi menatap Rara


"Dia sudah tau, beberapa waktu yang lalu tanpa sengaja kami bertemu dibelanda. dan dia berhasil mendapatkan alamat rumahku disana saat dia kesana dia tau kalau El adalah anakku dan saat dia tau aku tidak pernah menikah dia yakin El adalah anaknya, akupun sudah tidak bisa menutupinya lagi dari Fikri" Rara menceritakan


"Lalu seperti apa reaksinya? apa dia kan menikahi kamu" tanya Adi menyelidik


"Hah, kamu tau lah Fikri seperti apa kalau sudah berhadapan dengan Mamanya" Rara senyum tapi hatinya terasa getir


"Ingin sekali aku menghajarnya Ra, tapi aku tau walaupun seperti itu kamu tetap mencintai Fikri." keluh Adi


Mendengar itu Rara senyum membenarkan, seperti apapun Fikri hatinya memang tidak pernah bisa untuk membencinya.


"Adi, setelah El bangun. aku akan pulang kerumah. aku percayakan El sama kamu ya" ucap Rara mencoba mengalihkan pertanyaan tentang Fikri


"Iya Ra, kamu tenang saja. fokus sama Om dan Tante biar aku yang jaga El" ucap Adi


Setelah El bangun dan Rara memberi pengertian putranya, Rara segera menuju tujuan utamamya menemui Mama dan Papanya


Sesampainya dirumah Rara disambut hangat Bu Indah dan pak Dody. mereka tidak ingin membebani Rara dengan banyak pertanyaan. bagi mereka melihat Rara kembali sadah sangat membuat mereka bahagia.


"Rara..." ucap Bu Indah memeluk putrinya


"Ma..Pa...maafin Rara" ucap Rara meneteskan air matanya


"Iya sudah lah, Mama tau kamu pasti capek. masuk dulu istirahat. nanti setelah istirahat kita baru bicara" ucap Bu Indah


Rara menurut dan segera menuju kamarnya.


Kamar yang sudah lama tidak pernah ditempatinya lagi tapi semuanya masih terlihat sama seperti saat Rara meninggalkannya.


Rara menangis, Rara sadar selama ini hanya fokus dengan dirinya sendiri dan tidak pernah membahagiakan Mama dan Papanya. sekarang Rara punya El. Rara tau rasanya jadi orang tua yang jauh dari anaknya


"Rara kenapa menangis" ucap Bu Indah yang melihat Rara menangis


"Ma..Maafin Rara ya Ma" Rara yang segera bersimpuh dikaki Bu Indah


"Bangun Ra, jangan seperti ini! Mama sudah memaafkan kamu, Mama tidak pernah marah sama kamu. Mama tau kamu memiliki kesulitan kamu sendiri, Mama hanya berharap kamu bahagia" Ucap Bu Indah memegang bahu Rara dan memeluknya


"Maafin Rara Ma" tangis Rara pecah

__ADS_1


Tetimakasih yang sudah membaca karya saya, mohon dukungan nya dengan Like, Coment dan Vote ya jangan lupa kasih rating bintang lima ya. karena dukungan kalian sangat berarti bagi Author


__ADS_2