
Setelah meminta maaf pada Papa dan Mamanya ada perasaan lega di hati Rara, dan Rara berharap suatu saat nanti Mama dan Papanya juga akan memaafkan dan menerima El.
Malam ini Rara tidur di rumah meskipun hatinya tidak tenang karena harus meninggalkan El sendiri dengan Adi.
Adi membawa El jalan - jalan dan makan malam bersama.
El anak yang baik dan penurut. begitu juga saat baru pertama kenal dengan Adi, El pun sangat menurut pada Adi hingga tidak membuat Adi kesulitan menjaga El.
Adi sedari tadi memandangi wajah ganteng anak Rara.
"Aku tidak menyangka Ra, anak ini benar - benar anak kamu, kasian kamu El harus memiliki Ayah seperti Fikri" batin Adi memandang El
"Uncle, apa uncle teman Mama El?" tanya El
"Iya El, Uncle teman Mama dan untuk beberapa hari ini El sama Uncle dulu ya karena Mama ada pekerjaan penting" ucap Adi
El memandingi Adi dan tangannya membawa pizza hendak menyuapi Adi
"Ini buat unlce?" tanya Adi
"Iya" El mengangguk
"Terimakasih ya, manis sekali kamu El" ucap Adi mengusap rambut El
****
Keesokan Harinya Rara yang sudah sangat merindukan putranya pamitan sama Pak Dody dan Bu Indah mau berkunjung kerumah Adi.
"Ra, Duduk dulu nak, Papa mau bicara" ucap pak Dody
"Ada apa Pa?" ucap Rara duduk disamping pak Dody dan Bu Indah
"Rara, kamu sudah tidak muda lagi nak. sudah waktunya buat kamu untuk memikirkan berumah tangga. Papa tau kamu mencintai Fikri tapi menurut Papa, rumah tangga itu yang dibutuhkan bukan hanya sekedar cinta Ra. lebih baik dicintai dari pada mencintai Ra." nasehat pak Dody.
"Iya Ra, sudah lah lupakan Fikri. lihatlah Adi Ra, kasian dia bertahun - tahun selalu ada buat kamu. tapi kamu tidak pernah mau melihatnya" ucap Bu Indah
"Seperti apapun cinta kalau tidak ada ketegasan percuma Ra, dan menikah tanpa cinta juga bukan hal buruk karena cinta itu nanti akan tumbuh karena terbiasa" ucap Pak Dody
"Ma, Pa. Rara minta maaf tapi Rara tidak bisa menikah dengan Adi" ucap Rara
"Mau sampai kapan kamu seperti ini Ra? mungkin usia Papa juga sudah tidak lama lagi. Papa sudah tua, sudah sering sakit - sakitan. dan Papa berharap sebelum Papa pergi, Papa ingin melihat kamu menikah" ucap pak Dody
__ADS_1
"Pa, Rara mohon papa jangan seperti ini, Papa akan baik - baik saja" ucap Rara menggenggam tangan pak Dody.
"Mungkin sudah waktunya kamu tau Ra, Papa sakit Ra, kemungkinan umur Papa gak lama lagi" Ucap Bu Indah
"Papa sakit Apa Ma??" Rara kawatir
"Rara, kamu tidak perlu tau sakit Papa. yang perlu kamu tau, kalau kamu melihat Papa bahagia. menikahlah dengan Adi!" sahut pak Dody
"Pa" Rara menggelengkan kepala
"Ya sudah jika memang kamu tidak bisa memenuhi keinginan terakhir Papa" ucap Pak Dody
"Bukan maksud Rara untuk tidak mau menuruti keinginan Papa, tapi ada satu hal yang Rara belum katakan sama Mama dan Papa kenapa Rara tidak bisa menikah dengan Adi." tangis Rara pecah
"Apa Ra? ada apa? tolong jujur sama kami Ra!" desak Bu Indah
"Rara tidak mungkin menikah dengan Adi, karena..." ucapan Rara terhenti air matanya tak dapat dibendung
"karena, Rara sudah punya anak Ma, Pa" tangis Rara bersujud dikaki pak Dody dan Bu Indah
Hal yang sebelumnya tidak pernah terbayangkan dalam benak pak Dody dan Bu Indah, mereka hanya diam tertegun tidak mampu lagi berkata - kata lantara selama ini mereka sangat percaya dengan Rara .
"Maafin Rara pa, maafin Rara Ma" tangis ketiga nya pun pecah
"Ada diapartemen sama Adi Pa" ucap Rara
"Sama Adi? jadi Adi tau kamu punya anak?" pak Dody memandang Rara
"Iya Pa" Rara mengangguk
"Siapa Ayah dari anak kamu?" Pak Dody menahan amarah
Rara hanya menggelengkan kepalanya tidak ingin Papanya tau kalau El anak Fikri.
Dan Bu Indah yang masih belum bisa menerima kenyatan hanya diam meneteskan air matanya
"Apa akan selamanya kamu tutupi siapa ayah dari anak kamu Ra" ucap Bu indah datar menyimpan kepahitan dalam hatinya. air matanya terus mengalir seakan tak mampu dibendung
"Maafin Rara" ucap Rara menundukan kepala
"Kenapa kamu setega ini mengecewakan kami Ra" ucap Bu imah terisak tangis
__ADS_1
Rara menghampiri Mama nya bersimpuh dikaki Bu Indah
"Rara salah ma, Rara salah" tangis Rara tapi Bu Imah tak mau menjawabnya
"Katakan siapa ayah dari anak kamu" ucap Pak Dody mengepalkan tangan tangan menahan gejolak amarah
"Fikri" ucap Rara sudah tidak mampu berbohong lagi
Rara akhirnya menceritakan semuanya pada pak Dody dan Bu Indah, mendengar cerita Rara, Bu Indah yang awalny kecewa dengan Rara kini menatap putrinya sendu, tida menyangka putrinya harus mengalami semua ini.
"Malang sekali nasibmu Ra" Bu indah menangis menyentuh pipi Rara
"Kurang ajar Fikri" Pak Dody yang segera berdiri dengan emosi hendak memberi perhitungan pada Fikri dicegah Rara.
"Jangan Pa, Rara mohon jangan. Rara tifak ingin Mamanya Fikri tau soal anak Rara.
ijinkan Rara untuk membesarkan putara Rara sendiri Pa" tangis Rar memohon pada pak Dody
"Kamu benar Ra, orang seperti mereka tidak pantas menjadi bagian dari anak kamu. bawa cucu Papa pulang kerumah biar Papa dan Mama yang merawatnya. dan kamu lanjutkanlah hidupmu" ucap Pak Dody yang kini juga tak mampu menahan lagi air matanya. mengetahui putri semata wayangnya harus mengalami semua ini.
Setelah mendapat ijin dari Pak Dody dan Bu Indah, Rara menghubungi Adi untuk membawa El kerumah.
"Tok..tok..
Rara berlari membukakan pintu
"Momy" ucap El memeluk Rara
Mendengar suara El memanggil Rara, Pak Edi dan Bu Indah pun menangis sejadi - jadinya
El yang melihatnya bingung dan segera Rara kasih pengertian
"El, dengarkan Momy, ini kakek dan nenek El, Mama dan Papanya Momy. El faham" tanya Rara setelah menjelaskan dan El mengangguk. berjalan mendekati Pak Dody dan Bu indah mengusap Air mata mereka
Tapi justru itu membuat Pak Dody dan Bu Indah semakin terisak tangis dadanya seakan sesak tidak menyangka El akan bersikap seperti itu.
"Cucuku, kamu pinter sekali" ucap Bu Indah menangis
"Benarkah kamu cucuku? peluk kakek?" ucap Pak Dody memeluk El
Rara tidak pernah menyangka bahwa Papa dan Mamanya akan menerima El semudah ini. selama ini Rara ketakutan untuk jujur takut dipisahkan dengan putranya tapi ternyata diluar pemikiran Rara, mereka sangat menerima kehadiran El
__ADS_1
Terimaksih yang sudah membaca, beri Author dukungan dengan Like, coment dan Vote ya.dukungan kalian sangat berarti bagi Author