
"Mr.Alan saya berharap bisa bekerjasama dengan anda, biar bagaimana Mr. Alan adalah klien lama kami, masalah harga nanti kita bisa membicarakan nya lebih lanjut, saya tau ada perusahaan lain bisa memberi harga lebih rendah dibanding perusahaan kami, tapi apa Mr. Alan yakin kwalitas nya bisa disamakan dengan perusahaan kami dan apa juga anda yakin ini bukan hanya permainan kotor yang sengaja dibuat untuk memjatuhakan perusahaan saya? Mr. Alan ini kerjasama jangka panjang. saya berharap Mr. Alan benar - benar memikirkannya terlebih dahulu sebelum menanda tangani kontrak kerja dengan perusahaan lain. saya hanya tidak ingin Mr. Alan menyesal." ucap Fikri berusaha merubah pemikiran Mr.Alan agar kembali bekerjasama dengan perusahaannya.
Setelah berbicara dengan Mr. Alan selesai Fikri perpamitan dan meninggalkan restauran.
Fikri menunggu Acara Mr. Alan dan koleganya selesai agar bisa berbicara dengan Rara.
Sebenarnya masih sulit untuk Fikri percaya bahwa wanita yang dicari- cari selama ini sekarang ada dihadapannya
"Tadir rupanya telah mempertemukan kita kembali Rara" gumam Fikri senyum
"Rara" sebuah panggilan menghentikan langkah Rara yang baru saja keluar dari restauran.
"Fikri" Rara yang terkejut melihat Fikri yang disitu
"Rara aku ingin bicara denganmu" ucap Fikri menatap Rara
"Maaf ada banyak hal yang harus aku urus" ucap Rar yang hendak pergi tapi segera dicegah oleh Fikri
"Lepaskan Fikri" Rara yang berusaha melepaskan tangannya karena dipegang Fikri denagan kuat
"Beri aku sedikit waktu, aku mohon Ra. selama ini aku sudah seperti orang gila mencari kamu kemana - mana" ucap Fikri
"Mencariku? untuk apa kamu mencariku? maaf aku tidak ada waktu berbicara sama kamu" ucap Rara menarik tangannya dah segera berlalu.
Sesampainya dihotel Fikri tidak bisa memejamkan matanya, setidaknya hatinya sedikit tenang sudah tau keberadaan Rara tapi mengingat sikap Rara yang begitu dingin hatinya kembali cemas.
Jika dipikir - pikir sebenarnya hal yang wajar kalau Rara membencinya bahkan tidak bisa memaafkannya. kesalahan yang telah dilakukan Fikri begitu besar, bertahun - tahun Rara menderita seorang diri di negeri orang.
Walaupun kecil kemungkinan Rara akan memaafkannya tapi Fikri tidak ingin menyerah. Fikri ingin memperbaiki hubungannya dengan Rara.
Fikri segera mengambil hape nya menghubungi Dika untuk mencari tahu alamt Rara diBelanda. Tidak butuh waktu lama Dika sudah mendapatkan alamat tempat tinggal Rara diBelanda.
Keesokan Harinya saat matahrai bahkan belum menunjukan cahanya, dimusim yang begitu dingin Fikri sudah ada di depan rumah Rara.
"Ra" panggilan itu terhenti ketika melihat ada seorang anak kecil berusia mungkin 2 tahunan bermanja - manjaan digendongan Rara.
Fikri segera bersembunyi agar tidak terlihat oleh Rara, kini pikirannya dipenuhi dengan tanda tanya.
"Anak siapa yang sedang digendong Rara? apakah mungkin Rara sudah menikah disini, tapi melihat wajah anak itu sepertinya ayahnya bukan seorang bule. apakah Rara menikah dengan orang indonesia yang berada disini." gumam Rara
Kini perasaan sedih menyelimuti Fikri, tidak menyangka wanita yang dicintainya kini sudah berkelurga dan sudah tidak mungkin ada kesempatan lagi bagi dirinya untuk bisa kembali bersama Rara.
__ADS_1
Sesampainya dihotel Fikri menjatuhkan tubuhnya dikasur, memandang langit - langit otaknya seakan tidak bisa berfikir.
"Aaaggghhhh...kenapa? kenapa kamu harus menikah dengan orang lain? aku harus bagimana Ra?" tetiak Fikri
Hati kecilnya merasa sakit melihat Rara mungkin sudah menikah dengan laki - laki lain, tapi disatu sisi Fikri juga sadar Rara tidak salah karena sudah bertahun - tahun mereka berpisah dan wanita seusia Rara memang sudah sepantasnya menikah.
***
Hari ini Rara merasa bingung lantara harus pergi bekerja tapi baby sister Elan tidak bisa masuk.
Ya, anak Rara bernama Elano mahardika.
"El sayang, hari ini ikut Momy ke kantor mau?
"Ya Mom" angguk Elano yang juga pintar bahasa Indonesia karena jika dirumah Rara menggunakan bahasa Indonesia setiap bicara sama El.
"Tapi ingat ya, harus pinter gak boleh rewel" ucap Rara
Mingkin usia El baru dua tahun tapi dia cukup pintar dan faham untuk diajak komunikasi sama Momy nya.
Dikantor, El yang sudah beberapa kali diajak kekantor tampak senang bermain - main dengan benerapa karyawan disana.
Karena El termasuk baby yang sangat tampan dan menggemaskan hingga banyak karyawan disana sangat menyukai El.
Bruk..
El terjatuh tubuh kecilnya menabrak sosok tubuh tinggi, hingga membuat tubuh kecilnya jatuh ke lantai.
"Hai..." ucap Fikri seketika teringat wajah anak kecil yang kemarin dilihatnya sedang di gendong Rara
"Maaf pak" ucap karyawan yang sedang menjaga El
"Okay tidak apa - apa" jawab Fikri kemudian menatap wajah kecil yang terlihat sedikit mirip dengannya
"Anak pintar, namanya siapa?" Fikri mendekati El
"El" jawab El singkat dengan wajah menggemaskan ala baby El pastinya
"Mama kamu dimana?" tanya Fikri
"Maaf pak, Mama nya sedang menemani Mr.Alan meeting." jawab karyawan disana dengan bahasa inggris
__ADS_1
"Oow...apa dia anak sekertaris Mr.Alan?" Fikri berusaha mencari tau. belum sempat karyawan itu menjawab El sudah berlari
"Momy..." panggil El berlari memeluk Rara
"Hai..sayang" jawab Rara memeluk El
"Momy" gumam Fikri
"Jadi benar itu anak kamu Ra?" ucap Fikri mendekati Rara dan El.
Betapa terkejutnya Rara melihat Fikri disana dan melihat keberadaan El.
"Kenapa diam Ra? apa benar El anak kamu?" tanya Fikri yang sebenarnya masih berharap bukan. kareana kalau benar harapan nya bisa kembali dengan Rara semakin tidak mungkin.
"Maaf saya harus segera pergi" ucap Rara meninggalkan Fikri
Rara segera pulang dirinya kini cemas, berharap Fikri jangan sampai tau kenyataan yang sebenarnya.
Ting...tong...
Bel rumah Rara berbunyi melihat tamu yang datang betapa terkejutnya Rara. tidak ingin membukakan pintu tapi suara bel yang terus di tekan Fikri, juga membuat Rara takut El akan terbangun dengan suara bel itu.
Rara yang juga bingung, bagaimana mungkin Fikri tau alamat rumah tinggal Rara disini.
"Ada apa kemari" ucap Rara setelah membuka pintu
"Ra, bisa kita bicara sebentar" ucap Fikri
"Maaf aku tidak ada waktu, silahkan pergi dan sebaiknya jangan pernah datang kemari" ucap Rara.
"Rara aku mohon, sekali ini saja Ra tolong kasih aku kesempatan untuk bisa bicara sama kamu" ucap Fikri
"Apa yang mau kamu katakan, katakan saja disini" ucap Rara yang sepertinya percuma saja mengusir Fikri pergi, karena dia sangat faham wataknya Fikri yang tidak akan mudah menyerah
"Apa kamu tidak mau menyuruh aku masuk?" tanya Fikri
"Maaf aku tidak bisa membiarkan kamu masuk, jika ada yang harus dibicarakan. bicarakan saja disini" ucap Rara
"Jadi benar kamu sudah menikah dan punya anak?" tanya Fikri ragu
"Momy" terdengar suara El yang memanggil
__ADS_1
Terimaksih sudah menyukai tulisan Author, mohon like, coment, vote ya dan kasih rating bintang lina ya karena itu semua merupakan semangat buat kami para Author