Aku Pergi Karena Hasutan Ibumu

Aku Pergi Karena Hasutan Ibumu
IJIN DARI BU MIRA


__ADS_3

Tok...tok..


"Masuk"


Klek


Suara pintu dibuka


"Hai" Rara melambaikan tangan dan Fikri senyum mengangguk tidak ingin membuat El terbangun dengan suaranya


Perlahan Rara masuk dan duduk diSofa depan El


"Sepertinya El ngantuk banget" ucap Fikri pelan


"Iya, dia terbiasa tidur siang" jawab Rara


"Mau minum kopi?" tanya Fikri


"Tidak usah, aku sudah minum tadi dikantor" jawab Rara


"Ra, sekarang kan kamu bekerja, apa kamu tidak ada rencana menggunakan jasa baby sister saja? aku lihat sepertinya kamu cukup kuwalahan" ucap Fikri yang tidak tega melihat


Rara terlihat begitu letih mengurus rumah, anak dan kantor


"Tidak, aku memang sengaja tidak menggunakan jasa baby sister dengan beberapa alasan." jawab Rara


"Kenapa begitu" tanya Firki


"Sebenarnya sudah terpikirkan oleh ku untuk menggunkaan jasa pengasuh lagi, tapi belum ada yang cocok. aku tidak mau asal pakai jasa pengasuh jadi harus hati - hati memilihnya. kondisi Mama Mira sudah tak seperti dulu, semenjak kepergian Adi. Mama Mira sering sakit - sakitan.karena itu kau tidak mau aku tetap terpaksa pakai jasa baby sister. tapi entah lah belum ada yang cocok sampai sekarang" ucap Rara


"Bagaimana kalau sekarang setiap kamu sibuk, aku yang bantu jemput El sekolah." tawar Fikri


"Sudah lah, aku tidak mau merepoti kamu, El anakku biar aku yang mengurusnya" ucap Rara


"Ra, apa selamanya kamu akan menutupi kebenaran tentang aku dan El" tanya Fikri


"Mungkin, sudah lah Fikri. jangan mulai lagi okay!" ucap Rara


"Mommy" ucap El


"Sudah bangun sayang, kita pulang yuk" ucap Rara


"Em, iya mom, uncle El pulang dulu ya. terimakasih uncle" ucap El pamit

__ADS_1


"Okay jagoan. besok mau uncle jemput lagi kalau Mommy sibuk?" tanya Fikri pada El


"Okay uncle" jawab El terlihat bahagia


"Ra, minggu besok bagaimana kalau kita ajak anak - anak ketaman hiburan?" ucap Fikri


"Ye..El mau Mom, El mau, Raya pasti juga suka kesana" ucap El bersemangat


"Okay baiklah minggu kita ketaman hiburan" ucap Rara


Rara pamit pulang dan Fikri berniat mengantar mereka sampai luar


Diluar tentu saja para karyawan kembali heran melihat Fikri dan Rara berjalan bersama dengan anak yang dari tadi menjadi gosib anak Bosnya. karena memang keduanya memiliki paras wajah yang mirip.


"Mungkinkah istri Bos itu sebenarnya Bu Nara? tapi sudah lama sekali bu Nara tidak pernah terlihat sama Bos, sekarang tiba - tiba muncul sama anak yang wajahnya mirip Bos. dan Bos juga tadi menyebutnya anak" gosib para karyawan


"Bos kita ini sangat tertutup masalah pribadinya" sahut karyawan yang lain


Diluar Dela yang sudah menunggu Rara


"Ra" panggil Dela menghentikan langkah Rara


"Dela, kamu" ucap Rara terputus


"Iya aku kerja disini" ucap Dela


"Iya, dia El anakku" ucap Depa senyum


"Sudah besar ya"Dela senyum melihat El


"Ra aku mau minta maaf untuk semua kesalahan aku sama kamu, melihat kalian kembali bersama seperti sekarang aku merasa senang. walaupun kesalahanku sama kamu dan Fikri mungkin tidak termaafkan tapi aku berharap kamu mau memafkan aku" ucap Dela


"Aku sudah memaafkan semua yang sudah kamu lakukan, tapi jangan salah faham. aku dan Fikri tidak kembali bersama. kami hanya berusaha menjalin hubungan baik saja. sama seperti sama kamu juga" terang Rara


Mendengar apa yang dikatakan Rara ada sedikit rasa kecewa. karena biar bagaimana perasaan Fikri untuk Rara tidak pernah berubah. satu - satunya wanita yang ada dihatinya. dan sekeras apapun hatinya berusaha untuk tidak herharap lebih nyatanya tetap Fikri ingin bisa setiap hari bersama Rara dan anak - anaknya.


Fikri pun merasa senang dan menyanyangi Raya layaknya Fikri menyangi El


***


Sesampainya dikediaman Bu Mira


Rara sedih melihat keadaan mertuanya yang semakin hari semakin terlihat kurus. tidak ada lagi semangat dalam hidupnya.

__ADS_1


"Ma, Mama makan ya" Rara mencoba membujuk Bu Mira karena seharian tidak mau makan


"Ma, coba Mama lihat Raya dan El. mereka akan sedih kalau melihat omanya seperti ini. Mama jangan seperti ini terus. Mama bisa sakit kalau tidak mau makan seperti ini" ucap Rara


"Rara, Mama tidak berselera makan" ucap Bu Mira


"Rara mengerti kesedihan Mama. tapi Mama harus makan demi cucu - cucu Mama, demi Rara. kami masih membutuhkan Mama" ucap Rara


"Mama makan ya" kembali Rara membujuk


"Oma" ucap Raya dan Masuk kamar omanya


"Cucu - cucu Oma" ucap Bu Mira senyum


"Lihat mereka Ma, mereka pasti sangat rindu bermain dengan Oma nya" ucap Rara


"Iya oma, kami kangen bermain bersama Oma" ucap El


"Maafkan Oma ya sayang" Bu Mira menangis


Melihat cucu - cucu nya Bu Mira yang awalnya tidak mau makan sekarang berusaha untuk makan. tidak ingin membuat cucu - cucu nya kecewa.


"Ma, Hari minggu besok Rara mau ngajak anak - anak bermain ketaman hiburan, biar mereka senang" ucap Rara


"Iya Ra, ajak lah anak - anak jalan - jalan. kamu juga Ra, kalau ada waktu libur buatlah jalan - jalan atau mungkin ke salon. buat dirimu bahagia Ra, jangan hanya bekerja terus. Mama sebenarnya kasian melihat kamu harus mengurus semuanya sendiri" ucap Bu Mira


"Gimana kalau kapan - kapan kita ke salon bareng Ma? bukan hanya Rara tapi Mama juga harus bahagia biar Adi juga bahagia disurga Ma" ucap Rara


"Ra, jika suatu saat nanti kamu bertemu dengan laki - laki yang baik dan sayang sama anak - anak. Mama mengijinkan kalau kamu mau menikah lagi" ucap Bu Mira


"Kenapa Mama bicara seperti itu?" tanya Rara


"Rara anakku, bagi Mama kamu adalah anak bukan menantu. kamu masih muda anakku. anak - anak juga masih butuh figur seorang ayah. jika memang ada laki - laki yang bisa menyayangi mereka. Mama tidak akan menghalangi. jangan pernah ragu karena Mama" Bu Mira menyakinkan


"Ma, saat ini Rara belum berfikir kearah sana. Rara ingin mengurus perusahaan dan anak - anak dengan baik dulu Ma." jawab Rara


Karena saat ini fokus Rara memang cuma anak - anak dan perusahaan. walupun dirinya mamang masih mencintai Fikri tapi belum terpikirkan dibenak Rara untuk kembali menjalin asmara dengan Fikri.


Perusahaan yang masih kacau semenjak ditinggal Adi secara mendadak masih butuh kerja keras Rara untuk bisa kembali stabil.


Anak - anak terutama Raya yang masih kecil setiap hari merengek ingin ketemu Daddy nya.


Raya belum memahami kalau Daddy nya tidak mungkin kembali lagi.

__ADS_1


Yang Raya tau Daddy hanya pergi bekerja dan suatu saat akan kembali.


Disini lah terkadang Rara bingung bagaimana memberi pengertian agar Raya memahami Daddy nya sudah tidak mungkin kembali lagi.


__ADS_2