Aku Pergi Karena Hasutan Ibumu

Aku Pergi Karena Hasutan Ibumu
BAHAGIA


__ADS_3

Tok..tok..


"Masuk" ucap Fikkri


"Pak Fikri, ada dokumen yang harus bapak tandatangani" ucap Dela.


Mendengar suara Dela, Fikri menengadahkan kepalanya yang sejak tadi tertunduk mempelajari berkas - berkas dimejanya.


"Baik, bawa kemari" ucap Fikri menerika berkas dari Dela


Fikri yang kembali melihat berkas - berkas dari Dela dan menandatatangainya.


"Ini sudah saya tandatangani" Fikri memberikan dokumennya kembali


"Bukannya harusnya Bu Siska, yang mengantarkan berkas ini keruangan say" ucap nya lagi


"Maaf Fik, em..maksud saya Pak Fikri, Bu Siska sedang ada pekerjaan jadi meminta saya untuk mengantarkan berkas - berkas ini keruangan pak Fikri dan memintakan tanda tangan" ucap Dela yang tidak terbiasa nemanggilnya dengan panggilan"Pak"


"Baiklah, kamu bisa keluar sekarang" ucap Fikri


"Baik Pak terimakasih" ucap Dela meninggalkan ruangan


Di depan ruangan Dela sempat berhenti sejenak mengatur nafas dan menata hati.


"Hufft" Dela menghembuskan nafasnya dan sedikit menggelangkan kepala segera berlalu dan menuju ruang staf tempat kerjanya.


Semua karyawan disitu yang hampir tau masa lalu Dela dan Bosnya sebenarnya semua menggunjing dibelakang Dela


"Siapa sangaka ya, anak seorang pengusaha sukses sekarang nasib nya memprihatinkan seperti itu." ucap salah satu karyawan


"Padahal mantan tunangan Pak Fikri juga, kok jadi staf biasa ya?"


"Sepertinya Pak Fikri juga tidak terlalu menyukainya ya? nyatanya disini cuma jadi staf biasa"


"Eh, denger - denger Bu Dela ini dulunya memfitnah pacar Pak Fikri sampe akhirnya. Bu Dela bisa bertunangan dengan Pak Fikri"


Bisik - bisik karyawan di kantin saat jam istirahat dan semuanya terdiam saat melihat Dela melewari mereka dengan membawa makananya hendak makan.


Dela bukan tidak mendengar omongan karyawan yang menggosibkan dirinya. tapi Dela melilih diam dan tidak menanggapi. dirinya lebih memilih pura - pura tidak mendengar dan makan sendiri seolah tidak ada apa - apa.


"Bu Dela di disini" Sapa Dika yang ikut gabung makan dimeja Dela


"Iya" jawab Dela singkat


"Bagaimana keadaan Pak Edo?" tanya Dika


"Baik, masih menjalani fisioterapi. terimakasih kemarin sudah membawa Papa kerumah sakit jadi bisa lebih intens perawatannya" ucap Dela


"Bu Dela tidak perlu sungkan, aku hanya melakukan sesuai dengan perintah Pak Fikri untuk membantu Pak Edo sebagai balas budi dulu Pak Edo sudah membantu Bu Lina" ucap Dika menjelaskan


"Em..aku paham" jawab Dela mengangguk

__ADS_1


"Kenapa kamu tidak makan dengan yang lain?" tanya Dika


"Em..tidak, sepertinya mereka kurang menyukai aku" ucap Dela


"Bu Dela tidak usah memperdulikan mereka, tunjukan kinerja Bu Dela bagus" ucap Dika berusaha menyemangati Dela


"Kalau dipikir - pikir aku menyesal, kenapa dulu aku tidak belajar dengan benar. dari kecil hidup selalu berkecukupan tidak mengira sekarang bisa berada diposisi ini. makan dikantin perusahaan dengan karyawan biasa." Ucap Dela menyesali masa lalu nya


"Tidak ada kata terlambat untuk belajar. belajar menjadi pribadi yang lebih baik" ucap Dika


"Kamu benar, aku tidak akan menyerah begitu saja dalam hidup. aku pasti bisa bangkit kembali" ucap Dela senyum


"Saya percaya itu, Bu Dela pasti bisa" ucap Dika memberi semangat


Dela dan Dika yang tampak mengobrol dengan akrab pun tak lepas dari nyinyiran karyawan disitu


"Lihat itu, turun derajat dia. nguber - nguber si Bos gak dapat, sekertarisnya juga di tak dilewatkan" ucap salah satu karyawan


"Iya lah, Bos mana mau sama perempuan yang jahat seperti itu" ucap karyawan yang lain juga


Dela yang tidak menanggapi dan pura - pura tidak mendengar tetap asyik menyantap makanannya.


Brak...


Suara Dika menggedor meja


"Apa kalian disini digaji untuk bergosib? jangan suka ikut canpur urusan orang lain. sebaiknya kalian urus diri kalian masing - masing" ucap Dika tegas


Karena hampir semua karyawan di kantor ini tau, Dika orang kepercayaan Bosnya. apa yang Dika sampaikan ke Bosnya pasti akan dipertimbangkan.


"Sudah Dika, aku tidak apa - apa. jangan hiraukan apa yang dikatakan mereka. aku tidak marah dengan apa pun yang mereka katakan" ucap Dela yang sekarang sudah berubah dan berusaha menjadi lebih baik


"Mulai sekarang aku akan menemani Bu Dela makan siang disini. aku tidak mau hal serupa terulang" ucap Dika


"Tidak usah. aku benar - benar tidak apa - apa. aku wanita dewasa yang sudah bisa menjaga diri Dik" ucap Dela senyum seolah tidak terpengaruh dengan kata - kata karyawan yang mencibir dirinya.


"Bu Dela jangan salah faham. aku melakulan ini murni karena perintah pak Fikri untuk menjaga Bu Dela dan Pak Edo


"Iya aku tau kok, mau salah faham apa? aku cukuo tau diri dengan hidupku yang memprihatinkan ini, mana ada orang mau dekat denganku" ucap Dela.


***


Dret...dret...


Panggilan masuk dari Fikri


"Hallo Fik"ucap Rara


"Haii Ra, gimana keadaan Raya?" ucap Fikri dari seberang telphonnya


"Raya sudah jauh lebih baik" jawab Rara

__ADS_1


"Kamu sibuk?" tanya Fikri


"Lumayan tapi sebentar lagi mau keluar jemput El dari sekolah" jawab Rara


"Kalau kamu sibuk, bagaimana kalau aku saja yang jemput El" ucap Fikri ingin bertemu El


"Emang kamu sendiri tidak sibuk?" tanya Rara


"Kebetulan aku free, sudah tidak ada kerjaan" jawab Fikri


"Okay, kalau tidak merepotkan kamu. tolong jemput El ya. biar sama kamu saja dulu. nanti kalau pekerjaanku selesai biar aku jemput El ke tempat kamu" ucap Rara


"Okay, sampai ketemu nanti ya" ucap Fikri


"Okay" ucap Fikri menutup sambungan telphonnya


Fikri yang sangat bahagia diijinkan untuk menjemput El dan membawa El ketempatnya bergegas menyambar kunci mobil dan segera keluar kantor.


"Siang Pak Fikri" Sapa karyawan


"Siang" jawab Fikri senyum pada karyawannya


"Bahagia sekali Bos" ucap Dika yang tiba - tiba muncul disampingnya


"Kamu Dik, bikin kaget saja.aku keluar dulu ya. kamu tetap dikantor" ucaf Fikri


"Mau kemana Bos, sepertinya hari ini cerah banget rona - ronanya" goda Dika


"Mau menjemput anakku dong" jawab Fikri singkat dan berlalu


Beberapa orang karyawan ternyata ada yang tanpa sengaja mendengar percakapan Bos dan sekertaris tersebut.


Dan tentu saja dengan cepet berita langsung menyebar seantero jagat raya hahaha


Ya, gosib tentang Bos yang ganteng dan tidak menikah diusia yang seharusnya sudah cukup untuk menikah menjadi perbincangan yang selalu hangat dikalangan karyawan apalagi kaum hawa yang ada disitu.


Berita ini pun sampai ketelinga Dela. dimana semua karyawan heboh membicarakan Bos nya yang sudah memiliki anak padahal tidak afa berita soal pernikahannya


"Apa mungkin Bos menikah secara diam - diam ya?" ucap salah seorang karyawan


"Bisa jadi sih, mungkin istrinya yang ini tidak ingin diketahui banyak orang" sahut karyawan yang lain


"Tapi kira - kira siapa ya istri Bos ini?"


"Yang pasti selera Bos tidak mungkin buruk" ucapan karyawan yang sengaja ingin menyindir Dela


Like


Coment


Vote juga ya

__ADS_1


T'erimakasih


__ADS_2