
Setelah beberapa hari Bu Lina dirawat akhirnya Bu Lina sadar dari komanya
"Fikri" ucap Bu Lina lirih memanggil Fikri yang sedang tertidur dispingnya, semalaman Fikri tidak beranjak dari samping Bu lina walaupun punggungnya sakit karena semalaman hanya duduk menunggu Bu Lina sadarkan diri.
"Ma, Mama sudah sadar?" ucap Fikri
"Em..." Bu Lina tersenyum dan mengusap rambut Fikri lembut
"Maafkan Mama anakku" ucap Bu Lina lirih
"Ma, sudah ya! Mama istirahat dulu, jangan banyak bicara dulu biar Fikri panggil Dokter" ucap Fikri tapi Bu lina menggelengkan kepalanya dan memegang tangan Fikri biar tidak pergi
"Ada yang kau Mama katakan" ucap Bu Lina dan Fikri diminta duduk dengan isyarat mata dari Bu Lina
"Mama bersalah, Mama mengira dengan membuat perjanjian itu kamu akan bahagia karena bisa hidup mewah dengan Dela. Mama bukan orang yang bisa memberikan kamu kekayaan, sejak ditinggal Papamu hidupmu menderita bersama Mama. karena itu Mama mengira dengan hidup bersama Dela kamu akan bahagia. Mama tidak menyangka kalau ternyata apa yang Mama lakukan justru menyakiti dan menghancurkanmu." ucap Bu Lina dan air matanya menetes
"Ma, sudah Ma, jangan katakan lagi" ucap Fikri menangis
"Mungkin umur Mama sudah tidak lama lagi, Mama ingin melihat kamu bahagia"
"Maafkan Fikri Ma, Fikri tidak bisa menikahi Dela" ucap Fikri menyesal
"Mama sudah tidak akan memaksa kamu untuk menikah dengan Dela. Mama ingin ketemu Rara dan cucu Mama" ucap Bu Lina senyu
"Ma" Fikri menatap tajam Mamanya
"Tolong Mama, sebelum Mama pergi Mama ingin bertemu dengan Rara dan cucu Mama" ucap Bu lina menangis
Tanpa bertanya Fikri tau Rara sekarang tinggal dirumah Adi langsung menuju rumah kediaman Bu Mira
Sesampainya disana Fikri bertemylu langsung dengan Rara yang saat itu sedang menyiram bunga dengan Bu Mira
"Fikri" gumam Rara dan Bu Mira melihatbke arah Fikri yang mendekat ke menantunya
"Sore Tante, Ra" sapa Fikri
__ADS_1
"Sore Fik" ucap Bu Mira yang juga sudah kenal dengan Fikri
"Boleh saya bisa dengan Rara tante" ucap Fikri ijin Bu Mira karena tau sekarang Rara menantu dikeluarga itu.
"Okay" ucap Bu mira mengangkat kedua tangannya dan meninggalkan mereka, Bu Mira percaya dengan menantunya
"Rara, sebelumnya aku minta maaf tapi aku harus menemui kamu saat ini karena keinginan Mamaku. Mama ingin bertemu denganmu dan El"
"Mama kamu" ucap Rara memandang Fikri heran
"Untuk apa Mama kamu ingin bertemu kami?" tanya Rara yang tak mengerti
"Mama saat ini kondisinya kritis di Rumah sakit, dan mama bilang ingin bertemu dengan kamu dan cucu nya" ucap Fikri
"Cucunya? apa maksudnya cucu? cucu siapa yang Mama kamu maksud. El bukan cucu mama kamu. apa Mama kamu pernah menganggap El sebagi cucunya selama ini?" tanya Rara senyum sinis
"Ra, aku tau kamu marah. aku pun tidak bisa menyalahkan kamu. karena kamu memang tidak salah. Mamaku memang bukan orang yang baik dan sudah banyak berbuat salah sama kamu. bisa dibilang semua penderitaan yang kamu dan anak kita rasakan semua dikarenakan Mama" ucap Fikri
"Anak ku, bukan anak kita" ucap Rara membetulkan
"Tolong Fik jangan buat El bingung, yang El tau Daddy nya cuma Adi. biarkan seperti ini." ucap Rara
Mendengar perkataan Rara terasa sakit hati Fikri tapi Fikri menyadari dirinya memang tidak pantas disebut sebagi ayah.
"Maafkan aku Ra, tapi aku mohon sekali ini saja temui Mama ku dan ijinkan Mama ketemu dengan El" ucap Fikri seraya memohon
"Maaf Fik, aku tidak mau El bingung nantinya" ucap Rara
"Aku janji Ra, tidak akan membuat El bingung. aku tidak meminta El untuk mengakui aku ayahnya dan nanti aku akan beri Mama pengertian soal itu" bujuk Fikri
"Fik, aku sekarang seorang istri aku tidak bisa pergi tanpa ijin dari suamiku. jadi aku hanya akan pergi jika suamiku memberi ijin"
"Kenapa sesakit ini Ra, menerima kenyataan kamu sudah menikah dengan Adi" batin Fikri mendengar perkataan Rara yang begitu menghormati suaminya.
"Baik Ra, aku ngerti. aku akan coba menelphone Adi" ucap Fikri mengambil hape disakunya dan mencari nama Adi lalu menekan tombol panggil.
__ADS_1
"Hallo" ucap Adi menerima telphone dari Fikri
"Adi, ini alu Fikri. aku mau minta tolong sama kamu, tolong ijinkan aku mengajak Rara dan El bertemu Mama ku sekali ini saja" ijin Fikri
"Tunggu, tunggu maksud kamu apa ini?" Adi bingung
"Tolong jangan salah faham dulu Di, aku tidak ada maksud apa - apa, aku menghargai kamu sebagai suami Rara, karena itu aku minta ijin dari kamu. Mama ku saat ini sakit dan di rawat dirumah sakit, Mama ingin bertemu dengan Rara dan El. aku juga sudah menjelaskan situasinya pada Rara. jadi aku mohon Di, ijinkan aku membawa Rara dan El ketemu Mama sekali ini saja" ucap Fikri memohon
"Berikan hape nya pada Rara, biar aku bicara dulu sama Rara" ucap Adi
"Baiklah"
"Adi mau bicara" ucap Fikri menyerahkan hapenya pada Rara.
"Hallo Di" ucap Rara
"Hallo Ra, aku sudah mendengar dari Fikri. lalu bagaimana keputusan kamu" tanya Adi
"Aku terserah kamu Di, kalau kamu ijinkan aku akan pergi bersama El tapi kalau kamu tidak ijinkan aku juga tidak akan pergi. kamu suamiku kemana aku pergi harus seijin kamu kan" ucap Rara
Fikri sedih, di hatinya seperti ada benda tajam yangenusuk tapi mencoba sekuat hati untuk bersikap biasa, tidak ingin memperlihatkan Rasa cemburunya
"Rara aku ijinkan kamu dan El ketemu Bu Lina karena aku percaya sepenuhnya padamu. tolong jaga kepercayaanku ya! ucap Adi yang sebenarnya kawatir terhadap Rara tapi tidak ingin membatasi Rara.
"Adi kamu yakin tidak apa - apa? beneran Di, aku tidak akan pergi jika kamu tidak mengijinkan" ucap Rara yang juga berusaha menjaga hati Adi
"Aku tidak apa - apa aku percaya istriku" ucap Adi senyum
"Terimakasih ya Di, aku janji aku tidak akan lama" ucap Rara
"Em..iya hati - hati ya" ucap Adi memutus sambungan telphone nya.
"Baik lah karena Adi sudah memberi ijin. aku akan pergi menemui Mama kamu. tunggu disini aku akan membawa El kesini" ucap Rara mengembalikan hapenya Fikri dan berlalu kedalam rumah untuk memanggil El.
Didalam, Rara memberi pengertian pada El kalau akan pergi menemui Uncle Fikri dan Mamanya yang sedang sakit tanpa banyak tanya El mengangguk.
__ADS_1
"Ma, Rara dan El ijin mau bertemu sebentar dengan Bu Lina karena saat ini Bu Lina sedang dirawat di Rumah sakit. Bu Lina ingin bertemu dengan Rara dan El. Rara juga tadi sudah ijin sama Adi ma. Adi juga yang meberi ijin pada Rara untuk pergi" ucap Rara