Aku Pergi Karena Hasutan Ibumu

Aku Pergi Karena Hasutan Ibumu
PENASARAN


__ADS_3

"Boleh aku tau perusahaan suami kamu Ra?" Fikri penasaran


"Intinya bergerak seputar furniture" ucap Rara senyum


"Sama dong kayak aku, kalau sesama pengusaha furniture mungkin aku kenal orang nya Ra?" Fikri semakin dibuat penasaran


"Sudahlah tidak semuanya kamu harus tau Fik, cukup itu saja yang kamu tau" ucap Rara masih dengan senyum manisnya. namun hal itu justru semkin membuat Fikri sangat penasaran dengan sosok laki - laki beruntung yang mendapatkan Rara.


"Kenapa kamu gak ikut suami kamu di Indonesia saja Ra? kasian Mama dan Papa kamu pasti sangat merindukan kamu" ucap Fikri


"Mama dan Papa tidak tau aku sudah punya anak jadi tolong cukup kamu yang tau" pinta Rara


Fikri semakin tidak mengerti kenapa Rara seperti menyembunyikan sesuatu


"Kenapa kamu tidak memberitahu mereka? mereka tau kan kamu sudah menikah? lalu apa salahnya memiliki seorang anak. apa lagi El sangat menggemaskan pasti mereka akan sangat menyayangi El" ucap Fikri


"Akan tiba waktu aku memberitahu mereka tapi tidak sekarang." jawab Rara singkat


"Ra..kamu bukan istri simpanan kan?" ucap Fikri ragu dan takut Rara marah


"Wkwkwk...kamu pikir aku sudah gila mau jadi istri simpanan?" ucap Rara tak kuat menahan tawa


"Kalau sepeti itu harusnya kamu tidak perlu harus menutupi identitas suami kamu kan??" Fikri yang masih berusaha mencari tau


Rara tidak menjawab tapi Rara hanya memberi jawaban senyum manis yang entah apa maksudnya.


Fikri semakin tidak mengerti dengan pemikiran Rara, dan curiga kalau mungkin Rara sebenarnya hanya istri simpanan.


Entah kenapa seketika ada rasa iba terhadap gadis cantik didepannya ini.


"Jika memang benar kamu hanya istri simpanan, lebih baik kamu tinggalkan dia dan kembali kepadaku Ra, aku janji akan menerima El dan menyayangi El seperti anak kandungku sendiri" ucap Fikri memberanikan diri


"Sudah lah jangan selalu menganggap negatif orang lain. apa yang kamu lihat belum tentu yang sebenarnya. lagi pula kalau aku kembali sama kamu, bukankah sama saja aku akan jadi duri dalam pernikahanmu? kamu pikir aku mau jadi yang kedua?" ucap Rara yang belum tau kalau tiga tahun yang lalu pernilahnnya dan Dela tidak pernah terjadi.


"Siapa yang akan menjadikan wanita secantik kamu istri kedua, tentu saja aku akan menjadikanmu satu - satunya Ratuku" Fikri menyakinkan Rara


"Lalu mau kamu kemankan Dela istrimu? ucap Rara santai sambil makan


Mendengar kata - kata Rara Fikri hanya tersenyum

__ADS_1


"Kamu terlalu lama menghilang hingga tidak pernah mendengar kabar tentangku Ra, aku belum punya istri"ucap Fikri


Rara berhenti mengunyah dan menatap Fikri


" Maksud kamu?" ucap Rara belum mengerti


"Tiga tahun yang lalu pernikahanku dan Dela tidak pernah terjadi."


"Bukankah.." ucap Rara belum sempat melanjutkan kata - katanya sudah disahut Fikri


"Bukankah aku sudah menikah? tidak Rara. pernikahan itu tidak pernah terjadi. dihari pernikahan aku menemukan vidio yang dulu kamu maksud kenapa kamu meninggalkan aku, saat aku tau semua nya hati hancur, aku merada bersalah kenapa aku tidak lebih percaya padamu. seandainya saja aku mempercayaimu mungkin saat ini kita tidak terpisah seperti ini Ra.maafin aku ya Ra" ucap Fikri menyesal


"Jadi kalian tidak menikah?" Rara belum begitu percaya


"Tidak Ra, tidak ada pernikahan. hari itu aku meninggalkan acara pernikahan ku" ucap Fikri


"Kasian Dela" gumam Rara lirih


"Kenapa harus kasian Dela? dia sendiri yang jahat bersekongkol dengan Mama untuk memisahkan aku dan kamu" ucap Fikri emosi mengingat perlakuan Mamanya dan Dela


"Tapi Dela melakukan itu karena mencintai kamu. sebenarnya saat aku mau pergi ke London saat itu, Dela dan Mama kamu sempat menemuiku diBandara berniat memberi aku sejumlah uang. tentu saja aku menolaknya." ucap Rara. matanya mulai berkaca mengingat kisah masa lalunya yang sangat menyakitkan


"Maaf Ra"


"Okay, sudah lah semua sudah berlalu. kita pulang sekarang! aku tidak bisa meninggalkan El terlalu lama" Ucap Rara dan segera berdiri.


****


Dihotel Fikri yang tidak bisa memejamkan matanya mengambil hp nya dan menghubungi sekertarisnya Dika.


"Tolong carikan semua data pemgusaha yang memiliki istri bernama Nara dan tinggal di Belanda" perintah Fikri


"Maksud Bos, Bu Nara?" Dika memperjelas


Fikri menceritakan semua pada sekertarisnya


"Baik saya faham Bos" Dika segera menutup telphon dan mencari informasi yang dimnta Bosnya.


Namun sampai hari dimana Fikri kembali ke Indonesia informasi yang dicari belum juga ditemukan

__ADS_1


"Apa masih belum ada informasi yang saya suruh cari itu?" Tanya Fikri


"Seluruh pengusaha furniture dari yang pengusaha kelas export atau pun hanya yang lokalan sekalipun tidak ada yang memiliki istri bernama Nara apa lagi tinggal Belanda. Apa mungkin Bu Nara bohong?" ucap Dika


"Apa iya Rara bohong? tapi untuk apa Rara bohong? lagi pula wajah El memang sepertinya Ayahnya orang Indo juga ditambah lagi dirumahnya sama sekali tidak ada tanda - tanda ada laki - laki lain selain bocah kecil itu." gumam Fikri


"Besok Mr.Alan kan kesini untuk tanda tangan kerja sama perusahaan kita bos, apa tidak sebaiknya Bos coba saja bertanya pada Mr.Alan" usul Dika


"Dret..drert...


Fikri melihat hape yang getar kemudian meletakannya lagi.


"Kenapa tidak diangkat bos?" Dika penasaran


"Dari Mama" jawab Fikri singkat kembali melihat tumpukan berkas - berkas yang harus ditandatangani


"Bos belum mau memaafkan nyonya besar?" tanya Dika


"Seandainya Mamaku mau mengakui kesalahannya mungkin aku sudah memaafkannya tapi sampai sekarang Mama masih belum mau mengakui kesalahannya." Ucap Fikri


"Itu semua dilakukan nyonya besar untuk masa depan Bos Fikri. jadi nyonya besar tidak merasa bersalah dengan apa yang sudah dilakukannya" jelas Fikri


"Apa harus dengan memisahkan aku dan wanita yang aku cintai?" Fikri menatap Dika


"Apapun alasannya sekarang aku yang merasa kesakitan. wanita yang aku cintai sekarang sudah dimiliki orang lain." mata Fikri berkaca - kaca


"Fikri, mau sampai kapan kamu seperti ini?" teriak Bu Lina yang tiba - tiba masuk keruang Fikri


"Ada apa Ma?" jawab Fikri singkat


"Ada apa kamu bilang? sudah berapa lama kamu tidak berkunjung kerumah? setiap Mama telphon selalu kamu abaikan, Apa mau kamu?" ucap Bu Lina


"Mama harusnya tau apa yang aku mau" ucap Fikri


"Sampai kapanpun Mama tidak akan merestui kamu dan Rara" tegas Bu Lina


"Lagian Fikri juga sudah tidak mungkin lagi bersama Rara, apa Mama puas sekarang?" ucap Fikri


"Apa maksud kamu? tapi apapun maksud kamu itu lebih baik. memang kamu tidak pantas bersamanya" ucap Bu Lina

__ADS_1


Terimakasuh yang sudah membaca karyaku mohon dukungannya dengan. Like, Coment dam vote ya jangan lupa kasih rating bintang Lima


__ADS_2