
Mendengar Raya sakit dan dirawat dirumah sakit, Fikri tanpa banyak pertimbangan segera melajukan mobilnya menuju Rumah Sakit tenpat dimana Raya dirawat.
"Keadaan Raya gimana Ra?" ucap Fikri yang baru sampai
"Fik, kenapa kamu ada disini?" Rara kaget
"Maaf ya Ra, tanpa ijin dari kamu aku langsung kemari. aku panik saat tau Raya sakit" ucap Fikri
"Iya terimakasih ya Fik, tapi sebaiknya kamu segera pulang. tidak enak kalau Papa dan Mamaku melihat kamu disini" ucap Rara merasa takut kalau Papa dan Mama nya tau kedatangan Fikri
"Sekarang Om dan Tante dimana?" tanya Fikri
"Mereka sedang keluar cari makan. sebaiknya kamu segera pulang sebelum Papa dan Mama sampai kemari" ucap Rara panik
Belum sempat Fikri pulang, Pak Dody dan Bu Indah sudah sampai dan keduanya saling memandang heran melihat ada Fikri disitu.
"Om, Tante" ucap Fikri sedikit membungkukkan badannya memberi hormat
"Untuk apa kamu ada sini" ucap Pak Dody
"Pa, tenang ya Pa. Fikri cuma mau melihat keadaan Raya" ucap Rara berusaha meredam emosi Pak Dody
"Om sebelumnya saya minta maaf. saya tau om sangat membenci saya. dan saya pantas untuk itu. saya salah Om, tante. saya sudah membuat Hidup Rara selama ini menderita" ucap Fikri
"Bagus kalau kamu sadar diri" sahut Pak Dody.
"Saya cukup sadar diri Om, saya memang tidak pantas untuk dimaafkan. tapi saat itu saya sungguh tidak berdaya. sungguh semua yang saya lakukan bukan keinginan saya" ucap Fikri
"Sebaiknya kamu pergi dan ingat jangan pernah temui Rara dan cucu saya lagi" ucap Pak Dody memberi peringatan
"Sungguh saya minta maaf om, tapi maaf untuk hal yang baru saja om minta. saya tidak bisa memenuhi. saya tidak bisa berjanji untuk tidak bertemu dengan Rara dan El lagi" ucap Fikri
"Kurang ajar kamu" Pak Dody murka dan segera ditenangkan oleh Rara
"Pa, sabar Pa, sabar" ucap Rara memegani Pak Dody yang hendak memukul Fikri
"Biar Ra, tolong jangan halangi. biar Om Dody memuluk aku. dengan begitu aku akan sedikit lebih lega. aku memang pantas untuk dipukul" ucap Fikri
"Fikri sebaiknya kamu pulang dulu, jangan buat keributan disini. ini Rumah sakit, biarkan Raya istirahat. kalau Raya bangun dia akan bingung kenapa kalian seperti ini" ucap Rara
__ADS_1
Mendengar apa yang dikatakn Rara, Fikri akhirnya pamit untuk pulang.
Tapi sebenarnya Fikri tidak pulang , dia berjaga diluar. takut sewaktu - waktu Rara membutuhkan bantuan.
"Maksud kamu apa Ra kembali berhubungan dengan laki - laki tidak berguna itu" ucap Pak Dody kecewa dan menjatuhkan tubuhnya disofa
"Pa, Fikri tidak seburuk itu" ucap Rara
"Apa kamu bilang? coba ulangi! apa papa tidak salah dengar? apa kamu lupa penderitaan bertahun - tahun yang kamu alami karena siapa?" Pak Dody menggeleng - gelengkan kepalanya
"Rara tidak lupa Pa, tapi apa Papa tau? Fikri selama ini juga menderita. bukan hanya Rara yang menderita. kita sama - sama menderita." ucap Rara yang berusaha menahan air matanya agar tidak keluar
"Dia laki - laki tidak bertanggung jawab. setelah mempermainkan kamu, dia mempermainkan Dela sepupu kamu sendiri. apa masih pantas dia kamu bela?" ucap Pak Dody dengan nada meninggi.
"Itu tidak benar Pa, papa salah. selama ini Rara selalu diam sengaja tidak menceritakan yang sebenarnya karena biar bagaimana Dela masih saudarriruma Dela dan tante Lina lah yang selama ini berusaha memisahkan kami. waktu SMA Rara tiba - tiba minta pindah ke London itu pun karena hasutan dari tante Lina yang sudah direncanakan nya dengan Dela. banyak yang Papa dan Mama tidak tau tentang upaya Dela memisahkan Rara dan Fikri." Ucap Rara
"Apa Om Edo tau masalah ini?" tanya Bu Indah
"Iya, Om Edo tau dan ikut bekerjasama dengan mereka" ucap Rara
"Lalu kenapa selama ini kamu diam? kenapa tidak bilang sama Papa? kalau dari awal kamu bilang sama Papa.kita. bisa mencari solusi hingga kamu tidak perlu harus menderita sendiri diluar negeri" pak Dody merasa marah dengan Pak Edo yang tidak lain adalah adik kandungnya sendiri
*Flashback*
Rara saat masih duduk diSekolah dasar dibelikan boneka oleh nenek nya, namun karena Dela sangat menginginkannya pak Dody menyuruh Rara untuk memberikannya pada Dela. padahal pak Dody tau betapa Rara sangat menyukai Boneka itu. setiap Rara berusaha mempertahan apa yang dimiliki. Pak Dody akan memarahinya bahkan sampai pernah Rara dikurung dikamar mandi karena tidak mau mengalah dari Dela.
Sejak saat itu lah. Rara tidak pernah lagi bisa terbuka dengan orang tuanya. dan lebih memilih pergi menjauh dari pada harus berurusan dengan Dela.
*Flashback off*
Mendengar apa yang disampaikan Rara, tanpa disadari pak Dody meneteskan air matanya. tidak menyadari selama ini ternyata dirinya bukan lah ayah yang baik. hingga Rara harus menderita. kini Pak Dody menyadari selama ini kasih sayang nya pada Pak Edo sudah berlebihan hingga mengorbankan Anak dan istrinya.
Bahkan sampai saat ini, biaya hidup Dela dan Pak Edo semanjak bangkrut ditanggung oleh Pak Dody.
"Iya pa, sebenarnya sudah lama mama juga menyimpan hal ini dalam hati. terkadang Mama juga merasa kecewa dengan sikap Papa yang terlalu berlebihan sama adik kesangan Papa itu. papa ingat saat terang - terangan Pak Edo meminta saham papa? tanpa pikir panjang dan tanpa persetujuan dari Mama, Papa sudah menandatangani surat peralihan saham." ucap Bu Indah
Pak Dody yang merasa bersalah hanya terdiam.
***
__ADS_1
Keesokan harinya
Dret...dret...
"Hallo lus" jawab Rara yang masih berada dirumah sakut
"Maaf bu, cuma mau mengingatkan pagi ini bu Rara ada meeting dengan Mr. jack dari new york" ucap Lusi
"Okay, sebentar lagi saya sampai kantor" ucap Rara menutup telphonnya.
"Raya sayang, Mommy pergi ke kantor dulu ya! nanti setelah Mommy selesai meeting, Mommy janji akan segera kesini menemani Raya lagi." ucap Rara yang sedang menyuapi Raya
"Iya Mom" jawab Raya mengangguk
"Anak pinter" Rara mengusap rambut Raya
"Ma, Rara nitip Raya dulu ya. nanti selesai meeting Rara segera kesini dengan El. El semalam telphon kangen sama adiknya." ucap Rara pamit
Sesampainya dikantor Rara segera menuju ruang meeting
"Maaf saya terlambat" ucap Rara dan Mr. jack berbalik melihat arah suara.
"Rara" ucap Mr.jack kaget
"Jacki? jadi mr. jack itu kamu?" ucap Rara tersenyum
"Wow tidak menyangka bisa ketemu dan bekerja sama dengan kamu!" ucap Mr. Jack memeluk Rara
Like
Coment
Add Favorit
rating bintang lima
Vote jika ada ya
Terimakasih
__ADS_1