Aku Pergi Karena Hasutan Ibumu

Aku Pergi Karena Hasutan Ibumu
CEMBURU


__ADS_3

Hari ini seperti yang sudah dijanjikan Rara akan mengajak anak - anaknya ke taman hiburan, dan Fikri yang sudah lebih dulu menunggu Rara ditaman hiburan merasa tidak sabar untuk bisa segera bertemu dengan Rara dan anak - anak.


setelah cukup lama menunggu, terdengar suara yang tidak asing memanggilnya


"Uncle" El berlari melambaikan tangan


"Hai jagoan, hai Raya." sapa Fikri


Raya yang masih menganggap Fikri sebagai orang asing hanya diam dan menatap Fikri penuh tanda tanya. entah apa yang sedang dipikirkan bocah kecil ini sejak tadi hanya menatap Fikri.


"Uncle aku mau itu" Fikri menunjuk es krim


" Okay , ayo kita kesana. Raya..Raya mau makan es krim juga?" tanya Fikri jongkok memegang tangan Raya


Dan Raya hanya mengangguk mengiyakan


Fikri yang tiba - tiba menggendong Raya dan mengajaknya berlari - lari kecil sambil tertawa membuat Raya akhirnya juga ikut tertawa.


El dan raya terlihat begitu bahagia, hampir seluruh mainan yang ada disitu dinaiki El dan Raya.


"Fik, terimakasih ya. karena kamu sekarang anak - anakku kembali tersenyum. terutama Raya. sejak kepergian Daddy nya. Raya memang sedikit murung dan selalu menangis menanyakan kapan Daddy nya akan pulang" Rara mulai berkaca - kaca mengingat Adi


"Sudah ya jangan sedih lagi. aku senang kok bisa bermain dengan mereka. jujur Ra aku juga menyayangi mereka. kamu tau kan selama ini aku kesepian, aku tidak punya siapa - siapa. melihat mereka rasanya duniaku kembali ramai tidak sepi seperti dulu" ucap Fikri


"Fik, kenapa kamu tidak mencoba berumah tangga saja"


"Jawaban nya aku yakin kamu tau Ra" Fikri senyum


"Fik, jangan pernah menunggugu. aku sudah tidak ada keinginan untuk menikah lagi. fokusku hanya anak - anak dan kerja"


"Iya aku tau itu Ra, aku pun tidak mengharap lebih dari kamu Ra, bisa seperti ini saja dengan kalian sudah cukup membuatku bahagia" Fikri senyum menatap Rara


"Kamu laki - laki yang sangat setia Fik, hanya saja takdir seprtinya tidak memihak kita. bohong kalau aku tidak mencintai kamu. tapi apa dayaku" batin Rara


"Mommy" panggil El Dan Raya


"Sudah puas mainnya sayang?" tanya Rara menggendong Raya yang tampak letih


"El lapar Mom"


"Ya sudah, ayo kita beli makan dulu" ucap Fikri


Sedangkan Raya yang sudah tampak mengantuk digendongan Rara


"Biar aku saja Ra" Fikri mengangkat Raya dan menggendongnya


Raya yang sepertinyan merindukan sosok seorang ayah memeluk leher Fikri dan tidur dalam gendongan Fikri


"Raya sudah besar nanti kamu capek Fik, biar aku saja"

__ADS_1


"Kamu meragukan kekuatanku Ra" ucap Fikri menatap Rara


"Bukan, bukan gitu maksudku hihi" Rara terkekeh


Raya yang tidur dalam gendongan Fikri dan El yang berjalan digandeng Rara. sekilas mereka terlihat seperti keluarga yang lengkap dan bahagia.


Entah apa yang menjadi pertimbangan Rara, namun untuk saat ini memang Rara belum mau kembali sama Fikri.


Hatinya memang masih terpaut untuk Fikri tapi kenyataan dalam hidupnya sepertinya belum berpihak untuk mereka bisa bersama


Disebuah restoran mereka makan bersama, dan Raya yang terlihat sudah mulai nyaman dengan Fikri.


***


Dret..dret...


Panggilan masuk dihape Rara


"Hallo jack"


"Hallo Ra, kamu dimana? nanti malam ada waktu buat Dinner gak?" tanya jack


"Nanti malam ya, sepertinya nanti malam aku tidak bisa, ini saja aku masih diluar sama anak - anak" jawab Rara


"Please Ra, aku udah mau balik ke New York"


"Besok aku udah balik Ra"


"Kok tiba - tiba, bukannya kamu bilang satu bulan di Indonesia?"


"Harusnya seperti itu, tapi mendadak ada pekerjaan disana yang harus aku handle. mau tidak mau aku harus segera balik sana" ucap Jack"


"Okay aku usahakan ya" jawab Rara yang tidak tega membiarkan Jack kecewa


"Anak - anak kita segera pulang ya! Mommy nanti mau segera pergi lagi karena ada pekerjaan" Rara mencoba memberi pengertian pada anak - anak


"Ini kan hari minggu Ra" tanya Fikri yang tau kalau mungkin Rara malam ini akan pergi dengan Jack


"Iya Fik, nanti malam aku ada janji sama Jack mau Dinner" jawab Rara


Fikri tak mampu menyembunyikan kecemburuannya mendengark Rara akan dinner dengan jack.


"Dalam rangka apa Ra" Fikri memberanikan diri bertanya


"Besok dia sudah mau balik ke negaranya. tidak enak kan kalau aku sebagai tuan rumah tidak memberi ucapan perpisahan" jawab Rara senyum


"Kamu Ra" gerutu Fikri


Sesampainya dirumah Rara merebahkan tubuhnya sejenak menatap langit - langit kamarnya. tubuhnya berasa letih tapi dirinya harus segera bersiap untuk bertemu dengan Jack.

__ADS_1


Dikamar Bu Mira Raya yang masih sangat polos menceritakan apa saja yang dilakukan selama ditaman hiburan dan tidak ketinggalan juga Raya menceritakan kalau disana juga bermian dengan uncle Fikri.


mendengar kata unvle Fikri, Bu Mira segera mengingay nama itu.


"Fikri, apa benar Fikri ayahnya El, tapi kenapa Rara tidak mengatakan kalau mereka sekarang kembali berhubungan?" batin Bu Mira


"Uncle Fikri orang nya seperti apa sayang?" tanya Bu Mira


"Uncle orangnya baik, Raya suka bermain sama uncle Fikri" jawaban polos Raya


Tok..tok..


"Ma" ucap Rara masuk setelah mengetok pintu kamar Bu Mira


"Iya Ra, kok sudah rapi. mau pergi lagi?" tanya Bu Mira melihat Rara yang sudah Rapi


"Iya Ma, ada klien yang mendadak minta ketemu malam ini karena besok sudah harus balik New York


"Apa kamu tidak capek Ra? kamu baru saja sampe rumah, sudah harus pergi lagi" Bu Mira merasa kasian sama menantunya sampai lupa mau menayakan soal Fikri.


"Mau gimana lagi Ma" jawab Rara sedikit mengangkat bahu nya.


"Ya sudah, hati - hati ya Ra"


"Iya ma, Rara titip anak - anak ya Ma" ucap Rara pamit


***


Disebuah restoran Rara yang menggunakan gaun hitam selutut. rambut diikat rapi sebahu berjalan menuju meja yang sudah dipesan Jack.


Tampak Jack yang sudah sampai disana melambaikan tangannya


"Hai Ra" ucap Jack memeluk Rara dan mencium pipi kanan dan kiri, kebiasan seperti itu sudah biasa dilakukan dinegara barat dan bukan hal yang tabu lagi.


"Hai Jack" Rara tampak senyum


"Duduk, aku sudah memesankan makanan kesukaan kamu" ucap Jack


"Wow thank Jack, kamu memang selalu mengerti aku" ucap Rara tersenyum


"Maaf ya, aku tiba - tiba saja mengajak kamu dinner seperti ini padahal aku tau kamu pasti capek banget"


"Tidak apa Jack, demi teman seperti kamu. capek pun aku jabani hihi" Rara terkekeh


"Maaf ya Jack selama kamu disini aku belum sempat mengajak kamu jalan - jalan seperti janjiku dulu sama kamu. ingat tidak? dulu waktu kuliah aku pernah bilang sama kamu, nanti kalau kamu datang ke Indonesia, aku ajak kamu keliling Indonesia?


"Iya, aku ingat lah. tapi ini bukan salah kamu. diluar rencana. aku harus tiba - tiba pulang. Next time ya" ucap Jack senyum


^Happy reading^

__ADS_1


__ADS_2