Aku Pergi Karena Hasutan Ibumu

Aku Pergi Karena Hasutan Ibumu
TERBONGKAR


__ADS_3

Mendengar pertanyaan dari Tante Mira Rara hanya menanggapi dengan senyuman. takut jika apa yang diucapkan akan melukai hati Adi dan tante Mira.


Pasalnya selama ini merekalah yang selelau membantu Rara. Adi adalah lelaki yang sangat baik tapi entah kenapa kebaikan Adi tidak bisa membuka pintu hati Rara.


"Ma, jangan tanya seperti itu sama Rara. Adi dan Rara ini hanya berteman." jelas Adi tidak ingin membuat Rara terpojok oleh pertanyaan mama nya.


mendengar ucapan Adi, Rara senyum. tau kalau Adi berusaha membantunya dari pertanyaan mamanya.


"Kalian itu sudah waktu nya memikirkan pasangan hidup lho, sudah tidak muda lagi. kalau pun kalian tidak ada hubungan spesial setidak nya kalian tetap harus memikirkan pasangan hidup untuk kalian." ucap Bu Mira


"Iya, Tante" ucap Rara senyum


Setelah acara makan malam selesai Adi ijin Bu Mira untuk mengantar Rara pulang, siapa sangka sampai dirumah Rara sudah ada Fikri yang menunggu di depan gerbang rumah Rara.


"Ada apa bapak kemari" ucap Rara dan Adi mendampingi di samping Rara


"Ada yang mau saya bicarakan" ucap Fikri


"Maaf pak, jam kerja saya sudah selesai. masalah kerjaan bisa kita bicarakan besok. sebaiknya bapak pulang" ucap Rara


"Ra, apa harus seperti ini?" ucap Fikri


"Maaf saya permisi" ucap Rara yang berlalu meninggalkan Fikri


"Mau sampai kapan kamu seperti ini Ra" Fikri meninggikan suaranya dan membuat Rara dan Adi yang dari tadi diam menghentikan langkahnya.


"Pelankan suara kamu, jangan pernah berteriak di depan Rara!" ucap Adi


"Kamu tidak perlu ikut campur urusanku sama Rara" Ucap Fikri menahan Emosi


"Sudah hentikan!" teriak Rara


"Adi, sebaiknya kamu pulang dulu, biar aku ngomong sama Fikri." ucap Rara


"Kamu yakin Ra? gak perlu aku temani?" Tanya Adi menatap Rara


"Iya gak papa, kamu pulang saja dulu ya" yakin Rara senyum menatap Adi


"Ya sudah, aku pulang. tapi kalau ada apa - apa segera kabari aku ya" pinta Adi


"iya" Rara mengangguk.


Setelah Adi pergi Fikri mendekat, menatap Rara dan memeteskan air mata.


"Ra, aku harus bagaimana?" ucap Fikri


Rara hanya senyum tanpa menjawab


"Ra, aku tidak ingin menikah dengan Dela, aku mencintai kamu, aku harus bagaimana Ra" ucap Fikri


"Apa kamu pikir masih ada kesempatan untuk kita? jangan bicarakan cinta di depanku kalau kamu belum bisa melihat Mama kamu yang sebenarnya." ucap Rara sinis

__ADS_1


"Ra, kenapa kamu selalu menyalahkan Mama ku untuk semua yang terjadi. Ra, Mamaku bukan orang yang seperti kamu pikirkan. percayalah Ra, jangan selalu mengaitkan masalah kita dengan mama.' ucap Fikri


"Maka jangan lagi kita bahas ini. antara aku dan kamu tidak ada hubungan apa - apa. silahkan kamu pergi" ucap Rara


"Ra, aku mohon jangan seperti ini" pinta Fikri


"Lalu kamu mau aku bagaimana Fik? katakan Fik? kamu mau aku seperti apa? dimatamu hanya Mama mu yang benar." Teriak Rara


"Bukan seperti itu Ra maksudku" Fikri mencoba menyakinkan Rara


"Lalu apa? katakan padaku, aku harus bagaimana? ucap Rara dan kembali tangis nya pecah di depan Fikri dan Rara segera masuk kedalam rumah meninggalkan Fikri sendiri di luar.


***"


Satu bulan kemudian


Waktu berjalan dan tak terasa besok adalah hari pernikahan Fikri dan Dela.


"Boss, besok adalah hari pernikahan boss dan Bu Dela tapi kenapa bos masih bekerja? tanya Dika


"Entahlah sungguh aku tidak ingin menikah dengan Dela Dik" ucap Fikri


"Apa belum ada perkembangan tentang vidio sepuluh tahun lalu yang aku perintahkan untuk di selidiki? tanya Fikri


"Maaf boss, sampai saat ini belum tapi orang - orang kita masih terus menyelidiki" jelas Dika


"Hugh" Fikri merasa kesal tapi dia besok tetap harus menikah dengan Dela.


"Dik, tolong panggilkan Rara kesini" perintah Fikri


"Apa? kenapa tidak memberitahu dulu? siapa yanh menyetujuinya??Amuk Fikri menggedorkan meja


"Maaf Bos, nyonya besar yang menyetujuinya" ucap Dika


Fikri segera menuju rumah Rara, tapi kali ini Fikri dibuat terkejut. karena lagi - lagi Rara pergi tanpa memberi penjelasan apa - apa.


"Aaaggggrrr" Teriak Fikri memukul setir mobil nya merasa frustasi.


"Kenapa kamu selalu seperti ini Ra, kenapa selalu pergi tanpa memikirkan perasanku, kenapa selalu bertindak sendiri" gumam Fikri emosi


"Fikri sudah semalam ini kenapa baru pulang?" tanya Bu Lina dengan nada tinggi


"Ma, Fikri mencintai Rara Ma" ucap Fikri yang tidak sepenuhnya sadar karena terpengaruh minuman Alkhohol.


Plak...


Bu Lina menampar Fikri


"Apa yang kamu katakan? besok kamu menikah dengan Dela, sadar kamu" teriak Bu Lina


Ditempat lain, Rara yang saat ini sudah berada didalam sebuah pesawat. memutuskan untuk meninggalkan Indonesia lagi, karena masalahnya dengan Fikri. tapi kali ini dia pergi tanpa memberitahu siapapun.

__ADS_1


Bahkan tidak dengan mama dan papa nya.


Rara ingin menenangkan diri dan melupakan Fikri.


"Fikri sebentar lagi waktunya kamu sudah siap?" tanya Bu Lina melihat putranya yang sudah mengenkan Jas setelan putih untuk pernikahannya.


"Iya ma, Fikri sudah siap" jawab Fikri frustasi


"Ya sudah Mama tunggu di luar ya, tamu - tamu sudah pada datang" ucap Bu Lina menepuk Bahu Fikri


"Iya Ma" ucap Fikri mencoba senyum


Fikri memandangi dirinya di kaca, fikirannya tidak tenang karena memikirkan Rara.


Tok...tok..tok..


"Masuk"


Dika menunjukan sebuah Vidio yang menjadi penyebab perginya Rara selama ini


Melihat Vidio ini Fikri memegangi kepalanya dengan kedua tangan nya.


"Apa yang sudah aku lakukan" gumam Fikri


"Aku sudah tidak percaya sama Rara, padahal benar ada nya tentang vidio ini. tapi bagaimana bisa bahkan aku tidak tau, kapan aku pernah tidur dengan Dela" gumam Fikri emosi


Dengan kemarahan nya Fikri mendatangi Dela diruang ganti pengantin putri.


"Pak Fikri, anda belum bisa masuk, Bu Dela masih di dandani" ucap perias pengantin dan Fikri tidak mau mendengarkan.


"Semua keluar" ucap Fikri murka


"Tapi pak, acaranya sebentar lagi"


"Saya bilang semua keluar" bentak Fikri


"Sayang kamu ada apa?" Dela bingung dan takut dengan sikap Fikri


"Apa kamu tau Vidio ini?" Fikri menunjukan sebuah Vidio dari layar ponselnya


"Da..darimana, kamu dapat vidio itu" jawab Dela gugup


"Jadi kamu tau soal Vidio ini? sekarang katakan! bagaimana bisa ada vidio seperti ini?" Fikri marah


"Iii....Iiittu..." Dela terbata - bata


"Katakan" Teriak Fikri


"Kamu tenang dulu ya, kamu tenang. kita bicara dulu" Dela berusaha menenangkan Fikri


"Katakan bagaimana bisa ada vidio ini!!!" teriak Fikri

__ADS_1


"Okay...okay aku kasih tau, Tante Lina yang buat." jawab Dela gugup


"Mama?" Fikri menggelangkan kepalanya seakan tak percaya.


__ADS_2