Aku Pergi Karena Hasutan Ibumu

Aku Pergi Karena Hasutan Ibumu
PENGAKUAN JACK


__ADS_3

Fikri yang merebahkan tubuhnya dikasur pikirannya menerawang membayangkan wanita yang dicintainya dinner dengan laki - laki lain. "Apa kali ini Rara akan jatuh kepelukan laki - laki lain lagi? dari gelagatnya terlihat jelas Jack bukan hanya menganggap Rara sebagai sahabat" guman Fikri yang menyadari Rara wanita yang cantik, mandiri tak hayal banyak laki - laki diluar sana yang berharap bisa menyandingnya.


Fikri menyadari kesalahan yang dilakukan dimasa lalunya yang mungkin membuatnya tidak akan diterima Rara sebagai pendamping hidupnya. tapi jika kali ini dirinya harus melihat Rara dengan yang lain lagi. apa kah dirinya sanggup?


Hal itu yang terus melintas dipikirannya.


"Mungkin sekarang aku harus kembali memberanikan diri untuk mendekatinya kembali.


Diraihnya hape yang ada didekatnya dan segera menghubungi Rara


"Hallo Ra, kamu dimana"


"Iya hallo, aku lagi makan sama Jack. ada apa Fik?"


"Aku mau bicara sama kamu? bisa kita bertemu?"


"Apa harus sekarang? kalau besok pagi sebelum aku berangkat ke kantor gimana?"


"Gak bisa Ra, harus sekarang"


"Okay, baiklah bentar lagi aku pulang kita ketemu dicafe dekat rumahku"


"Okay" Rara menutup telphonnya


"Kenapa Ra?" tanya Jack


"Entahlah si Fikri tiba - tiba ngajak ketemuan. katanya ada hal penting yang harus dibicarakan"


" Fikri tau kita lagi makan bersama?"


"Iya dia tau. tadi kebetulan pas kamu telphon dia ada disana lagi main sama El" ucap Rara


Jack sudah menduga - duga apa yang mungkin akan dibicarakan Fikri.


"Ra, boleh aku tanya?" Jack menatap lekat wajah Rara

__ADS_1


"Mau tanya apa Jack, kok jadi serius gini kayaknya". Rara menyatukan alisnya karena bingung sikap Jack yang tiba - tiba nenjadi serius


"Kamu masih berharap sama Fikri?"


"Aku?" Rara menunjuk dirinya


"Iya, kamu. bagaimana perasaan kamu sekarang sama Firki?" tanya Jack lagi


"Aku sama sekali udah gak mikir hal kayak gitu, yang terpenting buat aku itu anak - anakku" jawab Rara santai


"Ra, boleh aku mengharap kan kamu lebih dari sahabat?" dengan tegas Jack menyampaikan isi hatinya


"Maksud kamu ini apa Jack?" Rara tidak mengerti


"Sebenarnya dari kita dekat sewaktu masih dibangku kuliah, diam - diam aku sudah menyimpan hati untuk kamu Ra, hanya saja aku tau. hati kamu saat itu hanya untuk Fikri."


" Sejak kapan?" tanya Rara


"Sejak awal kita kenal.Aku tidak mau memberitahu kamu tentang perasaanku yang sebnarnya karena tidak ingin merusak persahabatan kita. saat kamu memutuskan kembali ke Indonesia. aku pikir kamu akan hidup bahagia dengan Fikri laki - laki yang selama ini kamu cintai. tapi mendengar cerita kamu, jujur aku menyesal dulu membiarkanmu kembali ke Indonesia dan bertemu dengan laki - laki itu lagi."


"Jack, maaf tapi selama ini aku hanya menganggap kamu sebagai sahabat" jelas Rara


"Jack, sebenarnya Fikri tidak seburuk itu. iya memang benar Fikri sudah membuat hidupku menderita. tapi kesalahan tidak ada sepenuhnya pada dirinya. saat itu dia hanya seorang anak yang tidak bisa membantah Mama nya. aku tau Fikri sangat menyanyangi Mamanya." ucap Rara yang masih menyimpan hati untuk Fikri


"Apa itu bisa dijadikan alasan untuk nya meninggalkan luka dihati kamu dan menelantarkan anaknya?" tanya Jack tidak puas dengan jawaban Rara


"Sebenarnya dalam hal ini juga bukan sepenuhnya salah Fikri. aku yang tiba - tiba pergi tanpa penjelasan. bahkan dia tidak tau kalau saat itu aku mengandung anaknya" Bela Rara lagi


"Tapi pada akhirnya dia tau kan? lalu apa yang dia lakukan saat dia tau keberadaan anaknya?" apa dia melakukan tanggung jawabnya sebagi seorang ayah? apa dia menyesali perbuatannya membuat mu harus melahirkan dan mengurus anak seorang diri?" Jack mulai kesal dengan pembelaan klise Rara


Mendengar kata - kata Jack yang sepertinya tudak puas dengan jawabanya membuat Rara terdiam


"Ra, jangan bohongi dirimu sendiri! jelas sekali kamu masih menyimpan perasan untuknya. hingga kamu tidak merasa tersakiti padahal jelas - jelas dia menyakiti kamu berkali - kali. itu semua karena kamu dibutakan oleh cinta. sadar lah Ra, jangan mau diperbudak cinta. jujur aku merasa tidak rela jika kamu harus jatuh kepelukannya lagi.


Coba kamu ingat - ingat, seandainay saat itu tidak ada Adi yang menikahimu dan menyelamatkan nama baikmu dan keluarga mu. kira - kira apa yang saat ini terjadi pada hidupmu dan El? mungkin kamu bisa menerima, tapi El? apa dia sanggup jadi hujatan orang- orang karena tidak punya Ayah?" kembali Jack menasehati Rara

__ADS_1


Lagi - lagi Rara hanya diam mendengarkan apa yang dikatakan Jack, kareana apa yang dikatakan Jack juga benar.


Dimataku, Fikri memang seolah tidak salah padahal jelas - jelas sumber dari penderitaan ku selama ini Fikri.


Tapi entah kenapa hati kecilku tidak bisa benar - benar membencinya.


"Ra Maaf, tapi jujur hatiku tidak rela jika kamu kembali dengan nya. kamu boleh menolakku tapi aku berharap kamu tidak kembali padanya. aku tidak ingin kamu tersakiti untuk kesekian kalinya. tolong pertimbangkan apa yang aku katakan ya Ra!" ucap Jack


"Iya Jack terimakasih sudah mengingatkanku. dan maafkan aku ya Jack belum bisa membalas perasaan kamu. selama ini aku nyaman bersahabat dengan mu. aku tidak ingin merusak persahabatan kita" ucap Rara


"It' Okay tapi kapan pun kamu butuh aku, Aku akan selalu ada untuk kamu. sebisa mungkin aku akan menolongmu" ucap Jack


"Thank's jack, aku bersyukur memiliki sahabat seperti kamu."Rara terseyum senang


***


Dikafe dekat rumah Rara, Fikri gelisah melihat jam ditangannya. menunggu kedatangan Rara yang tak kunjung tiba.


"Apa Rara tidak jadi kesini? apa saat ini Jack masih bersama Rara" batin Fikri gelisah


Fikri menatap pintu, berharap melihat sosok Rara yang muncul didepan pintu tapi selalu saja nihil. pengunjung yang lain sudah mulai meninggalkan cafe satu demi satu. namun sosok yang ditunggu belum juga menampakan batang hidunya.


Hatinya mulai gelisah, tidak ingin larut dalam hayalan nya sendiri, Fikri segera menghubungi Rara


"Nomer yang anda tuju sedang tidak aktif atau sedang berada diluar jangkauan area." suara operator


Hatinya mulai gelisah, takut jika kali ini dirinya kehilangan kesempatan untuk bersama Rara kembali.


Dirinya yang sudah pernah kehilangan Rara karena kebodohananya tidak ingin mengulangi hal itu kembali.


"Aku mohon Ra, jangan menerima laki - laki lain laki dalam hidup kamu, biarkan aku menebus semua kesalahanku dimasa lalu. biarkan aku bertanggung jawab atas dirimu dan anak - anakmu Ra" batin Fikri


* Hai...reader...senang bisa menyapa kalian, membaca komen - komen kalian yang kesel dengan sikap Fikri dan mengaharap Fikri segera sama Rara, jadi membuat Author ingin menanggapi hihihi... sabar - sabar dulu ya, Memang ceritanya harus seperti ini dulu.


"Maaf ya, belum bisa Up banyak - banyak karena waktu nya belum ada

__ADS_1


terimakasih reader yang sudah dengan setia membaca samapai episode ini


^ Happy reading^


__ADS_2