
Jenazah Adi sudah sampai kediaman Bu Mira, semua keluarga sudah ada disana. rumah Bu Mira dipenuhi surara tangis.
El yang merasa kehilangan Ayahnya menangis dipelukan Bu Indah. Bu Mira yang tak kuat menahan kesakitan kehilangan Adi pingsan dan dibawa kekamar nya. Raya yang masih terlalu kecil hanya diam melihat Jenazah Daddy nya.
"Adi kenapa kamu tinggalkan aku dan anak - anak seperti ini" gumam Rara lirih
"Rara, kamu harus kuat demi anak - anak kamu" ucap pal Dody
Dipakaman semua orang berpamitan pulang, namun Rara yang merasa kehilangan merasa perat untuk meninggalkan suaminya.
"Rara ayo kita pulang Nak, kamu tidak bisa seperti ini. anak - anak membutuhkan kami" ucap Bu Indah mencoba mengutkan Rara
"Iya Ma, kalian pulang dulu ya. biar Rara disini dulu bersama Adi. nanti pasti Rara pulang Ma, Rara hanya ingin menemani Adi sebentar lagi" ucap Rara
"Baiklah, kita pulang dulu tapi janji ya Nak, jangan lama - lama harus segera pulang" ucap Bu Imah meninggalkan Rara sendiri di makam Adi.
"Adi maafin aku, kenapa aku begitu bodoh. kamu begitu tulus mencintaiku tapi bodohnya aku tidak pernah membalas cinta kamu. aki salah Adi, aku salah. maafkan aku Adi. aku menyesal kenapa selama ini begitu sulit bagiku untuk menerima cinta kamu." tangis Rara pecah dimakam Adi
"Apa kamu pergi meninggalkan aku karena kamu marah sama aku? apa kamu tidak akan pergi seandainya aku mencintai kamu? apa ini cara Tuhan menghukum aku karena menyia - nyiakan suami sebaik kamu?" tangis Rara didepan makam Adi
Rara tak mampu lagi menahan kesedihannya, perasaan bersalah yang selalu menyelimuti.
Seseorang tidak akan pernah tau rasanya kehilangan sebelum orang itu benar - benar meninggalkan kita.
Penyesalan yang selalu datang terlambat, mungkin benar itu kata - kata yang tepat. disaat orang itu masih ada didekat kita cinta itu tidak terlihat begitu nyata tapi saat orang itu sudah tidak lagi ada disamping kita, disinilah kita baru merasakan seberapa besar rasa cinta yang orang itu berikan untuk kita.
"Adi, aku tau kamu tidak pernah rela melihat aku bersedih. seumur hidup kamu, kamu selalu memastikan aku bahagia. tidak pernah kamu biarkan aku bersedih. aku tau Adi, kamu tidak akan suka melihat aku yang seperti ini. tapi untuk hari ijinkan aku menangis Adi, dan setelah ini aku janji aku akan selalu bahagia demi kamu. Aku bersyukur dan bahagia dipertemukan dengan mu, kamu satu - satu orang yang tidak pernah membuatku bersedih. terimakasih Adi. kamu akan selalu ada dihatiku" ucap Rara dan melangkah pergi berusaha tegar dan berusaha tersenyum dengan air mata yang mengalir
***
"El, lagi apa sayang?" Rara mendekti El yang tampak termenung menatap Foto Adi
"Mom, El kangan Daddy" ucap El menatap Rara
__ADS_1
"Sayang, Mommy tau. kamu pasti sangat merindukan Daddy. begitu juga dengan Mommy. Mommy juga sangat merindukan Daddy. tapi El ingat kan, Daddy paling sedih kalau melihay kita sedih. dan Daddy akan bahagia jika melihat kita bahagia. sekarang Mommy tanya, El sayang Daddy?" tanya Rara memegang kedua pipi El
"Em, sayang banget Mom" jawab El mengangguk
"Kalau El sayang Daddy, berarti El tidak boleh sedih. kalau El mau Daddy bahagia El jangan sedih lagi ya. kita kuat, kita harus kuat. jangan kecewakan Daddy okay!" ucap Rara memberi El pengertian agar tidak larut dalam kesedihan
"Iya Mom, El tidak akan sedih lagi. El mau Daddy selalu bahagia" ucap El mencoba senyum
"Anak pinter kamu El" Rara mengusap rambut El
Di lantai bawah Raya yang seharian rewel akhirnya tertidur dikamar Mommy dan Daddy nya.
Melihat Raya masih tidur, Rara ke kamar bu Mira
"Ma" ucap Rara memanggil Bu Mira yang masih terlihat pucat diatas kasurnya
"Ra" jawab Bu Mira
"Mama sudah makan? Rara suapin ya Ma" ucap Rara mengambil mangkok bubur disamping ranjang Bu Mira.
"Tapi Mama harus paksakan untuk makan Ma, Adi pun tidak akan suka melihat Mama seperti ini. makan ya Ma!" ucap Rara mencoba membujuk Bu Mira untuk makan
"Ra, Mama sudah tidak ada semangat untuk hidup. Adi anak Mama satu - satu nya sudah pergi meninggalkan Mama, lalu untuk apa Mama hidup lagi?" ucap bu Mira menangis
"Ma, kenapa Mama bicara nya seperti itu? lalu bagaimana dengan Rara, El dan raya? kami semua membutuhkan Mama. jangan bilang Mama tidak punya siapa - siapa! Mama punya kami. kami menyayangi Mama" ucap Rara mengusap air mata Bu Mira
"Terimaksih ya Ra, kamu masih menganggap Mama ini orang tua kamu walupun Adi sudah tidak ada" ucap Bu mira
"Apa yang mama katakan? Mama memang Mama nya Rara. sayang Rara ke Mama sama besarnya dengan sayang Rara ke Mama indah dan papa." ucap Rara dan bu Mira menangis dipelukan Rara
***
Fikri yang baru saja pulang dari perjalanan dinas luar negri terkejut saat mendapatkan kabar Adi meninggal saat menjau proyek pembangunan yang ada di Kalimantan
__ADS_1
"Kenapa kamu tidak memberitahuku Dik" ucap Fikri kesal pada Dika
"Maaf Bos, saat itu Bos berada diluar negri. saya pikir saya kasih tau saat itu juga percuma. karena Bos tidak akan mungkin sempat menghadiri pemakaman pak Adi dan acara Bos disana juga tidak mungkin dibatalin" ucap Dika
"Lalu bagaimana keadaan Rara? apa kamu tau keadaanya?" tanya Fikri
"Bu Rara sepertinya lebih kuat dari yang kita perkirakan. sekarag Bu Rara yang menghendle semua pekerjaan Pak Adi" ucap Dika
"Rara memang seperti itu, tidak pernah mau memperlihatkan kesedihannya. diluar terlihat kuat tapi hatinya sangat rapuh" ucap Fikri yang sudah memahami karakter Rara
"Kosongkan jadwal saya hari ini, saya akan menemui Rara" ucap Fikri
"Tapi Bos, siang ini Bos sudah ada janji sama pak Seno untuk membahas kerjasama bersama perushaannya" Dika mengingatkan
"Batalkan saja" Fikri memberi perintah
"Tapi Bos , membuat janji dengan beliau bukan hal yang gampang. sudah dua bulan kita mengatur jadwal untuk bisa ketemu dengan pak Seno" ucap Dika
"Saya bilang batalkan" ucap Fikri singkat
"Baik Bos" Ucap Dika yang sudah tidak lagi bisa membantah bosnya.
Fikri yang sudah sangat kawatir segera menuju mobilnya dan melajukan mobilnya. tempat yang pertama dituju adalah sekolah El
Firki menunggu El bubaran sekolah, dan tidak lama Rara datang untuk menjemput El.
"Rara" panggil Firki yang tadi segera keluar dari mobil begitu melihat Rara
"Fikri, kamu disini. mau ketemu El?" tanya Rara
"Iya, tapi sebenarnya saya juga mau ketemu kamu. Rara, maafkan saya. saya baru mendengar kabar tentang Adi karena baru pulang dinas dari luar negri" ucap Firki
"Iya tidak apa - apa, ini takdir yang harus kami jalani" ucap Rara
__ADS_1
Terimaksih teman - teman, mohon dukungan nya dengan Like dan Vote jika ada ya! dukungan dari teman - teman sangat berarti bagi Author