Aku Pergi Karena Hasutan Ibumu

Aku Pergi Karena Hasutan Ibumu
UNDANGAN BU MIRA


__ADS_3

Ada perasaan lega, setidaknya El sudah tau dirinya adalah Daddy yang sesungguhnya. apapun reaksi El, Fikri sudah menyiapkan mental karena biar bagaimana pun dirinya bersalah dan pantas untuk dibenci oleh El.


Tapi ketakutan Fikri ternyata tidak pernah terjadi. diluar dugaan El justru mendekati Fikri dan memeluknya.


Mungkin karena darah lebih kental dari pada air, hingga tak butuh waktu lama untuk El bisa menerima Fikri.


"El tidak marah sama Uncle?" tanya Fikri masih memeluk El dengan air mata yang tak terbendung lagi


El hanya menggelengkan kepala tanda dirinya sudah tidak marah


"Tetimakasih El, terimakasih" ucap Fikri mencium kepala El dan merada sangat bersyukur


Rara pun tak kuasa menahan air matanya lagi. sungguh pemandangan yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. melihat El berpelukan dengan Fikri sebagai ayah dan anak.


"El terimakasih ya sayang" ucap Rara


"Mommy tidak salah, Mommy jangan minta maaf. El yakin Mommy dan uncle punya alasan sendiri dan El menghormati alasan Mommy dan uncle" ucap El


"Sungguh Mommy tidak menyangka anak mommy sudah dewasa" ucap Rara meneteskan air mata.


Setelah memastikan El baik-baik saja dan bisa memafkan Fikri, Rara mengajak El pulang karena tidak ingin membuat Bu Mira kawatir.


Sesampainya dirumah Bu Mira, El langsung mendapat pelukan dari Bu Mira.


"El sayang, kamu baik-baik saja kan?dari mana saja kamu sayang?" ucap Bu Mira cemas


"Maafin El Oma, El dari makam Daddy"


Bu Mira memandang wajah El dan meminta maaf pada cucu kesayangannya ini. ya Bu Mira tulus menyayangi El tanpa membedakan kalau dia bukan anak Adi


"El sudah makan?" tanya Bu Mira


El menggelang kerena sedari tadi fokus pada permasalahan hingga semuanya melewatkan jam makan siang dan malam nya.


"Oma siapkan ya sayang" ucap Bu Mira untuk pertama kalinya setelah kepergian Adi kembali memasuki dapur


"Biar Rara saja ma" ucap Rara


"Tidak Ra, biar kan Mama yang masak untuk El" ucap Bu Mira


"Ya Ma, kalau gutu, kami mandi dulu ya ma" ucap Rara


"Iya, kalian mandi dulu saja. nanti kalau sudah siap Mama panggil kalian.


"Rara dan El pergi ke kamar masing-masing membersihkan diri dan beganti pakaian rumah.


Tak lama setelahnya masakan pun sudah terhidang dimeja makan. Kembali Bu Mira memanggil Rara, El dan Raya untuk makan malam bersama


"Ini semua mama sendiri yang masak?" Rara kagum melihat beraneka ragam makanan terhidang dimeja


"Iya tapi dibantu Buk Ratih tadi" jawab Bu Mira


Semuanya mulai mengambil makanan ke piring mereka dan mulai memasukan makanan ke mulut mereka

__ADS_1


"Emm...enak banget Ma, rasanya sudah lama banget Rara tidak makan makanan seenak ini" ucap Rara


"Kamu ini Ra bisa saja" Bu Mira senyum


"Ayo El, Raya makan yang banyak" ucap Bu Mira lagi


Dikeluarga ini Rara memang diperlakukan layaknya seorang anak bukan menantu.


Bu Mira menatap El ada kelegaan melihat El sepertinya tidak terpengaruh mengetahui fakta yang sebenarnya.


"El sayang, nanti setelah makan Oma mau bicara boleh?" ucap Bu Mira


"Iya Oma" jawab El mengangguk dan memasukan makanan kemulutnya


Setelah selesai makan, El menemui Omanya dikamar


Tok-tok


Masuk


"El, sini sayang" Bu Mira yang duduk di sofa kamarnya menyuruh El untuk duduk disampingnya.


El menurut, mendekati oma nya dan duduk disampimg Oma nya.


"Sayang, Oma tau El pasti kaget ya mendengar percakapan antara Oma dan Mommy El tadi siang?" ucap Bu Mira


"Oma, Tadi Mommy dan Uncle Fikri sudah menjelaskan semuanya. El berusaha memahami Mommy. El tidak mau membuat Mommy sedih" jawab El


"Walaupun El sedih mengetahui kenyataan Daddy Adi bukan Daddy kandung El. Tapi El bersyukur bisa menjadi anak dari Daddy Adi. El menyayangi Daddy Adi" ucap El dengan mata berkaca-kaca.


"Oma lega mendengarnya El. lalu bagaimana tanggapan El tentang uncle Fikri?" tanya Bu Mira


"Uncle baik Oma" jawab El singkat


"Apa El bahagia bersama uncle Fikri?" Bu Mira menatap El


"Em, iya Oma, Uncle baik sama El dan Raya" jawab El


***


Keesokan harinya Fikri maupun Rara menjalani aktifitas seperti biasanya. disibukan dengan pekerjaan masing-masing.


Tok..tok..


Masuk


"Bu sebentar lagi ada meeting membahas peluncuran produk baru perusahaan kita" ucap Lusi


"Okay, kamu siapkan semua materi yang akab kita bahas nanti. sebentar lagi saya ke sana" jawab Rara


"Baik, saya permisi Bu" ucap Lusi meninggalkan ruangan.


Dret...dret ..

__ADS_1


panggilan masuk dihape Rara


"Hallo Ma".


"Hallo Ra, lagi sibuk? apa Mama mengganggu?" tanya Bu Mira


"Ini sebentar lagi ada meeting, gimana ma?" tanya Rara


"Begini Ra, nanti malam tolong undang Fikri makan malam dirumah." ucap Bu Mira


"Undang Fikri ma?" tanga Rara kembali ragu


"Iya Ra, undang Fikri makan malam dirumah nanti malam" ucap Bu Mira kembali.


"Baik ma, Rara akan memberitahu Fikri" ucap Rara


"Ya sudah, mama tunggu dirumah nanti malam ya!" ucap Bu Mira menutup sambungan telphonnya


Rara ingin mengabari Fikri tentang undangan makan malam Bu Mira tapi segera Lusi masuk untuk memberitahu rapat akan segera dimulai.


"Bu maaf yang lain sudah menunggu diruang rapat" ucap Lusi


"Okay, mari kita keruang rapat" ucap Rara kembali memasukan hapenya dalam tas.


Rapat berlangsung selama hampir dua jam,dan waktu sudah menunjukan pukul 6 sore.


Rara menyandarkan kepalanya dikursi. proyek yang baru saja dikerjakan ini lumyan menguras pikiran Rara. hingga melupakan pesan Bu Mira untuk mengundang Fikri.


Rara yang merasa penat ingin segera pulang dan bertemu anak-anak nya.


Di dalam mobil Rara baru ingat dirinya belum menghubungi Fikri.


"Ya ampun, kok bisa sampai kelupaan gini sih" gumam Rara yang masih mengemudi dan segera menepikan mobilnya


Rara segera mengambil ponsel dan menghubungi Fikri. memberitahu undangan dari mertuanya.


Fikri yang merasa gugup menerima undangan dadakan dari Bu Mira, segera bersiap dan bergegas ke kediaman Bu Mira. dengan segudang pertanyaan yang ada di dalam benaknya. Fikri pun sudah menyiapkan kemungkinan terburuk yang akan dirinya terima.


Tapi kali ini Fikri akan memperjuangkan Rara dan El dengan lebih berani. hatinya sudah bertekad apa pun yang terjadi Fikri tidak akan mundur lagi.


Tok..tok..


Fikri mengetuk pintu rumah Bu Mira, seorang pembantu paruh baya membukakan pintu dan mempersilahkannya masuk.


Nampaknya Fikri menyadari dirinya memang sudah tunggu.


Jamuan makan malam yang sudah dipersiapkan untuknya


"Silahkan duduk" ucap Bu Mira mempersilahkan Fikri duduk


Haiii....Reader maaf ya zayenxxx author kemarin tidak up. Terimakasih dukungannya jangan lupa tinggalin jejak ya dengan Like, coment dan syukur2 mau Vote hehehe...


^Happy reading^

__ADS_1


__ADS_2