
"Maaf pak, saya sudah berusaha mencegah nyonya besar masuk,tapi beliau memaksa" ucap Dika
"Iya sudah, kamu bisa keluar dulu" jawab Fikri
"Apa maksud kamu? menghalangi Mama untuk masuk?" suara Bu Lina meninggi
"Ini kantor, dan Fikri tidak mau membahas masalah pribadi dikantor" ucap Fikri tanpa melihat Mamanya
"Lalu dimana Mama harus membahasnya? apa kamu ada dirumah? tidak kan?" ucap Bu Lina emosi
"Karena sudah tidak ada lagi yang perlu dibahas Ma" ucap Fikri
"Apa maksud kamu bersikap seperti ini sama Mama? dan tinggal dimana kamu semalam?" tanya Bu Lina
"Maaf Ma, Fikri sedang banyak pekerjaan. kalau Mama sudah selesai bicaranya tolong tinggalkan ruangan ini. Fikri harus bekerja" ucap Fikri
"Fikri...apa kamu sadar sedang bicara sama siapa?" ucap Bu Lina meninggikan suara
"Ma, tolong, Fikri tidak ingin bersikap tidak sopan sama Mama, tolong biarkan Fikri tenang dulu. Fikri tidak mau sampai berkata yang tidak seharusnya" ucap Fikri
Ya, Fikri adalah anak yang sangat berbakti dan tidak pernah melukai hati mamanya. bahkan saat sekarang tau kenyataan kalau Mama nya lah yang berusaha memisahkan dirinya dengan wanita yang sangat dicintainya pun, Fikri lebih memilih pergi dan menenangkan pikirannya sendiri.
"Hanya demi wanita itu kamu bersikap kurang ajar seperti ini sama Mama? kamu sadar dengan apa yang kamu lakukan?" Bu Lina yang tidak menyangka Fikri bisa bersikap seperti ini pada dirinya. karena dari kecil Fikri anak yang tidak pernah bisa jauh dari ibunya.
"Dan apa Mama sadar, apa yang Mama lakukan selama ini menyakiti putra Mama. apa yang Mama lakukan menghancurkan hidupku Ma." ucap Fikri dengan mata berkaca - kaca
"Semua yang Mama lakukan untuk kebahagian kamu" tegas Bu Lina
"Mama salah, Mama salah besar. justru apa yang sudah Mama lakukan ini menghancurkan hidupku Ma. Apa Mama tau bagaimana tersiksanya Fikri selama sepuluh tahun ini? Mama tau kenapa Fikri seprti orang yang gila kerja tidak penah tidur kalau malam? itu semua Fikri lakaikan untuk bisa melupakan Rara." Ucap Fikri yang kini meneteskan air matanya
"Semua hanya masalah waktu, nanti kamu juga akan lupa" sahut Bu Lina
"Masalah waktu Mama bilang? apakah sepuluh tahun kurang lama Ma? Sampai detik ini Fikri masih sangat mencintai Rara, dan apa Mama tau bagaimana sakitnya hati Fikri setiap memikitkan Rara?" ucap Fikri
"Sampai kapanpun, Mama tidak akan pernah merestui kalian, bagi Mama cuma Dela yang pantas menjadi menantu Mama" ucap Bu Lina
__ADS_1
"Arrgghhhh, sudah Ma, sudah. Tolong hentikan Ma, jangan buat Fikri jadi gila" teriak Fikri
"Mama hanya mau yang terbaik buat kamu, selamanya Mama tidak akan merestui kamu dengan Rara" Tegas Bu Lina
"Mama tenang saja, Fikri juga tidak akan mungkin menikah dengan Rara" ucap Fikri menyandarkan kepalanya dikursinya.
"Bagus kalau kamu sadar, segera minta maaflah sama Dela dan Pak Edo. Mama yakin, mereka pasti akan mpertimbangkan permintaan maaf kamu" ucap Bu Lina tersenyum
"Fikri tidak mungkin menikah dengan Rara karena Rara sudah meninggalkan Indonesia dan bahkan Fikri tidak tau sekarang Rara dimana. dan satu lagi Ma, jangan pernah berpikir Fikri akan menikahi Dela atau perempuan manapun, Karena selamanya Fikri tidak akan menikah" tegas Fikri
"Apa maksud kamu?" Bu Lina membulatkan matanya tidak menyangka putranya akan berpikir seperti itu.
"Fikri akan selamanya seperti ini, Fikri tidak akan menikah selamanya" ucap Fikri
"Jangan gila kamu Fik, kamu butuh penerus untuk mewarisi usaha yang selama ini kamu bangun." ucap Bu Lina sambil mengangkat tangannya dan menjuk sekeliling ruangan.
"Fikri sudah tidak perduli lagi dengan perusahaan. nantinya semua harta Fikri akan Fikri hibahkan ke panti sosial dan Mama. Fikri sudah tidak butuk semua ini."
Plak...
Bu Lina menampar Fikri karena emosi dengan perkataan Fikri. tidak menyangka Fikri akan berpikir seperti itu.
Bu Lina yang kesal dengan perkataan Fikri berlalu meninggalkan putranya.
***
Tiga tahun kemudian
"Boss, beberapa pemegang saham saat ini sepertinya sedang merencanakan untuk menjatuhkan anda, dan banyak orderan yang tiba - tiba dicancel, memutuskan kontrak kerja dengan kita." laporan dari Dika yang kawatir dengan kondisi perusahaan.
"Bagaimana dengan orderan Mr.Alan?" tanya Fikri
"Hanya itu satu - satunya yang bisa menolong kita bosa, kalau sampe bos Fikri tidak bisa mendapatkan kontrak kerja dengan beliau. besar kemungkinan Bos Fikri mungkin akan dipaksa untuk menyerahkan kursi bos saat ini. Dan menurut penyelidikan saya, di balik semua ini ada campur tangan Pak Edo." ucap Dika
"Emm...jadi ada papanya Dela dibalik ini semua" Gumam Fikri
__ADS_1
"Lalu apa ada perintaj untuk saya mengenai Pak Edo pak?" tanya Dika
"Tidak usah, atur saja jadwal saya untuk bertemu dengan Mr.Alan" ucap Fikri
"Mr.Alan saat ini sudah kembali kenegaranya di Belanda Bos. dan sangat sulit bertemu dengan beliau karena jadwal beliau sangat padat. sudah banyak pengusaha Furniture dari Indonesia yang ingin menemui beliau selama di Indonesia tapi rata - rata semuanya gagal untuk bisa menemuinya." Dika menjelaskan
"Siapkan saja tiket pesawat ke Belanda untuk saya" ucap Fikri
"Bos mau kesana sendiri atau saya juga?" tanya Dika
"Biar saya sendiri saja yang ke Belanda, tolong kamu handle semua urusan kantor" perintah Fikri.
"Baik bos, kalau begitu saya permisi" ucap Dika
*****
Sesampainya di Amsterdam Belanda, Fikri segera menuju hotel istirahat dikamar hotel yang cukup luas. Merebahkan tubuhnya sebentar dan bergegas mandi, karena tidak ingin membuang - buang waktunya.
Fikri ingin segera menemui Mr.Alan untuk bernegosisi.
Suara panggilan telphon masuk dari Dika
"Boss.. malam ini Mr. Alan akan ada acara makan malam dengan koleganya di Boas Amsterdam" ucap Dika yang baru saja mendapat informasi dari orang kepercayaannya yang ada di sana.
"Okay saya akan kesana nanti malam. kebetulan lokasinya tidak terlalu jauh dari hotel tempat saya menginap." ucap Fikri
Setelah mandi, Fikri segera bergegas menuju lokasi tempat dimana dirinya bisa bertemu dengan Mr.Alan. karena ini lah satu - satunya cara untuk bisa mempertahankan jabatan presdirnya.
Sesampainya lokasi betapa terkejutnya dirinya melihat wanita disamping Mr.Alan.
Seakan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"Rara..." gumam Fikri
"Rara yang juga terkejut melihat laki - laki yang selama ini dihindari ternyata sekarang ada dihadapanya.
__ADS_1
Dan ternyata selama ini Rara ada di Amsterdam Belanda menjadi sekertaris pribadi Mr. Alan
Tapi Fikri segera profesinal membahas masalah pekerjaan lebih dahulu.