
Setelah beberapa saat mencoba mengingat, namun El tidak berhasil mengingatnya karena saat itu dirinya masih kecil
"Apa kita pernah ketemu" tanya El
"Tentu saja pernah, dulu waktu El masih sekecil ini" ucap Fikri mengarahkan tangannya kebawah
"Uncle siapa nya Mommy!" tanya El penasaran
"Uncle ini teman teman Momny sayang, sana El main sama teman - teman. Mommy sudah nau pulang kok" Rara membujuk El untuk segera kembali bermain dengan Teman - teman
"Nama Uncle siapa?" El yang masuh penasaran dan belum mau kembali bermain
"Panggil Uncle Fikri" ucap Fikri
"Okay Uncle Fikri, El kembali ke kelas dulu ya, kapan - kapan kita main bareng ya" ucap El antusias seperti ada perasaan nyaman saat melihat Fikri
"Tentu uncle akan sangat senang bisa bermain sama El" ucao Fikri mngusap rambut El dari balik pager sekolah
El berlari menuju kelas. feeling antara ayah dan anak yang seolah tak bisa untuk ditutupi.
"Fik, tolong ini yang terakhir kamu ketemu El, aku takut El suatu saat akan tau siapa kamu, aku tidak mau El sampai tau Fik" ucap Rara.
"Kamu tenang saja, aku tidak akan melakukan hal yang bisa membuat El tau siapa aku sebenarnya. ijinkan aku untuk hanya sekedar menyapa El" ucap Fikri seraya menohon
Meliahat Fikri seperti itu membuat Rara yang hatinya masih menyimpan cinta untuk Fikri pun tidak tega
"Tapi tolong ya, jangan sampai El tau siapa kamu yang sebenarnya. aku tidak ingin membuat El bingung. saat ini belum saat nya El tau siapa ayah kandung yang sebenarnya" ucap Rara
"Kamu tenang ya Ra, aku faham kok, aku bisa melihat El saja sudah cukup puas" ucap Fikri senyum dan Rara hanya membalasnya dengan senyuman
"Ra, kamu ada acara lagi setelah ini? kalau tidak aku ingin mengajak kamu makan siang didekat sini sambil menunggu El pulang sekolah" ucap Fikri
Setelah sekian menit berpikir, Rara menerima ajakan makan siang Fikri. daripada harus bolak balik rumah untuk menjemput El
"Okay, sebentar aku mau telphon Mama dulu" Rara mengambil hape dan menghubungi Bu Mira, Mendengar jawaban Rara. Fikri bahagia dan tersenyum tidak pernah menyangka Rara akan menerima ajakannya untuk makan bersama.
"Ma, Rara pulang sekalian nunggu El pulang sekolah ya Ma, dari pada Rara harus bolak balik" ucap Rara
"Okay, tapi apa kamu gak kelamaan nunggu nya Ra?" tanya Bu Mira
"Ini Rara sama teman Ma nunggu di cafe dekat sekolah, tolong jagakan Raya dulu ya Ma" ucap Rara
"Iya sayang, have fun ya!" ucap Bu Mira
__ADS_1
"Terimakasih Ma" ucap Rara menutup telphonya
"Gimana bisa pergi sekarang?" ucap Fikri dan Rara mengangguk mengiyakan
Sesampainya di Cafe, mereka duduk berhadap - hadapan
"Mbak kami pesan latte 2, cake coklat 1 ya" ucap Firki pada pelayan memesan
Melihat Fikri sembarang memesan Rara mengerutkan kening melihat Fikri
"Kamu gak tanya aku dulu?" ucap Rara
"Aku tau selera kamu" ucap Fikri pede
"Pede banget kamu" ucap Rara senyum dan Firki pun tersenyum
"Raya itu anak kamu dan Adi ya" tanya Fikri
"Iya" jawab Rara singkat
"Aku seneng Ra, melihat kamu bahagia. bisa memiliki keluaraga lengakap" ucap Fikri
"Apa kamu sudah menikah juga" Rara memberanikan tanya
"Kenapa seperti itu Fik, kamu harus move on. mulai lah membuka hati kamu. apa selamanya kamu akan sendiri" tanya Rara
"Mungkin" ucap Fikri mengangkat kedua bahunya
"Apa kamu sudah tau keadaan Dela? tanya Rara
"Iya tau, kemarin kebetualan kami tidak sengaja ketemu. dan dia menceritakan kalau Pak Edo sekarang gulung tikar, aku juga sempat menawarkan pekerjaan buat dia." ucap Fikri
"Kenapa kamu gak coba nikah sama Dela saja Fik, kalian sudah lama kenal. aku rasa tidak ada salahnya kamu coba kembali sama Dela" Rara mencoba memberi saran
"Tidak Ra, aku memang sudah memaafkan Dela atas semua perbuatannya hingga kita seperti ini sekarang. aku akan membantunya memberi pekerjaan dan rumah yang layak sebagi wujud balas budiku pada Pak Edo tapi untuk menikah dengan Dela itu tidak mumgkin." jawab Fikri
Fikri sudah bertekad tidak akan menikah, padahal banyak anak - anak dari rekan bisnisnya yang ingin menjadi istrinya
"Fik, aku pulang dulu ya, sudah waktu jemput El" ucap Rara melihat jam ditangannya.
"Iya Rara, hati - hati dijalan ya" jawab Fikri senyum. hatinya lega setidaknya Rara sudah bisa diajak bicara santai dan tidak lagi menghindarinya
Didalam mobil, Rara mengambil napas dalam - dalam, menyandarkan kepalanya dapa jok mobilya
__ADS_1
Dirinya sendiri tidak menyangka bisa kembali mengobrol santai dengan Fikri
"Iya ini yang benar, semakin aku keras menjauhakan El dari Fikri, pasti Fikri akan semakin nekat dan diam - diam menemui El" gumam Rara menggelang - gelaengkan kepalanya
Tik..
Rara menyalakan klakson dan membuka kaca mobilnya
"El masuk sayang" teriak Rara dari dalam mobil dan El segera masuk
"Nunggu Mommy nya lama gak sayang?" tanya Rara
"Tidak Mom, eh..Mom lain kali El boleh gak main sama Uncle Fikri" tanya El
"Kenapa El pengen main sama Uncle Fikri?"
"El seneng ketemu uncle Fikri rasanya kayak El sudah kenal lama. padahl kan El baru ketemu ya Mom? ucap El
"Emm..boleh tapi ada syaratnya kalau El mau ketemu lagi sama Uncle Fikri" ucap Rara
"Apa syaratnya mom?" El melihat kearah Rara
"El harus janji jangan pernah cerita masalah uncle Fikri sama yang lain" ucap Rara senyum
"Maksud Mommy?El tidak boleh menceritakan pertemuan El sama oma" tanya El
"Em, bukan cuma sama oma sayang, tapi El harus janji jangan pernah membahas uncle Fikri didepan Daddy, oma,nenek dan kakek juga. gimana? El bisa?" tanya Rara
"Emm..apa Daddy, Oma, Nenek dan Kakek tidak suka sama Uncle Fikri?" tanya El bingung
"Bukan tidak suka sayang, nanti kalau El sudah besar. Mommy janji akan menceritakan semuanya. tapi untuk sekarang cukup El mau janji jangan bahas uncle Fikri." ucap Rara
"Okay Mom, El janji. asalkan El bisa main sama Uncle Fikri" ucap El senyum
"Iya Sayang" Rara senyum
Tidak menyaka ikatan mereka sangat lah kuat. walaupun El tidak pernah tau kalau Fikri adalah ayah kandungnya tapi El merasa nyaman didekat Fikri.
"Pasti karena ikatan darah diantara kalian sehingga tanpa kamu sadari, kamu ingin bisa bertemu dengan Fikri El" batin Rara yang tidak bisa menyangkal lagi ikatan antara El dan Fikri
"Semoga saja, Adi tidak pernah tau masalah ini" batin Rara
Terimaksih teman - teman mohon dukungan dengan Like yang banyak dan vote jika ada ya. dukungan kalian sangat berarti bagi Author
__ADS_1